Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 118


__ADS_3

Nayla bergegas memasuki mobil,


Rio perlahan mulai melajukan mobilnya dan membunyikan klekson tanda perpisahan mereka.


Sejenak tangan Robin dan Bunga melambai kecil, lalu Robin masuk ke dalam rumah.


Nayla masih menatap Bunga dari kaca spion mobil.


Sementara Gadis muda nan ayu itu masih berdiri dalam segudang misteri kisah kehidupannya.


Terpancar aura kebisuan di dalam diri Bunga Ariella, betapa ia sangat nyaman bersama Nayla dan ingin berbagi cerita.


....


....


#Di dalam mobil Rio & Nayla.


Tampak mata wanita asal Malang itu berkaca-kaca.


"Kamu nangis sayang?" Tanya Rio.


"Sedih ninggalin si Bunga sendiri, aku belum pernah bertemu dengan wanita polos serta tulus seperti dia, orangnya pendiam, tidak banyak cerita, pokoknya menganut prinsip hidup.


'Talk Less di More'


Dan sama sekali enggak pernah mengeluh seperti aku! Aku yakin beban hidupnya pasti berat banget," Ucap Nayla dengan ekspresi meweknya.😢


"Jadi aku harus gimana? Apa kita harus bawa dia!" kata Rio


"Kok bisa sih! ada manusia seperti dia, Sabar banget, semoga saja mata si Robin enggak katarak menilai cewek yang benar-benar bagus seperti Bunga!"


"Iyah deh, kita doakan saja semoga kehidupannya baik-baik saja yah! Kamu jangan sedih lagi sayang!


"Kita tidak boleh banyak mengeluh, di jalani saja dan jangan pernah menyerah, Tuhan itu Maha Adil, jika kita ikhlas menjalaninya, kebahagian akan datang.


......


Nayla mengangguk manja menyandarkan kepalanya ke bahu Rio.


....


#Rumah Robin


Bunga menaruh mawar putih pemberian Nayla di kamarnya, pada vas yang berair agar tahan beberapa hari....


"Siapa yang kasih?" Tanya Robin kepo berdiri menatap gadis itu di pintu kamar Bunga...


"Ada seseorang!" Jawab Bunga simpel.


"Pria atau wanita?" Tanya Robin semakin penasaran.


"Mba Nayla!"


"Ooh! Aku mau jalan dengan seorang wanita, siapkan bajuku!" pinta Robin.


"Iyah Den!" Jawab Bunga terlihat patuh.


Pria itu bergerak meninggalkan Bunga lalu masuk ke dalam kamarnya.


....


....


***


Hari demi hari terus berganti, banyak aktivitas lainnya yang membuat waktu terus berlalu...


Kehamilan Nayla memasuki 4 bulan, Usahanya mulai berkembang pesat dan tergolong cepat.


Kebahagiaan terus menyelimuti wanita itu.


...

__ADS_1


...


Sesuai permintaan Nayla, akhirnya Rio kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan sang Bunda tercinta. Sudah berbulan-bulan ia tidak bertemu bahkan tidak memberi kabar kepada ibunya....


Keputusan Nayla di perkuat oleh Gea sang kakak.


Sebelum menuju Jakarta Rio sudah meng- amanahkan banyak asisten untuk membantu usaha istrinya itu, agar dapat berjalan dengan lancar.


....


....


Singkat cerita, Rio tiba di rumah orang tuanya.


....


Tampak Dewi dalam lamunannya yang jauh menatap angan-angan, seribu kata yang ingin di ungkapkan namun tertumpuk di dalam dada.


"Mah!" Panggil Rio dengan nada lembut.


Reflek Dewi yang tengah bersandar dari lamunannya.


"Rioh...! Ucap kaget Dewi dari nada serak wanita paru baya itu.


Sontak ia langsung memeluk erat putranya...


Tangis pecah dalam suasana ruang kamar Dewi.


"Maafkan ibu naaaaak😭!" Dalam tangisan kerinduan yang tak tertahankan.


Rio diam saja, terlihat satu tetesan airmata jatuh dari matanya. Sosok pria kuat itu akhirnya bisa menangis, ia pun menciumi, tangan, dahi, kepala, hingga kedua pipi ibunya.


Pelukan erat serta hangat itu menjadi keharuan yang dalam untuk seorang ibu dan putranya.


"Rio yang seharusnya minta maaf pada mama!" Ucapnya dalam kesedihan....


....


Tak berapa lama izah datang membawa wadah berisi air beserta handuk kecil yang sebelumnya di minta oleh Rio.


Dengan tanpa kata-kata lagi


Rio langsung mencuci kaki ibunya dengan penuh kelembutan dan keikhlasan.


Airmata Dewi tak henti-hentinya mengalir sambil mengusap lembut rambut Rio.


Setelah Rio membersihkan kaki ibunya!


Pria itu melakukan sungkeman hikmat di pangkuan Dewi.


"Rio minta maaf yah mah! Tidak seharusnya Rio bersikap kejam seperti ini! Setidaknya Rio memberi kabar"


Keduanya kembali berpelukan penuh haru.


"Kamu datang sendiri nak?" Tanya sang mama, terlihat kedua bibirnya bergetar.


"Karena mamah tidak menyukai istriku, Rio terpaksa meninggalkan Nayla di Bandung."


Dewi hanya diam saja...


"Mah! Semua ini berkat dorongan Nayla! Ia rela berpisah denganku demi kesehatan mama! Mungkin Rio akan sulit mencari wanita seperti dia lagi." ucap Rio menunduk dalam kesedihan.


"Bagaimana kabarnya?" tanya Dewi.


Mendengar pertanyaan sang Bunda, hati Rio terasa lega, wajahnya kembali ceria.


"Dia sehat-sehat saja mah! Kehamilannya sudah memasuki 4 bulan, sebentar lagi Rio akan menjadi seorang ayah!"


"Kau meninggalkannya sendiri disana!"


"Tidak mah! Bersama seorang pelayan!"


Rio Menatap wajah ibunya yang semakin tua, ia pun merasa iba.

__ADS_1


"Jika mamah tidak merestui pernikahan kami, Nayla akan meninggalkan Rio mah, dia tidak bisa bersaing dengan sosok Ibu yang sangat mulia!" Ucap Rio dengan raut lesu dan penuh rasa kecewa.


Dewi masih diam saja mendengarkan kata-kata anaknya itu.


"Tuan! Nyonya harus makan siang, jangan sampai telat itu Pesan Dokter" ucap Izah yang tiba-tiba datang membawa makanan Dewi.


"Makan yah mah! Rio akan suapin!"


Dewi langsung mengangguk...


Rio menyuapi ibunya dengan penuh kasih sayang! hingga akhirnya wanita paru baya itu tidur dengan nyenyak di pangkuan anaknya.


Tak henti-hentinya pemuda itu menciumi dahi ibunya.


"Sudah lama Nyonya tidak tidur senyenyak ini Tuan!" Ucap izah.


"Iyah!..."


"Tolong foto kan kami!" Pinta Rio.


Setelah itu, Rio mengirimnya kepada Nayla.


#Kediaman Nayla


"Tlllit"


Pesan bergambar masuk ke ponsel wanita hamil itu dan langsung membukanya...


Melihat gambar Dewi tidur dalam pangkuan hangat Rio, Nayla cukup haru.


Sontak Nayla tersenyum saat membaca tulisan Rio...


"Ini ibuku, bukan wanita simpanan yah sayang!"


Kemudian langsung membalasnya....


"Good job baeby, bahagiakanlah Ibumu selagi engkau masih bisa menatapnya dengan kedua matamu, karena itu adalah tugasmu...."


...


"😚😚Semakin cintah..tah..tah😚😚" balas cepat Rio.


....


****


Jefri merasa lega, putranya masih bisa di ajak kompromi untuk datang melihat ibunya.


Selama di Jakarta, Rio tidur di rumah orang tuanya, lalu membawa Dewi jalan-jalan, Shoping serta melakukan apa saja yang membuat wanita itu bahagia, meluangkan banyak waktu bersama sang Bunda, bercerita sambil bercanda.


Menemani ibunya cek up kesehatan ke klinik dr Evan.


...


"Rio, Semakin tua orangtua kita, memang tingkahnya akan seperti kembali kekanak-kanakan, kamu harus bersabar, namun jika kau ikhlas menyenangkannya, kebahagiaan pun tiada tara akan datang menghampirimu" Nasihat Evan kepada Rio.


"Terima kasih yah Van! Kau sudah merawat ibuku dengan baik! Kelak kita juga akan seperti mereka, menjadi orang tua" jawab Rio.


"Yup!" Ucap Evan mengangguk"


.....


Kondisi Dewi jauh membaik sejak Rio bersamanya....


Suatu malam saat Rio sedang chat dengan Nayla di ruang keluarga.


Dewi datang membawa album besar berisi kumpulan Bridal dan Event organizer pernikahan terbaik di Jakarta.


"Nayla mau pilih yang mana?" Ucap Dewi sambil tersenyum mendekati putranya.


"Mamah!" Ucap Rio merasa terkejut.


Senyum Dewi semakin lebar.

__ADS_1


"I...ni se...rius????" Kata Rio tidak percaya.


__ADS_2