Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 24


__ADS_3

Pemilik sepasang mata itu tak lain adalah rio abraham. Dia duduk dengan santai sambil makan buah apel memandangi indahnya view dari atas teras kamarnya. hingga, kedua bola mata itu tertuju fokus pada seorang gadis yang tengah membungkuk mencari dedaunan serta bunga yang kering, yang tak lain adalah nayla cassandra..


"Hmm, nayla!...bentuk body dan wajahnya lumayanlah,.bisa di jadikan budak sementara waktu" ucap rio memperhatikan lekuk-bentuk tubuh nayla..


Rio selain kaya, tampan, dia juga berprestasi, karena kelebihan yang di milikinya itu, rio menjadi lupa diri, alias sombong. Tak heran jika type pria seperti Rio sudah pasti di gemari para wanita pecinta dunia. Sanking banyaknya jumlah wanita yang ingin menjadi pacar Rio, davin sang asisten membuatkan standart (syarat) kententuan fisik yang bisa lulus menjadi pacar Rio. Setiap minggu wanita yang jalan dengannya sudah memiliki nomor antrian, pada dasarnya! rio bukanlah type pria playboy. Namun hal itu dia lakukan, agar terlihat eksistensi di mata teman-teman dan dunia public....lelaki itu tidak pernah serius menjalani hubungan asmara.


Sementara dewi si nyonya besar sibuk membongkar barang-barang berupa oleh-oleh dari prancis. Ia pun membagikan satu-per-satu souvenir untuk para pelayannya..


......


Setelah nayla selesai berkebun, dia mandi dan membersihkan diri.


"Yaah! Shamponya habis" ucap nayla sambil memukul-mukul paksa botol shampo untuk mendapatkan sisa yang tertinggal..


(Stok shampo nayla dengan harga mahal sudah habis)..


Setelah selesai mandi,.. terdengar suara dewi memanggil.


"Naylaaaaa...naylaaaaa"


Mendengar teriakan dewi yang menggema se isi rumah, Nayla pun keluar..


hingga sampai lah ia di hadapan si nyonya besar..


"Ini buat kamu" ucap dewi melempar sesuatu pada nayla


"Apa ini??" Tanya nayla


(Souvenir topi lebar pencegah dari sinar matahari)


"Itu topi, agar kamu lebih bersemangat membersihkan kebun ku. Wajahmu terlindungi dari sinar matahari, perhatian kan saya!" ucap dewi membanggakan dirinya


(Saat berkebun nayla tidak menggunakan topi hanya baju dan celana panjang, sarung tangan serta celemek panjang, dan sepatu boot pendek)


Nayla melihat shampo mahal made in france terletak di atas meja..


"Tante! topinya tukar dengan itu yah? (shampo)" pinta nayla


"Sudah di kasih malah milih!. Kamu tidak cocok pakai itu, sudah pergi sana" ucap dewi .....


Karena malas bertengkar. Nayla akhirnya balik badan dan masuk ke dalam kamarnya...


Tak lama kemudian...


Rio turun dari tangga..


"Maaa...mama suka? tanya rio sambil duduk santai..


"Suka dong sayaaaang" jawab dewi manja..


"Ma, pijatin rio dong, capek banget nih!, rio ingin satu bulan ini off ma, tapi papa minta hanya 2 minggu saja"


(Rio dari kecil suka minta di pijatin dengan ibunya.)


"Haduh sayang! mama lagi repot" ucap dewi yang heboh dengan barang brand made in france nya..


"Suruh bik atik ajah yah" pinta dewi


"Ah! Malas, tangannya kasar" jawab rio


"Gimana kalau izah?"


"Badannya Bau asap mah!"


"Yeni?"


"Keteknya asem, bisa hancur aroma kamar ku" jawab rio dengan ketus,


rio menolak semua tawaran dari pelayan dewi.


"Hmmmm ( dewi geleng-geleng..)


Aahh!.. gimana kalau nayla asisten pribadi mamah yang baru.."


"Asisten mama?"


"Hehehe" tawa dewi cengengesan


"Hmmm...boleh juga. Rio tunggu di kamar.." jawab rio

__ADS_1


"Ok sayaang" jawab dewi kesenangan karena rutinitasnya di gantikan oleh nayla..


Pria itu pun berjalan santai menaiki tangga menuju kamarnya..


.....


......


.....


Nayla yang sedang sibuk di kamarnya, mencari-cari informasi lowongan kerja dengan ponsel pintarnya..


"Nayla...naylaaaaaa.." teriak dewi dari tempatnya yang sedang malas bergerak (mager)


"Haduuuh! apa lagi maunya nenek lampir ini, satu hari tidak memanggil namaku bisa enggak sih!, nyebelin banget" ucap nayla kesal bangkit dari duduknya dengan berat hati untuk memenuhi panggilan dewi..


Setelah sampai di hadapan dewi..


"Iyah tante" jawab nayla malas.


"Sekarang kamu naik ke kamar rio. Dia minta di pijatin.."


"Apah?? pijat???" ucap nayla sangat terkejut


(gawat banget ni orang, yang benar saja aku di suruh mijatin anak laki-laki nya. Lama-lama si nenek ini menjajah banget yah. Dari tukang kebun, Supir pribadi, asisten pribadi, pelayan serap, sekarang jadi tukang pijat lagi, ucap nayla dalam hati)


"Maaf tante! nayla enggak bisa mijat, panggil orang lain saja "


jawab nayla ketus lalu dia balik badan dengan cepat


(Aduh gimana yah caranya agar si nayla ini kagak bisa nolak, ucap dewi dalam hati)


"Huuuuffft! sayang yah! Padahal tante akan berikan shampo ini jika kamu mau pijatin Rio." Ucap dewi sambil mengelus-elus botol shampo


"Hah" mendengar produk brand mahal, langkah nayla terhenti dengan mata membesar...


(Shampo?? Kalau aku pijatin rio, bakalan di kasih. mmmm, enggak apa-apa deh! asal ada upah nyah, ucap nayla kegirangan. Gadis itu masih latah dengan barang-barang brand)


Nayla balik badan kembali menghampiri dewi,


"Ehehehehe., boleh tante..tapi shampo nya di serahkan dulu tante, agar transaksi kita lebih enak" ucap nayla yang tidak ingin di tipu oleh dewi..


"Hmmm!..nah..." dewi menyerahkannya dengan terpaksa..


"lumayaaan...huuuh" (menyimpannya di lemari)


Setelah itu dia keluar lagi..


"Tante!...mijatinnya di sini saja yah!


kan enggak baik kalau di kamar.." pinta nayla


"Heh!..heh!..heh!.. emang kamu mau ngapain.


Rio itu kagak bakalan tergoda deh sama kamu, gadis kampungan, sudah cepetan naik, jangan banyak alasan, saya sudah kasih kamu shampo. Itu mahal harganya" ucap dewi ketus..


Akhirnya gadis itu tidak punya pilihan lagi, dia terpaksa menaiki tangga menuju kamar rio..


"Kreeeeekk" (suara pintu)


pintu di buka terlihat rio


Sudah segar sehabis mandi, tiduran di atas kasur, bersantai dengan bermain game dengan ponselnya...


Nayla pun masuk..


kemudian, Rio reflek bangkit...


"Hmmm,..aku harus menghukum apa yah! Pada orang yang berani diam-diam masuk tengah malam ke kamar orang lain tanpa izin" ucap rio dengan wajah sok imutnya..


Nayla diam saja meperlihatkan wajah yang cuek...


"Cepat lah! aku masih punya urusan. Bagian mana yang akan di pijat, ini saja sudah menjadi hukuman bagi ku" ucap nayla lantang..


"Hmmmm...baiklah"


Rio pun membuka kaos nya, terlihat bentuk tubuhnya yang kekar dengan visual kotak-kota (sixpact). Dia hanya menggunakan celana pendek. pria itu yakin sekali nayla akan tergiur dengan pesona tubuhnya..


Namun, nayla melihatnya biasa saja. Dia sedikitpun tidak tertarik.

__ADS_1


Kemudian rio mengambil posisi terlungkup..


"Gunakan itu (sejenis handbody super harum)" tunjuk Rio ke arah bopet...


Nayla pun mengambilnya


("Hmmmmm wangi banget", ucap nayla dalam hati)


gadis itu sibuk melihat-lihat merek lotion yang di gunakan rio..


Ternyata di mata nayla pesona lotion lebih menggoda dari pada sosok rio..


"Hoi! cepatan donk! Lama banget" bentak kecil rio menyadarkan wanita itu...


"Iyaaaaaah"


(Heboh deh! mesti di pijat-pijat begini, ucap nayla dalam hati)


Begitu tangan nayla menyentuh permukaan kulit rio...


Rio kaget kegelian...


Nayla mulai memijat lembut pundak rio.


"Aduuuuh! Tangannya terlalu lembut. Ini bukan pijat namanya, tapi merangsang nafsu birahi pria" ucap rio dalam hati.


"Seeeeeeeerrrrrrrr!.....pijatan nayla dengan tangan halus dan lembutnya membuat bulu kuduk rio merinding-rinding dan berkali-kali menelan ludah..


Rio adalah pria normal yang memiliki nafsu.


tanpa dia sadari Mr prank (P) nya yang sedang tidur, terbangun dan brontak minta di pijat juga...


tidak berapa lama.


Di luar kendali,. rio langsung balik badan..


Nayla pun kaget...


"Bagian belakangnya udahan, sekarang pindah kebagian perut deh!" Perintah rio..


Nayla pun menuruti keinginan pria itu.


Gadis itu dengan ragu memijat bagian dada serta perut rio yang sekaligus pamer dengan body nya..


Rio pun merem melek menikmati setiap sentuhan lembut jemari nayla...


Saat tangan nayla berada di bagian perut tiba-tiba saja dengan gerak cepat, rio reflek menangkap tangan nayla dan memindahkannya ke posisi Mr prank yang sudah berdiri menunggu..


Spontan nayla menjerit dan menarik cepat tangannya


"Aaaaaaauuu...."


disusul bunyi


"Praaaaaaaaakkk" (suara tamparan tidak terlalu kuat..


spontan tangan nayla menampar pipi rio..


"Rio, kalau kamu mau di pijat ++ kamu kan punya banyak pacar, kenapa tidak suruh mereka saja. Kamu pikir aku ini wanita apa, buat malu saja??" Ucap nayla marah sambil berdiri..


"Kenapa, kamu enggak senang, sok suci banget sih, kamu yang terlalu munafik! bukannya kamu suka denganku.heh, Tapi sayang! aku tidak pernah tertarik denganmu, kamu jangan ke-geeran dulu, hal itu terjadi hanyalah reaksi normal saja, lagian! anggap saja itu hukuman bagi orang yang se-enaknya masuk ke kamar orang lain. Tepatnya Kamar seorang lelaki. itu lebih memalukan" ucap rio dengan kepercayaan diri tinggi..


"oou! Tuan kaya raya ber-prestasi hebat gemilang yang terhormat, Kapan aku suka dengan mu?? Tanya nayla...


"Hhmmmm, kapan??? Perasaan ada dulu gadis kecil yang korengan datang mengetuk kamarku menyatakan perasaannya,.tapi karena aku jijik..di tolak deh" ucap rio dengan angkuhnya..


"Itu dulu! saat aku masih buta, buta melihat pria yang baik dan terlalu bodoh. sekarang Aku bukan nayla yang dulu..dan kalau kamu jijik harusnya kamu menjauh dari ku.." jawab nayla


" oh yah! ini rumah orang tua


ku, harusnya kamu yang menjauh dari ku" ucap rio tidak ingin kalah


"Iiiiiiiiiii....menyebalkan" ucap nayla kesal dan meninggalkan rio


lalu terdengar suara...


"Baaaaaaaammm"


Nayla membanting pintu dengan keras dan keluar dari kamar pria itu.

__ADS_1


..


"Heh (tawa sinis) udah miskin, pengangguran, belagu lagi..." ucap rio yang tengah duduk di atas kasur...


__ADS_2