![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Rio pun berkesempatan mengusap lembut rambut Nayla.
Setelah cukup lama mereka berpelukan, Nayla melepas dekapan hangat di tubuh yang sangat nyaman untuk berlindung itu,
Perlahan melepas pelukan dan melangkahkan kakinya menuju sofa.
Rio pun ikut menyusul
....
Gadis berusia 25-26 itu terduduk lemas dengan wajah yang sendu...
"Sebelumnya, kejadian aneh ini juga pernah terjadi dengan para mantan pacarku. Saat mereka ingin mencoba menyentuh tubuhku, selalu saja tangan atau kaki ini bergerak sendiri memukul mundur mereka, lalu mereka pun menuduhku sengaja melakukan hal aneh itu sambil berkata; 'aku ini gadis yang kasar', 'Payah', 'Tidak Asyik'.
Mungkin itulah alasannya para lelaki yang pernah menjadi pacarku selingkuh dengan wanita lain.
Gaya pacaranku yang terlalu kuno dan tidak kekinian untuk mereka" ucap Nayla menundukkan kepalanya.
Rio tersenyum kecil lalu terjongkok di dihadapan Nayla...
"Jadi kamu belum pernah berciuman?" Tanya Rio
Nayla mengangguk.
"Sekalipun?" Tanya Rio meyakinkan dan tidak percaya.
Nayla Mengangguk kembali
"Wah! Keren," jawab Rio mengacungkan jempolnya
"Apanya yang keren, aku ini selain sial! juga Gadis yang ketinggalan atau tidak hits dengan percintaan"
Rio terseyum cute, sampai-sampai giginya putih nan rapat itu terlihat jelas..
"Nay! Jujur, aku sangat senang mendengarnya. Sebagai lelaki aku merasa beruntung bisa memiliki kamu,
Nay! Aku serius 'MENCINTAIMU' (memegang erat kedua tangan Nayla) Please! aku mohon parcayalah"
"Tapiiii"
"Denger dulu Nay!
Aku sudah memutuskan semua hubunganku dengan wanita manapun dan serius mencintaimu bahkan menikahimu,
Pria yang benar-benar mencintaimu itu akan menikahi bukan menjamah dirimu,
Cintaku tulus padamu Nay! meski tanpa menyentuh tubuh kamu"
Nayla sempat bengong dengan tatapan-tatapan yang tidak percaya dan tatapan itu disambut oleh Rio....
(Nayla berdiri lalu berjalan sedikit menjauh)
"Kamu jangan bercanda Rio. Aku kan sudah bilang. Aku tidak ingin menikah dan tidak berani kecuali dengan cinta sejatiku"
"Apa kamu tau cinta sejati kamu itu seperti apa?" Tanya Rio membantah lalu berdiri kembali menghampiri Nayla....
"Tapi tidak menikah adalah pilihan lebih baik, aku tidak kuat menghadapi kematian lagi"
("Nyawamu sedang terancam Nay, aku masih ingin kamu tetap hidup", gumam Rio yang tidak bisa mengatakan perkataan yang sebenarnya")
"Berikan aku satu kali saja kesempatan! mungkin aku adalah cinta sejati kamu, kita harus mencobanya, bukankah kamu mengatakan untuk menghancurkan bayangan hitam itu hanya dengan cara menyatukan 2 hati yang saling mencintai?,
Aku tidak perlu bertanya apakah kau mencintaku juga? Karena aku sudah tau jawabannya. Kedua bola matamu tidak bisa berbohong. Ada cinta disana untuk ku"
jawab Rio meyakinkan.
"Tapi semua itu percuma, bagaimana dengan tante, apakah kamu menghiraukan pesannya?"
"Pesan apa?"
"kalimat Jangan mendekatiku "
"Kamu mendengar percakapan kami malam itu?" tanya Rio lagi
Nayla mengangguk
"Terus mengapa kamu tidak membuka pintu saat aku mengetuk?"
"Aku hanya ingin menjauh dari mu dan tidak ingin bertemu" jawab Nayla dengan wajah sendunya.
"Sayang, aku berjanji! Akan membuktikan ucapakanku jika aku benar-benar mencintaimu dan aku harap kamu juga harus melakukan hal yang sama,
Kita harus saling mendukung. Aku tahu hubungan ini sangat rumit dan sulit, Jadi aku mohon Nay! Kamu harus sabar, aku tidak bisa membawa hubungan kita ke dunia public secepat ini"
("Apakah? kali ini aku harus percaya dengan CINTA lagi, entahlah!", ucap Nayla dalam hati)
"Jika kamu mati aku juga ikut" kata Nayla
Rio hanya tersenyum.
__ADS_1
"Percayalah sayang! yang bisa mematikan itu, hanyalah Tuhan. Sesulit apapun soal matematika pasti ada Rumusnya..."
Nayla masih bingung dan ragu......
"Okey! Semangat, aku ingin melihatmu menjadi srigala yang hebat" pinta Rio
"Ahahahaha..." wajah yang sendu itu kembali tertawa
"Aaaakkhhhh, aku jadi tidak sabar untuk menuntaskan ronde-ronde itu (sex) bersamamu"
"Maksudnya?" tanya Nayla bengong.
"Hahaha...lupakan saja. Ayo kita masak! aku lapar..."
.....
keduanya lalu berjalan menuju dapur
.....
Nayla kembali memotong tempe.
Rio menghidupkan kompor dan meletakkan wadah penggorengan plus minyak goreng.
"Sini! biar aku saja yang masak!"
(ambil alih Rio)
"Kamu bisa masak??" Tanya Nayla takjub.
"Hahaha..ini masakan yang mudah"
"Waaaah! hebaaaat, pacarku paling T.O.P"
kata Nayla kegirangan.
"Aku ini! anak perantau bukan anak manja"
Bisik Rio...
"Aaaaaaaaaaah..." cubit Nayla di area tulang rusuk Rio.
"Aduh!....kata Rio spontan...
.....
.....
berkata dalam hatinya;
("Aku tidak bisa melukiskan perasaanku hari ini. Bahagiaaa banget! serasa kesulitan yang ku lalui hilang seketika, terbang bebas bersama burung-burung kecil melintasi awan yang lembuuuuut" )
Rio pun hanya bisa tersenyum..
.....
....
"Selesaaai" teriak kecil Rio
"Prok ..prok..prok..asyiiikkk makaaaaan.."
Sambut Nayla dengan joget centilnya.
Kedua pasangan itu pun makan berdua dengan lahap.
Di ruang tv tepatnya di bawah
"Hmmm...enak" kata Nayla mengacungkan jempolnya.
"Siapa dulu yang masak"
"Kekasihku! Teriak imut Nayla
(Rio hanya tersenyum lalu tertawa geli melihat tingkah kekanak-kanakan Nayla yang mengemaskan,
Sambil menghapus-hapus kepalanya)
....
"Terkadang kesederhanan itu penting beb!"
"Iyah, (jawab Nayla sambil mengangguk)
Asalkan bersamamu makan apa aja boleh"
"Makan kamu boleh?" bisik Rio
"Ihihihihi" keduanya tertawa manis..
__ADS_1
Dan saling suap-suapan tempe..
Suasana romantis malam itu, masih diringi oleh rintik-rintik hujan yang membasahi bumi bersama Indahnya cinta yang sedang bersemi...
...
Setelah makan..
....
"Yank! kamu ngapain mondar-mandir?" tanya Nayla
"Habis makan, gerak jalan minimal 40 langkah, biar kalori terbakar" jawab Rio..
"Oh gitu yah"
Nayla lalu mengikuti langkah Rio dari belakang sambil senyum-senyum..
Dan setelah itu Rio gerak cepat berbalik ke belakang dan mengangkat Nayla sambil berlari-lari kecil...
"Oooou"...teriak gadis itu...
"Ahahahah...ahahahahaha..." tawa Nayla dan Rio kegirangan...
....
Keduanya tampak begitu sweet dan romantis..
.....
.....
"Hah..hah!" Suara ngos-ngosan Rio sambil mengeluarkan keringat...
.....
....
Setelah itu mereka duduk di bawah..
Rio pun tiduran di paha Nayla..
"Sayang! kamu serius tidak mau tinggal di Apartemen?" tanya Rio
"Tidak usah lah yank! Aku hanya ingin hidup sederhana...menjadi sosok sederhana itu ternyata jauh lebih enak,
(Rio tersenyum)...
"mmmm, Segitunya kah?"
........
........
🎥🎥🎥🎥🎥
Waktu terus berjalan, tanpa terasa! sudah menunjukkan pukul 22.00 wib malam,
Terlihat seorang nyonya besar mondar-mandir di ruang tamu. Sesekali mengintip ke arah jendela. Apakah anak kesayangannya, sudah pulang atau belum.
"Mah, kamu kenapa sih, mondar-mandir seperti setrika saja" ucap sang suami.
"Kenapa sih! Semua kaum Adam itu bisa santai, padahal sudah tau anaknya jam segini belum pulang" celoteh Dewi dengan bibir yang tebal...
"Terus! kalau kamu mondar-mandir si Rio bakalan muncul tiba-tiba di hadapan kita"
"Setidaknya mama ini khawatir pah dan tidak tenang"
"Huufft! wanita selalu berlebihan, Rio itu sudah dewasa. Sebentar lagi dia juga akan pulang. Dia juga pernah pulang sampai larut malam"
"Kalau mama tau tujuannya tidak masalah pah! Davin saja tidak tau atasannya pergi kemana? Mana ponselnya di matikan lagi!"
"Aaah! Sudahlah papa mau tidur" kata Jefri bangkit berjalan menuju kamarnya..
"Haduuuuh, Rio kamu kemana sih???, semoga saja dia tidak sedang melakukan hal-hal memalukan. Aku takut sekali anak itu terlibat skandal sex di luar sana dengan wanita-wanita yang tidak jelas", gumam Dewi
Dewi tidak mengetahui jika anak kesayangannya itu sedang berasyik-asyik ria, terbang ke planet cinta bersama gadis yang tidak dia sukai.
...
...
don't forget guys!
â—‡
like........vote.......comment.....star five ....follow author sarah mai..favorite
T E R I M A K A S I H*
__ADS_1