Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 116


__ADS_3

Rio berlari memasuki lapangan Basket, memenuhi tantangan dari Robin, keduanya pun asyik berebut bola satu sama lain, penuh kecepatan dan terlihat sangat fokus.


Percakapan antara keduanya saat permaninan basket sedang berlangsung;


"Jika aku menang! Nayla akan menjadi milikku," kata Robin yang sudah menguasai bola.


"Coba saja jika kau bisa!" Sambut Rio.


"Playboy (Rio) sepertimu tidak pantas bersanding dengan wanita baik seperti Nayla"


"Baazzzz" Robin berhasil menguasai bola dan memasukkannya ke dalam keranjang.


("Sial sudah lama gua kagak main basket!" Grutu Rio dalam hati)


Suami Nayla itu tak mau menyerah, ia mencoba merebut bola kembali.


Terjadi rebutan bola basket yang seru dari dua pria itu.


"Kau pikir playboy songong seperti kamu juga layak bersanding dengan Nayla, kau sudah kalah jauh denganku, kami sudah menikah!" Jawab Rio dengan cepat sambil menjegal kaki Robin hingga ia terduduk, kemudian berlari membawa bola basket, lalu melompat tinggi memasukkan bola itu ke keranjang.


"Buzzz..." Bola berhasil masuk dan terhempas ke lantai.


Nayla hanya memperhatikan kedua pria itu sedang asyik bermain tanpa mengetahui apa yang mereka bicarakan.


"Curang!" Tuduh Robin.


"Ini bukan pertandingan kan, semua bisa di lakukan!" Jawab Rio.


"Robin bangkit dan mengejar lagi, kalian sudah bercerai" jawab Robin kembali merebut bola dengan lebih keras hingga terjadi sikut-sikutan dan saling jegal,


Lama-kelamaan keduanya berubah haluan menjadi sebuah pertarungan menegangkan.


Terlihat Robin sangat berhasrat ingin mengalahkan Rio.


Mereka bertarung sengit antara.


Dari segi usia serta ketahanan fisik Robin jauh lebih fit...


"BRUUUUK"


Tendangan keras Robin melumpuhkan pertahanan Rio hingga ia tersungkur jatuh...


"Hentikaaaaaaaaan" teriak Nayla datang menghampiri kedua pria itu.


(Wanita itu mulai bingung mengapa dari bermain basket berubah menjadi perkelahian)


"Pukul aku juga! Dasar kau pria brengsek, kamu mau apa sih?" Nayla menghentak keras dada Robin berdiri diposisi penghalang kedua pria itu.


Robin terdiam dengan nafas terengah-engah...keringatnya terus berjatuhan tiada henti.


"Nay! Untuk apa kau kembali lagi dengannya, kau sudah seperti sampah yang di kutip ulang!" bentaj Robin...


"Prak!" Tampar Nayla geram.


"Kau yang seperti sampah! Sampai kapan kau memperlakukan wanita itu dengan baik!"


"Wanita mana? Selama ini aku membantumu saat kau terjatuh, memperlakukanmu dengan baik, bahkan sangat sempurna!"


"Bunga! Lepaskan dia dari tawanan nafsumu, urus saja dirimu sendiri, apakah kau sudah lebih baik dari Rio atau bukan! tanpamu aku yakin bisa berdiri sendiri.


Aku sudah mengandung anak Rio, jika kau ingin bunuh dia, bunuh saja aku sekaligus" jawab Nayla dengan lantang.


Robin terdiam tak berkutik.

__ADS_1


("Dia tau hubunganku dengan Bunga?" gumam Robin)


Masalah aku dengan Bunga itu masalah priabadiku kau tak perlu ikut campur.


"Kalau begitu, Apa bedanya kau dengan aku, ini juga masalah pribadiku kau tak perlu ikut campur!" Jawab Nayla tak mau kalah.


...


...


Rio mencoba untuk bangkit.


Nayla bergegas membantu Rio.


("Benar-benar cinta yang kuat" gumam Robin dalam diamnya)


"Aku bisa sayang!" Kata Rio berusaha bangkit.


Robin terus memperhatikan keduanya.


....


"Robin menghampiri Rio lalu menarik kerahnya, aku rela kan Nayla untukmu, namun jika kau sia-sia kan dia, maka aku adalah orang yang pertama membunuhmu" ucap Robin dengan gigi yang rapat lalu menghentakkan tubuh Rio hingga mundur beberapa langkah.


....


....


Akhirnya suasana mulai dingin, melihat karakter cinta dua sejoli itu begitu kuat, Robin tak mampu menguasai Nayla, cintanya kepada sahabat kecilnya itu harus pupus demi kebahagian wanita yang ia sayangi.


Suasana mulai mencair.


Robin mengajak mereka ke ruang khusus, di lokasi yang tidak jauh dari lapangan basket, terdapat sebuah gallery mewah serta kantor Robin.


Robin menunjukkan semua koleksi otomotif remote mulai dari harga standart sampai paling mewah.


"Wow! Keren!" Ucap Nayla terkagum-kagum.


Rio juga sangat kagum dengan sepak terjang Robin yang masih muda namun sukses dengan segala prestasinya berhasil memiliki penghasilan fantastis padahal ia juga datang dari keluarga kaya. Pemuda itu juga sudah berkekililing dunia, banyak melakukan percobaan eksperimen dari perusahaan pendukung (Endorse) dengan tujuan mendongkrak penjualan, yang tayang di aplikasi terkenal yaitu Youtube.


"Aku butuh sponsor Bro, dalam dekat ini kami akan mengadakan kompetisi di Brazil balapan mobil remote control, karena pemintanya cukup tinggi disana!"


"Baiklah, tidak masalah! Jawab Robin.


Keduanya berbincang serius tentang masalah bisnis serta strategi cara meningkatkan penjualan dan merasa cocok dalam dunia yang sama.


....


....


Robin menjamu Rio dan Nayla dengan makan istimewa di gallerynya. Kedua pria itu akhirnya menjalin kerja sama yang sehat...


"Harus aku akui jika aku bisa seperti ini karena tidak mau kalah dengan Rio sekaligus pedihnya cinta di tolak oleh Nayla!" Ucap Robin sambil senyum-senyum....


"Karena kau dulu terlalu gendut dan sangat rakus memakan semua bekal Nayla sampai habis, gimana coba dia bisa tertarik denganmu" sambut Rio....


"Wuahahahahha🤣🤣 kok tau!" tawa Robin terbahak-bahak.


"Ciah, cicak di dinding juga tau!" ucap Rio...


"Besar tidak begitu lagi Bro! tenang aja!" jawab Robin santai sambil menaik-naikkan alis tebalnya.


Nayla hanya tersenyum dan tertawa.

__ADS_1


Tawa canda mereka bergema di ruang eksclusive itu...


Robin juga menunjukkan foto-foto koleksi kecilnya yang unyu-unyu, hingga dewasa yang mapan dan tampan bersama keluarganya.....


Setelah keseruan mereka berlangsung.


....


....


Akhirnya waktu jua yang memisahkan mereka.


....


Robin mengiringi keduanya masuk ke dalam mobil...


"Tekwondomu cukup bagus, kapan-kapan kita boleh bertanding lagi, hari ini aku benar-benar tidak siap" kata Rio dengan senyum merekah.


"Yo i!"


"Andai saja dulu kau sekeren ini, mungkin Nayla sudah jatuh cinta kepadamu lebih dulu," bisik Rio.


Robin hanya tersenyum-senyum.


"Kau menantangku bermain basket kan bagaimana jika aku menantangmu balapan!" pinta Rio.


"Ahahaha, boleh juga!" tawa Robin


.....


.....


"Ehem...ehem..." tegur Nalya dengan wajah tidak senang...


"kapan-kapan Beb!" ucap Rio menatap istrinya.


....


"Malam ini aku ingin tinggal bersama suamiku, besok pagi aku akan ambil barang-barangku yah" pinta Nayla pada Robin.


"Terserahmu, karena aku tidak bisa lagi mengontrolmu" jawab Robin.


"Terima kasih yah Bro, senang bertemu denganmu!" Peluk hangat Rio pada Robin.


"Terima kasih sahabatku!" Ucap Nayla dengan mata berkaca-kacašŸ™


"Asalkan kamu bahagia aku juga ikut bahagia! Jangan menangis lagi" Jawab Robin memegang erat kedua pipi Nayla.


(Pemuda itu mengganggap Nayla seolah-olah adik wanitanya)


"Jika si playboy ini (Rio) menyiksamu, kau tinggal hubungi aku, aku akan mengasapinya di tengah jalan!"


"Wuahahahahaha" Tawa pecah mereka bersama-sama.


Rio dan Nayla masuk ke dalam mobil.


Da...da...teriak centil Nayla dari mobil...


......


Mereka akhirnya berpisah.


Vote & Like...

__ADS_1


__ADS_2