![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Sepanjang perjalanan, Rio hanya menunjukkan ekspresi wajah masam. mereka tidak terlihat saling bicara satu sama lain. Keduanya lebih memilih diam dengan Ego masing-masing.....
"Aku benar-benar tidak paham dengan tingkah si crocodile ini, seharusnya aku yang marah! kenapa jadi dia,..uuh! Menyebalkan" gumam Nayla dalam hati...
.....
Waktu menunjukkan 22.10 wib Malam..
.....
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah..
Rio bertingkah sangat cuek, tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah dengan langkahnya yang cepat.
.......
((Kalau kata orang melayu bilang guys! Ada yang merajok lah))
.......
Sementara Nayla dengan sigap mengejar Rio dan mengikuti pria itu menuju kamar nya..
"Rio..., tunggu" ( keluar mobil)
"Rio...(menaiki tangga)
"Rio (hampir memasuki kamar)
Sesampai di depan kamar..
Nayla mempercepat langkah nya lalu menarik tangan Rio hingga keduanya terhenti.
"Kenapa kamu tidak mengizinkan aku pulang dengan Excel?" tanya Nayla penasaran.
"Heh (sinis)! kamu pikir rumah ini Apartemen kamu. Bisa sesuka mu pulang jam berapa pun kamu mau! Begitu?,
dengar yah!
Ini Jakarta, bukan Kampung loh!
Dan gua enggak habis pikir, ternyata kamu ini 'perempuan gampangan'. Di perlakukan baik sedikit doang dengan pria asing, langsung saja mau di bawa kemana pun?,
seandainya jika kamu di bawa ke Apartemen nya, terus! kamu di beri obat sejenis perangsang.
Siapa yang akan kamu salah kan? bokap gue???" Bentak kecil Rio.
"Prak!" Tampar Nayla tepat di pipi Rio.
(Nayla menangis)
"Aku bukan wanita gampangan Rio, dan aku yakin Excel adalah pria yang baik, dia itu sudah baik nolongin aku di peristiwa yang sudah cukup sangat membuatku malu, apa kamu kurang puas? melihat aku di tertawai semua orang" ucap geram Nayla..
"Ooh begitu yah, baiklah"
(Rio berjalan masuk ke dalam kamar nya penuh emosi, tepat menuju ruang kerja dan menuliskan sesuatu, kemudian balik lagi menemui Nayla..)
"Ini (Rio melemparkan selembar Cek yang bernilai 10 juta) ambil! kau suka uang kan?? Aku akan bayar Rasa Malu kamu sebagai bentuk tanggung jawab ku, plus dengan semua yang kau pakai dan asal kamu tau, orang yang memerintahkan Davin untuk memperbaiki penampilan mu adalah aku, bukan papa,"
"Apah?" Nayla Kaget..
"Jika masih kurang! kau bisa meminta nya besok, karena hari ini aku sangat lelah"
ucap Rio tegas dan langsung masuk, membanting pintu kamar nya..
__ADS_1
"Duaar"...
Seketika, kaki gadis yang akrab di sapa dengan Nay itu lemas tak berdaya dan terduduk tepat di depan pintu kamar Rio, sambil menangis tersedu-sedu lalu berkata dalam hatinya;
"Meski aku tersakiti berkali-kali oleh pria, namun baru kali ini aku menemui pria sekasar Rio.
Kau sangat egois Rio! aku tidak mengerti dengan dirimu, mengapa kau benar-benar menganggap ku seperti budak, aku tau aku menumpang di rumah ini dan akan ku buktikan kepadamu, uang tidak bisa membeli segalanya meski aku begitu menyukai nya..aku benciiiiiiii..
Riooooo, si Crocodile jaahaaaat, pria tengik, sok jagoan, sombooung!..
ih!!!
"Bruk" (suara tendangan Nayla menendang pintu)..
Aduhh...aduuh...aduuh.., sakit-sakit-sakit-sakit
(Nayla jingkrak-jingkrak kesakitan karena pintu yang ia tendang terbuat dari kayu
asli yang sangat keras dan tebal)"
....
Dalam kondisi sedih (mewek) Nayla menyelipkan cek pemberian Rio melalui celah kecil pada kaki pintu, ia menolak pemberian pria itu.
Kemudian ia turun dan kembali ke dalam kamar nya dengan perasaan yang sedih...
.........
.........
"Seperti nya aku benaran tidak bisa lagi tinggal di Rumah ini, semakin lama tinggal di sini aku bisa terkena penyakit sawan gila mamatikan, jika benar-benar tidak mendapat pekerjaan, paling tidak! Di malang ada lahan tante yag bisa di olah (sewa) dan pikiran ku jauh lebih tenang,
(tante Nayla tinggal di pedesaan malang daerah pegunungan)
Atau jangan-jangan sebenarnya cinta sejati ku itu ada di Malang"...
Ucap gadis itu sambil terbaring di atas kasur setelah ia bersih-bersih dan mengganti pakain nya..pikirannya terus berkecamuk hingga akhirnya ia terpaksa tidur di atas kasur yang menurutnya keras tanpa menggunakan ruang pendingin (AC).
......
......
Suasana di keheningan subuh yang mampu membius setiap pikiran jiwa yang rapuh menjadi kuat kembali. Nayla bangun pagi-pagi bergegas mandi dan melaksanakan sholat subuh,
Setelah itu,
Ia diam-diam sudah mengkemasi barang-barang nya dan berniat ingin kembali pulang ke kota kelahirannya.
"Mmmm, tapi gimana yah! Cara ngomong nya
ke om,! pasti si nenek lampir itu kesenangan dan akan menari di atas kekalahan ku, tapi biar kan saja lah, aku sudah tidak punya pilihan lagi..ini lah yang terbaik"...
......
......
Waktu terus berjalan..
Terlihat juga sosok pria muda yang tak lain Rio Abraham sudah bersiap-siap dengan seragam kantor nya dan Dewi Kumala juga membantu keperluan Rio sebagai bentuk dukungan sang bunda kepada anak lelaki nya itu yang tengah akan memulai full bekerja di dunia perkantoran.
"Hmm, anak mama sudah gauanteng, keren deh!" ( sambil merapikan dasi Rio)..
"Terima kasih mah!" Ucap Rio dengan senyuman khas nya..
__ADS_1
Keduanya pun turun bersama, Dewi menggandeng Rio sampai menuju ruang makan..
"Selamat pagi papa, lihat anak lelaki mu!"..ucap Dewi Kumala dengan centil nya..
Kemudian mereka pun sarapan diiringi obrolan ringan,
dengan tujuan memberi semangat kepada Rio..
Setelah itu Rio bangkit dan berpamitan, tanpa di sengaja, mantan pembalap moto Gp itu berpapasan tepat di depan pintu kamar Nayla yang kebetulan akan sarapan. Keduanya sempat berpandang-pandangan kilat lalu Nayla dengan cepat mengalihkan pandangannya, dan keduanya bergerak menuju arah masing-masing.
.....
"Nay, sarapan dulu" pinta Jefri.
Nayla datang dan duduk tepat di dekat Jefri
"Mama ke kamar dulu yah pah, mau berkemas!" Ucap Dewi langsung bangkit menuju Kamar nya..
"iyah" balas Jefri mengangguk..
("Sebaiknya aku katakan sekarang saja," gumam Nayla dalam hati)
"Om tidak ke kantor??" Tanya Nayla sambil mengambil selembar roti sambil mengolesi selai..
"Hehe (senyum Jefri terlihat fresh karena setengah beban pekerjaan sudah dialihkan kepada anaknya),
Sekarang kan sudah ada Rio.,.jadi om tidak usah terlalu pagi ke kantor,
Oh iyah Nay, besok om dan tante akan berlibur ke Swiss sekaligus melihat acara Beauty Even yang di selenggarakan oleh Gea. Anak itu ingin membuka cabang baru di kota Bern, Swiss dan om rasa kepergian om ini sangat cocok untuk melatih Rio sebagai pengendali tunggal perusahaan. Yaaah, sekaligus om ingin menghabiskan waktu tua (quality time) yang lebih tenang bersama tante,
Jadiii! om ingin minta tolong kepada kamu Nay,. Tolong bantu Rio dengan keperluan nya di rumah yah!, paling tidak kamu bisa mengganti kan tante sementara di rumah ini. Karena dunia perkantoran tidak sama dengan arena balapan. Yah, om yakin anak itu akan sedikit kewalahan. Tapi mungkin itu hanya di awal-awal saja. Om juga sudah mempersiapkan 3 sekretaris untuknya"
Mendengar hal itu, Nayla gagal memberitaukan rencananya yang ingin kembali ke Malang.
"Berapa lama om di Swiss?" Tanya Nayla yang sebenarnya, dia sedikit kesal mendengar rencana Jefri. namun, ia tidak bisa menolak..
"Mungkin 1 atau 2 minggu" jawab jefri santai..
"Hah (kaget) du..dua minggu om?"
"Hehehe, itu masih rencana"
(Astaga!!! bisa jadi apa aku dua minggu di rumah ini bersama si tengik itu, gumam nayla semakin kesal)
"Kamu keberatan yah Nay?"
"Oh! Tidak om, tidak..hehehehe (cengengesan)..yah! Om sebaiknya bersantai-santai saja lah dulu,.memang sepantasnya Rio yang harus bekerja,...hehehe"
(semoga si tengik itu terkapar di dunia kerja, sumpah serapah Nayla dalam hati)
.......
.......
.
.
.
.
.
__ADS_1
sore 1 part lagi yah read..hehe..niat nya langsung sekaligus 2 tapi apalah daya waktu terbatas..