Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 104


__ADS_3

"Aku harus menangis lagi, hidup ini yang terlalu kejam atau aku yang tidak pernah lelah ingin meraih cinta.


Tidakkah kau sadari Nayla? bahwa dirimu itu sangatlah sial, juga bodoh, demi apapun sebenarnya Rio tidak pantas bersanding denganmu, ada banyak wanita hebat yang mengelilinginya dan aku terlalu kecil diantara mereka.


Tapi mengapa? takdir harus memilih dia sebagai cinta sejati yang bisa membunuh si Cerucuk? atau Rio Sebenarnya cinta sejatiku yang palsu?...inikah yang dinamakan cinta tidak harus memiliki?


.....


Entahlah, aku hampir gila memikirkannya,.


Maafkan aku Rio! bukannya aku tidak ingin bertahan dalam badai ini, namun berada di sampingmu hanya membuat badai itu semakin tinggi dan tinggi.


Aku begitu bahagia telah menikah dan berbulan madu bersamamu, aku pernah menjadi bagian dari hidupmu, sungguh aku tidak menyesal justru diri ini sangat berterima kasih, karena telah menghadirkan senyum tawa yang sudah lama hilang.


Bukannya aku tidak bisa menantang tante Dewi. tapi Om juga tidak berpihak lagi kepadaku, Ia mulai diam! seolah-olah menyetujui segalanya.


Aku sadar! tidak akan ada seorang ibu yang rela menikahkan putra kesayangannya dengan wanita sial seperti aku.


...


...


Wahai dunia...Hiks!...hiks!...Izinkan aku menangis lagi, aku janji! hari ini adalah hari terakhir airmataku menentes karena cinta.


Seperti inilah sakitnya jika seorang anak telah kehilangan orang tua, sama sekali tidak punya tempat kembali. Tidak punya tempat memeluk dan menumpahkan segalanya, Hiks...Hiks...Hiks...a


(Tangisan Nayla bagai hujan deras membasahi bumi)


Apa yang bisa ku lakukan, selain menangis. Sementara Rio sangat membutuhkanku di sat ini.


...


Benar sekali! mengapa bukan aku saja... matiii...hiks...hiks...😢


(Natla pun berjalan mendapati tempat duduk dengan raut wajah kesedihan, tubunya lesu, wajahnya pucat dengan bibir kering, harapannya ingin merawat sang suami tercinta pupus sudah.


Kondisi wanita itu semakin lama semakin lemah, kepalanya terasa pusing, kedua kakinya tak mampu lagi menobang tubuhnya dengan pandangan berputar-putar hingga berubah menjadi gelap)


"Apakah aku akan mati?" Batin Nayla.


"GUBRAKK!!" Suara jatuhan, Wanita itu terhempas ke bangku dalam kondisi tidak sadarkan diri.


....


....


....


Masih terdengar samar-samar olehnya sesorang memanggil-manggil serta mengguyur kecil tubuhnya.


"Nona...Nona...kamu baik-baik saja.....


..................................


...................aku akan menolongmu.........(samar-aamar)


.................."

__ADS_1


Dan suara itu tidak bisa terdengar lagi oleh Nayla.


......


......


2 jam berlalu, keheningan di sebuah kamar inap dengab kelas Vip.


"Tak...tak...tak...tak...." kesunyian ruang itu membuat suara detak jam pun terdengar keras.


tampak kedua bola mata yang indah perlahan terbuka.


Nayla melihat dengan detail suasana ruang kamar yang tertata rapi, bahwa ia sudah berada di bed pasien dengan kondisi terinfus.


"Perasaan, aku tadi duduk di bangku, mengapa sudah berada disini?" gumamnya dalam hati sambil memperhatikan keadaan sekitar.


Tiba-tiba...


Dua orang wanita berseragam putih yang tak lain adalah seorang Dokter dan suster di Rumah sakit itu, datang menyapa ramah sang pasien.


"Selamat siang cantiik, sudah banguuun?"tegur si Dokter dengan lembut.


Nayla memaksakan diri untuk duduk dan si suster bergegas membentuk tempat tidur menjadi sandaran.


"Apa yang terjadi dengan saya dok?"


"Tidak apa-apa, kamu hanya kelelahan akibat tidak makan dan kurang tidur, tolong jaga kesehatan yah! Kasihan janin yang ada di rahim kamu"


"A...Apah😲😲 ja...janin?" Ucap Nayla kaget.


"Iyah benar, kamu sedang mengandung sudah berjalan 2 minggu!"


"Semangat yah!" Ucap sang dokter kemudian 2 tim medis itu saling berbincang, tak lama kemudian ia meninggalkan ruangan.


("HAMIL" gumam Nayla masih tidak percaya)


"Nona sebaiknya ada makan dulu dan minum obat yah" pinta si suster.


"Tapi saya tidak selera!"


"Nona, kasihanilah janin yang ada di rahim anda! Ayo di paksa makan yah" bujuk si suster dengan lembut menyiapkan makanan.


.


Akhirnya Nayla makan sedikit dan minum obat di atas tempat tidur, wajahnya masih tampak pucat.


Setelah si suster merapi-rapikan, ia pun bergegas untuk meninggalkan ruangan...


.


.


"Oh iyah sus! Siapa yang membawa saya ke ruang ini?" tanya Nayla penasaran.


"Seorang pria menggendong nona dan langsung terburu-buru memanggil Dokter dan membawa ke ruang ini, bukan kah itu suami nona?"


"Suami? Suami saya sedang di rawat di rumah sakit ini dengan kondisi tidak sadarkan diri di ruang xx" jawab Nayla penuh dengan kebingungan

__ADS_1


"Pria itu juga menanggung semua biaya pengobatan nona!"


"Tolong sus, semua biaya administrasinya ganti dengan nama saya, biar saya saja yang membayarnya, saya tidak kenal dengan pria itu!"


"Baiklah Nona!" Jawab si suster kemudian ia meninggalkan ruanga rawat Nayla.


Siapa pun pria penolong itu yang pasti dia sudah berbaik hati.


tiba-tiba seseorang memasuki ruang Nayla.


"Tok...tok...tok..."


Dian pria berambut sedikit gondrong, masuk ke ruang rawat Nayla, membawa air mineral.


"Halo! Selamat siang? Sapa pria itu.


"Selamat siang!" Jawab Nayla dengan wajah yang lemah menatap serius pria itu.


"Kamu Nayla Cassandra, anaknya om Abi kan?" Tanya Pria itu.


"Iyah benar! Kamu siapa!"


Pria itu hanya tersenyum manis...


"Aku Robin! Kamu masih kenal tidak?"


"Robin!" Ucap Nayla mengerutkan dahinya.


"Teman waktu SD?"


"Nah! Itu dia, aku pikir kamu sudah amnesia?" Ucap Robin sambil tersenyum senang.


"Robin gendut yang tukang makan itu@"jawab Nayla.


"Ahahaha, kamu lansung buka kartu!"


Nayla tersenyum kecil.


"Kok! Beda banget yah, kamu sudah tidak gemuk lagi"


"Itu kan masa kecil, kamu juga beda, makin cantik, sudah tidak korengan lagi!"


"Masih ada!"


"Dimana?" Tanya Robin penasaran.


"Di pantat!" Jawab Nayla ketus.


"Ahahahaha!" Tawa Robin kekeh.


"Nay-Nay, masih saja kamu jutek dan cemberut...


"Kamu yang nolongin aku?" Tanya Nayla.


"Karena saya orang baik, saya terpaksa menolong kamu!" Jawab Robin menatap manja Nayla...


...

__ADS_1


....


Bersambung...


__ADS_2