![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Di lokasi yang sepi, terlihat dua pria yang masih adu kekuatan.
Emosi Excel sudah di tunggangi oleh aura Iblis, karena pada hakikatnya, manusia pemarah itu, akan mudah menjadi budak makhluk terkutuk (syetan)..
......
((Ih, atut ah! jangan suka marah-marah yah guys))
......
Kekuatan Excel menjadi berlipat-lipat ganda untuk menyerang Rio...
Terjadi perkelahian hebat lagi antara keduanya.
Rio pun, mulai kewalahan dengan serangan dan habis babak belur,
karena Dia bukan bertarung melawan manusia melainkan Iblis, tentu kekuatannya tidak sebanding.
.....
.....
🎥🎥
Di lain tempat yang berbeda...
Ada sosok Lelaki tua yang usianya seolah-olah Abadi. Ia adalah si 'Cerucuk' yang sedang tertawa terbahak-bahak dengan kumis dan wajah yang menyeramkan.
"Hancurkan anak ingusan itu, cepaaaaaat" teriaknya...(bhs jawa malang)
"Ahahahahaha".....aku ingin hidupnya segera berakhir.....
🎥🎥
Tanpa di duga, Nayla bangun dengan memegang kepala yang terasa pusing dan sedikit Nyeri, akibat efek aroma bius yang menyengat.
Gadis itu bisa terbangun dalam kondisi tersentak, seperti ada suara yang membangunkannya...
Nayla pun melihat perkelahian hebat antara Rio vs Excel sedang berlangsung.
Excel cs Iblis itu ingin menyudahi perkelahian dengan menghabisi nyawa Rio, sesuai perintah si Cerucuk.
Dengan cepat wanita itu keluar dari mobil dan berteriak...;
"Rioooooooooooo " Nayla berlari sekencang mungkin, lalu menghampiri pemuda itu dengan kondisi yang sudah babak belur, sangat lemah, mulut dan hidungnya terlihat mengeluarkan cairan darah.
Seketika itu Nayla mendekati Rio sambil menangis...
"Hiks...hiks...aku juga ingin mati bersamamu" ucap Nayla yang pasrah jika terkena hantaman pukulan Excel.
Dengan sigap Rio menarik Nayla dan memeluknya erat..
Ajaibnya, Kekuatan supranatural itu keluar dari tubuh Excel dan masuk merapat ke tubuh Nayla. Namun Bayangan hitam itu mengecil karena Rio sedang memeluk Nayla.
Misi Bayangan hitam itu hanyalah satu, yaitu Mencegah bersatunya Rio dengan Nayla termasuk menjaga kesucian sang gadis.
Terlihat Excel lemas lunglai tak berdaya pingsan ringan...
Akhirnya,
Pertarungan pun selesai...
.....
.....
Kedua pria itu lemas yang sama-sama sudah menguras energy.
"sayang! kamu tidak apa-apa" kata Nayla yang begitu sangat cemas dan takut melihat kondisi kekasihnya itu.
Pria itu hanya mengangguk...
"kamu juga tidak apa-apa kan sayang!" tanya Rio yang juga mengkhawatirkan kondisi Nayla
Nayla bergegas me-lap darah-darah yang mengalir di wajah Rio, sampai tangannya bergetar dengan mimik wajah yang meringis.
"Ini seperti DeJavu yah, hehe" ucap Rio yang masih bisa tertawa, mengingatkan kembali saat masa kecil mereka. Ia berkelahi untuk membantu Nayla dari bullyan.
....
....
Kemudian,...
__ADS_1
Rio menelpon anggotanya meminta bantuan agar segera di bawakan mobil dan pakaian ganti...
"Ayo kita pergi sekarang, sebelum dia sadar" ajak Nayla buru-buru menarik tangan Rio
"Dia sudah tidak berdaya lagi, tenang saja"
....
....
Tak berapa lama kemudian,
Di kejauhan terlihat Orang suruhan Rio datang membawa mobil...
Nayla memapah Rio menuju mobil..
...
"Nayla" panggil Excel yang tiba-tiba terbangun dari pingsannya
Mendengar suara Excel Langkah Rio dan Nayla pun terhenti.
"Jadi kamu lebih memilih seorang playboy" kata Excel sambil memegang perutnya yang terasa sakit.
"Itu bukan urusanmu, siapa pun yang aku pilih ini adalah jalan hidupku, tolong menyingkirlah, setidaknya aku tidak menghancurkan harapan dari hati seorang anak yang menginginkan keutuhan kasih sayang dari seorang ayah dan ibu" jawab Nayla tegas.
"Aku yakin kau akan terluka bersama pria pilihanmu"
Emosi Rio kembali naik mendengar ucapan Excel dan bergerak untuk menerjangnya kembali.
"FU*K YOU"
"Rioh" spontan Nayla menarik tangan kekasihnya itu dengan cepat.
"Sudah sebaiknya kita pergi saja." Pinta Nayla..
Excel hanya bisa mengepal kedua tangannya tanda kesal karena Nayla tidak memilihnya...
......
Sepeda motor itu di bawa oleh orang suruhan Rio...
dan Nayla menyetir dan membawa Putra Jefri itu ke rumahnya.
......
......
Mereka tiba di rumah.
Setelah bersih-bersih....
Nayla langsung bergegas membersihkan dan mengobati luka-luka di area wajah, siku, kaki dan perut Rio yang memar.
kemudian,
Tiba-tiba Nayla meneteskan air mata dan terduduk lemas.
"Kenapa jadi bisa begini,
Hiks...hiks...hiks...
Rio! sebaiknya kita putus saja. Aku tidak ingin hal yang lebih buruk lagi terjadi kepada kamu.
Cinta tak harus memiliki.
Di luar sana banyak wanita terbaik bersiap untuk menjadi pendamping hidupmu, tanpa harus menghadapi tantangan berat seperti ini.
Aku sudah ikhlas dengan takdirku. Sendiri juga tidak terlalu berat. Aku masih bisa bahagia dan tertawa.
Hubungan ini terlalu rumit dan sangat berat.
Tentu tidak akan ada orang tua yang rela melihat anaknya bersama wanita pembawa sial "
Ucap Nayla dengan airmata bercucuran dan menunduk...
"Bahan Tempe semalam masih ada tidak yah?, Setelah berantam dengan dua hantu itu (Excel cs Iblis) membuat perutku terasa lapar" gumam Rio berjalan meninggalkan Nayla yang menangis. Pria itu tidak menghiraukan apa yang di ucapkan oleh Nayla.
"Aku harap kamu bisa paham" kata Nayla yang masih menunduk dengan kesedihannya🤧, Dia tidak sadar jika Rio sudah bangkit meninggalkannya.
Setelah itu, ia baru menyadari jika Rio sudah bergerak ke dapur dan membuka kulkas..
Spontan Nayla menghampiri dan memukul bokong Rio.
__ADS_1
"Prak"
"Aduh! Ada apa sih beb. Aku lapar nih! sudah di tolong! bukan ngasih makanan, malah airmata" celoteh Rio
"Jadi kamu tidak dengar apa yang aku katakan" kata Nayla dengan gemesnya.
"Pusing, bahasa wanita susah di pahami" jawab Rio sambil ngemil snack dengan gaya khasnya.
"Aaaaggh! Mengapa tidak ada bahan mentah di kulkas" protes Rio lagi.
"Aku belum sempat belanja" jawab Nayla dengan bibir manyun.
"Kita makan di luar saja yuk! Lapar" pinta Rio sambil memegangi perutnya dan memakai kembali pakaiannya.
Nayla tersenyum dan mengangguk pertanda setuju, lalu diam-diam memeluk pria itu dari belakang.
"katanya ingin putus, kog! malah di peluk" jawab Rio yang juga senang dengan tindakan Nayla.
"karena di tubuhmu ada pendingin yang bisa menyejukkan hatiku"
Rio hanya tersenyum melihat tingkah gadis pujaan hatinya itu.
.....
....
Kemudian mereka pun keluar mencari tempat makan yang enak...malam yang cerah bertabur bintang...
Setelah makan, Nayla terlihat melamun kembali merenungi nasibnya.
"Sayang, sekarang aku paham, kenapa kamu itu tidak memiliki prestasi" kata Rio membuyarkan lamunan Nayla
"Karena dulu aku hanya bermain-main saja"
"Bukaan" jawab Rio
"Terus apa?"
"Karena kamu itu manja dan mudah menyerah. Marah, menangis, kecewa itu boleh kamu rasakan, tapi jangan sampai putus asa"
"Rio kamu itu tidak paham, ini bukan bercanda"
"Siapa yang bercanda"
"Rio mengertilah. Kamu punya orang tua yang harus kamu bahagiakan"
"Terus! bagaimana dengan kebahagianku? Aku sudah menjadi anak yang terbaik untuk orang tuaku"
Nayla hanya terdiam, dia tidak menduga, jika Rio benar-benar serius mencintainya dan rela menghadapi cobaan berat bersamanya.
"Nay! Aku tidak bisa menang tanpa senjata ampuh yang kamu berikan, Jika kamu sayang dan cinta denganku, dukunglah aku.
"Senjata apa yang bisa aku berikan" Tanya Nayla dengan kepasrahan.
"Cinta yang tulus dari hati seorang gadis, bernama Nayla Cassandra"
(LoNaCa)
.....
.....
.....
.
.
.
.
.
.
Jangan pernah bosan yah guys! untuk membaca karya author yang berlete-lete ini,
eh salah! bertele-tele maksudnya...😆
Dukung terus dengan cara;
🕯VOTE 🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORITE.
__ADS_1