Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 91


__ADS_3

"Hal itu tidak perlu kamu pertanyakan. Bukankah kamu ingin melihat di barisan mana papa akan berdiri?


Sekaligus papa ingin mengajarkan kepadamu, seperti apa mengambil keputusan yang baik, Meski resikonya itu sangat menantang.


(Jefri tidak menceritakan mimpinya kepada Rio dan hal itu sudah merupakan petunjuk baginya)


Terima kasih yah nak! Jujur, papa sangat bangga kepadamu. Kau benar-benar anak laki-laki yang hebat. Selama ini kamu sudah memberikan yang terbaik untuk papa dan mama, untuk pasangan hidup terserah kepadamu, asalkan kamu bisa bahagia.


Papa tidak meragukan jiwa baik Nayla karena dia adalah anak dari Abimayu (alm) dan papa yakin ia akan menjadi istri yang baik untukmu."


Rio mengangguk sambil berkata;


"Thank you dad, i love u,


Yesterday or Now, you are my Hero and Best in my Heart."


"Untuk beberapa hari ini. Tolong jangan bertemu atau pun datang kerumah Nayla. Ibumu akan memantau pertemuan kalian. Susun saja rencanamu sebaik mungkin dan terlihatlah seolah-olah kalian berpisah.


Tolong kamu bersikap seperti biasa kepada ibumu, jangan marah ataupun cuek kepadanya, jika hal itu kamu lakukan.


Artinya peluang Nayla untuk mendapat restu darinya akan semakin tipis.


Kamu paham kan Rio!"


"Sangat paham pah!"


"Jika kamu ingin marah. Marahlah pada papa, karena sampai detik ini, papa tidak bisa menjelaskannya dengan jujur."


"Iyah pah!"


"Yah sudah! istirahat lah dan selamat kamu sudah menemukan pasangan hidupmu."


"Terima kasih pah!" ucap Rio masih merasakan terharu yang luar biasa.


....


Jefri melangkah cepat dan meninggalkan Rio yang masih berdiri terpaku...


....


Pemuda itu masuk ke dalam area kamarnya, sambil senyum-senyum sumringah.


Jalan untuk menikahi Nayla telah terbuka. Bagi Rio restu papanya sudah lebih dari cukup, karena pada akhirnya, ibunya akan mengikuti langkah ayahnya....


....


....


"Haduh leganya, akhirnya si papa merestui juga" ucap Rio dalam hati sambil menghempaskan tubuhnya diatas kasur.


"Bagaimana yah? cara untuk bisa menikahi Nayla tanpa di halangi si Cerucuk ba*gsat itu! Ini benaran sangat sulit, jika dalam sebuah game, aku sedang berada di level tinggi"


"Sebisa mungkin menghindari si curucuk"


"Aku harus menghadapi si cerucuk sendiri. Jika membawa petugas keamanan (polisi dan tentara) juga percuma. Justru akan merepotkan diriku nanti, apabila ada yang terluka dan berita ini akan menjadi heboh, bisa merembes ke Efer dan Onerace. lagian Dukun seperti dia pasti kebal dengan senjata api. Semua akan terlihat sia-sia"


..


..


Rio terus berkata-kata dalam hati dan pikirannya dan mencari strategi-strategi jitu untuk melawan si pria sakti itu. Sambil nungging-nungging di atas kasurnya.


Rio sendiri menyukai sebuah tantangan, semakin sulit mendapatkan sesuatu itu maka ia akan semakin bersemangat dan nilainya pun tinggi....


••••••••


...Hari berganti hari


waktu terus berlalu...


Rio kembali memperlihatkan sikap manisnya kepada ibunya, seolah-olah hubungannya dengan Nayla sudah berakhir. Selain dijuluki si bungsu, Rio satu-satunya anak lelaki kesayangan Dewi dan dari kecil sudah bermanja kepada ibunya itu.


Dia pun memperlihatkan rasa sayangnya kepada ibunya.


Menyuapi cemilan kepada Dewi, ngobrol asyik dsb.

__ADS_1


Dewi benar-benar terkecoh tentang rencana yang disusun oleh Rio. Dan dia tidak menyadari kebaikan-kebaikan Rio itu untuk memuaskan dirinya bermanja pada sang Bunda sebelum berkeluarga.


....


...


3 Hari yang di janjikan pun akhirnya tiba.


Semua persiapan Rio, sudah matang dan hampir sempurna.


Keluarga Nayla juga sudah mempersiapkan persiapan akad di Malang. Mereka juga terkejut dan tidak menduga, Nayla akan menikah dengan anak laki-laki Jefri, mereka terlihat sangat senang.


Keluarga Nayla juga mengetahui persahabatan antara Abimayu (alm) dengan Jefri.


Abimayu (alm) memiliki seorang kakak wanita dan mereka, hanya dua bersaudara,


sedangkan shintia larasati (alm) terdiri dari 3 bersaudara, satu orang pria yang juga sudah meninggal (tertua) dan 2 wanita, almarhum Shintia Larasati (tengah), dan hanya tersisa yang paling kecil.


Satu lagi tante Nayla dari pihak ibunya dan satu lagi pula dari pihak ayahnya.


Nayla akan di Nikahkan oleh wali hakim.


....


Jefri juga sudah menelpon Nayla sebagai ungkapan bahwa ia sudah merestui Nayla sebagai menantunya.


Nayla sangat bahagia dan senang....


....


....


Sebelum si calon pengantin itu berangkat ke kota Malang,


Mereka melepas rindu di lokasi salah satu tempat bermain, taman dan duduk santai di kota Jakarta. Agar tidak terciduk oleh Dewi Kumala.


Mereka lalu duduk di tempat duduk santai (mojok) di lokasi taman yang di hiasi kelap-kelip lampu menghiasi gelapnya malam.


Ngobrol Asyik dan menyenangkan.


"Harusnya aku sudah kecelekaan donk, Aku kan sudah melamar kamu seperti cerita sebelumnya."


("Iyah juga yah! Aku juga tidak mendengar suara aneh itu," gumam Nayla mengingat masa lalu)


"Nay! Jangan pernah ragu untuk mencintaiku, apapun halangan yang datang menimpa kita, kamu harus tetap bersamaku."


"Iyah, aku tidak akan meninggalkanmu meski kematian memisahkan kita."


"Janji?" tanya Rio sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke hadapan Nayla.


"emm! Nayla pun menyatukan jari kelingkingnya dengan Rio, pertanda sepakat dan tidak akan mengingkari.


lalu keduanya tersenyum manis dan saling menatap manja, kemudian mereka mengganti posisi duduk rapat secara berdampingan sambil bersandar. Nayla pun menjatuhkan kepalanya di bahu Rio


•••••••


•••••••


"Sayang sebaiknya kamu risign saja yah! Aku sudah berencana akan membangunkan Rumah sakit untukmu," jawab Rio.


"Serius?" Tanya Nayla memastikan, wajahnya tampak bahagia.


Rio mengangguk dengan senyuman manisnya.


"Yah benar lah, emang aku pernah bohong!" Jawab Rio.


"Terima kasih yah sayang," kata Nayla mencium tangan Rio.


.


.


.


((Ih abang io kecenengan sampai melayang-layang ah😆))

__ADS_1


.


.


.


("Duh! Lamanya kawin, soalnya yang bawah {🐤} udah ribut nih!" gumam Rio sambil tersenyum cengengesan😁)


"Oh yah sayang! Bagaimana dengan tante, jujur aku kurang bahagia tanpa restu dari tante. Aku sadar dia sangat membenciku," kata Nayla kembali terlihat murung.☹


"Tidak usah di pikirkan beb! Percayalah, mungkin saat ini belum bisa. Tapi aku yakin, jika nanti kita sudah memiliki anak. Hati sang nenek akan luluh oleh kehadiran cucu," kata Rio.


"Semoga saja," jawab Nayla.


"Sebab itu lah beb, kita perlu tempat bulan madu yang mendukung suasana bercinta yang enak dan harus gencar mencetak anak, kalau bisa setiap jam, dimanapun dan kapanpun, tanpa lelah dan harus bekerja keras, nanti aku arahkan kamu mencoba gaya jurus-jurus Hot yah" kata Rio.


Dengan lucu campur polos, si Nayla langsung menjawab dengan cepat sambil mengangguk.


"Iyah-iyah-iyah"


.


.


.


((Setiap jam yah bang io...hebaaat👍


Ahahahahahahahai🤣🤣😋😋😄😅😆😁😂🤣🤣🤣))


.


.


.


"Aku yakin kamu bakalan mabuk kepayang," kata Rio tersenyum manis, sambil menaik-naikkan alisnya.


"Oh! Jangan-jangan aku ini sudah wanita yang kesekian-kian kalinya tidur denganmu yah!" introgasi Nayla.


"Enggaklah beb, urusan jebol menjebolin masih perdana kog! Namanya juga pria, liar-liar dikit biasalah. Tapi itu kan masalalu."


"Terus! Kenapa bisa tau, pakai jurus-jurus segala, kayak mau pencak silat aja," kata Nayla mengkerutkan alisnya.


"Ahahahahaha, ada dueh!


Rahasia." (bisik Rio)


"Oooh, aku tau kamu pasti suka liat video bo**p kan," jewer sayangnya si Nayla.


"Aduuh...aduh...(Rio pun pura-pura kesakitan)


"Ada ulaaaaar," teriak Rio....


..


"Aaaaaaaaaaaa," jerit Nayla melompat ketakutan sehingga tangan Nayla terlepas dari telinga Rio.


Rio pun berlari menjauh sedikit, sambil tertawa.


"Bueek😛 kena tipu."


"Ooohh.."


Kata Nayla gemesh mengejar Rio dan langsung naik kepunggung Rio..


Keduanya tertawa mesra bersama penuh cinta💖💖 dan kasih sayang...


......


......


((Oooouu...iyeaaaahh😙😙 yang jomblo dilarang nangis, meraung-raung boleh kog😃))


Like & Vote & comment & follow GC & Favorite.

__ADS_1


__ADS_2