Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 87


__ADS_3

"Dalam bisikannya;


Mas Excel mengatakan


["Ini kesempatanmu yang terakhir"]


Dia juga menceritakan dorongan kuat untuk rujuk kembali itu karena nasihat kamu Nayla;


["Berkorbanlah demi seorang anak"]


Terima kasih yah Nay! Saya bahagia sekali, mulai menyadari, bahwa kehormatan seorang wanita itu sangatlah berharga dan saya berjanji tidak akan mengkhianati cinta mas Excel lagi. Niat untuk ber-Hijab ini, salah satu bentuk rasa syukurku, karena mas Excel bisa kembali lagi kepadaku.


"Huuuffft! aku turut senang dan bahagia yah kak, tapi kakak benerankan? Hanya tidur dengan mas Excel saja!" kata Nayla dengan nada pelan.


"Tentulah! Benar tidaknya, hanya saya dan Tuhan yang tau! Mungkin rasa cemburunya yang besar membuat ia berpikir yang aneh-aneh, tapi sekarang ia sudah percaya kog!" Jawab Diana dengan senyuman kebahagian.


"Cemburu itu karena terlalu cinta loh kak!" ledek Nayla.


Keduanya pun tertawa bersama sambil menikmati hidangan spesial itu...


setelah selesai makan.


"Oh! Iyah Nay, ini ada sesuatu untukmu."


(Diana memberikan bingkisan cantik untuk Nayla)


"Apa ini kak?"


"Buka lah!"


Saat di buka...


"Wow! Cantik banget," spontan terucap dari bibir gadis itu.


(Sebuah Stelan pakaian sutra mahal, menyerupai gamis mewah, lengkap dengan kerudungnya)


"Itu pemberian saya dan mas Excel, sebagai ucapan terima kasih kami kepada kamu Nay."


"Aku tidak punya peran apa-apa kak, Nay! tidak bisa menerimanya," jawabnya sambil mengembalikan hadiah itu.


Namun, Diana menyodorkan kembali...


"Menurut kamu! kamu itu memang tidak punya peran apa-apa, tapi menurut kami! justru kamu sangat berperan.


Jangan di tolak yah Nay! karena itu sama artinya, kamu sedang menolak keberuntunganmu hari ini dan kami sangat sedih jika kamu tidak menerimanya.


Meski tidak di pakai sekarang, mungkin suatu hari nanti" jawab Diana dengan senyum lebarnya.


Keduanya pun berpelukan.


"Selamat yah kak," bisik Nayla.


"Nay! Jangan pernah menyerah yah! kamu harus bahagia dan saya yakin Rio adalah pria yang terbaik untukmu. Dia sangat mencintaimu, semoga kalian bisa bahagia dan segera menikah."


"Amin, terima kasih kak."


"Nanti saya akan belikan satu set lingerie yang aaww!! menggoda banget," ucap genit Diana.


"Ahahahahahaha," tawa lucu keduanya.


🤣😄😂


Mereka pun ngobrol asyik, bercanda dan tertawa bersama, sebagaimana biasanya percakapan-percakapan para wanita.


..


..


Diana juga menemani Nayla belanja kebutuhan gadis itu ke supermarket.


Kemudian, mengantarkan Nayla pulang kerumahnya.


Setelah sampai di rumah Nayla,


Akhirnya mereka pun berpisah.

__ADS_1


.....


.....


"Dah Nayla!" teriak Diana.


"Duh! senangnya jadi kak Diana, aku bisa merasakan apa yang ia rasakan. Kebersamaan yang selama ini hilang, bisa dirasakan kembali," ucap Nayla dengan senyumanya yang manis, terus memandangi mobil Diana hingga hilang dari pandangan mata.


Ia pun balik badan dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sambil membawa belanjaan kebutuhan sehari-hari.


Dia berencana, setelah bersih-bersih dan beres-beres, Nayla akan menghubungi Rio. seperti biasa mereka sering telponan, chat dan Video call sebelum tidur.


Saat Nayla meletekkan barang-barang kebutuhannya dan bergegas menuju kamar mandi.


Tiba-tiba terdengar suara bel.


"Tingting!"


"Hmmm, siapa yah? apa kak Diana balik lagi," Gumamnya dalam hati, lalu berjalan menuju pintu.


Terlihat di kamera tamu, sosok wanita berdiri, dengan ekspresi wajah masam.


"Hah! Tante," ucap Nayla kaget serasa sedang melihat dedemit yang paling menyeramkan.


Perlahan gadis itu membuka pintu penuh dengan rasa cemas.


Begitu pintu terbuka..


Si Nyonya besar itu melangkahkan kakinya masuk ke rumah Nayla dengan sombong.


"Hehehe (Cengengesan)! Apa kabar tante," sapa Nayla ramah dan ingin berjabat tangan dari wanita yang ia hormati itu.


"Jangan sentuh aku!" Bentak Dewi dengan cepat menarik tangannya.


Nayla pun terkejut dan menutup pintu.


(Seketika dalam pandangan tak kasat mata, bayangan hitam itu menghinggapi Dewi agar amarahnya semakin memuncak)


"Silahkan duduk Tante, Nayla buatkan minum yah!" kata Nayla yang ramah dan sopan.


"TIDAK PERLU" jawab tegas Dewi dengan mata melotot.


"Kedatangan ku kesini, ingin menuntut apa yang pernah kau ucapkan,


Mungkin kau lupa,


Baiklah! akan aku ingatkan kembali;


["Meski Rio adalah pria yang tersisa satu-satu nya di dunia ini. Aku tidak akan memilihnya"]


Masih ingat dengan ucapanmu? Apa kau memang tipe manusia yang senang menjilat ludah sendiri, Atau jangan-jangan kau sedang amnesia?"


Nayla terdiam mematung.


"JAWAB NAYLA!"


Bentak keras Dewi kesetanan, menggema se-isi ruang.


Nayla terhentak dengan suara Dewi sampai ia tidak bisa bicara apa-apa lagi.


"Dengar yah Nayla! Kenapa dari jauh-jauh hari aku sudah peringatkan kepada kamu, jangan pernah sekali-kali menggoda anakku. Karena aku yakin! tidak satu wanitapun yang tidak tertarik dengan Rio.


Rio itu pria yang sempurna, jadi jodohnya harus wanita yang sempurna juga, bukan seperti kau, si pembawa sial!


Kau harusnya sadar dan bercermin. Pantas tidak yah? wanita seperti aku bersanding dengan sosok seperti Rio.


Emang sih! dulu kau gadis yang terpandang, Meskipun begitu, aku tidak pernah tertarik menjodohkan kamu dengan anakku.


Denger yah Nayla! sampai kapanpun, aku tidak akan sudi punya menantu seperti kamu, atau kau sengaja menjebak Rio untuk di jadikan tumbal?


Aku tidak habis pikir! Mengapa Rio ku bisa tertarik dengan gadis seperti kamu, karena Rio hanya berencana akan menikah dengan gadis luar (bule), Aku yakin kau pasti menggunakan ilmu hitam (pelet) untuk mendapatkan anakku."


"Hiks...hiks...hikss...." (suara tangis Nayla mulai pecah dan perlahan menundukkan kepalanya)


"Tolong kau jangan egois Nayla! terima saja takdir mu menjadi wanita PERAWAN TUA dan itu lebih baik daripada kau menjadikan tumbal dari orang-orang yang tidak bersalah"

__ADS_1


(Nayla semakin menangis, airmatanya berlinang-linang)


Ucapan-ucapan pedas dari Dewi sangat tajam ditambah dari bayangan hitam itu dengan tujuan ingin menghancurkan hati serta cinta tulus Nayla yang sudah mulai tumbuh kepada Rio)


"Atau keegoisanmu sama dengan orangtuamu yang tidak bisa menerima Takdir hingga bersekutu dengan Syetan," bentak Dewi lagi.


"Cukup...cukup...cukup tantee," bentak gadis itu sambil menutup telinganya.


(Nayla dengan emosi tinggi mendekati Dewi)


"Tante boleh menghina aku sepuasnya, tapi tolong! jangan pernah bawa-bawa orangtuaku, mereka sudah sangat menderita,


PERGIIIIIIIIIIIIIIIII"


Jerit Nayla mengusir Dewi.


"Baiklah, Menjauh dari Rio! jika kau ingin orangtuamu tenang di sana (Alam kubur)."


Seketika itu juga Dewi pergi dan meninggalkan Nayla....


Gadis itu terduduk lemas sambil menangis tersedu-sedu....


"Kenapa dunia ini sangat kejaaaam...Hiks...hiks...hiks...Ini tidak adiiil...


Papaaaaaaa, Mamaaaaaa, Nayla...Hiks...hiks...Nayla ingin ikut mati bersama kalian...Benar-benar cinta ini membunuhku...hiks...hiks"


...


Nayla pun berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi dan menghidupkan shower, diruang yang basah itu, ia terduduk sambil memeluk kakinya, dalam jatuhan air Nayla menangis sepuas-puasnya.


•••


•••


Rio terlihat baru pulang dari kantor kemudian bersih-bersih...


Setelah siap,


"Aaaaaaaaah!" ucap Rio sambil menjatuhkan diri di atas kasur.


Pria itu bergegas meraih ponselnya, tak sabar ingin mendengar dan melihat wajah sang kekasih dari balik layar ponsel.


Rasa rindu sudah menyelimuti dirinya dalam cinta yang bersemi...


Rio mengirimkan pesan terlebih dulu, sebelum melakukan panggilan Video Call;


"LAGI APA SAYANG? SUDAH SIAP?? AKU KANGEN!!"


...


...


..


..


....


...


...


...


...


...


..


...


..


... Yang hatinya terasa tercabik-cabik akibat ulah NYAI Jengkelin...

__ADS_1


Tolong jangan Lupa 📣 LIKE & VOTE yeah!!


😅😅


__ADS_2