Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 48


__ADS_3

"..aaaaw...Riooo..lepasiiiiiin"..


"Uh!...jangan Riooo." Teriak Nayla yang berusaha lepas dari cengkraman nafsu yang tidak di sadari oleh lelaki itu..


Tiba-tiba tubuh kekar itu melunglai lemas tak berdaya, jatuh menindih tubuh Nayla


.....


"Hah! kenapa tiba-tiba diam" ucap Nayla kebingungan,


..(Rio tertidur)..


.....


"uuuuuuh" sekuat tenaga gadis itu lepas dari tindihan yang cukup berat kemudian memperbaiki posisi tidur Rio agar lebih nyaman.


"Uh,.hah..hah..(gos-ngosan)..gila! persis seperti di timpa berkarung-karung beras" ucap Nayla me-lap dahi nya yang sedikit berkeringat..


"huuuft"


"Suhu tubuhnya terasa hangat! (Nayla Merasakan area dahi, pipi dan leher dengan jari yang merapat) apa mungkin karena Dia terlalu lelah yah?" Nayla bertanya-tanya dalam hati nya.


Lalu gadis itu menyelimuti Rio dengan selimut yang lebih tipis karena tubuh Rio terasa hangat.


kemudian ia duduk sejenak di sebelah nya,


"Hmmmm, jika melihatnya seperti ini, hatiku terasa iba, namun saat melihat ke-egoan nya semalam yang tinggi selangit, serasa ingin di pukulin sampai babak belur. jangan-jangan Rio begini akibat sumpah serapahku yang terkabulkan, hih (tawa kecil),


yaaaaa!! Sudahlah, Biarkan dulu dia tenang, semoga esok lebih baik"


"Tlek"


Nayla menghidupkan lampu tidur,. Tanpa terasa ia menginjak sebuah kertas dekat area pintu,..


"Eh, apa ini??? Ouuh! cek yang semalam"


Nayla berjalan menuju lemari Rio dan menyimpannya baik-baik di sana, gadis itu benar-benar kukuh pada prinsipnya, ia ingin membuktikan kepada Rio,


'uang tidak bisa membeli segalanya' lalu ia bergegas mematikan lampu terang dan menutup pintu kamar.


"Good night Crocodile" ucap Nayla bergerak turun menuju kamarnya...


.......


.......


...Keesokan pagi....07.30 wib


"Pagi bibik, emmm! enaknya kita masak apa yah hari ini??" Tegur Nayla dengan hati yang enjoy tanpa Dewi Kumala.


"Eh Neng! coba deh lihat kondisi Tuan Rio, harusnya jam segini ia sudah sarapan dan segera ke kantor, tu tadi telpon rumah terus-terusan berdering neng"


"Oh yah!!!"


(Hmmm, iiiiya yah! tadi malam kan suhu tubuhnya terasa hangat, gumam Nayla)


"Bik! dimana P3K mereka?"..


"Ada Neng, di kamar Tuan Rio, posisi nya persis di dekat lemari buku, Masing-masing setiap kamar mereka ada kog!"


"Oke deh! coba Nayla cari dulu yah bik"


Nayla bergerak menuju kamar Rio


.....

__ADS_1


Saat pintu kamar di buka,


......


Terlihat Rio mengigil kedinginan sampai-sampai tubuhnya bergetar, wajahnya pucat, bibirnya kering, matanya cekung plus mata panda..


"Eh" nayla berlari mendapati Rio


Reflek Rio menarik Nayla dan mendekap gadis itu dengan cepat dan sangat erat seolah-olah Nayla adalah benda penghangat yang bisa menstabilkan rasa dingin yang tidak tertahankan oleh pria itu.


"Uuuh...uhh uuh..uhh" Deru nafas si mantan pembalap itu yang sangat cepat dan terasa panas.


Saat Nayla merasakannya..


"Suhu tubuhnya sangat panas" ucap Nayla dengan mata melotot.


Gadis itu berusaha melepaskan diri.


"Haduh panas banget, gimana nih! Kog aku jadi gugup seperti ini yah" Nayla bergegas menuju ke arah P3K yang di sebutkan oleh Izah.


"Ah ini dia" akhirnya Nayla menemukannya.


Saat di buka..


"Hmmm, baguslah Cukup lengkap"


Nayla Mengambil tensi, termometer, serta handuk kompres plus wadah steril yang tersedia,


"Pertolongan pertama kompres pasien" ucap nayla mulai mempraktekkan ilmu keperawatannya.


Ia pun begegas mengisi wadah dengan air hangat serta mencelupkan handuk dan langsung menempelkannya di dahi Rio membuka kaos dan selimut Rio agar panas suhu tubuh bisa keluar.


Kemudian mengukur suhu tubuh Rio dengan termometer kening (digital) dan tensi darah..


Tensi 90/70 (drop)..


Nayla terus mengkompres Rio dengan handuk kecil yang begitu cepat terasa panas.


Gadis itu terus berjuang menurunkan suhu tubuh Rio sebagai bentuk pertolongan pertama sampai-sampai ia lupa sarapan..


Tiba-Tiba pelayan rumah itu masuk ke kamar Rio.


"Ada apa dengan Tuan Rio Neng?" tanya Izah begitu kaget dan khawatir kepada majikannya itu.


"Dia demam bik, sebaiknya sekarang kita bawa ke rumah sakit saja yah. Nay takut terjadi hal yang darurat. Segera panggil pak Hery bik! Perintah Nayla dengan sigap.


"Ii.ii..iyah...neng" Izah buru-buru memanggil supir pribadi keluarga Jefri..


Saat Nayla bangkit hendak mempersiapkan perlengkapan Rio, spontan tangan lemas Rio menarik baju Nayla..


Seketika Nayla langsung menoleh.


"Nay! di rawat di rumah saja, tolong panggil kan dokter Heru" suara pelan Rio yang di paksakan.


"Dokter Heru??, " Nayla bertanya-tanya.


(Dokter Heru adalah Dokter yang biasa merawat keluarga Jefri selama tinggal di Jakarta)


Rio menunjuk pada ponselnya.


Lalu Nayla mengambilkan ponsel Rio dan memberikannya.


Pria itu memaksakan diri membuka ponselnya lalu memberikannya kepada Nayla.


"Tolong cari kan Nay, Dokter Heru di kontak" pinta Rio dengan bibir pucatnya. Iyah sedikit merasa baikan dengan bantuan kompresan Nayla.

__ADS_1


"Iyah"


Nayla pun menelpon Dokter Heru untuk segera datang dan menceritakan kronologis penyakit Rio dengan bahasa-bahasa medis.


setelah itu terlihat oleh nya isi ponsel Rio,


"Hah (kaget) puluhan panggilan tidak terjawab. Ribuan pesan (wa),


Yah ampun, banyak banget, begini amat yah! rasanya jadi orang sibuk" gumam Nayla.


Tak lama kemudian Davin menelpon kembali, ia sudah berkali-kali menelpon atasannya itu, hingga ke telpon rumah.


panggilan ponsel Davin langsung di terima oleh Nayla,


wanita itu pun memberi kabar pada sekretarisnya kondisi terkini Rio dan tidak bisa masuk kerja.


setelah Nayla ingin mengembalikan ponsel Rio, tanpa sengaja jemari Nayla menyentuh Aplikasi gallery akibat touchscreen ponsel yang sangat sensitif..


((maklum ponsel cuanggih guys!)


terlihat oleh Nayla folder yang di beri nama (rename)


"My New girlfriend" Saat Nayla ingin membukanya,


Tiba-tiba Rio batuk "uhuk..uhuk..uhuk..." dan sorotan mata lelaki itu seoalah-olah memerintahkan Nayla untuk meletakkan ponselnya..


"Iyah...iyah" ucap gadis itu dengan cepat


(Siapa yah new girlfriend nya?? sepertinya aku belum menyeleksinya, ah sudahlah, kenapa aku jadi kepo begini, gumam Nayla dalam hati)


Iyah kembali terus mengompres dahi Rio dengan sabar,


.....


tak lama kemudian,


....


Izah pun datang bersama Hery


"Sory Neng! ini ni si Hery susah banget manggilnya. Ternyata dia sedang BAB (e'e)"


"Maaf Nona"


"Huuuh! namanya juga lagi saya sakit perut" ucap Hery kesal pada Izah


Nayla pun tersenyum.


"Tidak apa-apa bik!, oh yah Pak, Tuan Rio tidak ingin di bawa kerumah sakit, dia mau di rawat di rumah saja dengan Dokter Heru dan Nay! Sudah menelponnya, sebentar lagi dia akan datang! "


"Oh yah iyah-iyah.."


jawab Izah & Hery serentak mengangguk-angguk


"Bik! tolong buat kan bubur nasi yah" perintah Nayla


"Siap neng" jawab Izah dengan cepat..


"Oh yah pak! Untuk beberapa hari ini tolong gantikan saya mengurus kebun yah! Nay ingin fokus mengurus Tuan Rio"


"Baik nona, serahkan pada saya" jawab Hery.


"Terima kasih" balas Nayla.


.......

__ADS_1


__ADS_2