![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Tak lama kemudian....
sang Dokter pun datang..
"Halou, selamat pagiiii" sapa Heru dengan senyum yang ramah.
"Pagi Doook" balas Nayla dengan senyuman manisnya.
"Saya Nayla" Gadis itu memperkenalkan diri dengan manis.
"Ooh! ini yang namanya Nayla, istri? atau kekasih Rio? gurau Heru saat berjabat tangan dengan Nayla.
Mendengar hal itu, Rio tersenyum kaku, malu-malu manja..
"Hehehehehe (cengengesan), ah! Dokter bisa saja bercandanya! saya hanya Perawat pribadi di keluarga Tuan Jefri Dok" jawab Nayla.
Si Dokter hanya mengangguk-angguk dengan tersenyum-senyum sambil menghampiri Rio.
"...Waah..waaah! kenapa nih? dengan si jagoan kita. tiba-tiba sakit" ucap Heru yang sudah sangat mengenal Rio semenjak remaja.
Rio hanya tersenyum..
5 menit si Dokter memeriksa dan langsung memberikan suntikan pada Rio.
"Tidak apa-apa, kamu hanya demam biasa, kelelahan pikiran, kurang tidur, kurang minum dan telat makan, itu lah faktornya" jawab singkat Heru..
"Iyah benar Dok" jawab Rio mengangguk.
"Kenapa? apakah beban pekerjaan yang terlalu berat?" tanya Heru.
Rio tersenyum saja.
"Ayo lah semangat, kamu pasti bisa!" ucap si Dokter
"Terima kasih yah Dok" jawab Rio dengan nada berat.
"3 hari ini! Rio, wajib off bekerja dan harus istirahat to..tal, jika kamu paksakan, arahnya bisa akan jatuh ke Types, paham yah!" pesan sang Dokter
Rio mengangguk pertanda paham.
kemudian Heru menjelaskan apa-apa saja yang harus di kerjakan oleh gadis bernama Nayla itu,
mulai dari jadwal tensi darah dan dosis pemberian obat, jenis makanan yang belum boleh di makan, pemberian asupan makanan yang steril dan bergizi serta mandi setelah 3 hari kemudian, tubuh hanya boleh di lap dengan air hangat.
Nayla pun mengangguk dan sangat paham.
"Apa tidak perlu di infus dok?" tanya Nayla
"Suntikan itu sudah cukup kuat untuk menurunkan panas Rio dengan cepat, dan perlahan staminanya akan membaik"
"Terima kasih yah Dok"
"Saya harap kamu bisa merawatnya dengan baik yah"
"Iyah Dok"
Kembali Heru mendapati Rio
"Cowok macho harus kuat yah, cepat sembuh, saya permisi dulu, ingat pesan saya tadi dan saya sudah titipkan kamu dengan suster cantik itu (menunjuk Nayla yang tengah memeriksa obat-obatan Rio).
'AJC' (bisik sang dokter).."
"Apa an tu Dok?" tanya Rio serius.
"AWAS JATUH CINTA"
"Ahahahahaha" tawa sang Dokter yang usianya se-umuran dengan papa Rio
Rio langsung tersenyum lucu dan mengacungkan jempolnya ke arah sang Dokter.
"Nona cantik saya pamit dulu yah" tegur Heru
Lalu Nayla berlari kecil menghampiri si Dokter
"Kabari saya jika ada hal-hal darurat yah" pesan Heru
"Ok dok" jawab cepat Nayla
__ADS_1
Kemudian ia mengantarkan Heru ke depan pintu utama, keduanya terlihat sambil ngobrol ringan.
....
....
.....
Saat Heru mulai pergi, Nayla si gadis yang sedang mencari cinta sejatinya itu bergerak menuju dapur karena perutnya mulai terasa lapar.
Setelah itu ia kembali ke kamar Rio dan membawa semangkuk bubur nasi, namun Nayla sudah mendapati pria itu tertidur dengan pulas, pertanda reaksi obat yang sudah bekerja dan Rio sudah dalam kondisi memakai kembali bajunya (kaos oblong).
Nayla meletakkan semangkuk bubur, dilanjutkan dengan merapikan kamar, lalu diam-diam gadis itu duduk di samping Rio sambil memandangi wajahnya yang sedang tertidur dan berkata dalam hatinya;
"Aku akan merawat Rio sampai dia benar-benar sembuh, sebagai bentuk ucapan terima kasihku kepadanya. Tidak bisa ku pingkiri selama ini Rio sudah banyak membantuku meskipun dengan segala bentuk embel-embel yang dia inginkan. Yaaa, anggap sajalah! ini balasan baik dariku, agar tidak ada kata ataupun cerita upat Budi di kemudian hari, setelah itu aku bisa pulang kampung dengan tenang dan berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan sosok pria ini.."
Terdengar di kesunyian...
"Tlilit..tlilit..." (suara ponsel Nayla berbunyi)
Sementara ponsel Rio dalam kondisi Nonaktif..
"Panggilan luar Negeri" gumam Nayla
"Jangan-jangan om Jef"...
"Halo"
(Nayla berjalan menuju teras)
"Halo Nayla, ini om!"
"Iyah om"
"Bagaimana kondisi Rio, om sudah dapat kabar dari Davin dan Dokter Heru"
"Tidak apa-apa kog om. Rio sudah baikan, saat ini dia sedang tertidur, hanya demam biasa, akibat kelelahan dan kurang menjaga kesehatan om!"
"Maaf yah Nay, sudah merepotkanmu"
"Tidak apa-apa om, Nay senang bisa membantu,. Oh yah om! gimana liburannya"
"Jangan om! liburan saja dulu, masalah kesehatan Rio, biar Nay yang menanganinya"
"Hmmm, sebelumnya terima kasih yah Nay, tapi Perusahaan tanpa kepala sedikit akan terlihat tidak terkendalikan. Apalagi ini banyak projek EFER dan ONRACE sama-sama lagi berkembang. Untuk pimpinan baru seperti Rio pastilah dia akan kewalahan, tidak apa! lain kali om dan tante bisa liburan kembali"..
"Ooouh begitu yah! Oke deh om, mana baiknya saja"
"Oh yah Nay. Sepertinya tante ingin bicara"
"Iii...iiyah om" (Nayla sedikit gugup)
....
Dilain tempat
.....
Terlihat Dewi menggenggam ponsel sambil mencari posisi yang jauh dari suaminya,
"Heh Nayla. Apa sih pekerjaan yang bisa becus kamu pegang selain berkebun, harus nya kamu perhatikan donk sarapan Rio pakain Rio kontrol jadwal makan dan vitamin sebelum dia tidur. Benar-benar yah! kamu ini tidak bisa di harapkan"
Celoteh Dewi tanpa titik koma..
"Tapi tante...(terpotong)
"Rio itu anak kesayangan saya, kalau kamu tidak bisa merawatnya dengan baik, mendingan kamu keluar dari rumah saya. Paham kamu! Dasar 'gadis pembawa sial'!" bentak Dewi dengan kasar dan lantang.
"Trup" Nayla terkejut karena telpon tiba-tiba langsung di matikan secara sepihak..
Sambil menelan ludah, Seketika itu airmata Nayla ikut menetes..
"Lebai banget ni si nenek lampir! emang aku ini istrinya Rio! Sampai sedetail itu mengurusnya. Dia yang punya anak kenapa jadi aku yang harus repot, harusnya dia tidak perlu ikut ke Swiss, dampingin donk! anaknya kalau emang dia sayang!.
Ininih! si 'de.de.mit' satu ini yang buat aku tidak betah tinggal di rumah ini.
Ucapan seorang yang terpandang sangat kasar seperti itu. Seperti tidak berpendidikan. Sudah di tolong juga anaknya!
__ADS_1
..
Iih!..ih!..ih! nyebeliiiiiiiin!.....rasanya si nenek ingin di injak-injak-injak-injak
(jingkrak-jingkrak kesurupan di teras dengan penuh emosi seolah-olah di bawah telapak kakinya ada sosok Dewi kumala)
Sabar Nay!..sabaaar!..pandanglah Om Jef yang sudah banyak menolong dirimu anggap saja yang lain itu 'Hantu' ".
Ucap Nayla sambil mengelus dada dan menghapus air matanya, memandangi jauh ke langit yang luas.
....
....
Tiba-tiba, terdengar suara batuk kecil dari dalam kamar
"Uhuk..uhuk...uhuk"
Nayla bergegas lari mendapati Rio sambil membawakan segelas air putih dan pria itu untuk minum..
"Makan dulu yah! Setelah itu minum obat"
Ucap Nayla dengan lembut bangkit mengambil semangkuk bubur yang masih hangat.
kemudian, gadis itu perlahan mulai menyuapi Rio dengan sabar.
Mereka mulai tatap-tatapan secara jelas, Nayla yang saat itu mengenakan terusan berwarna biru elektrik, sehingga memancarkan cerah kulit putihnya. Namun sayang, wajahnya murung, lesu tanpa semangat dan senyuman. gairah hidup sang gadis menghilang ditelan oleh omelan Dewi Kumala.
Sementara Rio sangat bersemangat dan
merasa terharu pada Nayla, meski sudah membentaknya dan memperlakukannya seperti pelayan, namun gadis itu masih tetap berkenan menolong Rio dalam keadaan darurat.
Aliran darah pria itu serasa berdesir,
Serrrrrr!!...jantung mulai berdetak kecil namun cepat..(terdengar di stetoskop ; deg.deg.deg.deg.deg)
Mengeluarkan keringat pertanda suhu tubuh mulai normal bercampur aduk dengan rasa grogi....
...
...
...
...
...
...
weleh...weleh.. sepertinya ada yang sudah jatuh cinta..nih...???
.....
.....
sekilas info:
A; ....Cuy! gimana cara ngumpulin poin sebanyak-banyak nya biar author bisa vote sendiri. yang ahli nya wajib jawab di kolom komentar yah, author tunggu kehadiranmu..hehe,
ajari dulu author yang rada-rada ketinggalan dan kuno ini.
R; .. is..is..kasihan banget thor vote sendiri!
A; gak apa, yang penting halal🤣🤣
....
.
.
.
..
don't forget guys!
__ADS_1
â—‡
like........vote.......comment.....star five ....follow author sarah mai..sebagai bentuk dukunganmu terhadap penulis.. okey...