Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 26


__ADS_3

Terdengar suara


"Gubrak"


Seketika itu, Cemilan yang ada di tangan nayla jatuh ke lantai..


"Haaaaaa" nayla sangat terkejut dengan mulut dan kedua bola matanya yang sedikit lebar,


dalam suasana seram, di hiasi lampu remang-remang. Berdiri Sosok pria berposter tubuh tinggi sekitar 182 cm. Dia adalah Rio abraham...


"Tlek"...


Rio menghidupkan lampu


Terlihat jelas, wajah nayla dengan ekspresi meringis-ringis manja, bisa di ilustrasikan; seseorang yang sedang tertangkap basah minta di kasihani..


"Hmm, begini rupanya tingkah seseorang yang sudah di beri tumpangan, setelah kamarku. next! cemilanku yang akan kau sabotase dengan se-enaknya" ucap rio sambil mengambil kembali cemilan yang sudah terjatuh..


Nayla hanya diam terpaku memperlihatkan ekpresi wajah kesedihan dengan bibir manyun yang tebal.


Dia tidak menyangka aksinya akan di pergoki oleh rio. Sedangkan rio type pria yang tidak bisa tidur terlalu lama, cukup 3 jam saja. Dia mulai tertidur pukul 04.00 wib pagi hari...


"Maaf! Aku lapar" jawab nayla dengan nada pelan dan melambat


(Setelah mengambil cemilan itu rio membukanya dan memakannya tepat dihadapan nayla..)


"Lantas! Jika perutmu yang lapar, cemilan ku kah yang menjadi targetnya??"


Tanya rio dengan santai sambil mengunyah dengan gaya cute nya itu..


(Nayla hanya terdiam...sejujurnya dia sangat malas harus berhadapan dengan rio...)


"Yah, sudah lah" ucap nayla pasrah dan mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan rio...


Sesaat itu juga pria itu berteriak.


"Mamaaaaaaaaaa ada yang tid.....ooop"


Dengan kecepatan amat sangat cepat,.


Nayla yang berposter tubuh tinggi hanya 160 cm balik badan mendekati tubuh rio lalu melompat kecil untuk menutup mulut pria itu dengan tangannya..


Hingga tubuh rio terdorong mundur selangkah....


"Rio, kamu bisa diam tidak!, aku tidak akan mengambil cemilan mu lagi" bentak kecil nayla..


Kemudian, Rio melepas tangan nayla..


"Oukeey, aku akan tetap diam dan menjaga aksi rahasiamu yang jahil itu (tidur di sofa), asal ada persyaratanya" ucap rio santai sambil berjalan ke arah kursi meja makan..

__ADS_1


Rio pun duduk dengan kondisi tetap mengunyah cemilannya dengan santai kondisi kaki kanan diatas lutut kaki kiri.


Nayla masih berdiri terpaku.


"Apa persyaratannya?" Tanya nayla ketus..


Nayla merasa takut jika rio membocorkan rahasianya pada dewi yang sudah memberikan peringatan terakhir..


"Duduklah, ucap rio! Kita bisa ngobrol santai tengah malam ini" pinta rio..


Naila menghela nafas


"Hemmmhuuuufft" dengan berat hati akhirnya nayla duduk tepat di hadapan rio.


"Cepat katakan" pinta nayla..


"Baiklah, Aku akan tetap diam, asal kau menuruti semua perintahku!" pinta rio


"Perintah apa? memijat perkututmu (istilah Mr P)"


"Tentu tidak, Appa saja, selain berbaur dengan sex" jawab rio


"Bagus lah, Maksudnya aku akan jadi asisten pribadimu??" tanya nayla memperjelas..


"Yah,...mungkin seperti itu laah, namun jika seorang asisten pribadi, sistem kerjanya lebih ter-struktur, tapi kamu, tidak.


Bisa di katakan apa yah!!,(mikir). jika aku katakan seorang budak, mungkin akan terdengar lebih kasar,


(Ucap rio sambil menaikkan alisnya) ok kan!"


"Robot, (kaget) enak saja! Enggak...enggak...gak..gak...(tangan melambai)..enggak bisa..itu namanya peng-ania-ya-an terang-terangan!.


Aku sudah cukup menjadi asisten tante dewi.


Kalau kamu mau belah saja tubuhku menjadi dua" jawab nayla ketus


"Sudah lah aku tidur dulu" ..(bangkit dan berjalan)


bisa gila lama-lama menghadapi si crocodile satu ini ucap nayla dalam hati


Rio pun bangkit dan berjalan cepat mengambil posisi di depan...


"Bangun kan mama ah!!.mamaa..maamaaa.." teriak kecil rio dengan suara nyaringnya..


"Benar-bener amblas ni anak!


Rio...rio...riooooooh" jerit nayla pelan tertahan sambil berjalan cepat menarik sebelah kiri tangan rio agar tidak melanjutkannya niat nya lagi..


Nayla pun menarik-narik tangan rio sekuat tenaga..mereka saling tarik-tarikan di ruang redup cahaya itu....

__ADS_1


Usia mereka bisa di katakan seumuran hanya selisih 2 tahun saja.


"Nayla lepas! (ucap rio) Aku akan membuka kartu rahasiamu agar mama dan papa tau, kecuali kamu menuruti keinginan ku " ucap rio memaksa.


Karena nayla takut ketahuan jefri dan dewi sekaligus dia masih ingin tinggal di rumah itu, Akhirnya mereka bernegoisasi kembali....


"Okey aku mau, tapi apa imbalannya??kamu tau sendiri kan! Harga sebuah Robot itu mahal. Bisa mencapai jutaan dolar!" tegas nayla..


"Hmmmm,..baiklah!


Pertama, kartu rahasiamu tidak akan pernah terbongkar..aku pastikan aman tersimpan,..


Kedua, kamu berhak 50% atas kamarku dan segala isinya,."


rio terdiam sejenak.


Apah 50%!!!? (ucap nayla dalam hati), mendengar itu, telinga nayla mengembang kesenangan..


"Jadi kamu tidak perlu tidur di luar. Kita bisa berbagi kasur", tegas rio melanjutkan percakapannya..


mendengar hal itu,


Reflek nayla langsung menginjak cepat kaki rio dengan sekuat tenaga......


"Adduuduuuhh" (kesakitan)


"Kau pikir aku ini barang mu! siap pakai" celoteh nayla sambil kocak pinggang..


"Dengar dulu aku belum selesai bicara" ucap rio kesal sambil meringis kesakitan..


Nayla terdiam mencoba untuk sabar..


"Kita berbagi kasur maksudnya,....kamu boleh tidur di kasur ku. Dengan waktu yang berbeda (shift). Jadwal tidurku pukul 4 pagi, di waktu itu juga, kau harus bangun dan keluar dari kamar ku.


Kau juga boleh berada di kamarku saat aku tidak ada atau saat aku memanggilmu.."


"Yang lain? hanya itu saja!" tanya nayla merasa kurang dengan imbalan yang di berikan rio....


Tiba-tiba terdengar suara


"Kreeeeek"


seseorang sedang membuka pintu dari arah kamar jefri...


..


..


..

__ADS_1


...


sory yah guys lama up nya! maklum! novel baru lama banget review nya..masih sepi peminat!...


__ADS_2