Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 90


__ADS_3

"Semenjak pacaran dengan kamu, aku terpaksa menambah lagi masa kecil bermainku dan Amazing! baru kali ini, pacaran dengan gadis aneh seperti kamu," ucap Rio geli sambil mencubit kecil hidung Nayla,


kemudian ia duduk santai di sofa.


"Suguhkan aku makanan," printah Rio dengan gaya bigbos nya.


"Siap Bos, pelayanmu ini akan langsung bekerja," jawab Nayla centil sambil mengacungkan jempolnya.


Nayla bergerak menghidangkan cemilan-cemilan ringan dan minuman dingin untuk pria idolanya itu, sebelumnya sudah ia beli dan menyusunnya rapi di kulkas.


Sementara Rio bangkit menuju mobil untuk mengambil album-album versi pernikahan yang sudah ia kumpulkan.


Kemudian mereka duduk bersama di ruang tv.


Nayla melihat isi Album satu per satu dengan asyik.


("Wah keren banget yah! Ini jauh lebih spektakuler dari versi pernikahanku dulu yang gagal," gumam Nayla dalam hatinya)


"Gimana beb? Suka yang mana," kata Rio sambil mengunyah kacang polong.


Setelah bolak-balik melihat, akhirnya gadis itu menutupnya.


"Ini bukan cerita tentang versi pernikahan Cinderella ataupun putri Raja sayang! tapi mampukah kalimat Ijab Qabul itu terucap?"


"Tenang sajalah, kalimat itu pasti akan terucap!" Jawab Rio santai.


"Tantangan itu bukan hanya menghadapi manusia melainkan IBLIS," kata Nayla menegaskan ucapannya.


"Hmmm, biar itu menjadi urusanku yah sayang! Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan, sekarang! pilih saja yang mana yang kamu suka," kata Rio.


"Aku hanya ingin kita Menikah di Malang di saksikan oleh keluargaku, tidak mau yang berlebihan, sederhana saja yang penting bisa ijab qabul," jawab Nayla.


"Aduh! Aku salut banget samu kamu beb! Beneran kamu sudah berubah. Hidup sederhana bangeeeet. Ok lah! Nikah sih boleh sederhana. Tapi Resepsinya tolong jangan yah! Aku sudah lelah banget berjuang untuk urusan tikung menikung di laga sirkuit.


Masak iyah! Resepsi pernikahanku sekali seumur hidup, cukup hanya di bawah pohon bringin" Jawab Rio bengong langsung membayangkannya...😮


"Ihihihihi😄. Tapi kan hemat sayang! yang penting itu kan setelah pernikahannya, budget jangan sampai ludes," kata Nayla.


"Hmmm, sudah pintar sekarang yah! hemat berhemat, Tenang sayang! semua sudah ada anggarannya"


....


Keduanya bercanda mesra dan tertawa bersama, hingga akhirnya Nayla tidur di pangkuan Rio.


Gadis itu terlihat pulas dan sangat lelah, pertanda ia sangat membutuhkan sandaran dalam hidupnya.


Mencoba terus berdiri tegar.


.....


.....


Karena sudah melihat sang kekasih tertidur.


Rio mengangkat Nayla ke tempat tidur, lalu menyelimuti gadis itu dengan hangat.


Menghidupkan lampu tidur dan Ac,


kemudian mencium keningnya sambil berkata;


"Met bobo sayang! Mimpi indah yah"


......


......


Rio pun kembali pulang...

__ADS_1


.......


.......


Malam semakin larut menuju dinihari.


Terlihat Jefri bersama Istrinya tidur dengan pulas.


.....


🌌🌌🌌


"Huuuuuusssssshh" (Hembusan suara angin)


Terbangun Di alam yang berbeda;


"Hah...dimana ini," ucap Jefri panik kebingungan.


Celingak-celinguk ketakutan, mulai menyadari jika ia sedang berada di tempat yang luas di atas bukit. Nuansa yang sangat asing dan mencekam.


Terlihat oleh Jefri, sepasang kekasih berdiri tegak di pinggir bukit yang berbeda darinya,


Mereka terlihat sama-sama berdiri di pinggir jurang. Jika mundur selangkah lagi maka keduanya sama-sama akan terjatuh.


Namun, jika maju beberapa langkah dan saling berpelukan serta berpegangan erat, dua manusia itu akan selamat.


Jefri memandangi dengan serius dua manusia itu dengan ekspresi wajah terbengong serta fokus melihat secara jelas, siapa sosok kedua manusia itu yang sebenarnya. Sesekali wajahnya di terpa oleh angin.


"Itu kan Rio dan Nayla," gumam Jefri dalam hati, ia berhasil mengenali wajah dua manusia itu.


Tiba-tiba...


Seseorang menepuk keras bahu Jefri dari belakang.


"Bup" (Suara pukulan)


"Siapa kau? Kau bukanlah Abi" Bentak Jefri keras, langkahnya mundur dan semakin mundur. Jefri sangat terkejut dan bercampur takut sampai tubuhnya bergetar hebat. Namun ia berjuang keras untuk memberanikan diri.


Tak Berapa lama.


Sosok itu, berbicara tegas dengan mata yang melotot, sangat menyeramkan.


"Siapapun aku! itu tidaklah penting bagimu, apakah kau mengenal dua manusia itu? (menunjuk kepada sosok Rio dan Nayla)"


"Iyah, Lelaki itu anakku" jawab cepat Jefri


"Kedua manusia itu akan sama-sama terjatuh (mati) jika tidak menyatu. Namun sebaliknya mereka akan hidup selamat serta bahagia jika tetap bersama, karena keduanya adalah cinta sejati yang sudah di takdirkan"


........


"Huuuuuusssssssh" (Hembusan Angin)


.......


"AAAH!" Jerit kecil Jefri.


Seketika Jefri bangun dari mimpinya dengan Nada ngos-ngosan serta kekhawatiran yang besar. Terlihat ada keringat di dahi dan badannya.


"Mimpi? dan itu sangat jelas," gumam Jefri sambil mengusap wajahnya. Ia melihat istrinya yang tertidur pulas di sampingnya.


Kemudian pria paru baya yang masih terlihat gagah itu pun keluar dari selimutnya lalu bangkit dan berjalan cepat menuju kamar Rio tanpa sepengetahuan istrinya.


....


Jam dinding bergerak di angka 02.00 wib dini hari....


Rio hampir saja terlelap, tapi ia masih mendengar ketukan pintu.

__ADS_1


"Tok...Tok...Tok..."


Pemuda itu langsung bangkit, karena ia mengetahui ciri khas si pemilik ketukan, yang tak lain adalah ayah kandungnya.


Saat pintu di buka tanpa kata,


Jefri langsung bergegas masuk menuju area teras kamar, lalu Rio mengikuti papanya kemudian menutup rapat pintu kaca, Agar percakapan mereka tidak terdengar dari balik pintu kamar.


Rio sudah memahami sosok ayahnya itu. Jefri tidak akan menemui Rio langsung ke kamarnya jika percakapan tidaklah penting.


•••


"Sudah sampai dimana persiapan kamu untuk menikahi Nayla?" Tanya Jefri.


Rio sempat terkejut dengan pertanyaan papanya itu.


"Hmmm, masih baru 20% pah!"


"Segera nikahi Nayla! percepat persiapan mu. Di dalam kesibukanmu, Papa beri waktu 3 Hari untuk menyelesaikan ini.


Papa akan perintahkan Davin untuk membantumu.


Menikahlah di Malang, tempat kelahiran Nayla dan di saksikan oleh keluarganya. Sebelum kalian melaksanakan Akad, jangan lupa! ziarah terlebih dulu ke makam orangtua Nayla. Itu salah satu permintaan Abi (alm) sebelum ia wafat.


Sebaiknya, kalian Akad Nikah saja dulu.


(Diam sejenak)


Papa minta maaf nak, tidak bisa menghadiri pernikahanmu, meski itu momen yang paling penting bagimu, (Mata Jefri berkaca-kaca)


karena papa harus menghadapi mama kamu.


kamu tau sendiri kan! seperti apa ia melarang keras hubungan kalian ini.


Meskipun begitu, tolong! kamu jangan membencinya, bagaimanapun dia adalah ibu kamu.


Papa memakluminya karena memang mama kamu tidak mengetahuinya, tapi suatu saat nanti, pelan-pelan papa akan jelaskan.


Untuk resepsinya, Papa janji! akan melaksanakannya, tapi kemungkinan sedikit terlambat"


"papah!" ucap Rio terheran-heran dan merasa tidak percaya dengan keputusan sang Ayah.


Jefri mendekati Rio dan mengguyur cepat lengan Rio sambil berkata dengan tegas;


"Benarkah kamu mencintai Nayla? bukan karena ingin membalas budi!"


"Benar pah! Rio mencintai Nayla"


"Kalau begitu Papa sudah merestui hubungan kamu dengan Nayla, Lakukanlah! Meski ibumu belum merestui kalian yang terpenting kalian sudah mendapat izin dari pimpinan keluarga ini.


Kuncinya hanya satu nak! jangan sampai kamu kehilangan ataupun keraguan Cinta Nayla"


"Terima kasih pah!" Spontan Rio langsung memeluk erat Ayahnya dan matanya berkaca-kaca pertanda haru yang sangat besar.


"Mengapa papa bisa berubah pikiran?" tanya Rio penasaran.


Jefri terdiam sejenak...


....


....


.


.


V O T E & L I K E ,

__ADS_1


🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORIT


__ADS_2