Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 78


__ADS_3

Lokasi ; Resto Rooftop Jakarta,Tempat Tongkrongan Favorite Anak Muda Milenial.


Sehabis makan.


Pasangan sejoli itu duduk bersandar bersama, menghabiskan malam yang terasa sangat panjang, sambil menghadap ribuan bintang yang bertebaran di Angkasa....


"Tunjuk satu bintang! mana yang kamu suka, mungkin aku bisa mengambilnya untukmu" kata Rio.


Nayla tersenyum manis mendengar kalimat 'Andai' dari sang kekasih. Telunjuk gadis itu pun mengarah pada bintang yang paling bersinar.


"Kalau kamu sayang? Suka bintang yang mana? Tanya Nayla kembali"


Rio lalu mengarahkan telunjuknya ke atas, kemudian bergerak turun menuju pucuk hidung Nayla.


"Ini bintangku yang paling bersinar" jawab Rio dengan senyum manisnya.


"Ahahaha" tawa keduanya memecah suasana yang cukup menegangkan...


.....


.....


Lalu keduanya pun saling bersandar dan memejamkan mata masing-masing, melepas penat bersama.


......


......


......


Ungkapan-ungkapan kata hati Nayla saat kedua matanya terpejam sesaat.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


"Wahai waktu, berhenti lah. Momen ini terlalu manis untuk di akhiri"


...


...


"Ya Tuhan! Kisah cinta ini begitu rumit, persis seperti yang ada di Novel-Novel...


Sesulit ini kah! untuk bisa keluar dari ZONA ke-Musyrikan.


Menduakan-MU, benar-benar membuatku tersungkur hancur. Betapa aku sadar. Aku hanya segumpal daging, lalu ENGKAU titipkan Nyawa yang sangat lemah dan suatu hari nanti akan ENGKAU ambil kembali.


kemudian ENGKAU isi dengan jutaan kenikmatan yang tak akan pernah cukup untuk di tuliskan, meski [Pohon adalah penanya serta air laut sebagai Tinta, (Qs; Luqman)]


sayangnya, justru membuatku semakin ingkar.


Tapi mengapa?, Manusia itu mudah untuk mencari kekuasan baru selain Tuhan nya, termasuk papa.


Dan,


Semua ini telah terjadi, tak perlu di sesali karena waktu tak akan mampu mengulang kembali.


Selain meneriakkan kata 'TAUBAT',


Aku harus menjalani banyak cobaan ini, untuk mendapatkan satu kata 'Ampunan' dari-MU.


Wahai TUHAN ku! kini aku pasrah dan Ikhlas menjalani Takdir yang ENGKAU gariskan.


Pintaku hanyalah satu, agar Papa dan Mama bisa tenang di alamnya"


............


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


.


.


.


"Oh iyah sayang! Kog kamu bisa tidur dan tidak sadar begitu di dalam mobil Excel?"


Tanya Rio membuyarkan pejaman mata Nayla.


"Dia memberikan aku aroma obat bius"


Rio hanya mengangguk dan kembali bertanya;

__ADS_1


"Terus! kenapa kamu bisa secepat itu sadar. Bukan kah reaksi aroma obat bius itu bisa terbangun setelah lebih dari satu jam?"


Nayla terdiam sejenak mulai mengingat kembali.


"Saat itu seperti ada suara yang membangunkanku dengan bentakan yang cukup keras! 'BANGUN!!' , seperti itu.


Aku tidak tau darimana asal suara itu"


jawab Nayla yang juga merasa aneh.


Rio mengangguk kecil sambil berkata dalam hatinya;


("Aku jadi ingat dengan ungkapan dari syeh yang pernah di ceritakan papa;


[Tuhan adalah sang Maha Pengampun, dia akan tetap melihat hati kita yang terdalam dan selalu ada jalan keluar yang DIA Tunjuki])


"Mungkin itu sosok suara Malaikat sayang. Yang di kirim dari Tuhan untuk membantu kita, jadi kamu harus tetap semangat yah.


Meski ini tidak mudah, namun percayalah! kamu pasti bisa keluar dari jeratan Iblis itu" kata Rio memberi semangat.


Nayla pun mengangguk...Pertanda setuju.


.....


....


"Oh iyah! aku punya sesuatu untukmu" ucap Rio sambil mengeluarkan sebuah benda kecil dari sakunya.


"Apa" jawab Nayla penasaran.


"Nay! cincin ini adalah bukti kalau aku serius dengan hubungan kita"


Lalu, Rio memakaikan di jemari Nayla.


...


Gadis itu tersenyum lebar, ia sangat terharu sampai menutup mulutnya, dengan mata yang berkaca-kaca, hingga titik airmata itu jatuh membasahi pipinya.


"Maaf! mungkin ini terlalu sederhana dan rahasia, tapi bukan berarti sebuah permainan"


"Ini adalah yang paling mewah bagiku sayang, terima kasih. Aku bisa ada di hatimu sudah lebih dari segalanya"


Jawab Nayla dengan mata yang masih berbinar-binar.


"kemana?"


"Hmmm, ntar saja deh! Biar surprise" Jawab Rio so sweet...


"Tapi Minggu aku tidak libur yank!"


"Tenang saja, nanti aku akan permisikan kamu dengan area GM nya" jawab Rio.


Nayla pun sangat senang. Di balik hujan cobaan yang menghantam kisah hidupnya. ia masih diberi kesempatan untuk dirinya, bisa merasakan cinta yang ia idam-idamkan semenjak kecil.


....


Malam semakin larut akhirnya keduanya pun kembali pulang.


.....


.....


Singkat cerita,..


Rio tiba di Rumah Orang tuanya.


Saat pria itu menaiki tangga.


Tiba-tiba! terdengar langkah cepat, kemudian di susul dengan suara seorang wanita.


"Rio" panggil sang Mama dari belakang.


Rio terhenti.


Dewi melihat kondisi anaknya yang terlihat memar di mukanya.


"Apa jam kerja sudah berubah menjadi selarut ini?" Tanya dewi tegas.


"Di kantor banyak kerjaan mah"


"Itu wajah kamu kenapa?"

__ADS_1


"Mah! Rio capek mau istirahat dulu"


(Melanjutkan menaiki tangga)


"Mama sudah peringatkan kepada kamu Rio. Jangan dekati wanita sial itu" Bentak keras Dewi memecah suasana senyapnya ruangan disana.


Langkah Rio terhenti lagi..


"Ini tidak ada hubungannya dengan Nayla mah!" jawab Rio yang terus berlari menuju kamarnya meninggalkan ibunya...


...


...


"Huuuffftt, aku harus bergerak cepat sebelum nasi menjadi bubur" gumam dewi dalam hati.


......


......


🌞


Pagi yang cerah.


Saat sarapan bersama.


"Pah! Mah! Rio mungkin besok akan kembali, hari ini Ada observasi lokasi pembukaan cabang Onerace di Bandung"


"Kenapa kamu turun langsung serahkan saja pada yang lain? Tanya Jefri.


"Kurang puas Pah! jika Rio tidak melihat langsung. Paling tidak Rio mengenal sekilas suasana lapangan pemasaran seperti apa disana serta kendalanya"


Jefri hanya mengangguk kecil alasan anaknya terlihat masuk akal di pikirannya...


Mendengar hal itu,


Dewi langsung berkata dalam hati;


("Kenapa yah? tujuan Rio ke Bandung ini terlihat mencurigakan, atau jangan-jangan dia akan pergi bersama gadis sial itu, aku merasa seperti ada yang di sembunyi-sembunyikan. Paling tidak aku megetahui seperti apa perasaan keduanya")


Setelah Rio sarapan kembali berpamitan.


"Pergi dulu yah mah! Pah!" ucap Pria itu membawa koper kecil menuju Mobilnya.


("Jika mendiskusikan hal ini dengan si Papa percuma!, karena tidak ada bukti yang otentik


Hemmmm, aku harus mengutus sesorang untuk membuntuti Rio")


"Pah, Memangnya Rio ada Jadwal ke Bandung yah?" tanya Dewi mulai kepo.


"Sejak tahun lalu Kantor Onerace sendiri sudah berdiri di kota Bandung. Namun tidak berjalan dengan lancar, ada baiknya juga anak itu melihat langsung ke area cabang"


"kalau mama boleh tau! dimana lokasinya pah?" tanya Dewi yang ingin melancarkan aksi tersembunyi.


Jefri tanpa ragu memberikan jelas lokasi tempat tujuan Rio kepada istrinya itu.


karena ia tidak mengetahui apa tujuannya.


Mobil Rio pun bergerak cepat menuju ke kediaman Nayla, sang kekasih pujaan hatinya.


.


.


.


.


.


.


•••••••••••••••••


"Kogs! Tidur😴 lebih enak dari pada nulis Novel yah🤔,..


aaaahhh! mayes nyah!😥"


•••••••••••••••••••••


.

__ADS_1


.🕯VOTE 🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORITE.


__ADS_2