![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Setelah puas menangis, Nayla bangkit dari duduknya dan mengganti pakaian.
"Tlililit"...suara ponsel Nayla masih berdering-dering di atas bufet kecil.
Gadis itu hanya memandangi ponselnya yang terus berdering.
'Rio Abraham Memanggil'📞
••••
Setelah panggilan Rio terabaikan, lelaki itu melakukan panggilan lagi, namun Nayla tetap tidak menerimanya. Ia hanya memandangi ponselnya bernyanyi-nyanyi dengan raut wajah yang lesu. Hingga panggilan itu berakhir dengan keheningan.
•••
Telah terjadi, 20 kali panggilan tak terjawab.
Setelah tak ada panggilan lagi, barulah Nayla melihat beberapa pesan dari Rio dan mulai membacanya;
"Lagi apa sayang? sudah siap? Aku kangen"
"Kenapa tidak di balas"
"Please! Angkat telponnya beb"
Nayla hanya membaca isi pesan (Read) tapi tidak membalasnya.
.....
.....
••••••••••••
(Di waktu yang sama di ruang yang berbeda)
Rio tampak sibuk memegang ponselnya,
"Kenapa yah? di baca tapi tidak di balas, Apa ia tertidur?" gumam Rio dalam hati.
Matanya memandang ke arah jam dinding yang bergerak menuju pukul 21.00 wib malam.
Dan kembali mengirimkan pesan.
•••••••••••••••••••
"Ti...tit" (Bunyi pesan lagi dari Rio)
"Met bobo sayang, I love u"
Nayla tidak membuka pesan terakhir, mengabaikan ponselnya di atas bufet.
••••••••••••••••••••
"Cepat banget tidurnya? Atau mungkin ia terlalu lelah yah," kata Rio bangkit dari tidurannya dan meletakkan ponselnya.
Lalu ia bersantai di teras kamar, sambil mencari-cari lokasi bulan madu yang mantab betul dan bertelpon ria dengan teman-temannya di Prancis.
Rio tidak menyadari ibunya sudah gerak cepat untuk mencegah cinta mereka.
....
....
kedua pasangan bahagia itu, kini harus diterpa hambatan lagi.
•••••••••••••••
Nayla tiduran sambil memeluk guling dengan lesu dan tak bersemangat, sesekali tetesan air mata itu jatuh membasahi bantal. Hatinya patah lagi, baginya menikah hanyalah tinggal mimpi. Nayla sendiri sudah ikhlas jika tidak berjodoh dengan Rio.
"Cinta untuk Nayla cassandra itu tidak akan pernah ada," gumamnya dalam hati sampai ia tertidur.
••••••••
Di ruang yang berbeda.
Rio semangat 45 mengumpulkan konsep pernikahan yang akan di pilih oleh Nayla.
__ADS_1
Pria itu heboh dan asyik sendiri. Dia tidak ambil pusing jika ibunya tidak merestuinya. Baginya, Nayla berbeda dengan wanita-wanita lain dan bisa membuat hatinya bahagia. Sosok yang Unik dan menyenangkan.
.....
.....
Hingga pagi menjelang,
Setelah mandi dan rapi berpakain kantoran, Rio melihat ponselnya;
"Kenapa tidak ada balasan yah! apakah dia baik-baik saja?"
Pemuda itu kembali melakukan panggilan. Namun, tetap tidak di angkat.
"Huffft," ucapnya kesal meletakkan ponsel begitu saja.
•••••
•••••
Rio dan orang tuanya tampak sarapan bersama. Ketiganya makan dengan hikmat, tak ada cerita keharmonisan di meja makan. Mereka fokus dengan makanan masing-masing.
"Mah, Pah! Rio berangkat dulu," ucap Rio langsung pergi meninggalkan ruang makan. Ia juga tidak mencium kedua pipi ibunya seperti biasa.
Ada rasa kecewa yang tergores di hati Rio kepada orangtuanya yang bersikap tidak adil kepada orang yang sudah berjasa akan hidup mereka, padahal ayahnya selalu mengajarkan, untuk berbalas budilah kepada orang yang sudah baik kepada kita.
Ternyata semua itu hanyalah sebuah kata, namun aplikasinya zonk!
....
"Benar-benar gadis sial itu sudah merampas anakku, Rio tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya," gumam Dewi geram di hati kecilnya.
....
Rio juga sudah berencana akan membeli rumah mewah di Jakarta. Setelah ia menikah dengan Nayla, dia akan pisah rumah dengan orang tuanya.
Sedikit banyaknya, Rio sudah bergaul dengan kehidupannya di luar Negeri. Ia melihat teman-temannya jika sudah dewasa, pilihan hidup 100% mereka yang menentukan. Asalkan itu bisa membuat bahagia.
Pria itu juga tidak pernah menjalani kisah asmara yang sagat serius seperti kisah cintanya dengan Nayla Cassandra...
....
....
Sanking penasarannya, ia sampai menelpon area Manager. Apakah Nayla bekerja hari itu? Dan mereka mengatakan Nayla bekerja dan terlihat sangat sibuk.
...
...
Rio sengaja mempercepat sistem kerjanya, lalu menuju lokasi R.S dan menjemput Nayla.
...
Hingga sore pun tiba.
Akhirnya Rio tiba di lokasi R.S,
ia menunggu di dalam mobil dekat pintu keluar. Siapa yang keluar dari R.S pasti terlihat olehnya. Karena Rio sendiri malas masuk ke area R.S dengan berbagai alasan.
"Tit..tit..." ( suara ponsel Rio masuk lagi ke ponsel Nayla)
"Sayang! Aku sudah menunggu di depan, kita pulang bareng yah! Balas, sebelum ponsel ini gua banting" pesan Rio.
Saat Nayla membaca isi pesan Rio, dengan kata-kata mulai emosi, akhirnya gadis itu terpaksa membalasnya. Ia mulai gusar dan mencari alasan, sebisa mungkin Nayla menghindari lelaki itu, sesuai keinginan Dewi Kumala.
"Maaf! aku ada tambahan kerja, mungkin pulangnya terlambat, sebaiknya kamu pulang saja dulu yah" balasan pesan Nayla.
Setelah membaca isi pesan Nayla.
Pria itu masih bisa menahan rasa sabar. Lalu meninggalkan lokasi Rumah sakit.
......
Nayla mengintip mobil Rio sudah pergi.
__ADS_1
"Huuuft! Setidaknya beberapa hari ini tidak usah bertemu," Kata Nayla sambil mengelus dada.
••••••••••••
Ucapan Rio dalam perjalanan;
"Kenapa lagi dia! Aaaaarrgg!! Aku yang terlalu sibuk atau wanita yang terlalu sensitif, atau jangan-jangan ia selingkuh dengan pria lain, " gumam Rio mulai cemas.
......
Rio yang notabane mantan si playboy cap jempol itu, merasa takut di selingkuhi, ketika cinta sedang merasuki jiwanya. Semua rela dilakukan agar tetap bisa bersama gadis yang di puja, termasuk bertarung dengan iblis sekalipun.
....
Akhirnya pria itu putar balik menuju rumah Nayla. Instingnya berfirasat ada seseorang yang mempengaruhi kekasihnya tapi ia tidak menyangka, orang itu adalah ibunya sendiri.
...
...
Waktu berlalu pukul 20.00 wib malam.
Akhirnya Nayla itu pulang dengan Bus way.
Gadis itu sehemat mungkin menggunakan uang. Karena Nayla lebih memilih menggunakan uang gajinya dari pada uang yang di berikan oleh Rio. Ia takut Jika sewaktu-waktu, Rio akan menagihnya kembali.
Ia berjalan dari gerbang perumahan menuju lokasi rumahnya.
Terlihat dari raut lelah wajah gadis itu, ia sudah terbiasa berjalan. Mulai menikmati hidup apa adanya.
Rio sengaja memarkirkan mobil dari tempat yang tidak terlihat oleh Nayla. Dan sudah menunggu berjam-jam di dalam mobil.
Pria itu akhirnya melihat sendiri, jika kekasihnya itu pulang dengan busway, tidak ada sosok pria lain yang mengantarnya.
Saat Nayla tiba di depan rumah dan bersiap-siap membuka kunci rumahnya.
Rio dengan gerak cepat berlari keluar dari persembunyiannya, lalu Memeluk manja Nayla darì belakang sambil berkata;
"Sayang aku kangen banget!"
Sontak Nayla terkejut setengah mati. Terdiam hingga tasnya terjatuh.
"Rio," kata Nayla masih tidak percaya sambil menelan ludahnya. ia tidak menyangka, jika Rio sudah menunggu lama.
"Tubuhmu semakin kurus sayang! pasti kamu suka lupa makan yah? Karena terlalu asyik merawat pasien, aku juga mau donk! jadi pasien kamu," Bisik Rio manja masih dalam memeluk Nayla.
"Rio, lepasin, enggak enak di lihat orang! Aku capek, mau istirahat, kamu pulanglah dulu," kata Nayla.
Akhirnya Rio melepas pelukannya.
"Oke! Tapi aku boleh minta tolong kan!"
"Minta tolong apa"
"Temani aku makan malam, aku lapar banget."
"Tapiiiii..."
Rio pun menarik paksa tangan Nayla menuju mobilnya, ia tidak ingin mendengar alasan lagi dari kekasihnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Reader yang tidak kasih VOTE, semoga masih bisa terus kasih LIKE yah! biar pertarungan RIO vs CERUCUK makin seru...