![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Gadis itu bangkit, kemudian membersihkan kasurnya dan melakukan aktivitas lain.
Selain di area dapur, kamar Nayla juga tersedia kamar mandi kecil.
Agar lebih praktis dan lebih nyaman, khususnya bagi seorang wanita.
Setelah selesai.
Nayla pun bergegas, ingin membersihkan rumah yang sudah 2 hari ia tinggali.
Sosok perempuan yang dulu hidupnya bak putri Raja itu, kini berubah menjadi perempuan yang lebih mandiri dan sederhana.
•••
Dimulai dari ruang tamu.
"Na...na...na...na...na...na" 🎶🎵
(Nyanyian kecil Nayla yang mengawali semangatnya pagi itu)
Ruang tamu masih terlihat gelap seperti biasa.
"Tlek" (menghidupkan lampu)
"Waaaaaoooouu," jerit Nayla melihat seseorang yang tiduran di atas sofa, ia sangat terkejut dan takut, mengapa ada manusia yang masuk ke dalam rumahnya.
(sambil membawa sapu, Nayla berjalan mengendap-endap mendekati)
Setelah berdiri tepat di dekat si target.
"Huuuuffffh! (Memegang dada) Rioh!!! kirain tadi ada Jin leluhur numpang tidur," gumam Nayla memperhatikan gaya tidur Rio dari ujung kepala sampai ujung kaki.
kemudian, gadis itu meletakkan sapu di ujung pintu.
"Mengapa tiba-tiba dia tidur disini yah? perasaan tadi malam, Rio pulang deh!" Nayla mencoba mengingat-ingat kembali🤔.
Pemuda itu tiduran dengan ekspresi wajah imutnya sambil melipat kedua tangan yang di jadikan sebagai bantal untuk kepalanya.
"Jangan-jangan jelmaan sebangsa Jin?" kata Nayla lagi dengan ragu-ragu sambil menyentuh paha lelaki itu.
"Huufftt! Benaran manusia kog!
Dan sepertinya di dahinya tumbuh jerawat deh!" kata Nayla sibuk memperhatikan, bahkan sangat dekat pada area dahi lelaki itu dengan posisi membungkukkan tubuhnya.
Tak berapa lama kemudian,
Spontan Rio berteriak menakuti ; "Wuaaaaah"
menangkap tubuh sang gadis dengan tujuan membuat Nayla terkejut..
"Aaaaaaaahh," jerit latah Nayla.
Si Nayla pun jatuh di pelukan Rio.
karena terkejut, ia reflek menampar manja pipi kekasihnya itu dan Keduanya tertawa bersama.
"ahahahahahahahahahhaha" 😆😄
"Kenapa kamu tidur disini sayang dan enggak bilang-bilang kalau mau datang! emm, mau kasih surprise lagi yah!" ucap Nayla sambil mencubit kecil hidung Rio.
"Dirimu bagaikan magnet, tubuhku di tarik kembali kesini! Hihihi," kata Rio dengan wajah penuh ceria.
"Blueek 😜 gombal maut," jawab Nayla.
"Gombal pada tempatnya kan! boleh saja."
__ADS_1
"Ehmmmm, Nayla senang banget kamu ada disini yank"
"Oh! iyah" jawab Rio dengan hati berbunga-bunga
...
Keduanya bangkit lalu duduk berdampingan...
"Sayang! apa ada masalah?" tanya Nayla
"Enggak, aku masih kangen sama kamu," jawab Rio dengan senyuman yang di paksakan.
"Apakah om dan dan tante sudah mengetahui hubungan kita?" Tebak Nayla.
Rio hanya diam saja.
" Jangan bohong padaku, wajahmu terlihat kusut sekali? aku yakin pasti ada masalah, katakanlah!"
"Iyah! Mereka sudah mengetahuinya," jawab Rio santai.
Seketika jantung Nayla langsung berdetak kencang.
"Terus! bagaimana komentar mereka?"
tanya Nayla dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
Rio menatap Nayla dengan tatapan yang sangat dalam. Seolah-olah kedua bola mata pria itu, sedang bercerita tentang kebenaran yang ada.
lalu berkata dalam hatinya;
("Tantangan hidupmu terlalu berat sayang! Aku yakin kau tak akan sanggup memikulnya sendiri, biarkan setengah beban ini, aku yang pikul, demi cintaku padamu")
"Sayang! (Panggil Nayla lagi, membuyarkan lamunan Rio dari tatapannya),
"Emmmm! Ambilkan aku air minum donk. Haus!" Pinta Rio sambil memegang kerongkongannya.
"Oh, iyah"
Nayla pun bergegas mengambilkan air putih dan memberikannya kepada Rio.
Ia berdiri tepat di depan Rio dan fokus melihat pacarnya minum dengan sekali teguk.
Setelah habis,
"Aaaaaah! enaknya," ucap Rio spontan setelah meneguk segelas air putih dan meletakkannya di atas meja.
"Minum air putih sampai segitunya?" kata Nayla yag merasa kekasihnya itu terlalu berlebihan.
"Yah! Memang, ini hanyalah sekedar air putih. Tapi di kala kita haus dan sangat haus, air putih adalah segalanya, bahkan lebih baik dari segunung emas.
Sama dengan cinta. Cinta itu tidak akan dianggap penting jika jalannya terlalu mulus, sebaliknya! cinta akan menjadi amat sangat berharga, jika jalan untuk mendapatkannya penuh dengan rintangan....
Spontan gadis itu pun tersenyum.
Rio menarik Nayla dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Nayla, dengar aku baik-baik sayang! Tolong jangan pernah ragu untuk memberikan cintamu kepadaku. Aku tau! kisah cinta kita ini akan melalui banyak Rintangan dan tidak mudah untuk dilalui. Sebab itu, kita harus kuat dan kamu harus mendukung setiap perjuanganku.
sayangnya! Aku tidak bisa menggunakan pistol ataupun pisau sebagai senjatanya.
Hanya cintamu lah senjata yang aku harapkan, Untuk bisa mempertahankan hubungan ini.
Nayla, aku ingin kita segera menikah, karena waktu itu semakin dekat," kata Rio dengan wajah sendunya.
"Tapiiii!!!!!!"
__ADS_1
"Sssssssssstttt," Dengan cepat, Rio menutup bibir Nayla dengan jari telunjuknnya.
"Aku tidak ingin mendengar keraguan itu, jika aku dengar, maka aku pasti akan kalah,
Aku berjanji Nay! akan membuktikan rasa cinta ini kepadamu. Tapi tolong, kita saling bersama, bukankah kamu pernah bilang! Untuk keluar dari jeratan ini adalah menyatukan dua hati yang bulat menjadi satu."
Nayla terdiam, lidah dan bibir seperti terkunci, tak mampu bicara sepatah katapun.
"Nay! Aku ingin kau tetap hidup dan kita harus memiliki keturunan seperti apa yang di inginkan orang tua kamu," ucap Rio meyakinkan Nayla.
("Aku rela mati untukmu sayang," gumam Rio dalam hatinya)
Airmata itu akhirnya jatuh membasahi pipi gadis itu. Ia tak mampu menahan perasan haru serta rasa cinta yang dalam.
"Aku mencintaimu sayang" (Rio)
"Aku juga mencintaimu" (Nayla)
Ilustrasi hanyalah sebuah gambar;
"Jadi sekarang kamu ingin versi pernikahan seperti apa? Cinderella, Putri Raja, Putri Tidur atau putri Ngambek" celoteh Rio memecah suasana....
"Ahahahaha" tawa Nayla dengan terbahak-bahak.
Di dalam hatinya berkata;
("Meskipun kisah ini tak sampai di pernikahan, hari-hari mencintaimu singkat ataupun panjang, itu sudah lebih dari cukup.
Rasanya ku ingin berteriak agar dunia tau
"Aku Sangat Bahagia"
Terima kasih ya Tuhanku! Di balik jalan yang terjal ini, Engkau hadirkan seseorang yang bisa membuatku tertawa! hingga aku lupa, jika dulu aku pernah menangis").
Nayla bangkit dari pangkuan Rio lalu berjalan mengambil sapu.
"Sekarang! Bantu Nayla membersihkan rumah yah"
"Haah! yang benar saja beb?" ucap Rio.
"Tadi ada yang mau ngajak nikah kan? jadi sekarang latihan dulu"
"Ah males! mau mandi," jawab Rio jutek sambil bangkit.
"Hmmm,...Dasar si Crocodile, Giliran kawin cepat" kata Nayla sambil senyum-senyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
lelaki itu pun bergegas menuju kamar mandi, setelah itu, melakukan aktivitas lainnya.
.....
.....
(Di waktu yang sama, terlihat juga raut wajah Jefri yang kusut dan masih terngiang-ngiang dengan apa yang di katakan oleh Rio)
.
.
.
.
🕯VOTE 🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORIT
__ADS_1