![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Waktu berlalu
Malam hari pun tiba selesai makan malam dan selesai sholat isya....
Nayla duduk di area kolam renang.
Lagi-lagi merenungi nasib sambil menatap langit yang hitam bertabur bintang, serta air kolam yang bening. Sebening embun di pagi hari..
"Aduuuuh (garuk-garuk kepala) gimana yah.??, apa aku balik saja ke malang. Mana uang sudah semakin habis. Yang benar saja harus minta pada om jefri..
Kalau aku balik ke malang, tentu om jefri pasti kecewa berat dan si nenek lampir itu akan menari kesenangan. Tapi! mana bisa aku bertahan di sini tanpa uang. Cari kerja juga perlu modal kan!!"
Nayla begitu mudahnya menghabiskan uang selama di Jakarta, dia tidak pandai menghemat akibat gaya hidupnya yang boros masih melekat di dalam diri nya, Tidak terbiasa makan dan jajan di pinggiran jalan saat sedang mencari kerja..sehingga pengeluarannya sangat drastis meningkat..
"Andai saja aku dulu lebih bijaksana. Menyisihkan uang jajanku dan menyimpannya di tabungan pribadi. Mungkin saat ini aku tidak kewalahan. Hidup benar-benar penuh misteri, kadang di atas dan kadang terhempas ke bawah, tidak tau seperti apa alur kisah nya??..
bahkan aku tidak pernah menduga, jika hidup ku ini akan mengalami kesulitan uang yang teramat sangat..dulu, saat uang jajanku habis! begitu enak dan mudahnya tinggal minta dengan papa,
uang itu pun aku pergunakan untuk hura-hura, mentraktir teman yang ternyata musuh, serta dengan mudahnya membeli barang-barang yang tidak penting..
aku benar-benar menyesaaal,...(menunduk dan meringis)
aaaaaaaaaahh!..rasanya aku ingin menenggelamkan diriku ini ke dalam kolam, Kematian itu sepertinya lebih enak dari pada menjalani kehidupan seperti ini.
Inilah yang dinamakan titik jenuh dan rasa putus asa yang dalam. Aku benar-benar putus asa"
ucap nayla yang terus menatap kolam renang bangkit dari duduknya lalu perlahan berjalan mendekati bibir kolam dengan pikiran yang kosong dan jiwa yang hampa.
Bisikan-bisikan setan akan hasrat ingin bunuh diri mulai bergelora di dalam diri nya...
Tiba-tiba seseorang menepuk pundak dari belakang dengan cepat dan kuat.
Sontak nayla terkejut serasa jiwa yang sempat terbang kini balik lagi ke tubuhnya dengan hitungan kilat.
__ADS_1
"Kalau lu mau mati! jangan di rumah gua. ntar! arwah lu gentayangan lagi" ucap rio dengan santai..ternyata rio sudah memperhatikan nayla dari atas teras kamarnya dan ia bisa membaca jika gadis itu sedang dalam pikiran yang kosong...
(Nayla terdiam dan terpaku.
sambil berkata dalam hatinya;
"kog rio tau yah? aku berniat ingin mendapatkan kematian dan begitu rapuhnya iman ku, astagfirullah!! huufftt....")
Pria itu lalu bersandar di kursi santai kolam renang sambil makan cemilan enak...
Rio memperhatikan nayla.
Tubuh gadis itu terlihat kurus. Nayla yang semula memiliki berat badan 54 kg kini turun menjadi 48 kg dengan tinggi 160 cm. Wajahnya terlihat semakin tirus dan berpikir keras, lesu tanpa semangat..
"Duduklah, negoisasi kita belum selesai kan!" Ucap rio..
("Kalau aku jadi robot rio. Kira-kira dapat gaji tidak yah???" Tanya nayla dalam hati..)
Nayla pun duduk..
"Hmmm, baiklah! selain kamu berhak 50% menggunakan barang-barangku yang ada di kamar, kamu juga bisa mendapat poin?" Ucap rio
"Poin?, Maksudnya??"
"Aku akan membuatkan satu aplikasi khusus di ponselku dan ponselmu tentang sistem kinerja kamu.
Jika kamu bekerja dengan baik, sedikit melakukan kesalahan, bisa mengembalikan mood ku menjadi senang, aku akan beri kamu 100-10000 poin dalam satu bulan dan sebaliknya jika pekerjaan kamu memberikan nilai buruk dan tingkah mu menjengkelkan poinmu akan turun atau balik lagi ke angka 0.
100 --> poin terendah
1000--> poin medium
10000--> poin tertinggi"
__ADS_1
Nayla terbengong
"poin?, heh! apa an tuh? Sudah seperti kupon belanja saja . Aku tidak butuh poin, aku butuh uang buat hidup dan mencari kerja.." jawab nayla ketus..
"Kamu jangan salah, poin itu bisa di tukar untuk membeli apa saja yang kamu mau, termasuk uang"
100 poin \= 2.5 juta rupiah
1000 poin \= 5 juta rupiah
10.000 poin \= 10 juta rupiah
itu lain bonus, tergantung baik buruknya penilain sistem kerja kamu...
Gimana ok kan??"
Ucap rio memperbaiki posisi duduknya dan menaik-naik kan alisnya sambil menatap wajah manyun nan galau nayla secara dekat..
"Bagaimana kalau tante dewi marah! Aku tidak bisa mengerjakan perintahnya di saat bersamaan dengan perintah kamu" tanya nayla
"gampang! Biarkan hal itu menjadi urusanku" jawab rio santai
"Perintah apa saja yang harus aku lakukan?" Tanya nayla dengan nada tidak bersemangat
"Aku sudah katakan apa saja, sesuai perintahku, kecuali sex" jawab rio dengan wajah cute-cute nya.
(Lebih parah dari seorang pelayan donk! Ucap nayla dalam hati)
Nayla bangkit sambil berkata;
"Nanti aku pikirkan lagi" ucap nayla bergerak melangkah kan kakinya pergi meninggalkan rio..
"Tawaran ini hanya sampai pukul 01.00 wib dini hari, lewat dari itu, aku sudah tidak menerimanya lagi, kau bukan pacar atau pun putri raja yang harus di bujuk" teriak rio...
__ADS_1
Nayla terhenti sejenak mendengarkan ucapan rio, lalu ia masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.....
.