![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
☆☆
"Alhamdulillah,
Terima kasih Gusti Allaaah swt (mengangkat kedua tangan yang terasa bergetar). Akhirnya aku bisa dapat pekerjaan di Jakarta dengan jerih payah sendiri, hasil memang tidak pernah mengingkari usaha"
Ucapan Nayla dalam sujud syukurnya.
...
...
"Dik..tak..dik..tak..taktaktaktaktak..dik...tak
Ser..ser..ser...eii....ser...ser....eiiiii
Kikukkikukukukikuk...dweennnnng..,
Ihihihihihi...."
Nayla Meronggeng apik ala-ala Jaipong arek-arek Malang dengan kocak dan lucu di sebuah kamar yang tertutup.
Pertanda, betapa gadis itu sangat senang..
"Haduh..haduh, Nervest ih!..,kemeja-kemeja mana besok yang mau di pakai yah?" (bongkar-bangkar pakain yang sudah di susun rapi di dalam koper)
....
....
◇◇
Keesokan pagi.
Pukul 08.00 wib,
Aula, Memory Hospital (MH)
10 orang calon kandidat yang terpilih sudah tiba di tempat.
......
"Meskipun Rumah sakitnya tidak terlalu besar, setidaknya aku punya pengalaman bekerja di Jakarta ini" gumam Nayla.
......
Setelah mendapatkan arahan-arahan kata sambutan dari manager MH dan staff penting lainnya.
Mereka mulai melakukan interview pada masing-masing personal kandidat terpilih secara 4 mata..
.....
Tiba pada Nayla..
.........
Sang HRD melakukan Tanya jawab singkat seputar medis.
Di lanjutkan dengan menjelaskan semua peraturan-peraturan dari kebijakan yang ada di Rumah Sakit, dsb..
....
Percakapan santai si HRD dan Nayla dalam Nego Gaji;
"Berapa penawaran gaji yang kamu inginkan?"
"Hmm, saya minta gaji perbulan sebesar 6 juta Rupiah Pak"
Hrd Mengangguk kecil
__ADS_1
"Maaf, tapi Memory Hospital hanya bisa menawarkan gaji untuk staff baru Rp 2.500.000 ditambah uang makan dan kerajinan sebesar Rp 1000.000 total Rp 3.500.000"
"Yaah pak, saya minta tambah yah (memelas), Gaji segitu tidak cukup untuk hidup di Jakarta. Buat beli beras dan sewa kontrakan saja, sudah habis"
"Kamu kan bisa makan Jagung dan Ubi, sebagai penggantinya, itu juga bahan pangan yang mengenyangkan kan?,.gimana!.kita itu harus cinta Indonesia dan segala isinya loh!"
"(Jiah apaan sih!!, gumam Nayla)
Sudah terlalu cinta pak, sampai-sampai saya tidak bisa berpaling,..benar, Jagung dan Ubi itu memang termasuk pangan Pak, Namun, saya tidak pandai mengolahnya"
"Kamu bisa beli di kantin. Saya ada jual disana" (bisik HRD)
(Nayla melompong, sempat-sempatnya si Bapak ini berbisnis??? gumam Nayla kembali)
"Ehem..ehemm, sekarang kamu bersedia, tidak?"
"Hmmmm,..yah sudah lah pak. Saya bersedia" jawab Nayla yang sudah tidak punya pilihan lagi..
......
......
Akhirnya Gadis itu resmi menjadi pegawai baru di Memory Hospital, sebuah Rumah Sakit Swasta dengan gaji yang sangat minim untuk ukuran di Ibu Kota. Nayla dan yang lainnya mendapat fasilitas seragam baru lengkap dengan topi suster, dan sepatu, papan nama yang akan menyusul, serta sebuah buku catatan.
Hari itu mereka semua mulai praktek arahan-arahan yang akan di kerjakan.
...
2 hari lagi semua staff baru itu wajib memasuki dunia kerja dan sudah bisa terjun langsung menangani pasien.
...
◇◇
Waktu terus berjalan sampai menjelang sore, setelah semuanya selesai, Nayla berniat menemui Jefri di kantornya dan sudah memberi kabar pada sahabat alm papanya itu via telpon...
Dia berangkat menggunakan taxi online menuju gedung utama PT EFER .
...
Tanpa terasa dalam lamunan Nayla, Taxi itu sudah membawanya ke depan gedung (area lobby parkiran EFER).
..
Nayla bergerak menuju Resepsionis dan mengutarakan keinginannya untuk bertemu sang Presdir Utama yang sebelumnya sudah membuat janji.
Saat si Resepsionis menelpon Sekretaris,
Terdengar suara kecil dari telpon.
.......
"📞Antarkan gadis itu masuk, Presdir sudah menunggu"
.......
Setelah si Resepsionis mengantarkan sampai di depan sebuah pintu,
Sudah ada sosok Sekretaris yang menjemput Nayla..
"Silahkan Nona ikuti saya"
"baik"..
mereka menuju Ruang Kerja Khusus Presdir Utama (Jefri) yang tidak boleh di masuki oleh sembarang orang, terlihat Jefri sudah menuggu di area sofa.
"Sore Om" sapa manis Nayla.
"Silahkan duduk Nay" sambut Jefri.
__ADS_1
"Jili (sekretaris Jefri) kami ingin bicara empat mata"
"Baik pak" jawab Jili bergegas meninggalkan ruangan dan menutup pintu..
...
...
"Gimana Nay? Om sangat senang, akhirnya kamu mendapat pekerjaan"
"Iyah om, Nayla mau mengucapkan terima kasih. Ini semua karena dorongan serta semangat dari om"
Jefri bangkit mengambil minuman kotak (jus siap saji) di dalam kulkas dan memberikannya pada Nayla.
"Om biar Nay yang mengambilnya" teriak kecil Nayla merasa kaget..
"Sudah tidak apa-apa! santai saja. Minumlah, kamu terlihat sangat lelah"
("Salut banget dengan om Jef, Benar-benar sosok manusia yang bisa di contoh, walaupun ia seorang Presdir Utama. Tapi prilaku om sangat bagus. Tidak sombong" Gumam Nayla sambil minum)
"Meskipun kamu sudah mendapat pekerjaan, tinggal lah di rumah om saja, lebih aman buat kamu Nay!" pinta Jefri
Nayla terdiam sejenak.
"Maaf om, tapi Nayla ingin mandiri, ingin mencari kontrakan sendiri" Jawab Nayla dengan raut wajah yang memelas.
Jefri mengangguk-angguk tanda mengerti..
"Apakah gaji kamu cukup?"
"Mmm..gajinya kecil om, hanya 3.5 juta/ bulan untuk staff baru" ucap Nayla dengan wajah lesu.
"Tidak apa-apa, tapi kamu senangkan menjalaninya"
"Iyah! senang sekali om, tidak mengapa untuk pengalaman Nayla"
"Itu lah sebabnya mengapa om membawa kamu ke Jakarta, agar kamu tidak larut dalam kesedihan dan tetap semangat menjalani hidup"
"Iyah om terima kasih"
"Untuk tempat tinggal kamu. Biar om yang akan mencarikannya, kamu mau tinggal di Apartemen atau di Komplek?"
"Jangan om. Biar Nay cari sendiri saja. Dengan uang Nayla sendiri. Om sudah terlalu banyak membantu"
"Nay, untuk kehidupan kamu, om setuju dengan memakai penghasilan kamu sendiri, tapi untuk tempat tinggal, sudah menjadi tanggung jawab om. Karena om sudah berjanji pada alm papa kamu untuk membantu mu dan menjaga mu dengan baik.
Ini ibu kota Nay. gaji 3.5 jt
tidak besar, mungkin dengan penghasilan seperti itu, kamu bisa tinggal di tempat-tempat yang kurang aman. Jadi untuk ini, om berharap kamu tidak menolaknya"
"Bagaimana jika tante nanti keberatan?"
"Kediaman yang akan kamu tempati hanya lah berupa sewaan. Jadi tante tidak akan mungkin keberatan. Tagihan sewanya otomatis akan masuk ke dalam biaya operasional Perusahaan, jadi dia tidak akan tau, tapi Rio, pasti mengetahuinya. Saat ini semua biaya pengeluaran dan keuangan sudah om wakilkan kepada Rio, Nay! ketika kamu terdesak dengan keuangan, kamu juga bisa memintanya pada Rio, jika dia tidak memberinya kasih tau saja om"
"Bagaimana jika nanti Rio juga keberatan om"
"Nay! kamu tidak usah takut, semua yang menentukan keputusan adalah om"
"Jika boleh Nayla request, Nay tidak ingin tinggal di Apartemen om. Tinggal di komplek standart saja, tidak usah yang terlalu mewah"
"Kenapa?"
"Nay ingin belajar hidup sederhana"
Jefri mengangguk-angguk
"Om bangga kepada kamu Nay! Baiklah, nanti om akan carikan yang dekat dengan lokasi tempat kerja kamu yah,"
"Oh yah om. Besok Nay akan pindah, karena 2 hari lagi Nay sudah langsung bekerja"
__ADS_1
"okey. om akan siapkan sore ini"..
Tanpa terasa waktu berjalan Nayla akhirnya berpamitan....