Lihat Aku Sekali Saja

Lihat Aku Sekali Saja
Bab. 56. Di Lema


__ADS_3

Di perusahaan JANUAR GRUP. Tepatnya di ruang CEO seorang pria tampan serta cool sedang berdiri dengan kedua tangan dimasukan ke kantong tempatcelana menghadap kaca besar. Pria itu sedang meratapi kisah cintanya yang tak terbalas.


Hmmm


"Nak," tiba-tiba suara bariton menyadari lamunannya sehingga membuatnya menoleh.


"Dad," balas Filio. Ternyata yang datang adalah Farres.


"Apa yang terjadi? sepertinya ada masalah," ujar Farres seakan mengerti masalah yang dihadapi Filio.


Filio mengubah posisi berdirinya.


"Silahkan duduk Dad. Apa gerangan Daddy menyempatkan diri ke kantor?" tanya Filio malah melayangkan pertanyaan.


Hmmm


"Apa tidak boleh?" jawab Farres sembari bercanda.


"Tentu saja Dad. Ruangan ini selalu terbuka untuk Daddy," jawab Filio.


Keduanya saling mendudukkan diri di sofa.


"Bagaimana perkembangan perusahaan? apakah oke?" Farres memulai obrolan seperti basa-basi.


"Perusahaan oke-oke Dad. Hanya hati Iyo yang tidak oke," ujar Filio seakan memberitahukan isi hatinya saat ini.


"Semangat Nak," ujar Farres.


"Bagaimana bisa semangat Dad. Jika saja Iya ditakdirkan tidak memiliki anak-anak mungkin saat ini Iyo sudah tiada. Tetapi demi mereka Iyo masih bisa berdiri di sini," ungkap Filio.


Mendengar penuturan Filio yang sudah kelewat membuat Farres mendesah.


"Dia menutup hati rapat-rapat untuk Iyo, Dad. Sedikitpun dia tidak memiliki hati bahkan mencintai Iyo," ungkap Filio.


Farres langsung menatap Filio dengan intens.


"Daddy tidak bisa berkata apapun dengan permasalahan hati kalian. Hanya satu yang bisa Daddy katakan yaitu berjuanglah demi ketiga anak-anak kalian. Jangan karena ego masing-masing sehingga mengorbankan kebahagiaan putra-putri kalian yang masa depannya masih panjang," nasehat yang Farres berikan. Jujur saja ia menyayangkan tindakan yang diambil Asilla tetapi kembali lagi itu semua tidak bisa dipaksakan. "Jadi apa keputusanmu Nak?" ujar Farres, dadanya ikut sesak melihat raut wajah Filio yang mengisyaratkan kerapuhan.


"Seperti yang Iyo katakan kepadanya. Iyo akan menyetujui surut perceraian itu Dad, dengan terpaksa Iyo melepaskannya." Jawab Filio dengan tatapan tanpa tujuan.


Sssst


Farres mendesah mendengar kata keramat itu.


"Apa tidak ada cara lain selain keputusan itu?" sungguh Farres tidak ingin putra serta menantunya bercerai karena dalam sejarah keluarga Januar sangat menghindari perceraian.


Filio tertawa miris.


"Jika ada cara lain, buat apa Iyo mengambil langkah itu Dad. Dia berhak bahagia. Dia bahagia jika Iyo melepaskan tali pernikahan ini. Dia sudah banyak menderita selama ini Dad, jadi Iyo tidak ingin menambahnya lagi," ungkap Filio dengan tatapan sendu.


Melihat kegigihan sang putra membuat Farres tidak bisa berkata-kata lagi. Ia tidak ingin menambah rasa terluka putra satu-satunya.


...******...


Di sebuah cafe kini Asilla bersama Grey sedang menikmati makanan ringan. Ya Grey baru saja kembali dari negara x menyusul Asilla. Sungguh seorang Grey memiliki nyali besar untuk merebut hati Asilla kembali.

__ADS_1


"Honey apa kegiatanmu sekarang?" tanya Grey basa-basi.


"Masih menggeluti dunia fashion," jawab Asilla.


Hmmm


"Honey jangan bersikap dingin seperti itu. Maafkan aku jika sudah memberi kekecewaan selama ini," ujar Grey sembari menggenggam tangan Asilla.


Asilla menelan ludah.


"Grey aku, aku......"


"Apakah cintamu yang pernah ada, masih untukku?" tanya Grey ingin tau perasaan Asilla. "Aku sangat mencintaimu honey," ungkap Grey dengan tatapan sendu.


Deg


Tentu saja ungkapan Grey membuat hatinya tak karuan.


"Seperti yang kamu tau hati ini tidak pernah berubah," jawab Asilla.


Deg


Tubuh Grey membeku mendengar jawaban apa yang diberikan Asilla. Sungguh saat ini ia ingin sekali meloncat seperti anak kecil ketika diberi permen.


"Terima kasih honey," ujar Grey sembari tersenyum dan mengusap pucuk kepala Asilla dengan sayang.


Keduanya kembali hening.


"Aku akan melamar kamu secepat mungkin honey. Dalam waktu dekat tetapi aku tidak ingin kita menetap di sini," ujar Grey.


"Aku memberi waktu untuk kamu berpikir lebih matang. Sekarang status yang aku sandang telah berbeda," kata Asilla. "Untuk sekarang aku belum bisa memberi jawaban," sambungnya sembari menarik tangan dalam genggaman Grey.


Grey tersenyum manis.


"Honey aku setia menunggu," jawab Grey.


...******...


Setelah pertemuannya dengan Grey kini Asilla beranjak ke tempat yang sudah dijanjikan. Ya dia akan menemui Kendrick. Kebetulan Kendrick juga baru kembali dari luar negeri.


Hmmm


"Maaf Kak Ken telah menunggu," sapa Asilla.


"Tidak masalah. Apa kabar?" balas Kendrick sembari menyalami Asilla.


"Seperti yang Kak Ken lihat," jawab Asilla. "Kabar Kak Ken sendiri bagaimana?" Asilla balik bertanya.


"Baik bahkan sangat tambah baik setelah bertemu denganmu," goda Kendrick. "Hmmm suamimu mana?" tanya Kendrick karena tidak melihat sosok Filio datang bersama Asilla.


"Mungkin masih di kantor. Aku tadi kesini habis dari butik," kata Asilla.


Kendrick tidak banyak bertanya lagi karena ia sudah tau bagaimana hubungan Adik angkatnya ini dengan sang Adik ipar. Filio sudah menceritakannya lewat sambungan telepon ketika ia masih di luar negeri. Ya Kendrick sengaja mengajak kedua pasangan suami-istri itu untuk bertemu.


"Kamu ingin pesan apa?" tawar Kendrick sembari menunggu kedatangan Filio.

__ADS_1


"Jus lemon saja," jawab Asilla.


"Pelayan," panggil Kendrick.


"Selamat siang Tuan, Nona. Ingin pesan apa?" kata sang pelayan.


"Pesankan orange jus dua," ujar Kendrick menyamakan pesanannya de gan Asilla.


"Baik Tuan, Nona."


Keduanya terdiam. Seketika Kendrick ingin menanyakan sesuatu yang pribadi, ini kesempatan baginya sebelum Filio tiba.


Hmmm


"Adik ipar maaf jika Kakak ikut campur dengan masalah pribadi kalian. Bukan bermaksud apa-apa tetapi wajar saja Kakak ikut prihatin. Hmmm Kakak sudah tau masalah dalam hubungan rumah tangga yang kalian hadapi," kata Kendrick memulai obrolannya.


Asilla tak bergeming.


Melihat keterdiaman Asilla membuat Kendrick tidak melanjutkan kata-katanya.


"Sila minta maaf jika keputusan yang Sila ambil telah mengecewakan kalian semua Kak, l" lirih Asilla.


"Itu hak Adik ipar, kami tidak bisa memaksa karena kembali lagi Adik ipar yang menjalankannya," ujar Kendrick sembari tersenyum.


Asilla menatap Kendrick dengan tatapan di lema. Kendrick juga menatapnya. Wanita cantik yang pernah berhasil memporak-porandakan hatinya ini sebentar lagi akan menjadi mantan Adik iparnya.


Tiba-tiba dari jarak jauh ia melihat sesosok Filio. Itu kesempatan Kendrick ingin menanyakan atas dasar apa Asilla menolak memperbaiki hubungan rumah tangga dengan Filio. Bahkan Filio sendiri belum tau alasan Asilla tidak memberi kesempatan untuk dirinya.


"Adik ipar jika boleh tau apa yang menjadi alasan Adik ipar menolak atau memberi kesempatan untuk Iyo?" tanya Kendrick tentu saja didengar oleh Filio yang sedang berdiri mematung di belakang kursi yang diduduki Asilla.


Pertanyaan Kendrick tentu saja membuat Asilla membulatkan mata.


"Baiklah jika Adik ipar belum siap menceritakannya," kata Kendrick seakan tau.


Asilla menadah kepalanya karena sejak tadi ia hanya tertunduk saja.


"Jika Sila menerima atau memberi kesempatan itu sama juga Sila menyakitinya Kak karena hati Sila tersimpan nama seseorang," lirih Asilla tanpa mengetahui jika seseorang telah berdiri mematung di belakangnya. Asilla menghela nafas. "Hati Sila oleh siapapun selain orang dimasa lalu Sila," sambungnya lagi.


Kendrick mengigit bibir bawahnya mendengar alasan dari Asilla. Sedangkan Filio tak bergeming, hatinya bagai di tusuk ribuan jarum setelah mendengar pengakuan Asilla menolak dirinya. Demi apapun Filio sangat terluka.


"Hmmm kamu berhak untuk bahagia," ujar Kendrick dengan raut wajah sendu.


Hmmm


Akhirnya Filio tidak tahan lagi. Ia sengaja berdehem agar Asilla mengetahui keberadaannya.


"Dek," panggil Kendrick dengan raut wajah yang sulit di artikan.


Hmmm


Melihat kehadiran Filio tentu saja membuat Asilla membeku seperti kehilangan senyawa.


Filio mendekat lalu mendudukkan dirinya disebelah Asilla sembari mengusap pucuk kepala Asilla disertai senyuman. Asilla dibuat membeku atas perlakuan Filio.


...******...

__ADS_1


__ADS_2