Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 72


__ADS_3

Staff Perawat bernama lengkap Nayla Cassandra itu, melangkahkan kakinya menghampiri seorang wanita berwajah lesuh, usianya sekitar 30 tahun, membawa tentengan tas berukuran tidak terlalu besar.


"Ada yang bisa saya bantu bu?" Tanya Nayla ramah.


"Boleh saya melihat bayi yang suster gendong tadi?"


"Ooh! Apakah itu anak ibu?"


Si ibu hanya mengangguk kesedihan.


"Silahkan"


Nayla menuntun sang ibu melihat bayinya.


Wanita itu hanya mencium kening bayi mungil yang baru saja lahir dengan lembut serta penuh kasih sayang yang erat,...


"Terima kasih yah sus?" Ucap si ibu lalu tubuhnya berbalik menuju pintu keluar..


"Loh! mba? Bayi nya tidak di bawa?" Tanya Nayla bingung.


Seketika wanita itu menangis tersedu-sedu, memeluk Nayla sambil berkata;


"Suster yang baik, tolong jaga dan rawat anak saya beberapa hari iniiii saja, saya belum bisa melunasi tagihan rumah sakit, suami saya baru saja di PHK, kehidupan kami sangat sulit, saya tidak bisa menceritakan semuanya. Saya ingin pulang mencari hutangan, setelah itu saya janji akan balik lagi kesini, sekali lagi bantu saya yah!"


"Ii...iyah "


Wanita itu pun bergegas buru-buru meninggalkan Nayla.


Si perawat itu berdiri terpaku, diam seribu bahasa. Perlahan wajahnya berbelok memandangi wajah bayi mungil nan suci berjenis kelamin perempuan itu, sambil berkata-kata dalam hatinya;


••••••••••☆☆•••••••••


"Ada cerita kehidupan yang kesulitannya tidak masuk akal. namun, ada pula cerita kehidupan yang sangat lebay, memiliki kekayaan yang belimpah ruah.


Disini aku belajar, ternyata! hidup adalah scenario Ilahi yang terbaik, agar setiap manusia itu bisa bersyukur,...


Selama ini aku ibarat seorang putri yang hanya berdiam diri di dalam sebuah istana megah, lengkap dengan segala isinya.


Sampai-sampai Aku tidak pernah merasakan seperti apa rasa kekurangan itu. Membuatku buta, tuli, bisu akan keadaan sekitar. Mungkin Tuhan mengambil semua yang aku miliki tanpa sisa untuk menyapaku lembut dengan KASIH SAYANG-NYA


Bahwa;


Dunia ini tidak lah seindah lukisan yang terpajang, Jadilah manusia yang lebih bermanfaat.


(Mencium kening bayi)


"Sabar yah sayang, ibu pasti kembali"


••••••••••☆☆•••••••••••••


Pukul 17.00 wib. Sore hari...


Hari itu Nayla menyempatkan diri masuk ke pasar tradisional untuk membeli bahan mentah, akibat uang yang semakin menipis.


Setelah bertanya beberapa harga bahan-bahan disana, ia pun memutuskan membeli 2 potong tempe saja, dan 1 kg jeruk manis.


Nayla ingin sekali membeli ayam potong, namun uangnya tidak cukup sampai gajian tiba.


.....


.....


Hujan mulai turun...Di sambut dengan angin yang berhembus.


Gadis itu mempercepat langkahnya meraih lokasi halte bus.


....


....tiba-tiba ponselnya berbunyi....


"Tling" (suara pesan masuk)


"Sudah sampai Rumah?, balas jika pesan ini penting"


Sontak perasaan gadis itu campur aduk, antara senang dan malu, karena Rio masih perduli dengan dirinya.


"Sebentar lagi! ini masih di halte, Jalan Mawar (inisial)" balas Nayla cepat

__ADS_1


Kemudian Rio tidak membalas lagi..


.....


"Heemm (menghapus tetesan hujan di dahi) kog! Aku rindu kampung yah?, rindu ke pemekaman papa dan mama", gumam Nayla termenung.


Hujan serta angin semakin deras, percikannya mulai menyerbu kaki serta pakain para calon penumpang bus disana.


....


Tak berapa lama kemudian


Sebuah mobil terparkir tepat di hadapannya, merapat ke tepi halte.


(Jendela kaca mobil dibuka)


Terlihat Rio memberi kode masuk,


namun gadis itu ragu-ragu untuk masuk.


Tak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang. Akhirnya, Nayla pun masuk ke mobil Rio.


Setelah masuk,


"Tapi baju aku kotor dan bau" ucap Nayla dengan suaranya yang lembut.


"Kamu memang bau kan?" kata Rio sambil tersenyum...


sontak dahi Nayla mengkerut...


("Rio selalu saja datang di saat aku sedang kehilangan arah, selain alm. papa dan mama, lelaki ini adalah sosok yang bisa membantu ku berdiri kuat di dalam gelapnya dunia ku", gumam Nayla)


....


...


Mobil Rio pun melaju cepat, menuju Rumah Nayla.


....


.....


...


Rio memarkirkan mobilnya di teras rumah Nayla...


kemudian turun dalam derasnya hujan...


...


...


Setelah Nayla selesai mandi, disusul oleh Rio.


Pria itu selalu membawa baju ganti cadangan di mobilnya.


...


Kemudian si Nayla, terlihat sibuk di dapur kecilnya.


Sampai dia tidak menyadari jika Rio sudah berada di belakangnya dan berbisik terasa menggelitik di telinga.


"Masak apa beb?"


"Eh" (menjerit kecil akibat terkejut)


"Hahahaha" Rio tertawa dengan senangnya.


"Maaf yah! Aku tidak punya makanan enak, hanya mie instan dan tempe goreng saja" ucap Nayla dengan bibir sexynya, malu-malu bercampur grogi ada Rio di sampingnya.


Pria itu hanya tersenyum manis


"itu juga enak!"


lalu memperhatikan Nayla memotong tempe...


Sanking groginya, Nayla memegang posisi pisau yang terbalik..

__ADS_1


Mengetahui hal itu, Rio senyum-senyum geli menahan tawa kecilnya..


Reflek pria itu mendekati tubuh Nayla dari belakang dan kembali berbisik


"Pisaunya terbalik sayang!" (memperbaiki posisi pisau)


.....


....


Rio pun mengangkat tubuh mungil itu dengan gemas ke atas meja dengan posisi setengah membungkuk menatap wajah manis sang pujaan....


sontak Nayla terkejut...


"Kamu lucu banget sih!, (mencubit hidung) aku sampai bertingkah sakau tanpa dirimu" ucap Rio.


Mendengar hal itu jantung Nayla semakin tidak karuan.


Kedua pasang bola mata itu bertatap-tatapan manja. Ada cinta yang meyelimuti mereka berdua, di balut dengan suasana yang manis dan romantis.


Rio dan Nayla yang sedang di mabuk asmara itu pun melayang dan kehilangan kendali, lalu kedua bibir mereka ingin bersatu padu sebagai ungkapan perasaan cinta yang bergelora.


Tiba-tiba...


Reflek gerakan cepat tangan Nayla mendorong dada Rio hingga tertolak...


"Ouuuuh!" teriak Rio kesakitan.


"Oh!..Maaf, maaf! tidak..tidak..aku..ti..


..ti.dak melakukannya"


ucap Nayla panik dan sangat gugup


("Aduh! sakit banget, bayangan hitam itu??, keparat kau", gumam Rio meringis)


....


..


(Rio bisa melihat gerakan tangan Nayla yang dikendalikan dengan kekuatan supranatural dari bayangan hitam)


...


. ..


Nayla mendekati Rio dengan gugup dan kebingungan...


"Aku juga tidak tau kenapa tangan ini selalu saja, bisa bergerak cepat" kata Nayla dengan wajah meringis, panik dan kebingungan...


Melihat itu, Rio langsung memeluk Nayla dengan lembut sambil berkata;


"Aku tau sayang! Bukan kamu yang melakukannya, gerakan itu datang dari bayangan hitam yang tidak mengizinkan aku untuk menyentuh bibirmu ataupun yang lain, hanya boleh memelukmu saja, dengan memelukmu seperti ini, ia bisa mengecil, aku juga baru tau, ini lah jawabannya, mengapa alm papa kamu selalu memelukmu saat dia melihat bayangan hitam itu"


keduanya pun berpelukan dalam posisi berdiri. Nayla pun tanpa ragu membalas pelukan Rio...


"kamu bisa melihatnya" Rengek Nayla menegakkan kepalanya untuk melihat wajah Rio.


"kebetulan ini malam ganjil, selama ini memang tidak terlihat, tapi malam ini aku bisa melihatnya dengan nyata"


"Aku takuut, hiks...hiks..." Nayla masuk kedalam pelukan Rio kembali


"Jangan takut sayang, ada aku disini"


..


..


..


..


..


..


Like.like..like..like....

__ADS_1


vote.vote..vote..vote.... TPOL & LONACA


__ADS_2