Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 34


__ADS_3

Tak lama kemudian...


Sang ojek pun datang menjemput nayla..


......


......


"Gilaaa!..rio memang kaya beneran yah, bisa punya gallery mewah dengan koleksi mobil dan motor sport terbaru,...


hmmmm,.. tidak heran para wanita banyak yang meng-gilainya..aku harus akui jika pria itu memang hebat.,.


Dari kecil dia sudah memiliki target cita-cita dan impian, serta bisa memanfatkan waktu dengan baik, tidak seperti aku, hanya bisa hura-hura dan menghabiskan uang serta menyusahkan orang tua saja.


"Grrrrrrrr" haduh, mana perut lapar lagi,


Hmmm ingin makan cemilan" ucap nayla dalam hati saat tengah berada di atas sepeda motor ojek online..


Kemudian gadis itu meminta untuk berhenti tidak jauh dari halte..


Terlihat oleh nya di seberang, ada toko kue yang terkenal dengan kualitas terbaik hingga perutnya terasa semakin lapar..


" jika aku beli roti itu tentu sangat boros yah?, mulai hari ini aku harus bisa menghemat, soalnya si crocodile pelit banget kasih poin"..


Saat nayla sedang bernegoisasi dengan keadaan keuangannya yang sulit,..


Tiba-tiba ia di kejutkan dengan seorang ibu yang kira-kira usianya 40 tahun sambil menggendong anaknya..


"Neng mau beli roti?" Ucap si ibu


"(Kaget) oh, roti apa itu bu" tanya nayla


" ini roti masih baru neng, ada rasa coklat, strowbery, pandan, kelapa, abon juga ada"


si ibu menawarkan dagangannya dengan bersemangat..


"Berapa harganya bu?" tanya nayla..


"5000 ribu rupiah saja"


("Murah banget yah!" gumam nya dalam hati)


Nayla melihat raut wajah si ibu penjual yang kusam menghitam serta jauh dari kata glowing dan nayla juga memperhatikan raut wajah lesu sang anak yang tengah di gendong,


Karena merasa iba, nayla akhirnya membeli roti itu.


"Boleh bu, nayla beli dua yah!"


"Alhamdulillah, mau rasa apa neng?" Tanya si ibu kesenangan..


"Strawbery dan abon saja yah bu" pinta nayla


Dengan cepat si ibu mengambilkan barang dagangannya dan memberikan kepada nayla. dan nayla pun memberikan uang sejumlah 10.000 ribu rupiah..


"Sehari dapat keuntungan berapa bu?" Tanya nayla penasaran sekaligus membuka percakapan


"Ini dagangan orang lain neng, ibu hanya menjualkan saja, jika semua nya habis bisa bawa pulang 30-50 ribu saja!"


"Hah?? 30-50 ribu, sedikit sekali ibu?"


"Yah! untungnya juga tidak banyak neng"


"Ooouh!" ucap nayla sambil mengangguk-angguk kepalanya..


Saat si ibu mulai bergerak mengangkat barang dagangannya, si anak mulai lapar dan rewel menunjuk pada roti..namun sang ibu memukul kecil tangan anaknya, pertanda tidak di beri..


Nayla terus memperhatikan ibu dan anak itu..


"Ini sayang, ambil saja roti kakak, rasa abon, enak" ucap nayla menawarkan..


"Eh, jangan neng!" Sambut si ibu..


"Tidak apa-apa bu, kasihan dia terlihat lapar"

__ADS_1


"Ambil yah!" Nayla kembali menyodorkan sebuah roti..


"Terima kasih neng! Semoga nasib mu selalu beruntung" ucap si ibu dengan mata berkaca-kaca.


"Amiin" jawab nayla


lalu mereka pergi meninggalkan nayla yang masih berdiri terpaku...


"Saat ini Aku seperti hidup di dunia berbeda, bumi ini serasa terbelah menjadi dua, ada fenomenal kehidupan yang sangat lebay hingga uang seperti tidak bernilai harganya, ada juga fenomenal kehidupan dimana untuk mendapatkan sesuap nasi saja pun harus berjuang mati-matian. Seperti ibu si penjual roti. Perempuan perkasa itu tidak hanya sanggup menggendong anaknya namun ia harus berkeliling memikul roti yang cukup banyak demi bisa makan hari ini. Aku baru mengerti untuk mendapatkan uang itu sangatlah sulit, inilah hidup yang sesungguhnya.."


nayla berkata-kata dalam hatinya sambil berjalan menuju halte hingga busway pun tiba...


.......


Selama hidup di jakarta gadis itu banyak melihat fenomenal kehidupan miris secara detail bahkan ia sempat berkomunikasi dengan mereka, mulai dari gelandangan, pengemis, pengamen, penjual keliling, ojek, penyapu jalan dll. nayla mulai paham sperti apa sulitnya mencari uang dan kini ia mulai belajar memanfaatkan uang yang ada dengan sebaik-baik mungkin..


......


Saat di bus,


Nayla sudah tidak kaku ĺagi menaiki busway, dia sedikit demi sedikit mulai merasa nyaman dan sekarang menjadikan busway sebagai kendaraan utamanya saat ini, sambil memperhatikan wajah-wajah orang-orang disana..


Nayla mengambil sebuah roti yang ia beli dari tas nya dan membolak-balik kan roti yang masih terbungkus sambil melihat detail seperti tanggal kadaluarsa, komposisi dll.


((Maklum si mantan orang kaya tidak terbiasa makan roti murahan))


Nayla mulai membukanya dan merasakannya sedikit saja..


"Hmmm, rasanya tidak terlalu buruk sih!, lumayan enak,.haha! mulai saat ini aku harus mem-biasakan diri makan roti seperti ini. Karena harganya sangat murah" ucap nayla sambil terus melahap roti itu sampai habis sebagai pengganjal perut nya yang lapar


.......


..........


............


Setelah melalui perjalanan, hari mulai sore, akhirnya nayla tiba di rumah. Ia mandi, makan dan beristirahat, suasana rumah begitu sepi sang nyonya besar pergi entah kemana...


........


Rio baru tiba di rumah pukul 21.00 wib...


Setelah bersih-bersih pria itu bersantai di teras kamarnya..


"Tling" (ponsel nayla berbunyi)


Perintah..


[Masuk kamar rio, pijat kaki dan kepala]


<


[Perintah di terima]


Nayla beranjak dari kamar menuju kamar rio..


Kamar nya sudah terbuka....


Terlihat oleh nya pria itu tengah bersantai di teras..


"Sudah makan malam tuan ku" ucap nayla ramah tersenyum..


"Sudah"


jawab rio dalam posisi kaki rio yang sudah terjulur ke depan dan menyatukan jari di bawah kepala....


Nayla mulai memijat kaki atasan nya itu dengan jemari lembut..


"Kamu baru pulang?" Tanya rio


"Tidak, sudah dari jam 4 sore tuan.." jawab nayla..


"oh!"..

__ADS_1


..Rio mengambil roti dari kotak yang terletak di atas meja..


"Bagi roti nya bos?" pinta nayla


"Yah! Sudah habis" ucap rio sambil menguyah...


"aku lapar bos" ucap nayla meringis.


"Di dapur ada nasi" jawab rio santai..


Nayla terdiam...


"Hmmmm, enak nya rotinya" ejek rio sambil mengunyah..


"Bos! gimana kalau kita beli lagi sekaligus untuk aku juga, hitung-hitung bonus bos" ucap nayla sambil menaikkan alisnya..


"Ciah!. baru kerja sehari sudah minta bonus?"...jawab rio..


"Ehehehe" tawa nayla cengengesan..


"Enggak-enggak bisa, rugi besar gua" jawab rio


(Huuft pelit banget sih crocodile ini. Nyebelin deh, beli roti aja enggak bisa!...ucap nayla dalam hati..)


Setelah nayla memijat kaki lalu pindah ke kepala...


"Haduuuuh, enak nya, kenapa dari dulu gua enggak punya robot seperti ini yah" ucap rio sambil menikmati pijatan nayla....


5 menit kemudian....


"Pindah ke bahu" perintah rio..


Nayla pun memijat area bahu...


(Awas aja kalau dia sampai kasih aku 20 poin bisa-bisa ku cekek nih orang!..ucap nayla dalam hati mulai kesal...)


"Sudah tuan?"


"Belum"...


Nayla kembali memijat area bahu nayla...


..........


akhirnya selesai ...


"Saat nya pemberian poin boooos" ucap nayla manja..


Tak lama kemudian ponsel nayla berbunyi


"Tling"


terlihat dalam aplikasi..


[penghasilan anda bertambah 35 poin]


Yah! lumyanlah gumam nayla, meskipun kurang puas..


Nayla pun membuang sampah bungkusan roti..


Sebelum ia meletakkan di tempat sampah ia melihat-lihat kotak roti, nayla suka penasaran, roti apa yang di makan oleh Presdir Onerice itu..


Tanpa si sadari rio memperhatikan nayla..


lalu datang menghampirinya..


"Kamu mau roti yang enak seperti itu?" Tanya rio


Nayla hanya menganguk dengan wajah sedihnya..


"Hmmmm, boleh! asal kamu mau joged di depan aku dan menghiburku sampai aku bisa tertawa" pinta rio sambil melipat tangannya..


Siap Bos, ucap nayla kegirangan melompat-lompat di hadapan rio..

__ADS_1


Rio hanya tersenyum kecil..


__ADS_2