![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Sekilas mata Rio melihat posisi darurat sang Istri.
"NAYLA, AWAAAASS"
Teriak Rio berlari dengan kecepatan angin mendorong tubuh wanita itu, area lengan Rio tertabrak kuat hingga ia tersungkur.
terdengar suara keras.
"GUBRAK!!"
Telah terjadi tabrak lari yang seperti di sengaja ingin menabrak Nayla, namun sayang, demi menyelamatkan istrinya, Rio malah menjadi korban dari kejadian itu, ponsel keduanya jatuh pecah akibat hantaman Aspal.
"Rioooooooooooo" teriak Histeris Nayla.
Ia terlihat panik, menangis histeris seperti orang gila langsung mengejar dan memeluk suaminya.
"Toloooooooooong, tidaaaaaaaak, Riioooooooooooo"......
Jeritan-Jeritan Nayla dalam suasana yang mulai riuh didatangi oleh khalayak ramai yang tengah berada di sekitar kejadian.
Dalam tangisan demi tangisan Nayla, hingga waktu yang mengerikan itu pun berlalu...
Rio langsung di larikan ke rumah sakit terbaik.
...
...
"Rio bertahanlah, aku mohon!" ucap Nayla berlari mengiringi suaminya menuju ruang UGD.
Nayla mondar-mandir seperti orang linglung, ia tidak tau peristiwa apa yang sedang menghampirinya, semuanya terjadi begitu saja dan sangat cepat.
.....
.....
Tak berapa lama kemudian, Dewi Kumala dan Jefri datang terburu-buru.
Melihat Nayla sangat gelisah sedang menunggu kabar dari dokter, Dewi serasa ingin menerkam dan menelannya bulat-bulat, tanpa jeda lagi, Dewi langsung menampar keras pipi Nayla.
"Prakkk!"
Kemudian menjambak habis rambut Nayla sambil berkata;
"Kenapa bukan kamu saja yang matiih! dasar perempuan pembawa siaaal! tidak tau di untung kamu yah!" Bentak keras Dewi masih menarik-narik rambut Nayla.
"Hiks...hiks...ampun tante, ampuuun! Hiks...hiks..." tangis derai wanita itu.
"Mah! Tenanglah ini rumah sakit" Tegur Jefri memisah keduanya.
"Kalau anakku sampai mati, kau akan ku BUNUUUUUH!" Jerit geram Dewi, merasa kesal, mengapa harus Rio yang mengalami kecelakaan itu.
"Mah! Ini rumah sakit, kamu bisa tenang tidak!" Bentak Jefri pada istrinya..
__ADS_1
Dewi pun terdiam, ketiganya menunggu dengan rasa kecemasan tinggi, posisi duduk mereka berjauh-jauhan.
Tak berapa lama si Dokter membuka pintu ruang UGD...
"Dokter-Dokter! Bagaimana kondisi anak saya Dok!" Tanya Dewi berlari menghampiri sang Dokter dengan derai airmata.
Jefri dan Nayla pun bergegas menghampiri tim medis itu dengan rasa cemas.
"Kondisi anak Bapak hanya mengalami patah tulang bagian lengan saja, tapi itupun ringan, kami sudah mencek semuanya dengan sensor medical, tidak ada luka dalam, tubuhnya hanya mengalami luka-luka ringan di area dahi, lengan dan kaki, namun untuk saat ini ia masih belum siuman, kemungkinan besar akan memakan waktu paling lama 2 hari, ada positifnya juga, agar tubuhnya bisa Rileks kembali" ucap si Dokter.
Mendengar kabar itu, ketiganya merasa lega.
"Apa perlu pengobatannya kami pindahkan ke Luar negeri Dok?" Tanya Jefri.
"Untuk saat ini sebaiknya jangan, setelah kondisinya membaik, boleh melakukan cek ataupun terapi untuk memulihkan tulang lengan agar kembali seperti normal!"
"Baiklah, terima kasih banyak! Apa kami bisa melihat kondisi anak kami sekarang dok?" Tanya Dewi lagi😢.
"Silahkan, tapi tolong jangan brisik dan pasien tidak boleh diganggu!"
"Terima kasih Dok!"
Begitu si Dokter pergi...
Nayla bergegas ingin melangkahkan kakinya masuk melihat kondisi Rio.
Sontak Dewi menarik kuat wanita itu!
"Dengar yah wanita sial! mulai detik ini, jangan pernah perlihatkan wajahmu yang sok cantik itu di hadapan anak saya, mengerti kamu!" Bentak keras Dewi lagi.
"Nayla! Sebaiknya kamu pulang saja dulu, istirahatlah, Dewi tidak bisa melihat wajahmu di sini, lagian Rio belum juga siuman, jika Dewi terus marah-marah, om khawatir dengan kesehatannya," Ucap Jefri.
"Baiklah om, Nayla bisa mengerti!" Jawab Nayla menghapus airmatanya.
....
Dengan rasa kesedihan mendalam. 😢
Dalam kondisi lemah lunglai, Nayla berjalan mengitari lorong demi lorong rumah sakit.
Nayla tak punya supir pribadi, ia menolak saat Rio menawarkan. Di rumah Nayla hanya di fasilitasi mobil.
Sementara mobil yang tertinggal di urus oleh Davin.
Sampai tak terasa, langkah kakinya berhenti di sebuah bangku tunggu.
Menantu yang tak di anggap itu memutuskan pulang sendiri dengan memesan taxi online.
Nayla duduk dalam lamunanannya di ruang lobi, sambil menunggu taxi online menjemputnya.
Nayla serasa ingin mati, jiwanya begitu hampa dan tak berarti, lagi-lagi mengalami cobaan pahit, padahal baru saja mencicipi manisnya cinta bersama orang terkasih.
"Bukan juga karena Cerucuk, tapi memang takdir yang tak memberiku sebuah CINTA dan aku lelah dengan semua ini" gumamnya di kesendirian malam bersama tetesan airmata.
__ADS_1
Tanpa terasa taxi yang dipanggil pun tiba dan wanita itu bergegas menuju rumah....
***
Keesokan harinya, Rio di pindahkan dari ruang UGD ke ruang sendiri, meski kondisinya belum siuman.
Dengan terburu-buru, pagi-pagi sekali Nayla sudah sampai di rumah sakit untuk segera melihat kondisi suaminya, sekaligus menghindari pertemuan dengan Dewi Kumala.
Wanita itu pun berjalan secepat mungkin mendapati ruang resepsionis.
..
..
"Sus? Apakah pasien bernama Rio Abraham sudah di pindah ke ruang biasa?"
"Sebentar yah mbak!" Ucap si petugas.
Kemudian mereka pun mengatakan lokasi ruang rawat Rio Abraham kepada Nayla.
Wanita itu berjalan cepat dan cepat, ia tampak tidak sabar ingin segera sampai ke ruang yang telah di sebutkan, rumah sakit tidak asing bagi Nayla.
Pagi yang cerah ia sangat bersemangat dan berniat merawat suaminya secara langsung di rumah sakit. Karena Nayla mantan seorang perawat.
Begitu sampai di ruangan rawat Rio.
Telah Berdiri 2 bodyguard gagah mengawal ketat di pintu kamar Rio.
Tanpa memikirkan hal itu.
Nayla langsung masuk saja dan menerobos dua pengawal bertubuh kekar itu
mereka melihat ponselnya masing-masing, untuk memastikan Nayla adalah sosok yang di larang keras untuk memasuki ruang inap sang Presdir.
"Maaf Nona, anda di tidak boleh masuk!" Kata 2 pengawal itu.
"Siapa kalian!" Bentak keras Nayla.
"Kami petugas yang di amanahkan untuk menjaga dan mengawal Tuan Muda, orang-orang yang tidak berkepentingan selain keluarganya dan tim medis dilarang masuk nona!"
"Kalian tidak tau siapa saya! Saya ini istri sahnya Rio!" Jawab Nayla dengan lantang.
"Tapi Anda adalah orang yang di tidak boleh masuk ke ruang ini,
(si pengawal menunjukkan foto diri Nayla) jika anda keberatan, silahkan hubungi Nyonya Dewi,
Maaf! Disini kami hanya menjalankan tugas" kata si pengawal itu mulai marah.
Nayla pun terdiam lesu. Seolah-olah perlawanan itu hanya sia-sia baginya.
Langkahnya perlahan-lahan menjauh dari sang pengawal.
Wanita itu pun hanya bisa mengintip sedikit suaminya dari balik kaca yang tertutup tirai dengan linangan air mata.
__ADS_1
("Ya Tuhan! Selamatkan lah dia, tukar saja nyawa ini untuknya, agar ia tetap bisa hidup dan bahagia" doa Nayla penuh harap)
Like & Vote.