Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 84


__ADS_3

Jefri terduduk lemas mendengar reaksi keras Rio dengan pilihan akan keputusannya yang tidak bisa di tentang, serta kata-kata tajam dari anak yang paling ia banggakan itu, serasa sebuah pisau yang mencincang-cincang habis hati dan isi kepalanya.


"Aku tidak menyadari, Jika Rio bisa mengetahui tentang hutang itu, cerita masa lalu yang sudah lama aku simpan...hiks...hiks...hiks," ucap Jefri sambil mengusap titik keringat di dahinya.


Tak lama kemudian,


Jefri menangis tersedu-sedu, padahal dia adalah sosok lelaki yang sulit meneteskan air mata.


Ada perasaan bersalah, malu, dan sekaligus bangga kepada anaknya, bercampur aduk menjadi satu.


Penyesalan yang besar, mengapa dulu ia tidak total membantu sahabatnya itu, mulai dari perobatan si Almarhum serta orang-orang yang mengambil keuntungan dari musibah yang terjadi.


Meskipun ajal sudah menjadi suratan ILAHI! namun setidaknya, Jefri mampu memberikan bantuan perobatan yang terbaik untuk Abimayu (alm).


Jebakan hutang Abimayu (alm) pun seharusnya bisa di usut tuntas oleh Jefri. Namun, ia tidak ingin repot dan namanya terseret ke ranah hukum, karena saat itu bisnisnya lagi naik daun.


Pria itu mulai terbayang dengan segala kebaikan Almarhum, seperti ada palu yang memukul keras kepala Jefri untuk mengingat kembali.


Rekaman lama yang pernah terjadi....


🎥🎥


Flashback...


Terlihat seorang pria berusia kurang lebih 35 tahun (sudah menikah) mendatangi kediaman Abimayu (32) tahun, keduanya berbincang intens bersama.


Abimayu sudah menjadi pengusaha muda dan sukses sejak awal pernikahannya, persahabatan keduanya pun terbilang lama.


Jefri mulai mendekati Abimayu yang kala itu kesuksesannya sedang bersinar.


"Bi...mmm...aku ingin minta tolong," ucap Jefri dengan raut wajah memelas penuh harap.


"Minta tolong apa," jawab Abi.


"Aku...mmm...mau pinjam modal, usahaku banyak yang tidak berkembang"


"Oooh Abi mengangguk."


(Karena suami dari Shintia Larasati itu mulai nyaman berteman dengan Jefri. Ia pun mau mendukung penuh semua usaha Jefri serta memberikan pinjaman uang sampai mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah, tanpa bunga dan jangka waktu yang di tetapkan.


Di tambah lagi dengan ilmu-ilmu yang di ajarkan oleh Abimayu (alm). Namun sayangnya, Jefri tidak pernah menceritakan kebaikan Abimayu secara detail kepada keluarganya termasuk istrinya, Dewi kumala.


Bahkan shintia sendiri juga tidak mengetahui hal itu. Transaksi tersembunyi mereka hanya di ketahui kedua belah pihak saja.


Kebaikan itu ditanamkan oleh Abi dengan ikhlas tanpa tuntutan)


"Bi, Boleh tidak! aku mengembalikannya dengan di cicil?" tanya Jefri sambil cengengesan.


"Jef, tidak usah di kembalikan. Pakai saja dulu! Tapi satu pintaku. Jika suatu saat nanti, aku butuh bantuanmu, kamu bisa membantuku.


Kita tidak tau kan! seperti apa kedepannya nasib hidup ini. Hari ini kamu di bawah, bisa saja besok-besok aku yang di bawah," jawab Abimayu dengan senyumannya yang polos.


Keduanya pun tertawa bersama.


🎥🎥🎥

__ADS_1


....


Sebuah budi baik yang tanamkan oleh Abi (alm). Namun, tidak sebanding dengan pembalasan budi baik Jefri.


(Ilusrasi yang bisa di lukiskan dari dua sahabat ini adalah;


Seekor burung yang berpijak ditubuh temannya (burung) untuk bisa terbang. Setelah ia terbang tinggi, ia lupa! jika temannya sudah terjatuh dan tenggelam di lautan)


Itulah alasan yang sebenarnya, mengapa Abi (alm) lebih menitipkan Nayla kepada Jefri bukan kepada saudaranya, karena Abi (alm) berharap, Jefri bisa membalas budi baiknya kembali.


Bukan untuk menikah dengan Rio, setidaknya bisa mendukung karir Nayla agar menjadi wanita yang mandiri, bisa meneruskan hidupnya tanpa orang tua.


Kemudian, hanya Jefri yang tau seperti apa masalah yang terjadi, karena dengan ide Jefri lah, Abimayu (alm) terseret kedunia Iblis (Musyrik) yang menghancurkan hidupnya.


Rio juga menutupi cerita yang sebenarnya kepada kekasihnya itu serta sikap papanya yang tidak banyak membantu keluarga Nayla.


...


...


Rio tidak ingin mengatakan hal itu kepada papanya, jika sang ayah mendukung hubungannya dengan Nayla.


Karena sudah tidak tahan, ditambah lagi dengan ocehan-ocehan pedas dari ibunya yang tidak mengerti cerita sebenarnya.


Setelah Rio mendapatkan informasi yang akurat serta tidak terpotong-potong lagi, ia baru meyadari ternyata menjadi seorang Nayla tidaklah mudah.


Selain ada rasa cinta di hatinya, terselip juga rasa kasihan yang dalam serta kagum, karena tidak semua orang bisa berdiri tegar, setelah mendapat cobaan bertubi-tubi, apalagi latar belakang Nayla yang didik menjadi gadis yang manja.


Rio sangat kecewa kepada orang yang paling ia kagumi (Jefri). Mengapa papanya tidak berperan besar untuk membantu sahabatnya itu, padahal papanya sering mengatakan bahwa Abimayu banyak membantu keluarga mereka.


.....


.....


Rio bisa tumbuh menjadi pemuda yang bijaksana, karena ia menempuh Pendidikan diluar Negeri. Sehingga, pemikirannya lebih baik daripada papanya.


....


....


...


Terlihat Jefri masih termenung di teras kamar Rio, ia tidak bisa mencegah hubungan percintaan anaknya dengan putri sahabatnya itu, Jefri tidak menyangka jika Rio bisa jatuh cinta dengan Nayla.


Suami istri itu tidak punya niat untuk menjodohkan keduanya.


"Jika memang Rio adalah cinta sejati Nayla aku tidak bisa mencegahnya, tapi! Bagaimana jika bukan,?" tanya Jefri dalam hati dan pikirannya.


Rasa takut itu mulai menghantui dirinya.


tubuhnya sampai menggigil dan berkeringat, mencoba bangkit dan berjalan menuju pintu keluar dengan tertatih-tatih.


Jiwanya mulai gusar serta di rasuki kecemasan tinggi, membayangkan bagaimana jika Rio gagal dengan apa yang iya yakini.


Apa yang dirasakan oleh Abimayu (alm) kini sudah ia rasakan.

__ADS_1


••••


••••


Rio melaju kencang dengan mobilnya dan seketika itu, ia tiba di depan rumah Nayla lalu memarkirkan mobilnya.


tanpa mengetuk pintu. Pemuda itu langsung masuk saja menggunakan password kunci digital. Karena hanya Rio satu-satunya yang bisa masuk ke rumah Nayla tanpa menggunakan kunci manual.


Terlihat Nayla masih tertidur.


Ruang tamu yang mungil itu terlihat gelap dan sepi.


"Huuuffft"


Rio pun meletakkan tas dan langsung terbaring di sofa. Otaknya masih terasa panas setelah beradu Argumen dengan orangtuanya, hanya untuk mempertahankan hubungan yang tidak mendapat restu.


Tak berapa lama Azan shubuh berkumandang, setelah itu, disusul dengan bunyi alarm ponsel Nayla yang berdering-dering membangunkan si penghuni rumah.


"tling...tlang...tling...tling...tlang...tling...tlang"


(Bunyi Alarm)


Meraba-raba ponselnya lalu mematikan Alarm yang cukup bising di telinga.


"Hoooooooooh! pagi yang cerah dan indaaaah banget," jerit manja Nayla bagkit dan menggerakkan kecil tubuhnya, sambil senyam-senyum mengingat peristiwa so sweet yang tak bisa ia lupakan.


"oh! Rio ku, emmmmmm, beb! gemesh deh sama kamu," ucap Nayla dengan hati yang berbunga-bunga.


Di tambah lagi dengan usaha kecil-kecilannya yang sudah berjalan di kota Bandung, Indonesia.


Nayla tidak mengetahui, Jika Rio sudah ada di dalam rumahnya.


.....


.....


.....


.....


....


Jangan Lupa yah Beb!


.


.🕯VOTE 🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORIT


🕯Ig; @Author_sarahmai


Biar yang baca semakin bertambah...Amiiin😃 authornya senang kalau yang baca banyak...


.....


T E R I M A K A S I H

__ADS_1


__ADS_2