Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 99


__ADS_3

"Papaaaaaaaaaaaaaah, mama gak nyangka papa itu tega banget menikahkan anak kita dengan gadis pembawa sial ituuuu,


...hiks...hiks...hiks...(menangis tersedu-sedu)


Apa jadinya dengan masa depan Rio paah?...(kesal setengah mati)


Anakku...hiks...hiks...Riooooo...malang benar nasibmu nak, sampai kapanpun, mama tidak sudi jika Nayla menjadi menantu kita pah...tueeeeh (meludah) mama jijik.


Papa jahat, aku benciiiiih!" Bentak serta tangis Dewi semakin histeris memecah ruang kerja Jefri.


"Mah! ini semua kemauan Rio, dan lihat ini, apa mama lupa kita pernah dibantu oleh Abimayu! (Melemparkan berkas hutang lama) dan sekarang Rio sudah mengetahuinya," Bentak Jefri.


Pertengkaran suami istri itu pun semakin memanas...


"Hutang...Budi...Hutang...Budi, apa tidak ada lagi alasan papa selain yang itu-itu saja, lagian papa sudah banyak kan? mengeluarkan uang untuk membayar hutang-hutang si Abimayu itu serta pengurusan kematianya, kita juga sudah banyak membantu anak perempuannya, Harusnya sudah dong! semua itu cukup terhitung lunas pah...


Intinya Papa tu tega banget yah? demi membalas budi kita, papa mengorbankan Rio untuk menikahi perempuan sial, miskin, bodoh. Apa tidak ada pria lain yang bisa papa jodohkan dengan si Nayla itu pah," Bentak Dewi keras kepada suaminya.


Emosi Jefi semakin tidak terkendali, akibat rasa tidak di hargai sebagai suami.


"Praaak!" suara tamparan keras mendarat di pipi Dewi, tangan Jefri terlihat bergetar setelah menampar keras istrinya.


"Jangan ajarin aku untuk mengambil sebuah keputusan. sekarang mama bisa bicara, karena sudah memiliki banyak uang! bagaimana dulu saat kita masih bangkrut?


Ini semua kemauan Rio mah! aku tidak pernah memaksakan anak kita kepada siapa dia akan menikah, karena itu haknya untuk memilih," jawab Jefri dengan tegas meninggalkan Dewi yang semakin histeris menangis....


(wanita itu tidak terima, Rio menikah dengan Nayla tanpa sepengetahuannya)


"Hiks...hiks...hiks.....suamiku tidak pernah menampar aku seperti ini. Demi membela perempuan sial itu papa tega menampar istrinya sendiri. Awas kamu yah Nay! rasanya aku ingin segera membunuhmu, dasar perempuan sial merusak kebahagian kuuuuh...kau sudah membuat dua pria ku membenci dan tidak menghargaiku lagi.


Liat saja nanti, begitu kau sampai di Jakarta, siap-siap kau pergi dari kehidupam anakku untuk selama-lamanya," gumam Dewi penuh Emosi tinggi, ia membuat rencana jahat untuk Nayla Cassandra.


....


....


....


Swiss...


Sampai di penginapan, Rio dan Nayla baru melakukan settingan pengaturan koneksi panggilan antar negara.

__ADS_1


Terlihat Rio tetap sibuk dengan ponsel dan leptopnya, melakukan control pekerjaan dari jarak jauh serta menerima pesan group kecuali panggilan, selama berbulan madu Rio tidak ingin menerima panggilan kecuali ayah, ibu dan kakaknya saja. Selain itu Rio sudah mengalihkan kepada Davin.


Sementara Nayla juga terlihat sibuk dengan ponselnya, melihat berbagai foto serta ingin mengabari tante Rahmi di Malang. Nayla membawa oleh-oleh untuk wanita paru baya itu. Ia akan mengirimnya setelah sampai di Jakarta.


Saat Nayla membuka isi pesan, terlihat kiriman pesan dari Dewi kumala dengan kata-kata kasar menyakitkan hati;


"Dasar kau wanita murahan, penggoda, bangs*t, tidak tau diri, berani-beraninya kamu menikahi anakku! Sampai kapanpun aku tidak sudi punya manantu sial dan bodoh seperti kamu, sudah puas kan kau meniduri Rio.


Jadi sekarang! tolong lepaskan anakku, karena jodohnya sangat keliru jika ia memilih kamu, aku tau betul seperti apa selera gadis putraku.


Harusnya kamu itu berkaca g*blok! pantas tidak? Rio bersanding denganmu, tolong segera putuskan hubungan kalian itu, karena aku akan menjodohkannya dengan jodoh anakku yang sesungguhnya"


Setelah Membaca isi pesan itu, airmata Nayla menetes secara bersamaan di kedua pipinya, hatinya terasa sakit dan pilu.


"Maafkan Nayla tante!"


Balas perempuan itu singkat dan tanpa perlawanan seperti dulu.


Wanita itu duduk melamun menatap pemandangan dari atas balkon kamar sambil berkata-kata;


"Sampai detik ini aku tidak mengerti apakah Rio benar-benar mencintaiku atau hanya bersandiwara, tapi ia berhasil menikahiku dan mengeluarkan aku dari kutukan itu.


Hiks...hiks...hiks..."


Tiba-tiba Rio memeluk Nayla dari belakang.


Sontak wanita itu terkejut setengah mati, tidak menduga suaminya sudah berada sisi belakang.


"Apa sih yang sedang kamu pikirkan, jika bukan aku, aku sangat cembur" kata Rio manja sambil memeluk tubuh yang indah Itu.


Cepat-cepat Nayla menghapus airmatanya agar Rio tidak mengetahui.


"Tidak apa-apa mas!" Jawab Nayla.


"Kalau begitu kita istirahat yuk!" Ajak Rio


Nayla pun mengangguk.


Keduanya memasuki kamar menuju kasur yang sangat empuk.


Nayla langsung mendekati Rio.

__ADS_1


"Mas? Ada yang ingin aku sampaikan


"Ada Apa sayang!" Jawab Rio.


Nayla masih diam dengan wajah sendunya...


"Hei! Kog malah bengong!" Panggil Rio membuyarkan lamunan Nayla.


"Mas, Sebelumnya Nayla mengucapkan terima kasih banyak, karena sudah rela berkorban menikah dengan Nayla untuk meyelematkanku.


Mas aku sudah cukup bahagia," kata Nayla dengan nada berat.


"Aku tidak mengerti!" Sambut cepat Rio.


Nayla terdiam sejenak berkata penuh dengan keterpaksaan.


"Mas! Bagaimana jika pernikahan kita sampai disini saja, kamu boleh menikah dengan wanita yang lebih baik, sesuai dengan kategorimu. Aku sudah sangat bahagia meskipun dengan pernikahan yang singkat," ucap Nayla sambil menundukkam kepalanya.


"Hehe, (tawa kecil Rio) kamu lagi bicara apa sih sayang!


(Menarik tubuh Nayla lalu mendudukan istrinya diatas pangkuannya. Memeluk erat sambil menciumi aroma tubuh sang kekasih)


Tolong dengarkan aku baik-baik dan selalu ingat apa yang aku ucapkan ini Nay!


Aku bicara dalam keadaan sadar.


Aku mencintaimu dan sungguh sayang kepadamu, bukan rasa yang di buat-buat ataupun bersifat sementara, menikahi kamu atas dasar kemauanku sendiri, tanpa paksaan dari orang lain, semua itu sudah aku buktikan dengan berjuang menyelematkanmu.


Aku rasa hanya pria bodoh yang rela mengambil resiko kematian untuk melakukan hal yang sia-sia.


Aku mengerti pernikahan kita ini sangatlah rumit, ibuku tidak menerima dirimu bahkan dia sangat benci kepadamu, dari awal ia sudah menegurku untuk jangan mendekatimu.


Ibu itu baik, tapi ia berwatak keras, dia sangat sayang kepadaku, suatu hari nanti kamu bakal menjadi seorang ibu. Kamu akan egois ingin menikahkan anakmu dengan pilihan terbaik, meski itu belum tentu baik menurut anakmu.


Hal itu sudah biasa sayang! Itulah bentuk kasih sayang ibu sepanjang masa. Tugas kita tetap selalu menghormatinya, tidak usah di lawan, diam saja, jika ia mengomel panjang lebar. Tetaplah bersabar, jika kamu konsisten, percayalah! sikap sabar itu akan berbuah manis di kemudian hari.


Kamu pernah melihat sebuah batu yang keras bisa bolong hanya karena jatuhan tetesan air. Air yang jernih, suci lembut bisa melunakkan batu yang keras. Aku ingin, kita juga seperti itu, kita lalui semuanya bersama-sama seperti kita bisa melawan si Cerucuk.


Nay! Buktikanlah kepadaku jika kamu mencintaiku, dengan tetap berada di belakangku meski badai itu sangat keras menerjang. Tetap bertahanlah dan teruslah bertahan, aku janji tidak akan mengecewakanmu," Bisik Rio lembut di telinga Nayla.


Like & Vote.

__ADS_1


__ADS_2