Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 109


__ADS_3

"Serasa cerita di negeri dongeng berjudul kisah sih Bin-Bun, Majikannya si Bin, pelayannya si Bun" gumam Nayla sampai tak sadar dirinya tersenyum geli.


"Ada apa mba?" Tanya Bunga merasa aneh.


"Ah tidak apa-apa!"😊


Bunga pun dengan lihai menyiapkan semua keperluan Nayla dan membantu meletakkan semua barang-barang yang ada.


Sesekali mata Nayla mencuri-curi ke arah gadis belia itu.


"Berapa orang pelayan disini?" Tanya Nayla memecah keheningan.


"Saya sendiri mba!"


"Hah😲 se..sendiri?"


"Karena Yang di layanin hanya Den Robin saja, tidak ada yang lain?" Jawab si pelayan cantik itu.


"Terus! kalian hidup berdua disini?" Tanya Nayla mulai kepo.


"Iyah, Jika Raden tidak di rumah, saya pulang mba!"


"Oh! Rumah kamu dekat dari sini?"


"Iyah!"


"Usia kamu berapa tahun?" tanya Nayla penasaran.


"20 tahun mba!"


"Masih sekolah yah? Eh, maksud saya kuliah?"


"Baru saja wisuda mba! jurusan Manajemen keuangan, saya 16 tahun sudah tamat Sekolah, Masuk SD kecepatan di usia 5 tahun...hehe senyum Bunga ramah"


"Jadi kamu kerja sampingan disini?"


Bunga mengangguk!


("Cocok juga nih, di pasangkan dengan si Robin biar tidak kesepian," gumam Nayla)


"Mba pacarnya Den Robin yah?"


"Oh bukan, saya temannya hanya menumpang sementara disini!" Jawab cepat Nayla.


Bunga pun mengangguk.


"Dia suka bawa wanita kesini yah?" Tanya Nayla mulai kepo.


"Pernah mba! tapi tidak menginap?"


"Pacarnya banyak tidak?"


"Kurang tau mba yang di bawa pacar atau teman, tapi Den Robin sudah punya calon istri!"


("Lah! ni si Robin juga ikut-ikutan leboy cap kelinci atau cap kucing yah" gumam Nayla sambil mengangguk)


"Maaf yah mba! saya tinggal dulu, mau siapin makan malam"


"Eh! Saya bantu yah!" Pinta Nayla.


"Tidak usah mba, nanti Raden marah" kata Bunga buru-buru meninggalkan kamar Nayla.


.....

__ADS_1


.....


Setelah Nayla bersih-bersih ia turun ke bawah, sudah ada Robin yang menunggu disana.


"Lelah yah?" Tanya Robin.


"Lumayan!"


Nayla memperhatikan Bunga menyajikan semua makanan dengan rapi dan mahir.


"Kamu masak sendiri?" Tanya Nayla ramah kepada bunga yang tengah menghidangkan.


Bunga mengangguk.


"Wah hebat!"


(Putri Abimayu itu merasa kagum melihat wanita yang bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, karena baginya, itu pekerjaan tersulit di dunia, apalagi di usia yang masih sangat muda seperti Bunga)


...


...


"Silahkan!" Ucap sang pelayan ramah.


"Eh, kamu ikut gabung bersama kita yuk!" Ajak Nayla.


"Terima kasih mba, tapi tempat saya di belakang!" Jawab Bunga buru meninggalkan keduanya.


"Dia kan pelayan, tempatnya di belakang!" Jawab Robin dengan santai dan mulai makan.


("Hmmm...padahal cantik yah? Kok? Robin tidak tertarik atau karena dia datang dari kalangan bawah")


Keduanya mulai makan dan berbincang-bincang...


"Apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Robin.


"Jika aku boleh kasih saran, kembangkan apa yang menjadi bakat mu?"


"Aku punya usaha Toko Bunga disini atas pemberian Rio, tapi sepertinya mamanya tau dan sudah disita! Rio juga tak memperkarakannya...tapi yah sudahlah!"


"Sebaiknya mulai saja dari Nol, kau akan terlihat hebat!"


"Hmmm! Kamu kerja dimana sih Bin?" Tanya Nayla.


"Emmm, Aku mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif mobil remote control, ada gamenya juga, club lomba racing mobil remote control yang sering di selenggarakan di berbagai manca negara, sebab itulah aku bisa mengenal Rio, hanya saja kami belum pernah bertemu, schedule ke depannya aku akan mencari perusahaan otomotif sebagai sponsor dari perusahaan ku,...Mungkin Rio bisa jadi target selanjutnya....


Saat ini aku sedikit sibuk sih! Lagi join dengan sepupu ku buat kantor Youtuber yang lagi hit's zaman sekarang, tapi khusus buat eksperimen saja, sehingga lagi gencar-gencarnya on the road ke berbagai manca negara demi membuat hasil yang maksimal. Jadi sebenarnya ini aku lagi sibuk banget sehingga jarang bisa ada di rumah...


Yaaah, begitulah! Zaman sekarang ini kalau kita tidak bekerja keras tidak akan bisa sukses tentunya," Kata Robin.


"Bukannya! kamu termasuk si pewaris tahta??" Tebak Nayla yang pernah mengenal Robin.


"Ahahahaha...itu hanya pemberian kurang seru ah!" Jawab lelaki itu dengan bahagia.


"Hmmm!" (Nayla)


....


....


Makan malam itu pun usai dalam balutan perbincangan serius mereka, sekaligus trik berbisnis mulai dari nol.


.....

__ADS_1


.....


"Bungaaa! Teriak Robin"


"Engge Den! Kami sudah selesai makan, bersihkan!


Besok aku mulai sibuk, kamu temani dan layani semua kebutuhan dan keperluan nona Nayla, buat dia betah di rumah ini! Mengerti kamu" Ucap Robin dengan nada keras dan tegas.


"Baik Den!" Angguk sang pelayan dengan patuh.


" Nay! Aku ke kamar dulu yah! Ada yang segera aku kerjakan!" Pinta Robin.


"Okey!" Jawab Nayla


("Ih kesal lihat sikap si Robin, kalau ngomong sama si Bunga enggak ada lembutnya, apa semua orang hebat kalangan bangsawan itu begini yah, dulu aku juga suka bentak-bentak pelayan, huuuft😧 entahlah! melihat sikap Robin ke Bunga kog aku yang jadi sakit hati, mana dia harus kerja sendiri lagi, mungkin nasib orang miskin kali yah! yang tidak punya pilihan hidup")


"Aku bantu yah!" Pinta Nayla.


"Mbaaaa, saya mohon, jangan mba, biar saya saja. Saya sudah biasa melakukannya, nanti Raden marah!" ucap Bunga ketakutan.


"Kamu takut banget sih! sama Majikan kamu itu marah, nanti kalau dia marah, aku yang akan tendang dia!" ucap Nayla dengan gayanya.


"Mba Nayla istirahat saja di kamar, (pinta Bunga dengan sangat memohon), itu sudah sangat membantu saya"


"Hmmm...Oke baiklah!" Kata Nayla meninggalkan Bunga menuju kamarnya.


.....


.....


Waktu terus berlalu...


Nayla memulai hidupnya dengan semangat yang kuat, sama halnya dengan Rio...Raga mereka berpisah namun jiwanya bersatu...


"Sampai saat ini kau tidak mencari ku, tapi aku lah yang salah, telah meninggalkanmu" ucap Nayla dalam lamunannya.


Nayla membangun toko Bunga yang baru, dan membuka klinik kecil serta Apotik kecil-kecil an sebagai langkah awal...cita-citanya ingin membangun rumah sakit serta kerajinan masih berdiri tegak...


Wanita itu mengawali karirnya di bidang kesehatan dan kerajinan.


Robin membantu semampunya juga tidak mengizinkan Nayla hidup sendiri dalam kondisi hamil muda, untuk sementara waktu, Bunga Ariella yang menjaga kondisi Nayla.


Robin lebih sibuk dan banyak menghabiskan waktu di luar negeri bersama keluarganya di Malaysia.


.....


.....


Di kota Bandung yang ceria...


Terlihat Sebuah gallery dan Toko rangkaian bunga mungil dengan disain berkelas.


...


"Selamat datang" sambut pelayan toko dengan ramah.


Sosok Pria tampan menawan memasuki ruang itu.


"Saya ingin memesan bunga paling mahal disini dan langsung di rangkai oleh pemiliknya berapa pun harganya saya bayar!" Ucap pria itu.


"Oh! Baiklah" jawab sang pelayan bergegas menelpon Nayla Cassandra.


....

__ADS_1


....


Vote & Like.


__ADS_2