![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
"Aku akan menikahkan putraku dengan wanita yang pantas untuknya.
Kau tidak berhak atas rumah ini,
10 M sebagai pemberian dari saya, cukup untuk biaya hidupmu selanjutnya," jawab Dewi dengan sombongnya.
Nayla hanya diam membisu, sambil menelan ludah, diiringi tetesan airmata kepedihan.
"Mengapa harus aku yang mengugatnya tante, mengapa bukan Rio langsung yang datang dan menceraikan aku!" Bantah Nayla.
"Kamu tidak usah banyak bicara! Cepat tanda tangani surat ini, sampai mati pun kesialan kamu itu tidak akan pernah hilang! kamu itu jangan egois Nayla, Apa kamu tidak kasihan dengan Rio? Dia Akan terus di hantui tragedi kecelakaan maut?...
Nasib baik, anakku selamat hari ini, bagaimana jika besok-besok ia mendapat musibah yang lebih besar lagi, karena aku tidak rela jika Rio sampai tewas karena ulahmu, Kau boleh menikah lagi dengan lelaki mana pun, karena aku tidak akan pernah melarangnya,"Jawab Dewi dengan wajah sinis penuh emosi.
...
Tampak Robin diam-diam memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Dan masuk ke pekarangan rumah Rio yang tanpa petugas keamanan, karena suasana komplek sangat aman terjaga.
Robin terus mengintai dari kejauhan, namun tidak bisa medengar jelas perbincangan para wanita itu.
"Apa itu ibunya Rio? Siapa wanita itu?" Gumam Robin yang tak mengenali Gea.
......
"Nayla! Cepat tanda tangan!" Bentak Dewi.
"Aku ingin bicara pada Rio, sebentar saja tante?" Pinta Nayla dengan nada memelas.
"Tidak bisa!"
.
.
"Baiklah! Aku akan menandatanganinya. Tapi jika suatu hari nanti, Rio datang mencariku lagi, aku tidak akan melepasnya" Gertak Nayla.
"Itu tidak akan mungkin! Kau terlalu percaya diri, yang penting kau pergi menjauh dan jangan munculkan wajah sok cantikmu itu di depan putraku!" Jawab ketus Dewi.
Nayla terdiam, jemarinya perlahan bergerak mengambil pulpen.
("Maafkan aku Rio, aku tidak bisa mempertahankan pernikahan ini, aku merasa tak sanggup menghadapi orangtuamu, dia adalah ibumu, sementara aku hanya istrimu, pernikahan kita sedikitpun tidak mendapat restu di hatinya, sebaik apapun aku, aku akan tetap salah di matanya dan akan bertingkah salah di depanmu.
Ya Tuhan! kuatkanlah aku, jika cara ini bisa membuat Rio tetap hidup bahagia, aku ikhlas melepasnya" gumam Nayla dengan tetesan airmata)
....
Ttd Perceraian (talak 1)
a/n
NAYLA CASSANDRA.
...
"Bagus!" Ucap Dewi mengambil surat yang asli dan meninggalkan sub copian nya.
Gea masih menatap kesedihan istri adiknya itu.
"Ayooooo!" Ucap Dewi menarik tangan Gea.
Kedua wanita itu pun pergi begitu saja. Meninggalkan Nayla, tanpa melihat keberadaan Robin disana...
Di dalam Mobil...
"Tapi mah? 10 M itu tidak cukup!" protes Gea.
"Sudah kamu jangan ribut, ikuti saja apa kata mama, apa kamu mau punya adik ipar seperti dia?"
__ADS_1
Tanpa bisa bicara apapun, Gea melaju dengan mobilnya.
....
....
Nayla langsung menangis tersedu-sedu...tanpa ia sadari langkah Robin mendekatinya...
Pria itu membaca surat copian yang terletak di atas meja bertuliskan,
"PERCERAIN"
Robin memeluk Nayla. Ia tau wanita itu butuh sandaran. Hatinya rapuh dan lemah.
Saat Robin memeluk Nayla, seketika tangis histeris Nayla pecah dalam pelukan Robin...
"Hiks...Hiks...Hiks...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
Sampai wanita yang tengah hamil muda itu terisak-isak hebat dan tak mampu mengontrol nafasnya. Rasa sesak yang begitu mengikat tenggorokannya.
...
...
Robin semakin erat memeluk Nayla...
Kemudian ia berbisik...
"Kamu sayang bayimu tidak? berhentilah menangis!"
Hingga tangisan itu terdengar pelan dan Nayla mulai bisa mengatur nafasnya.
("Melihat tangisanmu seperti ini aku tidak tega, Aku bisa merasakan bahwa kau sangat mencintai Rio dan sedikitpun ruang itu tidak ada untukku, meskipun begitu! aku siap membantumu Nay!" gumam Robin sambil mengelus lembut rambut Nayla)
"Nay! Dengarkan aku, tidak semua apa yang kita inginkan di dunia ini bisa kita miliki dengan mudah, kau harus bertahan!
Ucap Robin memegang pipi Nayla memberi semangat.
Nayla hanya mengangguk dalam kesedihan....
"Te...ri...ma..kas..ih" ucap Nayla dalam isaknya...
"Sebaiknya ikutlah besok bersamaku, ke Bandung! Setidaknya kau bisa menenangkan pikiranmu" Saran Robin...
......
......
Cerita kesedihan malam itu pun berlalu, hingga hari yang baru telah tiba...
......
Keesokan harinya dimana Mentari mulai bersinar lagi...
Akhirnya Nayla bersedia ikut Robin ke Bandung, pikirannya terasa penat, setidaknya berusaha melupakan masalah sejenak itu lebih baik, ia takut jiwa yang terguncang bisa membahayakan janin yang masih terlalu muda.
Di dalam hati kecil wanita itu, ia ingin sekali kembali ke kota Malang, Namun ia tidak ingin mengecewakan tante Rahmi, sekaligus tak mampu menjelaskan permasalahan hidupnya yang rumit.
....
....
Mereka pun bersiap untuk berangkat.
Pelayan disana tidak ada yang berani bertanya tentang masalah apa yang sedang terjadi...
...
__ADS_1
...
("Aku harus bahagia namun juga harus menangis, setiap orang yang berkata Cinta Nayla Cassandra' selalu saja lepas dalam peganganku.
Wahai Tuhanku! aku percaya engkau Maha Adil, tolong berikan aku keberuntungan kali ini saja! untuk kehamilanku, karena mereka yang hilang dariku telah aku ikhlaskan, Harapan satu-satunya adalah aku ingin hidup bersama anakku")
...
"Kamu sudah siap Nay?" Tanya Robin menghapus lamunan Nayla.
"Hemm, Nanti kita singgah kantor Rio sebentar saja yah!"
"Baiklah, dimana sekarang dia?" Tanya Robin
"Mungkin sedang berobat ke luar Negeri, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi," ucap Nayla dengan wajah sendunya.
"Lantas kau ingin bertemu dengan siapa?" Tanya Robin penasaran.
"Gea Sabrina, kakak kandung Rio."
"Oke! baiklah"
......
Setelah menempuh perjalanan.
Nayla tiba di kantor Rio yang sekarang di duduki oleh Gea Sabrina untuk sementara.
...
...
"Pagi Bos, Nona Nayla ingin bertemu" ucap Davin via telpon.
"Suruh dia masuk!"
"Baik Bos!"
Tak berapa lama Nayla di antar staf resepsionis menumui Gea Sabrina.
...
"Maaf kk! Kedatanganku sangat mengganggumu!" Ucap Nayla berdiri tegar dalam kesedihannya.
"Duduklah!"
"Nay! tidak lama-lama kak, hanya ingin mengembalikan ini (meletakkan cek 10 M)!"
Gea mengembalikannya lagi...
"Ini hak kamu, ambillah!" Ucap Gea.
"Tapi Nay ingin berdiri sendiri kak! Tidak ingin mendengar jasa budi dari tante lagi! Nay benar-benar mencintai Rio, bukan karena hartanya yang banyak," jawab Nayla menundukkan kepalanya.
"Baiklah, sebagai wanita aku bisa memahami perasaanmu.
bagaimana jika ini aku ambil (cek 10 M ttd Dewi), aku kasih khusus pemberian dariku (cek 10 M ttd Gea Sabrina)
Ambil ini sebagai awal langkahmu, aku tunggu di pintu kesuksesan.
Alm om Aby seorang pengusaha sukses, aku yakin kau punya titisan itu...
Mata Nayla langsung berkaca-kaca menatap Gea.
Like & Vote...
VOTE...VOTE...VOTE
__ADS_1
yang bacanya sambil mewek-mewek😢 sakit hati, wajib komen yah! penulisnya lagi berhasrat buat yang sedih-sedih...wkwkwkwk