![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
"Tapi aku tidak mencintaimu"
tantang Nayla dengan nada suara berubah, terkendali jelas dan nyata, gerakan mulut seperti ada yang menggerakkan dalam kondisi mata memerah.
Sontak Rio terkejut dan melepas Nayla hingga gadis itu tertolak.
Nayla pun menjauhi Rio dan mengampiri Excel...
"Mas, biar Nay saja yah yang nyetir? yaa, Kaca matanya sudah retak mas!" ucap Nayla merasa iba.
Excel hanya menggangguk...
Mereka pun pergi meninggalkan Rio yang masih diam, bengong, terpaku memikirkan keadaan Nayla.
....
Setelah mereka pergi..
"Uuuh, dukun Br*ng*sek, ini pasti ulah dia yang mengendalikan Nayla,"
teriak Rio kesal tingkat tinggi Sambil menendang ban mobilnya
Akhirnya pria itu pun pulang dengan rasa kecewa.....
.....
......
Nayla dan Excel dalam perjalanan.
"Kita pulang ke arah mana mas?"
Tanya Nayla bingung.
"Nay! kita singgah ke Optik dulu yah. Di rumah ada kacamata sih. Hanya saja untuk mengambil pulang terlalu jauh"
"Oh! iyah mas..."
(Rio-Rio apa sih! mau dia, pacarnya sudah lusinan juga! masih saja kurang puas. dasar pria mesum, play boy cap tempe, suka menggunakan harta untuk memainkan perasaan wanita. ngakunya masih perjaka lagi, huuuh! untung saja kemarin aku masih sadar, gumam Nayla berceloteh sendiri di dalam hatinya yang terdalam)
.....
.....
Singkat cerita mereka sampai di Gallery kacamata.
Excel melakukan pemeriksaan kecil dan membeli kacamata yang baru sesuai seleranya.
"keren mas" ucap Nayla mengajungkan jempolnya.
.......
.......
◇◇◇◇◇
Di waktu yang sama
Sampai di rumah,
Rio melempar semua barang-barangnya dengan kesal, langsung bergegas mandi dalam jatuhan air shower yang membasahi kepalanya yang sangat panas serasa berasap-asap....
"Andai saja kamu tau Nay? jika dirimu saat ini, sedang dalam bahaya" gumam Rio kesal
...............
...............
◇◇◇◇◇◇◇◇◇
Setelah Usai membeli Kacamata,
Nayla dan Excel kembali ke mobil, kemudian Excel mengambil posisi menyetir lagi.
"Mas! jika Nay, boleh tau. mas! Rabun apa yah?"
"Rabun jauh. Minus..." jawab Excel
"Oouh"
"Dari kecil suka main game gitu. Yaah sekaligus faktor usia juga lah" jawab Excel
__ADS_1
"Dari kecil sudah pakai kacamata?" tanya Nayla lagi
"Hmmm....kelas 2 SMP"
"Oohh..sudah lama yah!..."
"Kenapa..?" tanya Excel kembali.
"Oh enggak!...ehehehe..(cengengesan),
mengapa tidak pakai metode leser"
"saya kurang berani"
"oouh,"
("Rio juga suka main Game, apa mata anak itu tidak kabur juga", gumam Nayla)
((ciyeee ada yang perhatian bo'))
.........
.......
...Akhirnya mereka sampai di rumah Nayla pukul 20.00 wib malam...
(turun dari mobil)
"Sebentar yah mas, Nay obatin dulu"...
Saat Nayla mengobati Excel
"Mas, maaf yah! Rio itu memangnya anak arogan sekali, mungkin dia merasa dirinya itu hebat! karena punya segalanya" ucap Nayla kesal...
"Rio itu terlihat mencintaimu" kata Rio....
"Ah!, semua jenis wanita pasti dia cintai, dia itu kan playboy, buat kesal" jawab Nayla
Excel tersenyum kecil
"Pria playboy sekalipun juga pasti akan memiliki akhir dari tambatan hati kan? Yang saya lihat! dia beneran suka dengan kamu. Hanya perasaan cinta yang bisa membuat pria kehilangan kendali"
"Hehe, saya juga pria kan??"
"Hehehe, iyah juga yah" Nayla cengengesan....
"Kamu suka dengan dia Nay?"
tanya pria itu langsung tanpa basa basi lagi karena Excel bisa melihat di kedua bola mata gadis itu ada cinta yang menghiasi perasaannya untuk Rio...
"Ah!...yang seperti itu tidak usah di bahas mas"
"Tapi saya masih ada peluang kan?" Tanya Excel lagi, lebih berharap untuk memiliki Nayla...
"Ehehehe..." Sambut tawa gadis itu dengan senyuman..
Mereka pun ngobrol bersama dan saling bercanda.
Hingga waktu jua lah yang memisahkan keduanya...
dan akhirnya Excel meninggalkan kediaman Nayla...
.....
.....
Di Sudut Ruang tersembunyi.
Terlihat seorang pria sedang membuka buku dan leptopnya dengan sangat serius, mencari strategi sebuah perhitungan logika dalam sebuah kempetisi yang biasa ia pakai saat balapan di sircuit, untuk bisa merebut kemenangan..
Rio mulai terbayang banyak hal-hal keganjilan yang dia rasakan saat bersama Nayla...
*Pertama, kali dia ingin mencium Nayla tepatnya, di hutan chikole. Tiba-tiba Vina menelpon dan mengajak jalan, padahal jadwal jalan mereka, sudah di tentukan..
Kedua, saat hendak melakukan hal yang sama, pada saat Rio sedang sakit. Gerakan lutut gadis itu tiba-tiba menerjang area perut Rio dengan keras.
Ketiga terakhir di apartemen?
sebuah tendangan yang cukup kuat menghantam area ******** Rio*.
"seorang wanita yang poster tubuhnya kurus kecil itu, bisa memberikan pukulan yang rasanya sama seperti pria kekar. Aku saja menggendongnya sangat mudah.Tidak masuk akal, (gumam Rio tidak habis pikir)
__ADS_1
Huuuufft!, aku yakin itu bukan Nayla pasti replika sukma si IBLIS yang melakukannya dengan kekuatan supranatural"
......
......
akhirnya pria itu bisa mengambil kesimpulan;
"Saat hati kami mulai menyatu ada hal yang memisahkan....
Yah, artinya..
Semakin perasaan Nayla membenciku, maka Iblis itu mudah mengendalikan Nayla karena jiwa mereka sejalan,
hmmmmm!
Tapi kenapa dengan aku saja. Apakah dengan pria lain seperti itu juga???? tampaknya dia sangat mudah mendekati pria lain..
Aku perlu cari tau dan harus mengujinya sendiri"
Setelah banyak melakukan analisa dan penggabungan serta hal-hal aneh yang ia alami bersama Nayla,
Rio menemukan cara...;
Pertama ,singkirkan Excel
Kedua, Putuskan semua wanita yang ada bersamaku saat ini termasuk pacar untuk acara Even di depan umum, lalu yakin kan hatinya jika dialah wanita satu-satunya yang aku miliki dan benar-benar serius mencintainya.
Ketiga, sentuh hatinya dan jangan mudah emosi,...
Keempat aku harus banyak mengalah, dan jangan terburu-buru..
.......
setelah selesai Rio berjalan menuju kasur...
Rio terbayang dengan Nayla saat gadis yang jahil itu pernah berada di kamarnya, bercanda menggodainya hanya untuk sebuah poin
dan masih terngiang jelas dengan gayanya yang kocak sambil berkata memakai pakaian sedikit sexy;
"Gimana Bos! tergoda denganku! gak kalah sexy kan dengan wanita-wanita mu, bisa di coba dengan harga 2 T"
di jawab langsung oleh Rio dengan gaya sok imut, jaga image dan jual mahal banget.
"Malas sudah Karatan"
Nayla juga sering mengganggu Rio sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjannya di tengah malam ataupun sedang bermain Game. Tapi pria itu tidak menanggapinya sama sekali hanya meng-Ibaratkan ada induk nyamuk yang sedang menghinggapinya,
Sampai-sampai Rio mengangkat dan menyeret Nayla keluar dari ruang kerjanya...
Hal-hal pertengkaran unik, menggemaskan selalu menghantui Rio dan sulit untuk di lupakan. Sampai-sampai dia suka senyam senyum sendiri bahkan sedikit tertawa...seperti orang gila.
Hingga tak sadar bibirnya terucap;
"Aku kangen sama kamu Nay dan lelah dengan ke salah pahaman ini..
"Apakah ini yang dinamakan CINTA???
Pesan dan panggilanku selalu kau abaikan...
Cintaku kau tolak...Aduh sakitnya...(memegang jantung)
Beginikah sakitnya cinta tak bisa memiliki.
Dulu dia mengejar cintaku sekarang aku yang mengejar cintanya.
Ini juga kah yang dinamanakan dunia itu berputar...atau otakku yang sudah Error 404!!
Nay! aku benar-benar tidak rela jika engkau, Menikah bahkan berdua dengan pria lain..
Aku sangat mencintaimu
Aku begitu merindukanmu
Bisa kah? kau lihat kondisiku seperti ini
Bagaimana harus meyakinkannya...??"
Rio pun tertidur meringkuk di atas tempat tidur...dengan kondisi sangat lelah.
🕯VOTE 🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW
__ADS_1