Lihat Aku Sekali Saja

Lihat Aku Sekali Saja
Bab. 43. Menjemput


__ADS_3

"Apa maksudmu?" ujar Filio dengan mata melotot. Sungguh perkataan Riri membuatnya tidak percaya.


"Saya tau Ibu beserta si kembar berada Tuan," jawab Riri lagi dengan kepala menunduk. Ia sedikit takut karena selama ini telah berusaha merahasiakan keberadaan Asilla kepada keluarga Januar.


Mendengar pengakuan Riri tentu saja membuat Filio terkejut.


"Katakan mereka berada di mana?" ujar Filio tidak sabar ingin tau.


"Ibu berada di negara x Tuan, tepatnya di suatu tempat. Maaf saya ikut merahasiakan keberadaan Ibu karena Ibu sendiri yang menyuruh saya tutup mulut," ungkap Riri masih dengan kepala menunduk.


"Pantas saja sangat sulit untuk menemukannya," ujar Filio. "Terima kasih Riri," sambungnya.


"Sama-sama Tuan," balas Riri.


Selepas peninggalan Riri kini Filio sangat lega.


"Sayang Papa akan segera menjemput kalian," gumam Filio sembari mengembangkan senyuman tidak lupa menciumi foto si kembar.


Keesokan harinya


Filio menjumpai kedua orang tuanya di Mansion. Ia akan memberitahu dimana keberadaan Asilla beserta kedua putri kembarnya. Tentu saja itu menjadi kabar gembira buat kedua orang tuanya.


"Son, Papa akan ke Mansion Opa sama Oma sebentar. Siang ini kamu harus bersiap karena kita akan ke negara x untuk menemui Mama sama kedua Kakak kamu," ujar Filio.


"Apa? apakah Papa tidak bohong? karena selama ini begitu terus jawaban Papa," cicit Moses dengan girangnya.


"Iya Son, kali ini Papa tidak bohong lagi. Jadi kamu harus bersiap-siap," jawab Filio sembari mengusap pucuk kepala Moses dengan perasaan haru.


Di Mansion.


"Pagi Dad, Mom." Sapa Filio pagi itu menjumpai kedua orang tuanya dengan menikmati sarapan pagi.


"Sayang," balas Lyodra sedikit kaget melihat kedatangan Filio pagi-pagi begini. Begitu juga dengan Farres.


Dengan perasaan bahagia Filio mendudukkan dirinya di hadapan kedua orang tuanya ikut menikmati sarapan karena kebetulan ia belum sarapan dari rumah.


Melihat wajah Filio yang berbinar-binar membuat Farres maupun Lyodra saling memandang dengan alis mengerut karena pada biasanya wajah itu tidak pernah mereka lihat.


"Sayang sepertinya kamu sangat bahagia sekali," kata Lyodra karena tidak tahan lagi atas dasar apa yang menyebabkan Filio sebahagia itu.


"Tentu saja Mom. Kebahagiaan ini tidak bisa terkatakan," jawab Filio semakin membuat Farres maupun Lyodra penasaran.

__ADS_1


"Sayang jangan katakan jika kamu sudah kehilangan akal. Mommy tau kamu sedang depresi karena sampai sekarang kamu belum juga menemukan keberadaan kedua cucu Mommy," kata Lyodra belum mengetahui apa yang terjadi.


"Mom habiskan dulu sarapan Mommy sama Daddy. Hmmm benar jika Iyo sekarang seperti orang kehilangan akal, ini semua karena kabar gembira ini." Ungkap Filio masih teka-teki bagi kedua orang tuanya.


"Jangan macam-macam Nak!" Akhirnya Farres ikut membuka suara karena ulah dari Filio.


"Hanya satu macam Dad," balasnya sembari mengembangkan senyuman, memasukan roti panggang buatan sang Mommy kedalam mulutnya.


Melihat hal itu sekali lagi membuat keduanya saling memandang dengan kening mengerut. Karena cukup penasaran membuat Lyodra secepat mungkin menghabiskan sarapannya.


Kini mereka sedang berada di ruang keluarga sembari menonton berita di siaran televisi besar dalam ruangan itu.


"Sayang segera ceritakan apa yang membuat kamu sebahagia itu? sungguh Mommy sangat penasaran," kata Lyodra memulai membuka obrolan.


"Hmmm tapi sebelumnya Mommy sama Daddy jangan jantungan," ujar Filio dengan wajah serius.


"Sayang sebenarnya kabar apa? jangan katakan hal yang aneh-aneh," desak Lyodra dengan mata berkaca-kaca. "Jangan katakan jika menantu serta kedua cucu kami......ahhh," sambungnya lagi tidak sanggup meneruskan ucapannya.


Mendengar dugaan sang Mommy membuat Filio menatap wanita yang telah melahirkannya ke dunia dengan perasaan haru.


"Mom,Dad. Filio sudah tau dimana keberadaan Silla dan si kembar berkat Riri," ungkap Filio. "Ternyata selama ini Riri merahasiakan keberadaan mereka dari kita semua," imbuhnya kembali.


Deg


"Apakah benar yang kamu katakan sayang?" tanya Lyodra bersungguh-sungguh, sampai ia mengoncangkan bahu kekar Filio.


"Apakah yang kamu katakan benar Nak?" timpal Farres ikut tegang.


"Iya Dad, Mom." Jawab Filio dengan tegas.


"Jika begitu kenapa kamu masih berada disini? kenapa tidak segera kamu jemput mereka?" cecar Lyodra dengan menggebu.


"Tenang sayang, beri kesempatan untuk putra kita berbicara," ujar Farres sembari mengusap punggung tangan Lyodra memberi ketenangan bagi dirinya.


"Sayang segera jemput mereka. Bawa mereka kembali pulang, bila perlu Mommy juga ikut," kata Lyodra dengan terisak.


"Iya Mom. Mommy tenang, Iyo akan bawa. Mereka kembali," jawab Filio sembari mengusap air mata yang membasahi wajah Lyodra. "Tetapi biar Iyo bersama Moses saja yang menemui mereka. Iyo ingin menyelesaikannya sendiri," ungkap Filio menyakinkan sang Mommy.


"Baiklah sayang, Mommy akan sabar menunggu. Apapun alasannya mereka berhasil kamu bawa, bila perlu dengan tindakan paksa karena Mommy tidak ingin kehilangan mereka lagi," cicit Lyodra tidak ingin kehilangan Asilla beserta kedua cucu perempuannya.


"Iya Mom! Iyo janji," ujar Filio tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Sesaat keheningan melanda. Ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Kapan kamu akan menemui mereka?" ujar Farres.


"Siang ini Dad. Iyo akan membawa Moses juga," jawab Filio.


"Baiklah. Daddy tidak perlu menjelaskan bagaimana cara kamu menghadapai masalah ini karena kamu adalah orang cerdas. Hmmm masalah bisnis saja kamu begitu hebat, tentu saja masalah ini bisa kamu selesaikan sendiri," ujar Farres.


Ssst


Filio mendesah menghela nafas panjang.


"Ini masalahnya berbeda Dad. Tetapi akan Iyo hadapi dan memperjuangkan mereka," ungkap Filio.


"Sayang Mommy tidak yakin Sila akan mau kembali lagi karena kamu juga tau bagaimana perlakuan kamu selama ini kepada dirinya," timpal Lyodra. "Tidak semudah itu sayang," sambungnya dengan dada sesak.


"Iyo paham Mom. Apapun alasannya atau rintangannya akan Iyo perjuangan untuk bisa hidup dengan kedua putri Iyo," ungkap Filio seakan mengingat Gabriella dan Isabella yang selama ini ia pandang sebelah mata.


Lyodra menatap lekat-lekat wajah Filio melihat apakah ada kebohongan di wajah sang putra tetapi sayangnya ia tidak menemukan hal itu. Sungguh Lyodra merasa lega akan keseriusan Filio.


"Hmmm apa perasaanmu sedikitpun tidak ada untuk Asilla?" tanya Lyodra tiba-tiba.


Deg


Tentu saja mendengar pertanyaan sang Mommy yang mendadak membuat Filio bungkam.


"Sayang," panggil Lyodra karena Filio tidak juga menjawab.


"Iyo tidak tau Mom. Tetapi ketika didekatnya Iyo merasa nyaman walau dendam ini ada waktu itu," ungkap Filio dengan jujur.


Mendengar pengakuan Filio membuat Lyodra mengembangkan senyuman. Ia tau apa arti dari perasaan itu, lamban laun semuanya akan terungkap.


Merasa cukup Filio berpamitan kembali ke rumah untuk bersiap-siap berangkat ke negara x.


"Semoga kamu berhasil sayang. Semoga perasaanmu terbalaskan," gumam Lyodra sembari memandangi punggung Filio yang mulai menghilang dalam pandangannya.


"Amin!" Sahut Farres mengaminkan.


...******...


1 bab lagi akan detik-detik pertemuan mereka.

__ADS_1


__ADS_2