![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Rio melihat, terletak sebuah foto senyum Nayla saat makan berdua bersama Robin, foto Robin diambil dari belakang sehingga wajahnya tidak terlihat jelas.
...
"Hmmm! Siapa Pria itu? (kata Rio terus menatap foto)
Nayla, sampai detik ini, aku masih percaya kepadamu, tapi aku sangat kecewa, mengapa kamu tidak memiliki usaha keras untuk menemuiku, padahal aku masih menunggumu disini.
Nayla, aku sudah katakan kepadamu, jika aku ini ada dipihakmu, Jadi! tolong bertahanlah, atau semua perjuangan dan pengorbananku hanya kau anggap sesuatu hal yang tidak penting, satu gertakan saja dari mama kau langsung mundur.
Baiklah, aku masih bisa memahami ini semua dan aku berharap kau masih setia menungguku di rumah kita,"
gumam Rio dalam lamunannya sambil meremas foto itu lalu membuangnya ke tong sampah.
.....
.....
Hingga waktu terus berlalu...
Perawatan terapi canggih dengan dokter ahli sedang dijalani Rio.
Jefri juga membawa putranya itu terbang ke laur negeri untuk mendapatkan pengobatan yang sempurna...
...
Rio fokus pada pengobatan tulang bagian lengannya di luar negeri.
...
...
...
"Ting...tong..."
Suara Bell bergema di rumah Rio.
.......
"Nona ada tamu" sapa sang pelayan mengejutkan Nayla yang sedang melihat foto pernikahan mereka.
"Siapa!"
"Seorang Pria nona!"
....
Pemilik rumah itu pun turun menyapa tamunya.
Tampak pria tampan duduk di sofa yang sedang menunggu....
....
"Apa kamu tidak merasa malu datang kerumah wanita yang suaminya tidak sedang di rumah!" ucap Nayla tanpa basa basi kepada Robin.
"Aku hanya berkunjung saja, lagian kan di rumah ini ada pelayan, kita tidak berdua!"
Nayla pun terdiam.
Robin melihat fokus pada foto nikah Rio dan Nayla yang terpajang besar...
"Sepertinya aku mengenal pria itu!" Kata Robin menatap pengantin pria yang ada di foto pernikahan si pemilik rumah.
Nayla duduk dengan wajah sendunya.
"Rio Abraham! Ternyata dia suami kamu,
Hehehe, dunia begitu sempit yah, kita bisa di pertemukan kembali, serasa nostalgia dengan kehidupan masa sekolah dasar!" Kata Robin yang akhirnya berhasil mengenali wajah Rio.
Robin menatap wajah sedih Nayla.
__ADS_1
"Apa dia meninggalkanmu? Aku kenal Rio, dia bukan hanya Presdir otomotif tapi mantan pembalap kan? Jelas dong! wanita banyak mengejarnya!"
"Dia mencintaiku, tapi pernikahan kami tidak di restui, sejak kematian papa dan mama, perusahaan keluargaku bangkrut aku tidak bisa mengendalikannya! Beberapa hari lalu Rio mengalami kecelakaan karena ingin menyelamatkanku dari tabrakan yang tidak bertanggung jawab. Ia mengalami patah tulang bagian lengannya"
"Itu alasannya mereka tidak merestui kalian? dan kau hanya duduk diam di rumah, tak mampu mendampingi keberadaan Rio..."
Nayla hanya diam membisu.
"Tapi aku tidak yakin, jika Rio itu benar-benar mencintaimu!" kata Robin.
Nayla masih dalam diamnya.
"Apa tujuan kedatanganmu, kalau tidak begitu penting aku mau istirahat!" jawab Nayla dengan tegas.
"Hanya melihat kodisimu saja, besok aku akan kembali ke Bandung, mau ikut aku tidak? kau bisa menenangkan pikiran disana dan Aku juga bisa membuatmu menjadi kaya!" Kata Robin dengan santainya menatap tajam Nayla.
Wanita itu bergegas bangkit ingin menuju kamarnya.
Gerak cepat Robin mendorong tubuh Nayla dan memeluknya dari belakang.
"Robin kamu apa-apain sih lepasin!" Brontak Nayla.
Namun Robin semakin memeluk erat tubuh lemah itu, tepat di depan foto pernikahan Rio dan Nayla.
"Jika Rio hadir untukmu setelah kau menjadi cantik jelita, sedangkan aku tidak! hasrat suka ini sudah lahir sejak kita masih kecil, aku rasa kau cinta pertama yang tidak bisa aku lupakan dan aku terlalu mudah menerimamu dalam kondisi apapun."
"Lepasin aku Robin!"
brontak Nayla keras dan berusaha melepas dekapan Robin.
"Sudahlah! kalian itu pasangan yang tidak di takdirkan untuk bersama, sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri," kata Robin penuh keyakinan.
"Lepasin aku atau aku akan teriak!" gertak Nayla dengan penuh emosi.
Robin akhirnya melepas dekapan kuat itu.
"Sebaiknya kau terapi kejiwaan, karena kau terlalu gila sudah memaksa istri orang untuk pergi bersamamu,
Kata-kata itu lebih baik daripada harus menaruh harapan kosong di hatimu," jawab Nayla dengan mata tajamnya.
Wanita itu bergegas menaiki tangga lalu ia berhenti sejenak;
"Jika kau haus! minta saja pada pelayan" kata Nayla meninggalkan pria itu begitu saja.
Robin merasa terpukul dengan perasaan cinta yang tak pernah terbalas oleh Cinta Nayla.
Lelaki itu terduduk dalam lamunannya.
"Nay! Kau tak perlu mencintaiku, cukup aku saja yang mencintaimu, meskipun sakitnya serasa menelan duri mencekik leher.
*Jujur! sampai saat ini, aku tidak terima jika ruang hatimu masih di kuasi oleh Rio*...
Mengapa takdir terlihat tidak pernah adil, aku selalu saja terlambat bertemu denganmu.
Hanya ada pria bodoh yang ingin memiliki wanita yang tengah hamil dari pria lain. Kau memang benar, seolah-olah stok wanita perawan sudah habis di dunia ini.
Tapi itulah cinta, ia bisa merubah segalanya, membuat mata ini buta, cinta juga bisa membelai dan membunuhku.
Kau selalu tersenyum untuknya, kau diam-diam mencintainya, karena saat itu aku hanyalah pria gendut yang tidak berguna.
Tapi kali ini aku tidak akan melepaskanmu,
karena sekarang aku bukan si gendut yang lemah, juga tidak kalah kaya dari pujaanmu itu,"
Gumam Robin mengepal kuat tangannya sambil melihat sinis kearah foto pernikahan Rio dan Nayla...
...
...
Pria itu langsung meninggalkan kediaman Nayla dan keluar dari gerbang.
__ADS_1
Tak lama Robin keluar, ia melihat sebuah mobil mewah masuk kerumah Rio dari kaca spionnya...
....
....
"Siapa itu? Apakah Rio (gumamnya dalam hati)
Aaarrghh, mengapa aku begitu kepo!"
Robin terus melaju dengan lambat sambil merasakan hati yang bimbang ingin mencari tau pemilik mobil itu...
"Aku yakin itu tidak mungkin Rio! Duuuh, jadi penasaran."
Dengan perasaan yang penuh kebimbangan, hatinya sangat berat ingin mengetahui siapa pemilik mobil yang masuk ke rumah Rio, Pria itu pun memutar balik mobilnya, kembali menuju ke kediaman Nayla.
...
"Ting tong..."
Pintu terbuka oleh seorang pelayan.
"Dimana majikan kalian?" Tanya Dewi terburu-buru masuk bersama Gea.
"Ada di kamar Nyonya!"
"Panggil!"
"Baik nyonya"
Sang pelayan pun berlari terburu-buru menuju kamar Nayla.
Tak berapa lama Nayla pun turun.
...
"Tante?" Sapa hormat Nayla dengan wajah datarnya.
Dewi dengan wajah bengisnya!
("Lumayan cantik juga, pantas Rio tergoda. wajah Nayla berbeda dengan masa kecilnya" gumam Gea si pengusaha kosmetik juga Fashion itu)
"Keluarkan berkasnya Gea?" Perintah Dewi.
"Iyah Mah!"
"Nayla...Jika kau benar-benar mencintai Rio, buktikan cintamu kepadanya, kau ingin melihat orang yang kamu cintai itu tetap hidup dan bahagia kan?
Jadi! tanda tangani surat ini" ucap Dewi melempar selembar berkas tepat di hadapan Nayla!
Nayla pun melihat tulisan dalam berkas surat itu berjudul;
"PERCERAIAN"
(Inti dalam penyataan itu, Nayla melakukan gugatan cerai terhadap Rio, dengan alasan Rio tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan lahir dan batin Nayla karena sakit)
.....
.....
.....
......
.....
......
......
Guys! tetap Like dan Vote yah! agar author tetap semangat menulis sampai END.
__ADS_1
terima kasih...