Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 18


__ADS_3

"Toktoktok..naylaaaa...naylaaaaa..tok


toktoktok"


(suara ketukan pintu dan panggilan dewi dengan keras...)


Berkali-kali memanggil nama nayla, namun tidak ada sahutan, karena merasa tidak sabar dewi langsung membuka pintunya..


"Loh, tidak di kunci?" Ucapnya heran


Wanita yang usianya sudah mendekati setengah abad itu pun masuk ke dalam kamar nayla.


"Suasana kamar masih terlihat rapi,


Barang-barangnya ada, kemana dia yah??"


dewi bertanya-tanya sendiri sambil mondar mandir melihat seluruh isi kamar, sampai ke kamar mandi, namun tidak menemukan nayla di sana. Akhirnya dewi keluar dari kamar itu.


"Atau dia sudah bangun? dan langsung tau diri dengan tugasnya bergabung dengan para pelayan, sebaiknya aku cari tau ke dapur" ucap dewi berjalan cepat menuju dapur menemui para pelayannya..


...Sesampai di ruang dapur...


Pelayan rumah dewi terdiri dari tiga orang dan satu supir. ;


Izah bertugas memasak


Atik bertugas mengurus pakaian


Yeni bertugas bersih-bersih rumah dan


karjo bertugas sebagai supir pribadi sekaligus mengurus kebun..


"Izah, atik, yeni kesini sebentar.." panggil sang majikan...


Ketiga pelayan itu datang berlarian cepat mendekati majikannya..


"Iyah nyah"...ucap mereka serentak


"Ada apa nyah.." tanya izah si juru masak


Kalian lihat tidak? anak perempuan tinggi, putih, tubuhnya kurus namanya nayla...


"Naylaaa ??" jawab mereka keheranan.


"Tidak nyah. Dari bangun tidur sampai sekarang kami tidak ada bertemu dengan anak perempuan yang nyonya katakan itu,.." ucap atik


"Benar kalian?" tanya dewi memastikan


"Sumpah nyah" jawab mereka serentak


"Ok lah.."


gadis itu sebenarnya manusia apa hantu sih? kemana dia!..


Ucap dewi bertanya dalam hati


Tiba tiba wanita itu teringat sesuatu yang di ucapkan nayla tadi malam. {"Tidak ada kamar yang lain tante?"}


...


"Hhoooooooooouu" Reflek, mata dan mulut dewi melotot lebar..setelah mengingat pertanyaan nayla...


"Jangan-jangan dia.......?????"


"Ada apa nyah?" tanya para pelayan...


"Tidak ada apa-apa,


Yah sudah! kalian boleh kembali bekerja .." pinta dewi


Dewi kumala tanpa pikir panjang langsung berlari menuju kamar atas..


"Awas yah ni anak, minta di pites" ucap dewi dengan kesal


Dewi langsung membuka pintu kamar gea dengan cepat


Saat di buka..


Terlihat nayla masih tidur dengan pulasnya


Melihat hal itu..(rambut dewi jika di ilustrasikan berdiri tegang. Telinga dan hidungnya mengeluarkan asap uap panas)..

__ADS_1


"Naylaaaaaaaaaaaaaa"


Dewi menjerit memanggil nama nayla persis di telinga gadis itu...


Reflek nayla langsung terbangun serasa tubuhnya terbang ke atas mendengar jeritan histeris si nyonya besar...


"Hehehe tante..." nayla hanya bisa cengengesan, garuk-garuk kepala..


"Dasar anak tidak tau diri, siapa suruh kamu tidur di sini heh!" ucap dewi sambil menjewer telinga nayla..


"Addu...du...du..du sa..akit tante..., "


"Sakit yah..hmmm...pintar kamu yah cari kamar yang enak yah. Jam segini baru bangun. Layaknya nyonya besar yang hidupnya mau di ladenin begitu..." bentak dewi...


"Nayla hanya menumpang tidur saja di kamar kak gea tante, tidak akan menyentuh barang-barangnya sedikitpun", di kamar tamu kasurnya keras" jawab nayla...


"Sekarang kamu turun! bantu para pelayan dan tidak usah banyak bicara kamu!" perintah dewi


Nayla pun turun dari kasur..


"Awas yah! jangan sesekali kamu masuk ke kamar gea lagi.." ucap dewi sambil mengunci kamar dan mengambil kuncinyaa..


Mereka keluar bersama. Lalu turun tangga sepanjang menuruni tangga wanita pemiliik rumah mewah itu terus mengomeli nayla..


"Haduuuuuh tante gak capek tuh ngomel mulu! telinga nayla sampai panas nih" ucap nayla sambil menggosok-gosok telingnya..


"Kamu ini di bilangin malah bawel" bentak dewi..


"Iyah..iyah..nayla tidak lagi deh tidur di kamar kak gea" ucap nayla..


Setelah turun dari tangga dewi menuntun nayla ke dapur...


"Pok..pok..pok...


Hayo semuanya, izaaah..atiik..yenii... ayo semuanya kesini..." teriak dewi


Seketika ketiga pembantunya pun datang berkumpul...


"pengumuman! mulai hari ini, kalian dapat anggota baru" ucap dewi


"Maksudnya nyah?" tanya ketiga pelayan


"Ini perempuan yang aku cari tadi....


Ketiga pelayan itu terbengong-bengong melihat nayla dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Penampilan nayla terlalu cantik untuk menjadi seorang pelayan..


"Haduh tante (expresi memelas) nayla gak bisa apa-apa. Terus nanti tangan nayla bisa jadi kasaaar " protes nayla


"Emang gue pikirin!.justru itu agar kamu bisa mengerjakan pekerjaan Rumah tangga, kamu harus belajar dari sekarang. Karena jodohmu sudah pasti akan datang dari kalangan rendah yang tidak akan mampu membayar para pelayan.


kamu itu harus sadar ya nayla! Derajatmu sudah turun, bukan seorang putri raja lagi, dan kamu tidak ada bedanya dengan mereka....(pelayan)" ucap dewi dengan angkuhnya..


"Tante! nayla datang kesini bukan untuk menjadi seorang pelayan. Om jefri sendiri yang menawarkan nayla untuk tinggal di sini sementara. Nayla kesini untuk mencari pekerjaan.." bantah nayla lagi


"Heeeh..laancang kamu bicara yah! Denger yah nayla. Di dunia ini tidak ada yang gratis! sudah syukur aku mau menerima kamu tinggal dirumah ini..


Dan jangan banyak alasan. Mulai besok kamu bangun pagi. Bantu mereka, setelah itu kamu boleh keluar mencari pekerjaan..ngerti kamu!.." bentak dewi keras.


"Izah" panggil dewi,..


"Iyah nyah"


"ajari dia, bagaimana mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan baik dan benar! perintah dewi


"Baik nyah..."


Wanita itu pergi meninggalkan mereka..


Dan para pelayan pun bubar


"Huuuuhh! Dasar nek lampir, sensi banget sepertinya dengan ku..,


Kenapa alarm ini tidak berbunyi lagi??


Nayla memperhatikan setting an alarmnya yang salah,..


04.00 pm


"Haaiiiissshhh!!..pantesan tidak berbunyi..aaaaarrrgggg..., nasib-nasib..emang kamu nayla selalu saja siiiaaall.

__ADS_1


Eeeeeehh!! Padahal enak banget tidur di kamar gea...(ucap nayla kesal)...


Aah! sarapan dulu lah..


Laper.".


Akhirnya nayla sarapan sendiri di meja makan. Dia tidak ambil pusing dengan omelan dewi kumala....


Setelah sarapan izah menuntunnya ke dapur..awalnya nayla hanya di suruh melihat dan memperhatikan saja.


Perempuan itu pun tidak punya pilihan lagi terpaksa menjadi pelayan di rumah itu..


...


"Hmmm..apa lagi yah rencanaku, agar dia tidak betah tinggal di rumah ini, kalau bisa dia harus keluar sebelum Rio pulang..,


Ahha!....iyah..iyah..iyah. aku akan mengganti kasurnya dengan yang lebih keras lagi, sementara kamar gea sudah aku kunci, jadi dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak..dan tidak betah tinggal di sini lalu langsung keluar deh!..hihi..lu emang paling cerdas wi" ucap dewi kumala sendiri di depan cermin kegirangan....


.......


Dua hari berlalu..


tak ada pilihan lagi! akhirnya Nayla tidur di kamar tamu dengan kualitas kasur yang standart. si nyonya besar itu belum mengganti kasur nayla dengan yang lebih keras lagi. dia akan berencana menggantinya setelah nanti nayla akan keluar mencari pekerjaan, nayla tetap sulit bisa memejamkan matanya dengan pulas.. maklum gadis itu sedang mengalami masa transisi menjadi orang miskin dan hal itu sangat sulit baginya...


Pagi-pagi sekali nayla sudah bangun, dia mulai membantu izah menyiapkan sarapan. namun, Nayla bukannya malah membantu justru membuat dapur hampir terbakar. Dia sama sekali tidak mengerti dengan urusan pekerjaan rumah tangga. Seumur hidupnya, orang tua nya tidak pernah mengajari nayla dengan urusan-urusan pekerjaan rumah tangga..


Begitu juga saat membantu atik dan yeni dalam mengurus pakain dan membersihkan rumah, ada saja kesalahan yang dilakukan nayla. Mulai dari makanan serba gosong, setrika baju bolong, keramik vas bunga kecil pecah. Hingga membuat dewi kumala semakin kesal..


Dia sering berteriak..


"Iiiiiiiiii, naylaaaaaaaaaaa.."


............


"Nyah! sebaiknya nayla tidak usah membantu kami. Soalnya pekerjaan kami semakin berantakan dan semakin menjadi lama"


Ucap izah kemudian atik dan yeni tanda setuju....


"Huuufftt! baik lah, anak itu benar-benar tidak bisa di harapkan" ucap dewi kesal.


Akhirnya nayla di pindahkan bekerja menjadi tukang kebun,..mengurus taman dan bunga-bunga nyai dewi kumala...


Alhamdulillah, ternyata pekerjaan mengurus bunga berhasil nayla lakukan. Dia pintar merangkai bunga hidup dan mati menjadi indah dan lebih menarik,


Nayla juga bisa melakukan perkawinan silang baik antar bunga yang sejenis maupun tidak. Hanya itu pekerjaan yang berhasil dia taklukkan...


Si dewi kumala pun kesenangan bukan main. Taman bunganya pun semakin indah dan menarik...


....pada saat makan malam..


"Bagaimana nay kamu sudah mulai melamar pekerjaan?" Tanya jefri


Belum sempat om. gimana mau melamar pekerjaan, waktu nayla sudah habis mengurus rumah om, di suruh belajar memasak lah, menyetrika pakaian, membersihkan rumah, mengurus kebun,..." ucap nayla dengan bibir manyun...


Nayla kesempatan mengadu pada jefri


"Loh! Kan ada pelayan?" tanya jefri..


"Mama mengajarkan dia agar mandiri pah dan tidak manja..." dewi kumala menjawab dengan cepat..


"Mama apa-apa an sih!, Biarkan nayla fokus dulu mencari pekerjaan.." ucap jefri


"Iyah tapi pah..." ucap dewi terputus..


"Mah..papa tidak suka mama terlalu banyak membantah.." bentak jefri


Uuuuhhh syukurin, hajar om. model istri seperti ini jangan di kasih ampun...


Ucap nayla dalam hati..


"Iyah pah!."


Dalam hati dewi berkata; nih anak benar-benar kesempatan mengadu..awas! kamu yah...


.......


...


..tetap vote & like & komentar & star 5...


.

__ADS_1


.


__ADS_2