![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Setelah sarapan, Nayla bergegas membantu Izah di dapur.
Gadis itu terlihat dengan posisi berdiri, sangat teliti memperhatikan pelayan itu memasak untuk menu siang. Dan para pelayan-pelayan lainnya yang bekerja di sana.
"Neng! Serius banget memperhatikan nya? bibik mah jadi grogi" gurau Izah sambil mengiris bawang.
"Iyah bik, Nayla serius ingin pandai belajar masak"
(Setidaknya jika aku keluar dari rumah ini, aku sudah tidak begitu tergantung dengan orang lain, gumam Nayla)
"Lah, kan sudah bisa?"
"Iyah, Nay suka lupa dengan bumbu-bumbu nya itu loh bik"
"Di catat saja neng kalau lupa, belajar memang seperti itu, tidak bisa langsung mahir ada prosesnya, seiring waktu! nanti pasti juga akan mahir"
"Iyah yah bik" benar juga yah..
(Nayla baru berhasil memasak segala macam gorengan dan rebusan, sambal terasi serta masak nasi dengan rice cooker)
Ia terus memperhatikan Izah memasak, mulai dari tehniknya sampai cara menyajikannya, setelah itu ia menulis beberapa resep menu yang ia anggap enak, di sebuah note kecil.
Mungkin ini karma bagi diriku. Dulu aku suka menghina bahkan memecat pelayan di rumah ku dengan seenaknya. Tanpa pernah aku berpikir, ternyata mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu tidak lah mudah.
Kemudian..
Sejenak nayla teringat (flasback)
{Apa yang kalian masak ini, dasar pelayan bodoh, *****, menu tidak enak berani di hidangkan seperti ini,.."taaar" (suara pecahan piring yang di banting oleh Nayla ke lantai)}
Karena kesombonganku dulu, sekarang kenyataan telah menjadikan ku seorang pelayan di rumah ini, Andai saja mereka yang dulu pernah aku hina saat ini ada di hadapan ku, seketika aku akan minta maaf dan menciumi kaki-kaki mereka dan jujur aku begitu gemetaran menghadapi kehidupan ini sendiri.
Ucap Nayla dengan mata berkaca-kaca hingga tetesan air mata itu terjatuh begitu saja membasahi di kedua pipi Nayla.
.....Keesokan hari.....
Sepasang pengantin lama itu akhirnya berangkat ke Swiss sekaligus mendukung karir anak nya Gea Sabrina di kancah dunia international bidang make over (cosmetik).
Penghuni rumah mewah itu, selain supir dan pelayan, tinggal lah Nayla dan Rio.
Mereka tidak saling bertemu dan bicara, (aplikasi Robot terhenti) karena Rio begitu sibuk dengan dunia nya yang baru, begitu juga dengan Nayla asyik dengan kesendiriannya...
.........
Sore hari pukul 15.30 wib
........
"Tlilit..tlilit..ponsel Nayla berdering
"Halo, "
"Halo! selamat soreeee"
"Iyah, sore"
"Dengan Nayla Cassandra?"
Benar, saya sendiri"
"Kami dari Memory Hospital (inisial) memanggil anda untuk melakukan test ujian kedua, mohon besok hadir tepat pukul 08.00 wib pagi yah dan jangan terlambat"
"Iyah mba, terima kasih"
"Di tunggu"
Trup,,percakapan via telpon berakhir...
..huuuuhh! datang tidak yah? Ah! malas nyah. Paling-paling gagal lagi-gagal lagi,..harus nya dulu aku minta kuliah keluar Negeri seperti Rio dan Gea. Paling tidak aku bisa memiliki mental bersaing yang lebih berkompeten..huuuuffft, nasi sudah menjadi bubur tidak berguna disesali...
....
....
Waktu terlalui...Hari terus berganti...
.......
.......
Akhirnya dengan semangat yang di paksakan, keesokan hari, Nayla pagi-pagi sekali sudah berangkat sendiri dengan ojek online agar tidak terlambat dan menghindari kemacetan, untuk mengikuti test ujian lanjutan..
Pagi itu Rio sarapan sendiri.
__ADS_1
"Dimana Nayla bik?" tanya Rio dengan suara serak serta mata yang cekung, pria itu terlihat begitu lelah dan kurang tidur.
"Mmm, Neng Nayla pagi-pagi sudah berangkat Tuan, katanya mau mengikuti Test Ujian" jawab Izah sambil menghidangkan secangkir kopi.
"Ooh" Rio mengangguk sambil mengunyah sarapan nya..
...........
...........
Suasana lokasi tempat ujian Nayla..
Terlihat beberapa kandidat yang terpilih
Bersiap-siap mengikuti ujian termasuk Nayla.
"Aku rasa ini ujian yang terakhir, sebaiknya aku sudah tidak usah lagi mengajukan lamaran pekerjaan dan sudah mengambil keputusan, Jakarta bukan lah tempat ku, begitu om Jef sehari lagi kembali ke indonesia, aku akan segera balik ke Malang, sebelum om Jef meminta permohonan lagi" ucap Nayla dalam hatinya..
Hari itu Nayla tidak begitu sungguh-sungguh mengikuti ujian seperti test ujian sesudahnya, dia sudah yakin, dirinya tidak akan lolos dan akan kembali kalah alias gagal.
Setelah test ujian tertulis, tahap selanjutnya adalah test psikologi.
"kandidat yang lulus akan kita hubungi kembali untuk segera interview lanjutan sekaligus Nego Gaji yah mbak" ucap staf yang bertugas
"iyah mbak, terima kasih" balas Nayla dengan senyumannya, kemudian bergegas meninggalkan lokasi tempat.
wanita itu pun kembali pulang. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sambil mengurus tanaman bunga Dewi.
Di lokasi lampu merah,
saat menaiki ojek tanpa sengaja Nayla melihat sebuah mobil yang tidak asing bagi Nayla.
"Eh, ini kan mobil pemberian Rio pada Vina??"
tanya Nayla dalam hati yang masih mengenali mobil..
Gadis itu begitu kepo memperhatikan ke dalam mobil,
Tanpa di sengaja, kaca mobil di buka sedikit oleh sosok Pria yang terlihat mesra dengan Vina..
dan tak berapa lama lampu merah pun bertukar hijau lalu motor dan mobil tak lagi berdekatan..
.....
.....
Tiba-tiba seseorang menggedor-gedor pintu kamar Nayla...
"Neng Nayla...Neng....tok...tok..tok..
Neng" teriak Izah dari balik pintu..
Akhirnya, gadis itu membuka pintu kamar nya dengan rasa kantuk yang mulai menyerang..
"Ada apa bik, malam-malam teriak-teriak?"
Dengan cepat, Izah menarik tangan Nayla keluar kamar.
"Eh"
"Lihat sini Neng! Tuan Rio pulang dalam kondisi mabuk-mabukan.." ucap Izah dengan nada pelan menekan..
Nayla memperhatikan Rio yang sudah tergeletak lemas dengan kemeja putih tanpa dasi di atas sofa..(penampilan acak-acakan)
Rio pulang di antar oleh Davin..
"Paman? apa yang terjadi dengan Rio?"
"Nona, hal ini sebaiknya kita rahasiakan kepada Presiden, Tuan Rio terlihat sangat panik dan cukup stress di awal memasuki dunia kerja, lalu dia mabuk-mabukan bersama teman-temannya. Saya segera membawanya pulang karena dia hampir saja akan tidur dengan para wanita-wanita malam di club"
"Apa Rio sering seperti ini selama di prancis??" Tanya Nayla,.
"Tidak nona, meski ia minum tapi tidak pernah sampai mabuk seperti ini dan itu sangat jarang terjadi,"..
Nayla hanya mengangguk...
"Bik, tolong bangun kan pak Hery"
"baik Neng.."
Setelah Hery datang..
"Hmmm, baiklah,..sekarang tolong papah dia ke kamar nya" perintah Nayla pada Davin dan Hery..
__ADS_1
Rio pun di papah menuju kamar nya...
Mereka langsung merebahkan Rio diatas kasurnya..
"Nona, sebaiknya saya pulang dulu karena besok saya akan ke kantor lagi, info saya jika hal buruk terjadi pada tuan"
Nayla mengangguk pertanda mengerti.
"Terima kasih yah paman"
"Iyah"
Davin pun begegas pulang..
.....
"Bik! Cepat buat kan minuman herbal yah dan jangan lupa bawa kan saya wadah (sejenis baskom) untuk persiapan jika dia muntah"
"Baik nona"
Izah pun bergegas mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Nayla..
Nayla mengambil kaos dan tisu basah di lemari Rio..
Kumudian ia membuka sepatu dan kaos kaki Rio yang masih melekat di kaki pria itu, membersihkan tubuh dan wajah Rio yang terlihat bercak bibir lipstik wanita
Dan berjuang keras mengganti kemeja putih serta kaos dalam (singlet) Rio yang terkena percikan alkohol dengan kaos oblong, lalu melempar kemeja putih dan singlet nya sejauh mungkin.
Tak lama kemudian Izah pun datang..
Nayla memijat area tengkuk Rio, dengan tujuan agar Rio bisa muntah..
begitu wadah di siapkan Rio terasa ingin muntah, Nayla dan Izah bersiap-siap menampung nya..
"Uuuueeekkk" muntahan Rio tertampung..
"...uh bau nya" ucap Nayla yang perutnya terasa mual juga dan hampir ikut muntah..
"Cepat buang bik!" Teriak Nayla pada Izah
Dengan sigap izah langsung membuangnya...
"Haduh aku paling tidak tahan mencium bau alkohol sesengit ini, apa lagi yang sudah di muntah kan"
"Apa lagi neng?"
"Pel lantai kamar ini dan semprot kan pengharum ruangan"
"Baik neng" jawab izah langsung belari ke kamar mandi mengambil alat pembersih lantai dan pengharum ruangan.
Setelah izah membersihkan kamar Rio dengan wewangian atas perintah Nayla.. pelayan itu pun turun dan menutup kamar.
Nayla mendudukkan paksa Rio dan memberi penawar alkohol yaitu minuman Herbal..
....
sesudah itu Nayla pun bangkit
Spontan Rio berdiri menarik tangan Nayla dan berkata dalam kondisi mabuk berat..
"Hehehe! Naylaku yang maniiiiis, ayolah sayang, kita bersenang-senang malam ini"....
"Aaw"..jerit kaget Nayla
Keduanya terjatuh di hamparan kasur yang sangat empuk....
.
.
.
.
.
.
.
..
don't forget guys!
__ADS_1
◇
like........vote.......comment.....star five ....follow author sarah mai..