![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Nayla berjalan dengan cepat dan menghampiri mobil suaminya....
Sesampai di dekat mobil Rio, tanpa kata ia langsung masuk dan duduk di sebelah lelakinya.
"Aku tau, pagi-pagi kamu ingin pergi ke Klinik kan?" Kata Rio dengan raut wajah imutnya.
"Emmm, kok bisa tau sih beb!" Ucap Nayla centil memainkan matanya...
"Ahahahahaha! Sumpah lucu banget kamu sayang! Persis seperti manusia jadi-jadian!" jawab Rio.
"Ehemmm!" Ucap Nayla ngambek kekanak-kanakan.
"Enggak! Tetap cantik kok!" Puji Rio.
"Bajunya cantik tidak?" Tanya Nayla terlihat mentel...
"Lebih bagus lagi jika tidak pakai busana!"
"Ahahaha😄" tawa mereka penuh kebahagiaan.
"Beneran?" tantang Nayla.
"Iyah, tapi hanya gua doang yang boleh lihat!" Jawab Rio sambil menjulurkan (ejek) lidahnya. 😋
"Ihihihi!"
...
Tak lama kemudian, Mobil itu pun melaju dengan santai.
...
Bunga si gadis manis itu hanya bisa menatap Nayla di jemput seseorang dari
kejauhan dengan wajah sendunya.
("Aku pun tak ingin begini!" Ucapnya lesu dalam hati, terselip rasa cemburu kepada Nayla, ada dua pria yang sangat memperhatikannya serta serius menginginkannya)
("Mba Nayla itu sangat beruntung" gumamnya lagi)
.....
.....
Terdengar langkah Robin keluar dari kamarnya, sehabis mandi dengan rambutnya yang masih terlihat basah dan segar, dengan raut wajah asri tampil muda, tampan dan menawan.
Mendengar itu, Sang pelayan buru-buru balik lagi ke meja makan.
"Dimana Nayla?" Tanya Robin.
"Sudah pergi Den!"
"Pergi? Dengan siapa?"
"Di jemput seseorang"
"Seperti apa orangnya?"
"Tidak kelihatan, pria itu di dalam mobil, kata mba Nayla, jika Den Robin ingin bertemu dengannya, di luar saja!" Jawab Bunga dengan suara lembutnya.
"Terus dia tidak sarapan?"
"Sarapan Den, sudah minum susu dan vitamin juga!"
Robin bangkit dan meraih ponselnya bergegas menelpon Nayla....
....
....
(Suasana di dalam Mobil)
"Tlilit...."
Suara dering telpon Nayla berbunyi...
Namun diabaikan.
"Dari siapa sayang?" Tanya Rio....
"Robin!"
"Mengapa tidak di angkat?"
"Aku hanya ingin fokus kepadamu!" Ucap Nayla langsung bersandar di bahu Rio.
Pria itu pun tersenyum, ia juga sudah berfirasat jika Robin juga menginginkan istrinya.
__ADS_1
*****
(Suasana Rumah Robin)
"Prak" suara hempasan Robin meletakkan ponselnya di atas meja makan, membuat Bunga sangat terkejut.
"Nih perempuan (Nayla) selalu saja memanfaatkanku!" Ucapnya kesal.
"Harusnya kamu lihat dengan teliti siapa yang menjemputnya?" Bentak Robin pada Bunga.
"Maaf Den!" Gadis itu hanya menunduk dengan wajah merasa bersalah.
("Aku yakin itu pasti Rio" gumam Robin dengan matanya yang tajam)
*****
Di dalam perjalanan Rio & Nayla.
.....
"Sayang! jangan telalu lelah yah!"
Nayla mengangguk.
"Hari ini, mas tidak bekerja?"
"Aku ingin fokus membantumu, harusnya kamu tidak perlu bekerja dalam kondisi hamil seperti ini! Tapi yah sudahlah."
(Rio bisa memahami kondisi istrinya yang harus bekerja keeras, demi memperjuangkan hidup dan cintanya, Rio juga menyadari ibunya sangat remeh kepada Nayla)
"Bagaimana kabar mama mas?"
"Yah begitulah, untuk sementara ini aku pilihkan Dokter terbaik yang merawat mama."
"Mama sakit apa sih mas?"
"Gangguan lambung, jika pikirannya susah, pasti akan kambuh, sudah dari dulu seperti itu"
"Kapan mas akan kembali melihat mama?"
"Aku ingin membawamu dulu keluar dari rumah Robin dan tinggal di rumah (Bandung) agar aku merasa aman.
Nanti siang, aku sudah buat janji akan bertemu deng Robin"
"Iyah mas" (mengangguk)...
....
...
"Sebagian kirim ke Email saya!" Pinta Rio pada karyawan disana...
"Jika pasien Anak yatim piatu, atau janda miskin dan benar-benar fakir, biayanya gratiskan saja, kirim saja laporannya kepada saya!" Pinta Nayla.
"Siap Bu!"
....
"Kamu berhati mulai sekali sayang!" Puji Rio yang semakin lama semakin takjub dengan sifat dan pemikiran Nayla yang bertambah dewasa.
"Aku sudah merasakan seperti apa pedihnya menjadi anak yatim piatu dan golongan miskin mas!"
Rio hanya mengangguk paham.
"Wah! Aku merasa perlu banyak belajar dari kamu nih...."
Keduanya saling tersenyum manis.
....
Nayla tampak sibuk dan Rio pun ikut membantu.
....
Begitu juga dengan Rio, Hari itu Nayla juga ikut menghadiri beberapa even otomotif yang di hadiri oleh Rio sebagai Presdir Onerace.
Keduanya tampil kompak dan bekerja sama serta saling mendukung.
....
Hingga waktu terus terlalui.....
Pasangan suami istri itu pun makan siang bersama di Resto santai...
Rio masih sibuk dengan Leptopnya,
"Mulai hari ini, aku yang akan mengembangkan usahamu!"
__ADS_1
"Terima kasih yah mas," ucap Nayla dengan mata berkaca-kaca, sambil bersandar di bahu sang suami.
Kemudian....
Keduanya bercanda dan bercerita saling terbuka.
"Kalau sudah sama mas ku, pasti Malas Gerak!" Celoteh Nayla mencolek dahu Rio.
"Sama," ucap Rio memandangi istri wajah manis istrinya...
....
"Jam berapa janjian sama Robin sayank?" Tanya Nayla.
"Aku buat janji di Resto ini, mungkin sebentar lagi ia akan datang," kata Rio.
"Tapi mengapa ia belum juga datang, kita sudah lama di Resto ini," jawab Nayla.
....
...
"Tlilit..."
Tiba-tiba Davin memberi kabar bahwa pertemuan mereka di lokasi awal di batalkan, berpindah ke tempat lokasi pilihan Robin.
"Mengapa seperti itu?" Tanya Rio merasa heran.
"Maaf, saya Kurang tau Bos? Jawab Davin.
"Baiklah kalau begitu" sambut Rio memenuhi permintaan Robin.
....
Akhirnya Nayla dan Rio menuju titik Lokasi pilihan Robin. Yaitu, sebuah lapangan basket terbuka milik keluarga Robin.
("Apa maksud si Bocah ini! Apa ia ingin mengajak bertanding!" Gumam Rio setelah mengetahui lokasi yanh di pilih)
"Mas, mengapa kita harus bertemu di tempat seperti ini?" Tanya Nayla lagi.
"Entahlah!"Jawab Rio.
"Atau kita pulang saja, perasaanku tidak enak!" Tegur Nayla.
"Tidak apa-apa sayang! Kamu tenang saja yah! Atau kamu menunggu di mobil!"
"Tidak!" Nayla menggelng dengan cepat menggandeng Rio.
....
....
Langkah demi langkah mereka menelusuri arah yang ditunjuki hingga Rio dan Nayla sampai di lapangan basket yang di pilih oleh Robin.
Terlihat pria itu sedang asyik bermain basket sendiri.
....
....
Rio dan Nayla sudah berdiri menatap Robin dari jarak yah tidak terlalu jauh.
dan mata pria berdarah Malaysia-Indonesia itu tertuju pada Nayla dan Rio.
"Hello sobat, sudah lama tidak bertemu" sapa Robin berjalan mendekati keduanya sambil memegang bola basket.
Tawa Rio sinis.
"Kau ingin bertemu denganku untuk urusan bisnis atau ingin mengajak bertanding?" Tantang Rio.
"Dua-duanya Brou!" Jawab Robin santai sambil melempar-lempar bola basket di tangannya dengan ekspresi wajah menantang.
Pemuda baru beranjak usia 27 tahun itu melempar bola tepat ke arah Rio pertanda Rio harus menuruti kemauannya bertanding uji kemampuan bermain basket di arena lapangan eksclusif itu.
"Aku ingin tau, apakah kau layak mendampingi Nayla atau tidak, karena aku bukan Robin yang dulu, jadi aku pikir! kau harus mengalahkanku?"
"Heh 😏 Baiklaaaah...siapa takut!" Jawab Rio.
....
"Mas! kamu itu sudah lelah seharian, ngapain sih di turuti kemauannya," tegur Nayla.
"Tenang saja sayang, ini urusan pria!" Kata Rio membuka jas santainya.
"Tapi..." Nayla tak bisa membantah...
"Pegang ini (jas Rio)
__ADS_1
.......
Like & Vote...