![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
"Kamu yakin pembeli itu bayar mahal?" tanya Nayla.
"Iyah Bu!"
"Ok baiklah, saya akan segera datang suruh dia menunggu!"
"Siap bu!"
"Trup" (percakapan via ponsel ditutup)
Nayla pun bergegas berangkat ke Tokonya.
...
...
"Mau kemana mba!" Tegur Bunga!
"Sebentar yah! Sepertinya ada pembeli istimewa yang menguntungkanku, aku harus ke toko!"
Jawab Nayla meninggalkan Bunga, ia pun berangkat dengan mobil yang sudah di beli sebagai kendaran pribadinya selama di Bandung.
.....
.....
Sesampai di Toko...
"Mana pembelinya?" Tanya Nayla penasaran..
"Sudah pulang bu! ia tidak bisa menunggu lama, hanya saja, dia pesan rangkain mawar versi cinta Juliet paling bagus, dan besok pagi ibu harus mengantarnya langsung ke alamat ini (pelayan menunjukkan kartu nama sang pembeli)"
"Kamu jangan main-main yah! Mungkin saja dia pembeli tipuan, saya bisa rugi!" Kata Nayla dengan tegas.
"Tidak bh! Dia sudah membayarnya, cash sebesar 10 juta rupiah, Jawab si pelayan sambil menunjukkan struk debit bank xx.
("Hah😲! Mantab sekali!" Gumam wanita itu)
Tanpa basa-basi lagi, ia langsung bergegas merangkai bunga dengan mengeluarkan kemampuan terhebatnya.
"Awal yang baik, pasti yang memesan bunga ini adalah orang penting, beruntung banget yah wanita yang menerima ini? benar-benar sangat di cintai," Gumam Nayla.
Nayla terus fokus bekerja sampai menghabiskan waktu (setengah hari).
Setelah rangkain yang Indah di bungkus rapi, wanita itu membawanya pulang dan berniat mengantarnya besok ke alamat tujuan.
.....
.....
Malam hari pun tiba, sampai pukul 23.00 malam, Nayla masih berkutak-katik di kamarnya, terus belajar merangkai bunga, sambil berinovasi mencari ide-ide baru, berjuang mencapai mimpi, menciptakan karya terbaik yang sangat unik serta berbeda dengan yang lain...
....
Tiba-tiba seseorang menghampiri Nayla.
...
"Mba, ini susunya (khusus ibu hamil)"
"Terima kasih yah Bunga!" jawab Nayla dengan senyumnya.
"Jam segini belum tidur? tidak baik buat ibu hamil mba!" tegur Bunga.
"Sebentar lagi, tanggung!"
..
"Mba Nayla hebat yah! benaran keren, bisa membentuk rangkain indah seperti ini" puji Bunga sambil melirik Buket Bunga pesanan pria misterius yang terletak manis di atas meja.
"Wah, itu milik siapa mba?" Tanya Bunga sampai bersemangat mendekati benda beraroma wangi yang menusuk hidungnya.
"Oh, ada seseorang yang pesan, besok pagi akan di antar!" Jawab Nayla.
Bunga begitu kagum melihat buket bunga, sampai ia tak ingin beranjak dari tempat, tak jemu-jemu memandangi sambil berkhayal jika benda indah itu diberikan untuknya, tanpa ia sadari Nayla pun memperhatikannya.
"Kenapa? Kamu suka yah? suruh sana pacarmu beli? Biar nanti mba buatin gak mahal-mahal tapi sangat spesial khusus untukmu"
__ADS_1
"Hehe, Ndak ada pacar mba! lah saya terkurung disini! Gimana mau punya pacar?" Jawab Bunga kembali mendekati Nayla.
"Kamu mau pacar?"
Bunga hanya tersenyum tipis.
"Godain saja majikan kamu!"
"Mba Nayla ini bicara ngawur yah!"
"Lah kok ngawur!"
"Bunga kan sudah bilang mba, Den Robin itu sudah punya calon istri, belum lagi pacar-pacarnya, Den Robin juga golongan Bangsawan, dia pewaris tahta ketiga dari keluarga ningrat yang belum menikah, pasangannya sudah di tentukan!"
..
"Hmm,..iyah juga yah! Orang tuanya di kuala lumpur?"
"Iyah mba, ibunya sudah meninggal, Den Robin 3 bersaudara dan anak paling kecil, semuanya laki-laki!"
"Ouuh!
"Iyah sih! tidak usah cari pria kaya, sederhana saja asalkan penyayang dan bertanggung jawab itu juga lebih baik!" jawab Nayla.
"Betul mba!"
("Nayla terdiam, kenapa semuanya harus di ukur dari harta yah!" gumam Nayla)
"Kamu yang sabar yah, Jika Robin suka bawel dan marah, jangan di ambil hati."
"Iyah mba! saya cari pria yang biasa-biasa saja mba!" jawab Bunga mengangguk dengan senyum manisnya.
"Semangat yah!" ucap Nayla.
...
"Oh yah mba! Minum vitaminnya," kata Bunga.
"Ok" Ucap Nayla.
"Ok!"
....
....
Pagi yang cerah,
Cuit...cuit...cuit...🐥🐥 bunyi kicauan burung yang terdengar merdu menyongsong kehadiran hari yang baru penuh semangat...
Rumah terlihat sudah bersih, wangi, tanaman juga sudah tersiram...
...
...
Dua wanita cantik itu pun sarapan bersama...
...
..
"Mba! mau berangkat dulu yah!" ucap Nayla sambil me-lap mulutnya.
"Iyah, Bunga juga ingin ke pasar, Den Robin nanti malam akan pulang."
Yah sudah! kita barengan yuk!"
"Tidak usah mba, Bunga naik sepeda saja, tidak jauh kok!
"Oh😯! Yah sudah, mengapa kamu tidak naik motor!"
"Saya suka naik sepeda mba, sambil menikmati udara segar!"
"Oouh😯, baiklah kalau begitu.
Akhirnya mereka pun berpisah...
__ADS_1
Bunga si kembang desa pun berangkat dengan sepeda keranjangnya melewati perkebunan sayuran dan pasar tradisional.
Gadis itu sudah hafal lokasi tempat yang ia tuju dan tau apa saja selera menu kesukaan majikannya.
.
.
.
Nayla juga berangkat menuju alamat rumah sang pembeli buket mawar termahal di toko Nayla Cassandra (N.C Flower)
....
Dengan menggunakan aplikasi Map, akhirnya tujuan wanita yang tengah hamil itu sampai dengan selamat.
"Benar, tidak yah? alamatnya!" Gumam Wanita itu mulai sedikit celingak-celinguk melihat suasana sekitar.
Hingga wanita itu memberanikan diri berdiri di depan pintu rumah minimalis di dalam komplek mewah di kota Bandung...
"Teeeeet..." Nayla memencet bell
tak berapa lama terdengar bunyi.
"Tiiitiiit" suara stelan pintu otomatis terbuka yang sudah di set dari jauh...
...
"Hah terbuka! Kok aku jadi deg-degan begini yah!" Kata Nayla...
....
"Selamat pagiiii, punteeen, permisi" Teriak Nayla menyapa si Tuan rumah.
Langkah demi langkah Nayla memasuki rumah itu dengan jantung deg-degan serta ada rasa was-was yang tinggi disana...
"Haduh gimana nih? Si pemilik rumah tidak muncul-muncul, ah! mungkin aku harus letakin saja di atas meja yah, lagian sudah di bayar," pikir Nayla meletakkan buket indah itu.
Ia pun cepat-cepat balik badan lalu ingin bergerak pulang....
"Zeeeeep..."
Seketika sesorang menarik cepat tangan Nayla dan langsung memeluknya.
Wanita itu masuk dalam pelukan pria itu.
"Apa kabar sayang? aku sungguh merindukanmu" ucap pria itu memeluk erat Nayla.
Nayla yang masih tenggelam dalam pelukannya, langsung memaksakan diri sekuat tenaga menatap ke wajah lelaki itu...
"Suaranya tidak asing," gumamnya!
"RIO!" Ucapnya penuh keharuan sampai matanya berkaca-kaca.
Pria tampan itu mengambil buket bunga lalu menyerahkannya pada Nayla.
"Ini untukmu?" kata Rio penuh aura keromantisan.
Wanita itu diam seribu bahasa terpaku dalam ketegangan serta jantung yang berdebar-debar.
Tak berapa lama Nayla meneteskan airmata keharuan. Ia sangat terpukul dengan kisah asmara dirinya bersama Rio...
"Ambillah sayang!"
"Tapi..."
Dengan tangan bergetar Nayla menerima buket bunga yang dirangkainya sendiri, kedua tangannya tak mampu di kendalikan lagi, saat itu cintalah sebagai pengendali dirinya...
"Maaf kan aku....hiks....hiks....hiks..." peluk Nayla penuh dengan rasa kerinduan, cinta, serta kasih sayang bergabung menjadi satu.
..
..
..
Like & vote.
__ADS_1