![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Pelukan itu semakin erat...
Terlihat dua bola mata Rio juga ikut berkaca-kaca dalam keharuan cinta yang sempat menghilang dari genggaman jiwa.
"Bagaimana dengan tangan kamu mas?" Tanya Nayla penuh rasa khawatir tinggi diiringi airmata.
"Berhentilah menangis, karena kamu sudah lelah menangis!" Pinta Rio sambil mengusap lembut kedua pipi Nayla.
Rio pun bergegas ingin mencium bibir wanitanya.
Seketika pula Nayla menolak.
"Kita sudah bercerai, aku telah menandatangani surat percerain, saat itu aku ingin sekali menolak, tapi aku tidak bisa," kata Nayla dalam wajah kesalnya
Rio tetap kukuh menci*m bibir Nayla...
"Hmmm" teriak sang wanita sempat brontak namun terpaksa tenggelam dalam romansa cinta yang di rindukan.
Tanpa kata lagi, Rio langsung membopong Nayla ke dalam kamar,
"Mas Rio lepasin, kamu jangan gila, kita sudah bercerai!" Protes Nayla dalam gendongan hingga berada di atas kasur.
Pria itu tak menghiraukan larangan dari Nayla, Ia lanjut membuka kaosnya.
Nayla sempat terkesimah dengan tubuh macho sang pria. Di dalam jiwanya ia tidak bisa menolak, jika Rio terus memaksa...
.......
.......
((Cuit....cuit....😚 mba Nayla malu-malu garong doounks🤣.....au...au...au))
.......
.......
Rio bergerak menaiki kasur dengan penampilan bert*lanj*ng dada, Nayla sempat mundur sedikit. Lalu pria itu berbisik manja di telinga pujaan hatinya..
"Siapa bilang kita bercerai, pernikahan kita resmi di lembaga pemerintahan, sah dan di akui oleh negara, bukan nikah siri, jadi percerain kita tidak bisa semudah itu. Kamu tidak punya alasan kuat untuk menggugat perceraian, Surat yang kamu tandatangani itu adalah surat palsu," ucap Rio kemudian menunjukkan buku nikah mereka yang masih terlihat baru.
"Hah😲"
Nayla langsung tertegun, merasa tidak percaya namun bercampur rasa bahagia.
"Papa membuatkan surat palsu perceraian kita, karena saat itu papa tidak ingin bertengkar kepada mama, kalian para wanita terlalu mudah di tipu!" Ucap Rio sambil mencubit gemes hidung Nayla.
....
Dengan aksi gilanya gadis itu langsung melucuti pakaiannya sendiri dan balik menerkam Rio yang masih sah menjadi suaminya....
"Ahahahahah🤣😂" tawa bahagia keduanya.
"Sayang! ntar kasurnya amblas loh!" Tegur Rio...
"Ini kan kasur zaman now! Ihihihihi!" Tawa Nayla bertingkah lucu.
__ADS_1
~Keduanya pun bercinta penuh hasrat...
Tenggalam dalam kemesraan tiada tara, suara-suara desahan mereka bergema diruang tertutup, hingga tak terasa mencapai puncak kenikmatan bersama~
...
...
...
Detik demi detik menjadi menit terlalui dengan bercinta.
Tiba-tiba...
Rio mengelus lembut perut Nayla yang belum begitu tampak besar....
Sementara wanita itu masih bungkam dalam kehamilannya....
("Apakah Rio tau, jika aku ini sedang mengandung" gumam Nayla)
Tak lama si suami mengelus perut istrinya, kemudian meletakkan telinganya.
"Ayaaah!" Ucap Rio dengan nada cemprengnya.
"Mas? Kamu tau aku ini sedang hamil?" Tanya Nayla penasaran.
Rio mengangguk dengan wajah berseri-seri.
"Oh! Yah, tau darimana?"
......
Keduanya bergerak membersihkan diri kemudian menggunakan pakaian masing-masing, lalu ngeteh hangat berdua, duduk bersandar di ruang tamu dengan disain yang sejuk bernuansa ruang minimalis dengan hiasi tanaman hujau dalam vas cantik di setiap sudut ruang, membuat kemesraan mereka semakin hangat, ditambah lagi dalam dinginnya cuaca Bandung yang masih tergolong pagi.
......
Rio mengelus manja rambut Nayla.
"Jika nanti dia lahir kita beri nama siapa yah?" Tanya Rio.
"Mas, kamu tidak marah kepadaku? Aku tidak merawatmu sakit, aku juga sudah meninggalkanmu!" Kata Nayla.😦
"Marah tidak! mungkin rasa kecewa ada, saat aku siuman, aku berharap kau adalah salah satu orang yang ada disana. Ternyata kau tak ada. Tapi aku terus memahami jika kondisi kita semakin rumit...
2 bulan sudah kita tidak bertemu dan menutup semua komunikasi, bukan berarti aku tidak mencari tentang dirimu juga mengabaikanmu.
Aku tidak percaya jika kau tidak menemuiku. Segala aktifitas mulai dari pertama kali kita memasuki rumah sakit terekam jelas oleh cctv. Semuanya mudah di selidiki dengan bantuan detektif/intel hingga akhirnya terbongkar.
Jika orang yang menabrak kamu itu adalah suruhan mama."
"Apah?" Ucap Nayla sangat shok mendengar hal itu.
("Segitunya ia membenciku" gumam Nayla)
"Mama sengaja merencanakannya untuk membunuhmu, dia benar-benar tidak merestui pernikahan kita, namun takdir berkata lain? Kecelakaan justru mengenai diriku, karena mama benar-benar tidak terima dengan kejadian yang ada, ia memutar cerita menjadi ;
__ADS_1
Kecelakaan terjadi akibat dari kutukan sial yang pernah kamu alami dan hal itu akan terus menimpa diriku.
Padahal sejak kematian Cerucuk dan pernikahan kita, cerita buruk itu pula telah berakhir.
Selama aku tidak sadar, mama benar-benar menjauhkan kita agar tidak saling bertemu, kamu pingsan dan sempat di rawat di Rumah sakit yang sama denganku juga, lalu kamu di tolong oleh seseorang.
Aku bisa mendapatkan keterangan dari dokter yang merawatmu saat itu. Laporan yang ku terima dirimu sedang mengandung.
Beberapa hari kemudian mama memaksa kamu menandatangani surat perceraian! Begitu kan?"
"Mas! (Nayla memeluk Rio) Terima kasih sudah percaya kepadaku!"
"Tapi sayangnya kau tidak pernah percaya kepadaku, foto-foto tidur dengan wanita lain itu hanyalah rekayasa saja!"
"Iyah, aku percaya sekarang mas!" Ucap Nayla sambil mengangguk cepat masih dalam pelukan Rio.
"Andai saat itu, aku percaya kepada mas mungkin semua ini tidak akan terjadi!"
"Andai hal ini tidak terjadi, kamu juga tidak akan terbentuk menjadi sosok tegar?" Kata Rio.
Nayla mengangguk dengan cepat.
"Betul mas!"
....
keduanya berpandang-pandangan saling beradu dahi satu sama lain.
"I love u" ucap Nayla.
"I love u too!" Keduanya berciuman mesra penuh cinta.
"Sekarang kamu tinggal di rumah Robin!"
"Mas, meski aku tinggal di rumahnya kami tidak ada hubungan apa-apa, dia banyak membantuku, lagian dirumah itu ada pelayan bernama Bunga yang merawatku, Robin jarang di rumah. Aku hanya sementara tinggal disana selama masa kehamilan muda seperti ini," ucap Nayla sedikit panik.
"Iyah sayang! Aku percaya kepadamu, tidak apa-apa, harusnya aku berterima kasih kepada Robin karena telah menyelamatkanmu...Maaf aku tidak ada disaat kau sedang hamil seperti ini!"
"Terima kasih, aku sangat bahagia mas, debay kita sangat mengerti kondisi mamanya yang lagi rumit, aku tidak merasakan gejala muntah-muntah yang berlebihan seperti pada umumnya wanita hamil lainnya, bisa melakukan aktifitas apapun dan sangat sehat.
"Syukurlah," jawab Rio mencium dahi istrinya memeluk dengan kasih sayang.
"Aku akan carikan Dokter kandungan yang khusus menangani anak kita," pinta Rio.
Nayla mengangguk manja.
" Oh yah! Bagaimana kabar tante, apa ia tidak marah kita bertemu seperti ini," tanya Nayla penasaran.
Rio masih diam...
"Apakah tante tau, jika kita tidak bercerai?" tanya Nayla kembali.
Vote & Like...
....
__ADS_1
....