![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
"Mau joged seperti apa tuan?" Tanya nayla lembut.
"Apa saja boleh!" jawab rio santai dengan posisi menyandarkan tubuhnya di ujung bibir tembok teras sambil meneguk minuman kaleng..
Keduanya di terpa angin malam
"Hmmm, aku tidak ingin berjoged tapi aku akan menari untukmu" jawab nayla berjalan mengambil ponselnya..
Ia pun menghidupkan lagu ballerina..
Lalu nayla perlahan melakukan gerakan tarian balet dengan tangan dan kaki yang terlihat panjang-lurus serta kurus, menari-nari lentik diatas lantai, kebetulan gadis asal malang itu memakai terusan kembang dengan rambut panjang nya..
Gerakan demi gerakan apik melingkar-lingkar di ikuti lompatan-lompatan kecil menari-nari balet di iringi jemari dan kaki yang senada dengan irama..
Terlihat anggun dan menarik layaknya seperti angsa cantik sedang menari (swan lake)
Nayla terus menari mengeluarkan semua kemampuan bakat tarian baletnya yang pernah ia pelajari saat bergabung di grup tarian balet di kota malang.
Tidak dapat di pungkiri diam-diam rio menikmati pemandangan anggun itu sambil sesekali meneguk minuman kaleng bersoda...
Karena tarian balet yang semakin lama semakin kencang mengikuti irama musik menuju finish, ujung jemari kaki nayla tiba-tiba saja tidak seimbang dan menyembabkan tubuhnya menjadi oleng hampir terjatuh tepat ke arah rio....
Dengan sigap dan reflek rio menangkap tubuh nayla yang hampir terhempas..
"Eh..."...(tangkapan manis)
Terlihatlah fenomenal yang sweet (romance) dua pasang mata itu sempat berpandang-pandangan secara dekat dengan deru nafas nayla yang tidak beraturan akibat kelelahan menari balet..
Nayla dengan sigap bangkit namun ia terjatuh lagi dan kembali, reflek rio menangkap tubuh nayla..
"Are you okey?" Tanya rio
(Kamu baik-baik saja)..
Nayla hanya mengangguk..
"I'm sorry, finish nya berantakan?" Ucap nayla sambil meraih ponselnya dan menghentikan lagu ballerina nya...
__ADS_1
"Gimana tuan! Kamu terhibur?" Tanya nayla mendekati rio
"emmm sedikit, sejak Kapan kamu menari balet?" Tanya rio penasaran..
"Saat penyakit kulit ku sudah sembuh total, alm mama yang masukin aku ke grup tarian balet" jawab nayla..
"Mengapa tidak di lanjutkan, kamu kan bisa pergi ke inggris untuk lebih menekuni nya"
"balet bukan impian ku. Aku hanya menjadikan balet sebagai hiburan diri saja"...
"Lantas! apa yang menjadi impian mu, atau jangan-jangan kamu tidak memiliki mimpi yah?" Tanya rio mulai menyepelekan nayla..
"Aku ingin menjadi seorang perawat (suster) yang bisa memberikan ketenangan bagi setiap hati yang lesu atau kehilangan semangat hidup, setelah itu aku ingin memiliki kebun bunga yang saaaaaaangat luas serta gallery bunga-bunga yang mahal dan cantik" ucap nayla
"Heh (tawa sinis) impian yang aneh" ucap rio yang anggap remeh dengan nayla..
"Entah itu terlihat aneh atau pun lucu aku tidak perduli, karena semua orang berhak mengambil satu tujuan dalam hidupnya. Aku tau, Harusnya aku kuliah di jurusan bisnis dan menekuni usaha alm papa, tapi aku juga punya hak untuk memilih"..
"Mengapa kamu tidak sekaligus mengambil jurusan kedokteran?" Tanya rio yang merasa sedikit bingung..
memang, tidak ada yang spesial menjadi seorang perawat, justru sering sekali di pandang sebelah mata,
dulu, saat aku ingin menjalani operasi kulit di korea, ada sosok suster (wanita) yang memberikan ku semangat untuk tidak pernah menyerah dengan apa pun. dimana saat itu, aku sangat ketakutan dan kehilangan gairah hidup, namun ia selalu merawatku dengan penuh keikhlasan cinta dan kasih sayang, menemani hari-hari ku tertawa dan bercanda. Aku tidak pernah merasa terhibur seperti itu. Bahkan saat memasuki ruang operasi sekali pun aku tidak merasa takut karena kehadiran nya.
Hingga akhirnya aku sembuh. Meski kami berpisah tapi kami masih menjalin komunikasi dengam baik. aku sudah meng-anggap nya seperti kakak ku sendiri..namun sayang! tiba-tiba saja, dia tidak memberi kabar dan Sanking penasaranya, aku meminta alm mama untuk menemui nya ke korea. Ternyata dia sudah meninggal karena mengidap penyakit auto imun yang menyerang organ jantung, bahkan kematiannya sudah di prediksi oleh dokter. sebagai permintaan terakhirnya! dia ingin Tetap bekerja sampai kematian datang menjemputnya. Dari situ aku ingin sekali menjadi seorang perawat, meskipun itu hanya sesaat, setidak nya hidup lebih berarti bagi orang lain.."
(Aku tidak mengerti mengapa orang-orang yang berkesan di dalam hati ku begitu cepat menemui kematian, ucap nayla dalam hatinya dengan mata berkaca-kaca sambil menatap jauh ke arah langit malam yang hitam),..
sesaat suasana hening tiba-tiba nayla bersorak;
"Iyeeeeee!!!...sekarang saatnya menagih janjiiiii,.." senyum merekah nayla menghapus kesedihan...
"Aaah gagal!..aku kurang terhibur" ucap rio sambil berjalan masuk...
Mendengar hal itu nayla naik pitam..
"Riooo peliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit..." teriak nayla berlari mengejar rio dengan agresif naik memanjat ke atas pundak rio...
__ADS_1
sontak tubuh rio terdorong ke depan..
"Aduuh..(ucap rio kaget) nayla kamu apa-apa in sih! Turun...kamu masih ingat kan dengan peraturan kita. Sekali saja kamu perkosa aku. Aku akan melakukan nya berkali-kali padamu" ucap rio dengan wajah sok imutnya.
"Siapa yang mau memperkosamu, aku hanya ingin mengigit telingamu sampai berdarah karena sudah mengingkari janji" ucap nayla geram..
"Kamu ini manusia atau serigala sih?, turun"..bentak kecil rio
"Enggak, tepati dulu janji mu, baru aku akan turun. Aku sudah menari balet untuk mu. Tidak semua orang bisa menikmatinya" ucap nayla..
"Hallaaah! tarian jelek saja pun di bangga kan"...
"Iiiiiiiiiiiii (nayla mulai menggigit telinga rio dengan geram namun rio terus menangkis dengan tangannya)..
"Nayla..ahahaha..ahahaha..ahahaha
turun...turun" rio tertawa-tawa ke gelian sambil terus memberontak agar nayla turun dari pundak nya.. namun rio kesulitan..
"Okey!...okey!..aku akan menepatinya.. ucap rio mulai menyerah dan mereka pun terhempas ke kasur bersama an
Tubuh rio menindih tubuh nayla dari belakang..
"Uuuhh" nayla dengan cepat menggeser tubuhnya dan langsung bangkit...
"Haduuuh, dasar perempuan gila" ucap rio pelan sambil geleng-geleng kepala memegangi telinga nya..
"Biarin gila, ayo cepat! nanti toko kue nya tutup" kata nayla yang terus menarik-tarik tangan rio. Ia tak ingin rugi atau pun di tipu oleh rio..
"Iyah...iyah...ambil kuncinya"
Mereka pun keluar dari kamar di ikuti oleh nayla dari belakang...
Akhirnya kedua insan manusia itu pun keluar menuju toko roti..
.......
L I K E & V O T E
__ADS_1