![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Keringat yang bercucuran seakan-akan menjadi butiran-butiran mutiara yang indah serta berkilauan. Segenap jiwa yang hampa, tandus, kini kembali hidup dan bersemi dalam balutan cinta dari pria pujaan hati.
.
.
.
.
Abdul syeh pun langsung tergeletak lemas tak berdaya. Hanya dalam hitungan menit ia banyak mengeluarkan energy untuk melawan sang Iblis.
Orang-orang langsung membantunya dengan memberikan air minum hingga syeh Abdul bisa normal kembali.
Rio dan Nayla mengucapkan terima kasih kepada Syeh Abdul.
Akhirnya acara Akad yang sangat tertutup itu dapat berlangsung dengan hikmat, ucapan selamat dan senyum bahagia menyelimuti pengantin dan keluarga.
"Ini seperti mimpi," gumam Nayla, berkali-kali menepuk kecil kedua pipinya sambil senyum-senyum sendiri.
Nayla masih tidak percaya, jika ia sudah benar-benar menikah dan memiliki seorang suami.
Hal yang membuat Nayla sangat bahagia adalah, dia bisa menikah dengan orang yang benar-benar ia cintai. Namun, terselip juga rasa kesedihan di hati gadis itu, pernikahan mereka tidak mendapat restu dari ibu mertua.
....
....
Saat sang pengantin lagi ngobrol asyik...
"Aku sudah bilang kan sayang! Semua ini bisa kita lalui, jika kita terus bersama-sama" bisik Rio di telinga Nayla.
("Asyiiikkk si Hantu sudah keluar, bisa malam pertama ei" gumam Rio sambil menatap Nayla dengan menaikkan alisnya dan memberi senyuman yang menggoda)
"Nay! harus panggil apa yah??" tanya Nayla membalas seyuman Rio.
"Ciciye... yang sudah bersuami," Ledek Rio.
"Ihihihi" Tawa Nayla malu-malu.
"Panggil Abah lah!" Jawab Rio.
"lah! kog panggil Abah, belum juga punya anak?"
"Ahahaha! Biar cepat, panggil saja apa yang membuat kamu nyaman. Mas boleh, sayang, honey, darling, beb, terserah yang penting istriku nyaman," jawab Rio.
"Oke sayang!" Sambut Nayla dengan senangnya.
....
....
Kedua pasangan itu benar-benar Egois dengan kebahagian mereka, tidak memikirkan hal apa yang akan terjadi, sebanyak apa tantangan yang akan di lalui.
......
......
terlihat acara menjamu tamu dengan makan bersama serta Menyuguhkan minuman dan cemilan enak khas Arek Malang disana.
.......
.......
Setelah selesai, semua tamu sudah melangkah pulang, tinggallah keluarga inti dalam acara pribadi.
Rahmi dan suami selaku pengganti orang tua Nayla, membawa sepiring nasi dengan menu-menu khas daerah Jawa untuk kedua mempelai, mereka berempat duduk bersila dengan posisi berhadap-hadapan.
Setelah suami memberi sedikit nasihat.
Giliran Rahmi, wanita paru baya itu. Kakak dari Almarhum Abimayu.
Wanita itu langsung histeris menangis haru memeluk Nayla.
Nayla pun juga ikut merasakan kebahagian yang mengharukan itu.
"Hiks...hiks...hiks...hiks"
Sambil berkata-kata dalam tagisannya memakai bahasa jawa malang.
__ADS_1
"Dek! (alm Abi) Lihat ini. Putrimu akhirnya bisa menikah. Sudah tenang kamu kan!...hiks...hiks...hiks...suaminya sangat tampan anak sahabatmu sendiri...seandainya kau ada disini pasti kau akan senang...hiks...hiks...hiks....."
Mendengar ocehan Rahmi, Naylapun menangis tersedu-sedu, ia paham betul seperti apa sayang dan cinta orang tua kepadanya.
"Sudahlah bu! Tidak boleh meratap seperti itu," tegur suami Rahmi.
"Hiks...hiks...hiks....semalam dia (alm Abi) datang ke dalam mimpiku dalam kondisi sudah tersenyum bahagia...hiks..hiks..." ucap si Rahmi dengan tangisan Harunya.
"Teri...ma...kasih...Tante," ucap Nayla sambil terbata-bata.
....
....
Setelah puas menangis haru, Rahmi menghapus airmatanya, begitu juga dengan Nayla....
Rahmi memberi satu suapan makan kepada kedua mempelai.
"Untuk Nayla! tante mau kasih nasihat khusus buat kamu sayang! dengar baik-baik yah ndok.
Nayla cassandra anak kami. Sekarang kamu sudah menikah, tolong patuh dan taatlah kamu kepada suamimu, selagi ia masih di jalan yang benar.
Mulai hari ini, Bersikap dewasalah ndok. Jangan sifat-sifat manja kamu yang dulu, masih kau bawa-bawa serta pandailah kamu mengambil hati mertuamu.
Jika kau sayang pada anaknya, maka sayangilah mereka, seperti kamu menyayangi kedua orang tuamu.
Jadilah kebanggaan kami yah ndok, jangan kecewakan kami. Kami disini sudah menjadi orangtuamu yang selalu mendukungmu."
"Iyah tante jawab Nayla mengangguk"
....
....
"Kepada Rio, Terima kasih yah! kamu akhirnya bisa melalui cobaan untuk menikahi putri kami, Jadilah kepala rumah tangga yang bijaksana. Bahagiakan, serta lindungi istri dan anakmu kelak.
Tugasmu mendidik istrimu ke jalan yang benar, karena pernikahan itu, ibarat sebuah kapal yang berlayar di lautan luas. Akan selalu ada badai yang datang menghantam.
Komunikasi dan saling percaya, itulah senjatanya, sebisa mungkin kalian harus selalu bersama, jangan sampai bercerai,
Tante serahkan Nayla kepada kamu yah!"
.....
Acara pribadi itu pun selesai berlangsung hikmat, meskipun sangat sederhana.
Mereka duduk bersantai.
Rahmi kembali bicara;
"Tenggorokan kamu masih sakit Rio? Apa kita perlu kerumah sakit?"
"Sudah baikan tante."
"Dulu saya sudah anjurkan kepada almarhum (abi) agar Akad pernikahan Nayla itu di laksanakan sederhana saja seperti ini.
Jangan berlebih-lebihan.
Tante suka sederhana begini ditambah lagi dadakan.
Kalau orang jawa itu, ada acara pingit pengantin, Apakah itu dibuat agar terlihat keren, ikut-ikutan?
Tidak!
Justru itu tujuannya untuk melindungi si calon pengantin dengan di rumah saja jika tidak ada hal yang mendesak, sambil memperkuat iman.
Manusia yang akan melaksanakan akad pernikahan seperti ini. Istilah orang-orang sebut 'Darahnya itu Manis dan harum' bagi kaum syetan bahkan jadi buronan mereka.
Disini banyak nak Rio, kejadian aneh seperti kamu saat mengucap ijab qobul;
Ada yang selalu salah mengucapkan kalimat qobul, sampai dimandikan.
Ada yang seperti kamu tidak bisa bersuara.
Ada tiba-tiba salah satu pengantin melarikan diri, tidak ingin menikah.
Ada juga yang meninggal seperti calon Nayla terdahulu.
Macam-macam! tapi kebanyakan menganggap itu semua adalah mitos, padahal itu perangkap-perangkap syetan yang kita abaikan. Insya Allah, Syeh Abdul sudah ter-amanah untuk mengatasinya.
__ADS_1
Kalau tante sendiri sangat percaya hal-hal itu,
calon suami Nayla dulu tidak bisa di kasih tau. Malam pengantin masih saja berkeliaran.
Almarhum juga dulu heboh dalam mempersiapkan pernikahan Nayla.
Saya sudah tegur jangan seperti itu. Mau akad saja seperti mau show.
Sederhana saja begini. Nanti kalau mau buat resepsi mewah juga boleh. Itu kan syarat yang tidak wajib. Bagi yang mampu yah silahkan."
"Benar tante!" jawab Rio mendengar celotehan tante Rahmi, karena itu merupakan celotehan nasihat, jadi Rio senang mendengarnya.
....
....
Hingga akhirnya malam pun tiba...
Rio dan Nayla sudah mandi bersih harum dan wangi...Tubuh keduanya sudah sama-sama terawat.
.....
((wuaaaahhh yang mau MP....cuit....cuit...💓💓gasak mang...dak...dik...duk))
Nayla duduk dipangkuan Rio dengan manja, memakai gaun super sexy.
"Apakah tante Rahmi yang memberi usulan agar pernikah kita sederhana seperti ini?" tanya Rio penasaran.
"Nayla mengangguk, dulu Nayla mengangap, tante itu sok tau! tapi sekarang, Nayla merasa begini lebih baik."
...
...
"Sayang kamu sudah siap belum?" Bisik Rio menggelitik di telinga Nayla.
Nayla mengangguk malu-malu. pipinya memerah, jantungnya berdebar-debar.
"Belahnya pelan-pelan yah mas, takuuut" pinta manja Nayla.
"Wakakakak Belah???Emangnya belah pake golok!" jawab Rio.
"ihihihihi!" tawa manja keduanya.
Perlahan Rio menidurkan tubuh Nayla dengan lembut.
"Sudah di kunci sayang?" tanya Rio.
"Ehmm, sudah!" Jawab Nayla terehem-ehem...
.....
.....
Bersambung
.
.
.
.
Maaf! Updatenya tidak bisa setiap hari,
terima kasih buat kalian yang sudah mau menunggu....
.....
.....
Jangan lupa di Like dan Share yah. terima kasih.
.....
.....
.....
__ADS_1