Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 50


__ADS_3

Rio terus memandangi wajah Nayla yang tengah menyuapinya, bahkan saat wanita itu bergerak sedikit saja, pandangan lelaki itu tidak pernah gagal fokus dari penampilan sang gadis, sampai-sampai dia tidak sadar dengan tingkahnya.


"Apa tidak ada pandangan lain selain aku?" Protes Nayla jutek sambil menyuapi Rio.


"Ouh! ( Rio mulai tersadar)


Sudah, aku sudah kenyang" ucap Rio lalu ia meneguk setengah gelas air minum..


Kemudian, Nayla bangkit, meletakkan piring, serta mempersiapkan obat untuk anak kesayangan Dewi Kumala itu.


"Ini obat nya"


Rio pun meminumnya..


keduanya duduk bersama di atas kasur.


"Nay! berapa poin yang kau minta untuk merawatku?" Tanya Rio


"Tidak perlu! Yang penting kamu cepat sembuh, itu sudah lebih dari cukup"


"Wow! Yakin??"..


"Hmmm" jawab Nayla simpel..


Rio mengangguk kecil, hatinya sedikit terkejut. Dan berkata dalam hatinya;


( "Dia tidak mau uang???,kog bisa??")


"Kenapa pacar-pacarmu tidak ada satu pun yang datang?" Tanya Nayla mulai kepo.


"Aku tidak punya pacar!"


"Ouh yah! Bukan nya pacar kamu itu si Vina yang baru jalan 1 minggu langsung dapat hadiah mobil" ucap Nayla sinis.


"Kamu mau? Jika kamu mau bilang saja, jangan iri"


"Ooh tidak! aku tidak iri. Lagian aku kan bukan pacar kamu" hehehe (tawa sinis Nayla),


Oh iya! kemarin tanpa sengaja aku melihatnya jalan dengan pria lain. Tadinya aku kira sih! itu kamu ternyata bukan"


"Ooh!" Jawab Rio santai tidak menanggapi..


"Kamu tidak cemburu dia sudah berselingkuh dan tidak mau tau siapa pria bersamanya?? Tanya Nayla sedikit heran.


"Aku sudah bilang vina bukan pacarku lagi, waktunya sudah selesai hanya 1 minggu saja, aku sudah bosan"


(Hmmmm...dasar playboy-playboy, sebenarnya dia tau tidak yah arti perasaan -Cinta, gumam Nayla dalam hati)


"Sebenarnya Vina dan lainnya adalah model ternama, selebritis dan juga para pengusaha, mereka di kontrak 1 tahun untuk menjadi duta atau pun icon ONERACE dan 1 unit mobil sebagai bonus, tujuanku menjadikan mereka pacar di publik untuk saling mendongkrak popularitas mereka dan ONERACE juga.


Status hanyalah sebuah settingan belaka, jadi bukan hubungan yang romantis layaknya sepasang kekasih, jadi sory! Peristiwa kecil kemarin aku tidak bisa membantumu di publik, bagaimana pun vina tetap menjadi yang spesial di acara itu, karena kami sudah membuat kesepakatan"..ucap Rio memberi penjelasan yang sebenarnya.


Nayla sempat terkejut mendengar pernyataan dari Rio..


lalu, spontan berkata;


"Oh! tidak apa-apa, aku bisa mengerti kog! Lagian aku bukan siapa-siapa, terima kasih juga sudah membantuku?? Jawab Nayla dengan senyum kecilnya.."


"Tapi kamu senang yah sudah dapat predikat Playboy?" Tanya Nayla kembali.


"Pandangan publik media memang seperti itu, karena aku jalan dengan 4 wanita dalam satu bulan"


"Rio..kamu tidak takut kena penyakit yah? tidur dengan gonta ganti wanita??" Bisik Nayla mulai heboh dengan wajah polosnya.


"Hah, kamu ngintip guaa yah? tidur dengan para wanita?? guit Rio genit pada Nayla..


"Hahahaha...buat apa???"


"Trus, kenapa bisa tau aku tidur dengan banyak wanita?"


"Kan kamu yang bilang jalan satu bulan dengan 4 wanita yang berbeda??"


"Emang kalau jalan? harus tidur??"


"Yaah, pada umumnya seperti itu"


"Waah! Pengalaman banget kamu sepertinya, dan sebenarnya aku tidak yakin jika kamu ini masih Perawan???"


Rio mulai mendekati dan menghempaskan tubuh Nayla ke kasur, lalu ia perlahan merangkak di atas tubuh sang gadis.


"Pria bermartabat pasti akan mempertahankan keperjakaannya untuk wanita spesial, yaaaa! Aku hanya mencicipi 'pinggiran-pinggiran' para wanita sexy itu sedikit" Bisik Rio genit di telinga Nayla.


Lalu lelaki itu mulai 'Nakal' beraksi dengan jemarinya...


"Rio kamu mau apa sih!" Protes Nayla.


"Aku mau cek! kamu masih perawan atau tidak??"


"Rioooooooooooooooo" jerit Nayla


Spontan Nayla menaikkan lututnya dan mengenai bagian perut Rio.


"Aaww," jerit Rio langsung terbaring di sebelah wanita itu..


Nayla lupa kalau Rio masih dalam kondisi masih sakit..


"Ah..maaf!..maaf!..maaf! mana yang sakit" ucap Nayla mulai panik.

__ADS_1


Lalu Rio menatap Nayla sangat dekat dengan wajah senyum-senyum, diiringi kedua bola mata yang mengagumi..


Tapi Nayla cukup kesal dengan tingkah nya dan langsung bangkit-keluar dari kamar sosok Presdir itu.


...


...


...


....Selama berhari-hari Nayla merawat Rio dengan baik dan sabar. ia lebih memilih diam tanpa celotehan-celotehan yang biasa di ucapkan selama merawat Rio, Nayla terlihat banyak memendam Rasa tertekan selama tinggal di Rumah Jefri,


Nayla terus Memperhatikan asupan-asupan makanan dan minuman bergizi serta Vitamin untuk Rio.


...


...


"Nay! lapar"


"Nay! gerah, lap donk tubuh gua"


"Nay! Gua mau minum"


"Nay! gua mau makan cemilan"


"Nay! kupasin buah"


Begitulah Perintah-perintah Rio yang terlalu berlebihan memanfaatkan masa sakitnya dengan bermanja-manja bersama Nayla, padahal ia sudah bisa melakukannya sendiri.


Selama Rio sakit, Gadis itu rela tidur di sofa kamar, untuk memantau perkembangan kesehatan Rio pada malam hari, dan diam-diam pria itu selalu menyelimutinya di tengah malam.


Nayla terlihat begitu sangat penurut dan patuh pada setiap perintah Rio.


Sehingga Rio begitu takjub dan sesuatu amazing terjadi pada gadis itu, namun justru Rio mulai aneh dan kurang nyaman. Dia merasa sosok seperti itu bukan lah Nayla yang sebenarnya..


Saat Rio mengajaknya bercanda, Nayla hanya tersenyum tipis dan merasa setiap candaan-nya terdengar garing di telinga sang pencari cinta sejati itu


("Perempuan ini tingkahnya sangat so sweet! namun sedikit beda dari biasanya, kenapa dia berubah menjadi pendiam yah? Apa dia masih marah denganku???


(Rio bertanya-tanya dalam hatinya).


Benar juga yah kata orang, wanita memang tidak memiliki senjata namun saat dia bertingkah membisu sebenarnya itu seperti amukan yang sedang mencabik-cabik kaum Adam" Rio berkata-kata dalam hatinya).


Nayla juga terlihat tampak selalu menghindar dari si pria itu,


dan 3 hari berlalu, kondisi Rio semakin membaik.


.......


Esok hari, sosok pimpinan baru itu berjanji akan mulai memasuki kantor dan Jefri beserta Istri masih dalam perjalanan kembali ke Jakarta.


Saat Nayla tengah duduk di Balkon dan Rio duduk di kasur sedang membalas berbagai chat group dan para sekretaris.


Setelah itu, Rio mulai curi-curi pandang ke posisi Nayla yang tengah asyik memantau harga tiket pulang ke kota Malang dari aplikasi online, dia sudah bertekad begitu Jefri dan istrinya kembali kerumah, ia akan segera pulang ke kota kelahirannya.


Tiba-tiba ponselnya Nayla berbunyi..


"Tliit..tliit...tlilit"


Dengan cepat Nayla mengangkatnya..


"Halo, Mas Excel!" Ucap Nayla sumringah dan sangat lembut segera bangkit dari tempat duduk nya...


Hingga kata ucapan 'Excel' langsung terdengar sampai ke telinga Rio terasa bagai sengatan lebah.


"Hehehe, apa kabar Nay?, maaf yah! Saya lagi sibuk, jadi belum sempat kabarin kamu" ucap Excel ramah.


"Tidak apa-apa mas, Nayla ngerti kog!"


"Gimana kabar kamu?"


"Baik mas"..


........


........


Seketika itu Rio bergegas mengendap-ngendap begitu heboh ingin mendengar percakapan keduanya..padahal chat ponselnya penuh dengan sapaan manja, para wanita-wanita sexy.


Namun Rio tidak dapat mendengarnya..


Lelaki itu sangat detail memperhatikan ekspresi wajah Nayla yang sangat senang dan ceria, sesekali terdengar tawa-tawa kecilnya sedang bersenda gurau manja dengan Excel.


.........


.........


"Gimana! kalau hari ini kita makan malam bareng" pinta excel dengan nada lembut.


Seketika hati Nayla berbunga-bunga..


((Uuuu...so sweeet uit....uit....uit))


.......


.....

__ADS_1


Rio terus memperhatikan wajah Nayla yang mulai terlihat panik dan gusar.


("oooouuu! dia senyum-senyum genit begitu! Apa in sih? yang di omongin si norak itu, Aku harus cari ide" ucap Rio sendiri dari balik pintu..)


........


........


"Tapi sepertinya jika untuk hari ini. Nay enggak bisa deh mas!, kapan-kapan yah" pinta Nayla menolak secara halus.


"Oke deh! Gua tunggu loh"


.....


....


Akhirnya Rio mendapat ide, ia kembali ke kasurnya dan menjatuhkan sebuah gelas yang terletak diatas bopet kecil.


"Taaaaaaar"


Terdengar keras pecahan gelas.


Sontak Nayla terkejut dan berlari ke kamar Rio.


"Eh! Mas nanti Nayla telpon lagi yah" ucap Nayla pada Excel.


"Okey"


"Trup"..percakapan antara Excel dan Nayla berakhir..


.....


......


"Sory aku tidak sengaja"


Ucap Rio pura-pura lemas dalam meraih gelas...(akting)


"Oh, tidak apa-apa" Nayla bergegas mengutip gelas.


"Ee..eh..eh..jangan-jangan-jangan (teriak Rio bangkit menghampiri Nayla) biarkan pelayan yang membersihkannya".


.......


...


tak lama kemudian salah satu pelayan di rumah itu datang membersihkan pecahan-pecahan gelas yang berserakan....


Seketika itu Rio merangkul Nayla dengan manja dan membawanya ke area balkon.


"Nay, duduk lah ada yang ingin aku sampaikan padamu"


"Apah! " tanya Nayla dengan wajah datarnya..


"Kamu masih marah yah dengan aku! Maaf yah? kemarin aku sangat lelah sehingga mudah emosi"


"Tidak apa-apa, aku sudah biasa di marahi" jawab Nayla dengan jujur.


"Gimana dengan lamaran pekerjaanmu" tanya Rio dengan wajah dan nada yang super lembut..


"Belum ada panggilan lagi" jawab Nayla sedikit lesu.


"Gimana kalau kamu jadi sekretaris pribadi aku???


emmmm,..sepertinya aku butuh sekretaris pribadi yang bisa membantu pekerjaan baik di ruang kantor maupun di rumah. Nanti kamu wajib ikut aku kemana-mana, gimana? Untuk gaji lumayan lah, awal aku beri 15-20 juta, lain bonus dan uang makan plus uang untuk cemilan dan kamu wajib teken kontrak selama 2 tahun"


Mendengar tawaran bagus itu Nayla diam terpaku...


..


.


..


.


.


...


.


.


.


.


.


..


don't forget guys!



like........vote.......comment.....star five ....follow author sarah mai..sebagai bentuk dukunganmu terhadap penulis.. okey

__ADS_1


__ADS_2