![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Gadis itu dengan perasaan campur aduk tidak bisa berbuat apa-apa. Pikirannya sangat kusut. Rio terus memaksanya untuk bersama. Namun! di sisi lain, ibu kandung Rio menyuruhnya untuk menjauh.
...
...
Singkat cerita, keduanya makan malam bersama....
Rio memperlakukan Nayla layaknya seorang wanita yang paling beruntung di dunia.
Keduanya tak banyak bicara sampai hidangan makanan itu tiba.
Sebelum makan, Nayla memberanikan diri mengatakan;
"Rio aku ingin kita PUTUS, bagaimana jika kita berteman saja! Sesekali kita masih bisa bertemu?" Pinta Nayla dengan nada suara khasnya yang lembut dengan wajah lesu.
Mendengar hal itu, Rio hanya tersenyum tipis. Namun hati kecilnya sangat terkejut. Mengapa tiba-tiba kekasihnya itu minta putus. Padahal mereka sudah berencana akan segera menikah, Untuk pertama kalinya ada wanita yang memutuskan hubungan asmara dengannya. Biasanya dia paling suka dan mudah mengakhiri percintaannya tanpa alasan.
"Kita makan dulu yah sayang! nanti kita bahas lagi," jawab Rio santai mengelus manja rambut Nayla.
Tiba-tiba tangan kiri Rio menggenggam tangan kanan Nayla.
"Eh😯" ucap sang gadis terkejut dan berpikir,
Bagaimana bisa makan jika tangan kanannya di genggam erat oleh Rio.
Rio pun makan sambil menyuapi Nayla.
"Aku bisa...," Nayla berusaha melepas genggaman dan menolak suapan dari Rio.
"Makanlah! tolong jangan kecewakan aku," pinta Rio dengan wajah cutenya.
Akhirnya dengan perasaan ragu, Nayla menerima suapan dari Rio.
"Makanlah yang banyak, agar tubuhmu tidak kurus, kamu perlu makanan bergizi, kamu ini seorang perawat kan? jangan hanya pintar melayani pasien dengan memberi makanan bergizi! Namun, tidak menghiraukan kesehatanmu sendiri," celoteh Rio.
Nayla tidak menjawab, ia banyak memilih diam.
....
....
Setelah makan akhirnya pun mereka pulang,
saat ingin mendekati mobil.
Kaki Nayla sudah terasa sakit dan sedikit memerah di tumitnya....
"Aw!" Ucap Nayla, tergelincir hampir jatuh.
Reflek Rio menangkap dengan cepat, lalu mengangkat Nayla dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Gadis itu semakin bingung. Bagaimana
ia harus menjauh dari Rio dan mengakhiri hubungan mereka.
Semakin Nayla ingin mengakhiri kisah cintanya, Rio malah datang mendekat dan mencinta sepenuh hati, kebaikannya seperti sosok malaikat tak bersayap.
Menjadi pelindung dari sang gadis.
....
....
Sesampai di rumah..
__ADS_1
Saat Nayla berusaha turun,
Si mantan pembalap itu bergegas membukakan pintu mobil (Nayla) dengan cepat dan kembali mengangkatnya masuk ke dalam rumah.
..
Kejadian itu terjadi begitu saja tanpa adanya ucapan-ucapan yang keluar dari mulut keduanya.
..
Rio benar-benar membuktikan rasa cintanya yang dalam serta tulus kepada Nayla.
Meletakkan sang gadis dengan lembut di atas sofa.
Nayla dengan cepat mengeluarkan salep dari tasnya.
Salep itu sudah ia persiapkan selalu di dalam tas. Karena tumitnya suka pegal jika sudah banyak berjalan, tuntutan seorang perawat wara-wiri, sana-sini.
Rio pun merampas salep itu dari tangan Nayla;
"Bagian mana yang sakit?" Tanya Rio.
Nayla menunjuk tumitnya...
Rio mulai memijat tumit Nayla dengan pelan.
Fenomenal itu terlihat sangat sederhana namun Romantis.
Di dalam suasana hening itu, Rio terus memijat tumit Nayla.
Sesekali terlihat wajah meringis dari sang gadis pertanda sedang menahan rasa sakit.
Selesai mengolesi salep, Rio meletakkan obat itu di meja begitu saja.
kemudian membuka percakapan;
Nayla hanya diam saja.
"Ok! jika itu memang terlalu berat. Aku sudah kasih uang ke kamu juga! Isi di dalam kartu itu mencapai 1 M,
Sulitkah memanggil taxi?"
(Rio terlihat marah karena Nayla masih memaksakan diri pulang dengan Naik Busway dalam kondisi kaki yang sudah cukup lelah)
"Aku tidak bisa mengembalikan uang itu jika berkurang,"
Jawab Nayla ketus.
"Huufft." (Rio tepok jidat dan menyandarkan tubuhnya ke sofa)
"Nay! Harus bagaimana lagi aku harus menjelaskan kepada kamu. Sesuatu yang sudah aku berikan kepada siapa saja.
Aku tidak akan tarik kembali!
(Ucap Rio penuh tekanan sampai urat-urat nadi lehernya terlihat)
Cintaku tulus kepadamu Nay! Tapi mengapa mata batinmu tidak bisa melihatnya. Aku belum pernah menemukan ada pria yang rela memberikan uang sebanyak itu dengan cuma-cuma, kecuali pria itu sudah dipuaskan di atas ranjang, sementara aku hanya ingin mendapat cinta dari kamu saja! Apa itu sulit?" kata Rio yang merasa kesal.
Seketika itu Nayla tidak bisa bicara, ia membisu, hingga tiba-tiba! menangis terisak-isak sampai ia sulit mengatur nafasnya.
"Hiks...hiks...hiks...jika...hiks...hiks...kamu...mencintaiku...jauhi...hiks...hiks...a...aku..
Hiks...hiks.."😭
Rio langsung memeluk Nayla dan berkata dengan sangat lembut di telinganya;
__ADS_1
"Mengapa kita harus putus dan aku harus menjauhimu. Aku tidak selingkuh dan kamu pun juga. Kita saling mencintai. Berikan aku satu alasan. Jika alasan itu tepat, aku berjanji akan menjauh dari kamu"
Nayla masih dalam tangisan yang dalam dan terisak-isak...
"Jangan pernah Ragu untuk memberikan cintamu kepadaku sayang, percayalah! aku ada di pihakmu, aku sudah katakan hubungan kita ini sungguh sangat rumit, tapi bukan berarti tidak ada jalan keluar."
Diam sejenak,
"Siapa yang mempengaruhimu?" tanya Rio ingin tau.
*Nayla hanya diam dalam tangisannya yang mulai reda. Seolah-olah pelukan Rio memberi penawar luka di hati Nayla.
Tak berapa lama Nayla bicara*;
"Hiks...Tante tidak suka denganku, Cinta kita tidak mendapat restu," Jawab Nayla sesekali isak tangisnya masih terdengar.
"Ooh! aku kira ada apa!"
ucap Rio santai dan menganggap tantangan itu tidak berat dan biasa saja.
Perlahan, Rio melepas pelukannya dan Nayla kembali duduk di hadapan Rio sambil menghapus airmatanya.
"Nay! EGOIS lah untuk mendapatkan cintamu, sebagaimana EGOISnya orang-orang yang tidak tau berterima kasih,
Kau tidak perlu banyak memandang yang lain, cukup lihatlah aku, jika aku mengkhianatimu kau boleh mundur," jawab Rio.
"Tapi dia ibumu!" jawab Nayla dengan raut wajah kesedihan.
"Seorang ibu itu memang suka ngomel, suatu hari nanti, kamu juga pasti akan menjadi seorang ibu sayang! kekhawatiran yang terlalu berlebihan hanya terdapat pada seorang ibu, aku tidak bisa membencinya karena aku ini lahir dari rahimnya.
Tidak usah di jawab, anggap saja ocehannya adalah cambukan keras agar kamu bisa berdiri tegak, kita tunjukkan jika kau dan aku adalah pasangan terbaik, okey! (kata Rio sambil tersenyum)
Sekarang sudah lega kan?"
Perlahan Nayla mengangguk.
"Mana senyumannya? kangen sama si Srigala Miaw," kata Rio.
"Ahahaha," keduanya lalu tertawa manja.
Rio mengambil permen dari sakunya.
"Mau rasa Strowbery atau Anggur?"
"Ih! kayak anak-anak saja," protes Nayla tetap memilih permen rasa strawbery.
"Emang lu seperti anak-anak kan!" jawab Rio songong.
"Hemmmm😡," ucap Nayla gemes dan
Mulai ganas menggelitiki Rio hingga mereka bermain lari-larian.
Nayla juga merampas permen rasa anggur dari tangan Rio sambil berkata;
"Habis Nangis aku mau yang manis"
Rio hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu kekasihnya itu.
.
.
.
.
__ADS_1
V O T E & L I K E ,
🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORIT