Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 82


__ADS_3

Wanita yang bernama lengkap Nayla cassandra itu berkeliling melihat-lihat Tokonya yang sudah menjadi resmi miliknya, di temani oleh Rani.


Si Owner pun memberikan sedikit masukan-masukan kepada Rani agar tokonya lebih menarik.


Rio memandangi Nayla dengan senyum-senyum bahagia.


...


Gadis itu mulai semangat untuk manjalani hidupnya, karena menjadi sosok Nayla Cassandra itu tidaklah mudah. Di balik kerasnya badai, selalu saja ada pelangi yang menghiasi.


Setelah selesai.


Merekapun kembali ke Hotel.


......


.....


Saat dalam perjalanan;


"Sayang, NaCa itu singkatan Nayla Cassandra ya?" tanya si anak tunggal itu.


"Yup, mau di ganti?"


"Tidak!..tidak!..aku suka...hehehe" jawab Nayla dengan cepat


.....


.....


Setelah ba'da Magrib, keduanya


Cek out dari Hotel dan kembali melakukan perjalan, balik ke Ibu Kota.


Nayla nampak kelelahan dan tidur di mobil. Sesekali mereka bergantian menyetir dan berhenti di tempat-tempat yang bisa melepas lelah.


....


....


Perjalanan yang panjang tapi sangat menyenangkan, bisa bercanda, tersenyum, tertawa, bersama orang terkasih.


...


..


("Selama aku menjalani asmara dengan pria. Baru kali ini, aku merasakan kebahagian yang penuh dan benar-benar cinta yang tulus tanpa suguhan yang lain", ucap Nayla dalam hati)


...


...


Malam semakin larut. Akhirnya Rio dan Nayla sampai di tujuan.


"Hati-hati yah beb" kata Nayla melambaikan tangan di depan pintu rumahnya.


"Ok sayang, daah" balas Rio lalu ia pun bergerak cepat menuju rumah....


.....


.....


Tak lama kemudian,


Rio pun sampai...Terlihat suasana ruang tamu gelap dan sepi.


"Semua sudah tidur, bagus lah" gumam Rio melangkah naik tangga dengan santai.


....


"Tlek" (suara lampu)


Tiba-tiba...


Terlihat sosok yang menyeramkan duduk di kasur dengan posisi membelakangi Rio.


((("Dueng...Dueng...Dueng...Dueng.....")))


"Oooouuuuuuu, gubrak" jerit Rio sampai ia terpeleset...


Sosok wajah itu adalah Dewi Kumala. Sang bunda yang sudah menunggu anak kesayangannya itu pulang.


"Huuufft, mamah! Rio pikir mama itu Hantu loh!"


Dewi pun perlahan mendekati anaknya itu dengan aura emosi tinggi.


Seolah-olah, Rio ingin di telan bulat-bulat, dikembalikan ke rahimnya lagi.


Tanpa basa-basi, Ibunya langsung menjewer kuat telinga Rio..

__ADS_1


"Aduuhh!...duuh!...ma..ma..sakiiit...aduuh" kata Rio sambil meringis.


"Sakit yah?" Ejek Dewi dengan wajah geram.


Dewi terus menjewer Rio dan memaksanya bangkit untuk melihat sesuatu.


"Lihat ini...lihat" bentak Dewi keras


Rio pun melihat foto dirinya dan Nayla dengan jelas berserakan di atas kasur.


"Pintar kamu yah! Alasan keluar kota untuk pekerjaan, ternyata diam-diam jalan dengan gadis sial itu. Apa mata kamu sudah buta untuk mencari pasangan yang lebih baik. Rio!" Bentak dewi keras.


"Mah! Aku hanya..."


"Akui atau besok mama akan melamar keisya untuk kamu?"


Rio hanya terdiam. Ia tidak bisa lagi mencari alasan. Aksi tersembunyinya itu sudah tertangkap basah oleh sang bunda.


"Jelaskan pada mama, tentang hubungan kamu dengan Nayla, jawab yang jujur" Hentak Dewi keras.


"Huuuufffft, Memang kenapa si mah! Kalau Rio pacaran dengan Nayla? Apa ada undang-undang yang melarangnya" tantang Rio


"Praaaaak" tamparan keras dari Dewi


"Dari awal, mama sudah peringatkan kepada kamu Rio? Jangan pernah dekati gadis sial ituuh (suara keras), kamu boleh Jalan dengan wanita manapun yang kamu mau, asalkan bukan Nayla.


Apa kamu tidak mengerti! Dia itu bukan gadis biasa. Setiap pria yang menikahinya akan tewas"


"Kecuali cinta sejati" sambut cepat Rio.


"Terus kamu akan bilang ke mama. Kalau kamu itu cinta sejatinya Nayla, begitu?


Heh! Cerita konyol apa ini, ini bukan cerita dongeng Rio atau drama yang akan berakhir dengan happy ending,


Sekarang juga kasih pilihan ke mama!


Kamu pilih mama atau gadis sial itu?"


Rio terdiam, lelaki itu disuguhkan dengan pertanyaan yang tak mampu di jawab oleh anak lelaki manapun.


"Jawab Rio, mengapa kamu diam saja! (Bentak Dewi sambil menggoyang-goyang tubuh anaknya)


Atau jangan-jangan kamu sudah di pelet sama dia yah. makanya matamu itu jadi buta! kamu benar-benar tidak bisa lagi melihat mana wanita yang pantas untukmu"


"Mah! Rio capek! mau tidur, besok kita bahas lagi"


"Bruk" suara hempasan pintu pertanda Dewi meninggalkan kamar Rio.


...


"Huuuufftt" (menjambak rambut sambil memandangi foto-foto yang berserakan di atas kasurnya)


..


"Banyak banget tantangannya!


Setan lah, dukun lah, mana sekarang mama lagi....aaargggghhhh!!


(melempar baju dengan kesal ke lantai) menyebalkan"


kaki pria itu pun lemas-terduduk di ujung kasur, lalu terperosok duduk lantai.


Tubuh dan Kepalanya bersandar di kasur sambil berkata;


"Naylaaaaaah, sesulit inikah bisa bersama dirimu. Atau selama ini! aku yang terlalu mudah untuk mendapatkan seorang wanita"


Tak lama kemudian...


Terdengar ponsel Rio berbunyi nada dering pesan dari Nayla.


"Terima kasih sayang. I love u, tetap semangat, met bobo cinta" (pesan Nayla)


"Ok sayang😙" (Balas Rio)


Setelah lama termenung...


Lelaki itu pun bergegas membersihkan tubuhnya dan melakukan aktivitas lain.


Kemudian dia langsung tidur...


......


2 Jam kemudian Rio tertidur nyenyak...


......


Hingga Pria itu kembali memasuki alam mimpi...


Cerita di alam mimpi

__ADS_1


Melihat dua orang pria sedang bertarung hebat.


"Sepertinya aku kenal" gumam Rio


Di dalam mimpi Rio melihat sosok Dukun cerucuk dan sosok Abimayu sedang bertarung.


Tiba-tiba saja, Rio sudah berada di tengah-tengah pertarungan itu.


"Rio awaaaas" teriak Abimayu


Seketika Abimayu itu terkena serangan si Cerucuk.


Rio sempat mengejar, Namun Dukun sakti itu pergi menghilang.


"Om" kata Rio bergegas memangku


Sosok Abimayu yang bersimpah darah...


seraya sambil berkata;


"Rio...Tolong bebaskan Nayla"


......


......


Seketika Rio langsung terbangun...


"Mimpi lagi dan sangat nyata" ucap Rio mengusap wajahnya.


Pemuda itu, teringat jelas dengan ucapan terakhir dari sosok Abimayu


"Rio...Tolong bebaskan Nayla"


"Huuuuuffft, mengapa aku bisa mimpi orang yang sudah meninggal ya???,"


(ia merasa aneh)


.....


....


"Waktunya semakin lama semakin dekat, tidak lama lagi Nayla akan berusia 27 tahun" ucapnya..


....


...


Lagi-lagi baju pria itu basah oleh keringat, ia pun mengganti pakainnya dan duduk bersantai di teras kamar, sambil menghirup udara segar dengan menghabiskan, satu batang Rokok.


...


"Tok...Tok...Tok.." terdengar suara ketukan pintu...


Rio bergegas membuka pintu kamar, ia pun terkejut saat melihat papanya datang menemuinya di kamar...


Jefri masih mengenakan pakaian tidur (Piyama)


"Papa?" ucap Rio spontan


Jefri langsung masuk ke kamar anaknya, berjalan menuju area balkon.


"kenapa papa bisa tau Rio belum tidur?"


"lampu kamar kamu masih hidup" jawab Jefri.


("oh! iyah yah, aku lupa mematikan")


"Papa ingin bertanya? mengenai hubunganmu dengan Nayla apakah benar? seperti apa yang mama kamu katakan?"


Rio terdiam sejenak


"Mengapa diam saja, apakah sulit untuk menjawabnya?" tanya Jefri


"Aku sudah katakan kepada papa!, Hal ini percayakan pada Rio. Apapun yang Rio lakukan papa harus mendukungnya"....


"Tapi tidak untuk menikah dengan Nayla" jawab cepat Jefri.


.........


.........


..


.


.


.🕯VOTE 🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORITE.

__ADS_1


__ADS_2