![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Sementara Jefri dan Dewi tidak mengetahui peristiwa kecil itu karena tengah asyik berbincang-bincang dengan para tamu di ruang khusus,
(ruang para kumpulan Presiden Direktur dari berbagai aliansi yang bergabung),
di tambah lagi dengan suasana Convention Hall yang ramai dan luas.
.......
.......
........
Akhirnya, Excel berhasil menggendong Nayla keluar dari kerumunan yang sempat membuat sedikit kehebohan, menuju area toilet...
....
"Sudah yah! sampai di sini saja, saya bisa sendiri" pinta nayla dengan nada lembut, saat ingin memasuki ruang toilet wanita...
" Ok!..gua tunggu in yah" jawab Excel dengan senyum manis nya.
................
................
Dikediaman aula,
Terlihat Rio langsung mengeluarkan ponsel nya...
"Tliiiiiiiiiit"
"Tit" (suara terima sambungan ponsel via headset bluetooth yang melekat di telinga Davin)
"Siap Bos"
"Segera urus Nayla, beli kan dia gaun yang baru!"
"Baik Bos"
"Oh iyah! Kata kan pada Nayla, ini permintaan dari tuan besar (Jefri)"..
"Ok Bos, di laksanakan"..
"Trup" percakapan via telpon di tutup..
(Davin juga melihat kejadian kecil itu)
...........
...........
Tak lama kemudian..
Nayla keluar dari ruang toilet,.
"Gimana?, noda nya bisa hilang" tanya Excel
"Duh seperti nya sulit deh!, Soalnya ini noda bersantan dan terasa lebih berbau" ucap Nayla dengan ekspresi wajah sedikit meringis..
"Ooh! Gitu yah!....eemmmmm (mikir cari ide)..ah! gimana kalau kita beli gaun yang baru saja! dan kamu bisa pergi terlebih dulu ke salon, untuk cuci rambut (creambath), terus kita balik lagi ke sini" Excel menawarkan jasa...
("Wadaw!!, beli gaun???? Yang aku pakai ini saja enggak tau tuh! berapa-an harganya, paling tidak harus beli gaun yang standart untuk acara-acara megah seperti ini. mana,..harus ke salon lagi!! Yang benar saja! aku harus pakai uang hasil mem-babu dari si crocodile yang tak seberapa itu, ih! sebel deh, kalau di ingat wajahnya, rasanya tuh! mau di remas-remaaas, apalagi lihat pacarnya yang sok kecakepan itu. Betul-betul pasangan paling pas, pas buat di jitakin. ucap Nayla geram dalam hati nya)..
....
"Helllowww!" Excel membunyikan tangan nya untuk membuyarkan lamunan Nayla....
"Oh! Maaf,...hehehehehe (cengengesan),.. hmmm sepertinya tidak usah!...tidak apa-apa, saya begini saja" ucap Nayla pasrah dengan kondisi nya..
"Ayolah!, masalah biaya biar gua yang tanggung..yah! Itung-itung nolongin teman yang sedang kesulitan lah" ucap Excel dengan santai.
"Tapiiiiii......"
"Sudah lah, ayo!..."
Desak Excel dengan lembut berjalan bersama Nayla keluar dari lokasi area toilet...
.........
~Percakapan keduanya saat dalam perjalanan menuju keluar~
.........
"Mmm, sebelum nya, Maaf yah! sudah ngerepotin kamu dan Nay, ngucapin terima kasih banyak sudah mau nolongin, tadi itu aku benar-benar sangat gugup banget,...oh iyah! Saya harus manggil apa yah?? Apakah kita seumuran" tanya Nayla baru menyadarinya...
"Iyah tidak apa-apa kog! Aku senang bisa menolong kamu, usia ku 33 tahun" jawab Excel..
"Oh iyah?? Itu artinyaaa, nay! harus panggil 'mas' doonk!" Ucap nayla, merasa excited tidak menyangka jika excel sudah berusia 33 tahun...
__ADS_1
"Terserah kamu saja deh! Yang mana nyaman nya"
Keduanya saling tersenyum...
......
......
......
Di waktu yang sama,
Davin bergerak cepat mempersiapkan mobil dan supir.
...........
Setelah selesai, dia menuju area toilet wanita dengan tujuan mendapati Nayla,..
......
sesampai di sana,...
Mereka bertiga berpapasan..
"Nona Nayla, maaf! Mari ikut saya untuk membeli gaun yang baru" Pinta Davin.
"Tidak perlu!
Jawab Nayla jutek, sambil menarik tangan Excel melewati sekretaris itu..
"Oh iyah! Sampai kan dengan Bos paman yang super hebat itu, kalau memberi perintah, jangan tanggung-tanggung sekalian saja beri perintah buat nge-lap ketek pacar nya" celoteh Nayla penuh emosi.
Spontan Davin dan Excel senyum-senyum tertahan dengar celotehan Nayla yang lucu..
"Yuk! mas!",..ajak Nayla pada Excel
"Tapi nona! ini perintah dari tuan besar,"...ucap Davin tidak menyerah
Langkah Nayla terhenti...
("Tuan besar??, om Jef? Dia juga tau masalah ini?, jika aku menolak nya, ini pasti terlihat membantah" gumam Nayla dalam hati.
Gadis itu langsung terbayang dengan ucapan Jefri dalam ingatan nya pagi itu (flashback),
{"ini adalah hari Pelantikan Rio yang sangat penting buat om"})
Tanpa ragu-ragu Davin langsung mengangguk, meskipun sebenarnya itu adalah perintah dari Rio..
"Maaf yah mas! Nay harus ikut dia" ucap nayla pada Excel.
"Iyah! Tidak apa-apa, ( jawab Excel mengangguk....) oh iyah! Boleh minta nomor ponsel kamu??"
"Tentu" jawab Nayla..
Mereka pun langsung bertukar nomor ponsel...
.........
Akhirnya Nayla ikut dengan Davin menuju mobil yang sudah di siap kan..
"Nona, mohon maaf! saya tidak bisa menemani, supir akan mengantarkan nona ke gallery gaun & salon yang khusus buat keluarga tuan besar, masalah biaya biar saya yang mengurus nya" ucap davin
"Okey, Baiklah,
Semoga ini bisa mengembalikan mood ku yang rusak "...jawab nayla langsung memasuki mobil..
.......
.......
Akhirnya Davin dan Nayla berpisah, Davin kembali ke Aula sedangkan Nayla melaju bersama sang supir...
..............
..............
Di dalam mobil gadis itu berkata-kata dalam hati,
Terharu banget dengan om Jefri, persis seperti papa. Langsung sigap mengambil tindakan. Nayla janji om! akan menjadi anak perempuan yang baik dan lebih bijaksana. Dan enggak tau bagaimana harus membalas kebaikan pria itu. Papa sangat beruntung memiliki sahabat seperti om Jefri, tapi yang membuat tidak habis pikir
Kenapa si crocodile itu, sifat nya tidak mirip sama sekali dengan Papa nya justru persis seperti mama nya "si nek lampir"...
.........
.........
Tanpa terasa, mereka tiba di lokasi yang di tuju..
__ADS_1
"Nona! jika sudah hampir selesai, hubungi saya yah!"...
Ucap Sosok pria bernama Hery. dia adalah supir pribadi keluarga Jefri,
kemudian ia bergerak meninggalkan nayla kembali menuju Convention Hall lagi, dan nayla sudah memiliki nomor ponsel nya.
"Ok! Hati-hati yah pak!" teriak kecil Nayla..
....
Kemudian..
Nayla turun dari mobil dan memasuki gallery....
.........
Begitu pintu di buka...
Nayla masuk berjalan santai,
Ia sama sekali tidak terlihat wanita gembel yang tengah jatuh miskin, di tambah lagi dengan perawakan wajah nya serta kulit mulusnya yang halus.
"Selamat siang mbaaaaaa"
sambut pelayan-pelayan disana dengan ramah menjamah...
"Iyah! selamat siang juga" jawab nayla dengan senyum manis nya merasa sedikit excited dengan sambutan yang luar biasa..
Tiba-tiba datang lah sosok waria tinggi, dengan poster tubuh besar, sedikit berisi, ber jalan sangat gemulai menyapa gadis itu begitu sangat ramah!..
"Hellow syantiiik"
Langsung cipika-cipiki dan menggandeng Nayla berjalan perlahan menuju ruang khusus,
Membuat perempuan itu merasa lebih takjub lagi..
"Kamu pasti Nayla kaaaan, panggil saya dengan kak stefiiii yaaah" ucap si waria yang centil..
"Iyah" jawab Nayla sambil mengangguk..
"Niiih! kamu duduk dulu deh!" Ucap stefi mendudukkan nayla di depan cermin, sambil memperhatikan masalah rambut Nayla..
Stefi mulai paham dengan melihat rambut nayla yang terlihat basah oleh air serta aroma santan yang masih terasa...
"Kita cuci dulu yah say"...pinta stefi ramah dan lembut..
Nayla menuruti setiap arahan stefi...
"Kak stefi sudah berapa lama bekerja di sini" tanya nayla memulai percakapan..
"Hihihi..hmmm...sebenarnya saya ini adalah owner dari salon ini say!"
"Hah, owner! Loh kenapa bukan karyawan nya kak yang bekerja??"
"Hmm, gimana yah! Untuk orang-orang penting (bangsawan) saya turun langsung menangani nya termasuk keluarga nyonya Dewi Kumala, karena mereka adalah saham-saham dari usaha saya yang tidak seberapa ini hihihi."
"Ah! Jangan merendah kak. salon ini super lux loh fasilitasnya"
"Terima kasih! Sekarang yang penting kamu harus relex, enjoy karena saya akan langsung menangani kamu mulai dari ujung rambut sampai kaki, termasuk make up dan costum. Dan saya akan mengubahmu menjadi ratu paaaaaling syantik sejagad raya sehingga pangeran-pangeran yang ada di Convention Hall itu akan pangling melihat kamu dan mengabaikan pasangan nya sejenak!"
"Hahahaha, kak stefi bisa aja deh berlebihan!"
"Ihihihihi" (tawa stefi centil)
(Dasar si nenek! Enggak pernah ngajakin aku ke salon se mewah ini, berarti selama ini dia sering nongkrong di sini yah,.huuufft giliran pekerjaan langsung teriak "Naylaaaaaaa", dan Sebenarnya ini musibah atau Rezeki Nomplok yah!!! hihi,
besok-besok kalau di tumpahi lagi sama si perempuan laknat itu meski pakai kuah semur sekali pun, ane rela deh! kalau balasannya seperti ini.hihi...gumam nayla senyum-senyum kesenangan)....
.
.
.
.
.
.
..
don't forget guys!
◇
like........vote.......comment.....star five ....follow author sarah mai..
__ADS_1