![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Rahmi bukan seorang pebisnis, ia lebih memilih aset tanah dari pada rumah mewah.
Tiba-tiba saja....
"Huuusssssh!" Berdesir hembusan angin kecil yang menggelitik di telinga Nayla, sampai bulu kuduknya berdiri alias merinding.
"Sayang! ayo buruan kita cepat pergi," pinta Nayla pada Rio yang takut berlama-lama di kota Malang, karena ia khawatir bisa bertemu dengan Cerucuk, si dukun sakti.
Perasaannya gelisah dan tak tenang.
Mereka cepat bergegas memasuki barang-barangnya ke dalam bagasi mobil.
Rahmi dan keluarga pun sampai ikut membantu.
"Duh! Buru-buru banget sih!" tegur Rahmi.
"Maaf tante! Kita takut ketinggalan pesawat," alasan Rio, padahal ia ingin menghindar dari si Cerucuk....
Setelah berpamitan.
Rio dan Nayla mulai menjalankan mobilnya.
...
...
"Daaaaah," Teriak Nayla....
Keluarga yang di Malang pun menyambut lambaian perpisahan dari sang keponakan.
"Sayang! kita ziarah dulu yah! sebentar saja?" tegur Nayla.
"Oh! iyah, aku hampir lupa," jawab Rio.
Kemudian Rio-Nayla menuju ke pemakaman orang tuanya.
Pemakaman tetap tampak bersih dan terjaga.
Nayla mengambil alih biaya kepengurusan makam orang tuanya yang selama ini di bayarkan oleh Rahmi, sang kakak dari Almarhum Abi.
Sepasang suami istri itu begitu hikmat memanjatkan do'a serta Ayat suci dan di akhiri dengan siraman air serta bunga yang sebelumnya sudah di persiapkan oleh Rahmi.
Nayla terlihat meneteskan airmata dengan perasaan bercampur aduk antara sedih, haru serta bahagia yang tak terungkapkan.
Setelah selesai...
"Yank Ayo! kita harus cepat pergi," pinta Rio yang tidak ingin lama-lama disana.
"Iyah" jawab Nayla.
...
keduanya terlihat buru-buru dan bergegas memasuki mobil dan meninggalkan area pemakaman.
Saat mereka berjalan kurang lebih 100 Meter dari titik Lokasi.
tiba-tiba muncul sosok berjubah hitam yang menghadang mobil Rio....
"Deeeeeeeeng"
......
"Ciiiiiiiiiiiiiiiiiit" suara Rem dadakan dari ban belakang yang cukup keras hingga kedua tubuh yang sedang dalam kondisi terikat saftybelt terhentak membal mengenai jok mobil.
....
Tampak jelas.
__ADS_1
Sosok pria tua menyeramkan dengan rambut dan kumis yang panjang...menghalangi jalan keduanya....
"AAAAAAAAAAA" jerit Nayla kaget setengah mati serasa jantungnya ingin lepas.
Lelaki misterius itu diam terpaku dengan penampilannya yang sangat seram. Sosok itu ialah Cerucuk si dukun sakti.
Kesaktian lelaki tua itu akhirnya bisa menemukan keberadaan pasangan kekasih yang selama ini ia pisahkan untuk bersatu.
((Radar si embah luar biasa coy😬))
"Si...siapa itu yank," ucap Nayla gugup hingga keringat mulai terlihat di dahinya.
"Jangan-jangan itu dukun yang di maksud," kata Rio.
"Ba...Bagimana...di...dia bisa sampai disini," ucap Nayla terbata-bata.
"Dia kan Hantu!" jawab Rio secara spontan.
Nayla mulai terlihat takut dan gelisah, kemudian tangan wanita itu bergegas mengambil ponselnya untuk meminta bantuan.
"Haduuuuh!" tidak ada sinyal lagi, teriak Nayla dengan kesal.
(Lokasi area pemakaman yang jauh dari perkampungan, menyebabkan sinyal hilang serta sulit melakukan panggilan)
"Tenang! jangan panik! kita tabrak saja manusia bangs*t ini," ucap Rio yang mulai me-set kecepatan mobilnya dengan kecepatan terbang.
Di tambah lagi, suasana yang sepi dan sangat mencekam.
Angin berhembus....."Huuusssh"....
Terlihat rambut si cerucuk yang panjang melambai-lambai....
Saat Rio berusaha menjalankan mobilnya...Namun mendadak mobil super canggih dan terbaru itu, tiba-tiba saja mogok dan tidak bisa berjalan.
Keduanyanya semakin terlihat panik.
"Hah! mogok, sial, kog bisa!" Kata Rio sambil membanting stirnya dengan kesal, Padahal, mustahil rasanya mobil itu mengalami kerusakan....
Nayla panik dan terlihat sudah menangis reflek menarik tangan Rio...
"Yank jangan keluar, tolong!" pinta Nayla.
"Sayang kamu tenang saja!, tetap di sini, stand by di stir dan kunci pintu, siapa tau mobilnya bisa hidup kembali, begitu mobilnya hidup kau harus cepat pergi mencari bantuan," pesan Rio.
"Hiks...hiks...aku takut yank!" rengek Nayla.
"Semua akan baik-baik saja." kata Rio menenangkan Istrinya.
Kemudian, Rio membuka pintu mobil dan keluar, pemuda itu terlihat tidak takut menghadapi Cerucuk dengan berani ia menantang si dukun sakti.
"Hei Dukun gembel, sepertinya kau sangat meng-idolakan ku yah? Sampai-sampai kau tau dimana keberadaanku." Tantang Rio dengan ekspresi bengis, sambil mengambil posisi duduk di depan mobilnya dengan gaya santai.
"Ku akui kau memang hebat dari pada yang lainnya, bisa selamat dari kecelekaan maut," kata sang dukun. (bhs jawa malang)
(Rio bisa mengerti apa yang diucapkan si cerucuk. Karena masa kecil, Rio tinggal di pedesaan Malang)
"Ah! Apakah kau tidak punya pekerjaan lagi selain menganggu ketentraman orang lain atau kau menjadi tukang sapu saja di kantorku, itu lebih baik," jawab Rio dengan tawa sinisnya.
"Anak kemarin sore banyak omong kau, Bersiaplah menjemput ajalmu..." kata Cerucuk.
"Aaaaaaaaaaarrrgg," teriak cerucuk memulai pertarungan keduanya.
Pertarungan pun di mulai.
Kekuatan serta kesaktian si dukun sakti berkurang karena IBLIS yang menyerupai bayangan hitam sudah keluar dari tubuh Nayla.
Cerucuk meski sudah tua namun masih terlihat ahli dalam bertarung.
__ADS_1
Keduanya bertarung sengit dan sangat menegangkan.
Nayla tampak gusar dan bingung harus berbuat apa, ia serasa ingin keluar dan membantu Rio dalam pertarungan itu. Berkali-kali Nayla mencoba menghidupkan mesin mobil. Namun! Sayang mobil itu tetap mati....
"Iiiiiiiih, ayoo laaaaaaah!" Ucap Nayla geram.
Pukulan Rio terus menghantam Cerucuk begitu juga dengan Cerucuk yang tidak mau kalah dan terlihat bernafsu untuk membunuh Rio....
Baku hantam terjadi sangat hebat, hingga tetesan darah mulai terlihat dari pelipis dan hidung Rio.
Rio benar-benar berjuang untuk mengalahkam si Cerucuk. Ia mengeluarkan semua kemampuan bertarungnya.
Lagi dan Lagi si dukun sakti bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan, karena setiap pukulannya diisi dengan kekuatan supranatural.
Hingga Rio mengeluarkan pisau kecil yang sangat tajam. Pria itu sudah menyiapkannya di saku sebagai senjata bela diri yang terakhir.
Cerucuk terlihat diam.
"Hiaaaaaaaaaaaaat"
Teriak Rio dengan aksi melompat tinggi lalu menusuk kuat tepat di jantung si Dukun sakti.
"ENYAH LAH KAAAUUU!" Ucap Rio dengan sangat geram kepada si dukun itu, lalu mencabut pisau kecil itu dengan cepat dan menusuk kembali, untuk yang kedua kalinya, kemudian Rio mencabut pisau yang tertancap.
Seketika itu si Dukun diam terpaku memegang area tusukan.
Beberapa detik kemudian.
Tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak dengan sangat keras....
"Wuahaahahahahha...Dasar Anak bodoh...Kau benar-benar cari mati berani melawanku, meski kau menembakku, menusukku, itu hanyalah aksi yag sia-sia, apa hanya sampai disitu saja kah kemampuan mu, wahai anak muda?
(bahasa daerah jawa Malang)
wuahahahahahahahahha,"
kata si cerucuk terus tertawa dengan puasnya.
"Syeeeeet! Dia kebal dengan senjata???"
Gumam Rio dengan ekspresi bengong diam terpaku.
....
....
....
....
....
....
......
...
...
...
Apakah Rio akan tewas dan tetap menjadi tumbal Cinta Nayla?????? uuuuu😨😨😨😨
...
..
__ADS_1
...
LIKE & SHARE ea......