Love, Nayla Cassandra [LONACA]

Love, Nayla Cassandra [LONACA]
Part 114


__ADS_3

Wanita paru baya itu terus mentap wajah suaminya.


"Pah! Bisa tidak jangan main handphone terus!" Pinta Dewi.


Mendengar larangan istrinya, Jefri naik pitam.


"Apa kamu bilang? Jangan main handphone? Apa kamu tidak punya pikiran yah? Aku ini kerja buka main-main! Gara-gara ulah kamu memisahkan Rio dengan Nayla, semua menjadi berantakan.


Rio sudah memilih keluar dari EFER, dia juga tidak takut jika di coret dari pewris tahta.


Anak laki-laki mu sudah bisa berdiri tegak, sudah tidak butuh kita lagi.


Gea juga, dia tidak bisa meninggalkan keluarga dan perusahaannya terlalu lama di Hongkong, lalu siapa yang harus mengurus perusahaan kita.


Kamu? (Bentak jefri keras)


Kamu itu bisanya hanya marah-marah saja, mengahabiskan uang di luaran sana tanpa pernah memikirkan seperti apa lelahnya bekerja.


Kamu tau tidak? Aku sudah berusaha keras membujuk Rio untuk pulang ke Indonesia dan berhenti dari dunia balapan, agar ia bisa meneruskan perusahaan kita. Tapi karena tingkahmu, membuat Rio egois meninggalkan semuanya, Aku ini sudah lelah. Aku ingin pensiun.


Nayla itu kebahagian Rio, mengapa kamu keras kepala memisahkan mereka.


Kamu seperti tidak mengerti saja watak keras putramu. Jika dia menginginkan sesuatu harus bisa di dapatkan.


Terserah sekarang, mau kamu apa? Aku muak dengan tingkahmu, Kalau kamu tidak suka denganku, silahkan kau pergi?" Bentak Jefri meninggalkan kamar dengan penuh emosi bercampur stress.


"Hiks...hiks...pah!...pah!...


Apa karena aku sudah sakit-sakitan kamu marah-marah seperti ini...hiks...hiks..." tangis Dewi sambil meringkuk sendiri...


...


...


(Jefri tak ada waktu untuk memperhatikan kondisi Dewi, sementara Dewi butuh di perhatikan, hanya ada pelayannya yang setia. Jefri juga sangat sibuk sejak perusahaan EFER di tinggal oleh Rio)


Wanita paru baya itu sering melamun dan menangis.


"Rioooo...๐Ÿ˜ข


Geaaaaa....๐Ÿ˜ข


Dimana kalian nak, tega banget sih! Meninggalkan mama dalam kondisi seperti ini๐Ÿ˜ญ" ratapan-ratapan Dewi dalam tangisannya di dalam kamar)


.........


.........


****


Suatu pagi!...


"Nyaaaah...sarapan dulu!" Pinta izah.


"Enggak selera makan zah!" Jawab Dewi dengan wajah pucatnya.


"Nanti asam lambung Nyah! kumat lagi loh!"


Dewi hanya termenung.


"Nyaaah, mau di pijitin kakinya!"

__ADS_1


"Boleh!" Jawab Dewi sedang bersandar di kursi malasnya.


Izah pun bergegas memijat kaki sang majikan.


"Si papa sudah pergi zah?" Tanya Dewi dengan suara seraknya.


"Sudah Nyah!"


"Huuufft...."


("Sekarang dia sudah pergi begitu saja tanpa pamitan denganku!" Gumam Dewi)


"Semangat Nyah! kata Dokter jangan banyak pikiran, nanti tubuh Nyah semakin kurus!" Nasihat izah sambil memijati pelan kaki Dewi.


"Nyah! Sekarang, nona Nayla sudah buka usaha di Bandung loh!"


"Usaha apa?" Tanya Dewi mulai kepo.


"Hmmm, kemarin non Nayla pernah telpon, katanya buka beberapa apotik dan klinik, juga toko bunga gitu Nyah, dalam dua bulan ini toko Bunganya berkembang pesat Nyah dan sudah punya kualitas, rangkaiannya yang unik dengan harga cukup terjangkau banyak kalangan bangsawan yang memesan untuk acara-acara tertentu.


Neng Nayla memang hebat, mana lagi dia sedang hamil Nyah, semangatnya benar-benar kuat..." ucap Izah kehebohan.


"Dia sendiri yang cerita belum tentu benar!"


"Tuan Rio juga Nyah, kalau Nyonya tidak percaya cari tau saja sendiri!" Jawab izah penuh keberanian.


Dewi terdiam, namun informasi dari Izah melekat di dalam otaknya.


"kami juga dikirimkan baju Nyah,


Sebenarnya Nyonya itu beruntung! punya menantu baik dan cantik seperti non Nayla, yang izah suka, dia itu orangnya mau belajar dan semangat tinggi Nyah! Izah yakin orang seperti nona Nayla pasti akan sukses!


...Nyah jangan tega donk! Non Nayla lagi hamil mengandung anak Tuan muda, kasihan Nyah! jika mereka di pisahin" Ucap Izah dengan percaya diri menasehati sang Majikan.


.....


.....


Pagi menyongsong di kota Bandung nan indah.


Terlihat Bunga sudah sibuk di dapur.


Pagi itu Nayla sengaja bangun lebih awal dan langsung menuju dapur, ia berdiri sejenak memandangi penampilan Bunga yang terlihat sopan, rambutnya terlihat segar namun sudah di ikat tinggi rapi...


("Tuh! Rambut pasti sudah di keringkan" gumam Nayla)


"Masak apa?" Ucap Nayla mengagetkan Bunga.


"Eh mba! saya kaget loh!" jawab Bunga.


"Tadi malam, kenapa kamu tidak buat susu!"


"Maaf mba! Bunga lupa!"


(Melihat tingkah laku gadis ini, aku jadi merasa mual, enggak nyangka di balik wajah kemayunya ternyata ia gadis murahan yang demi mencari uang rela melakukan apa saja...huuftt)


"Ayo mba, sarapan sudah siap!" Ajak Bunga dengan ramah.


("Serapi-rapinya bangkai di bungkus,pasti tercium juga" batin Nayla)


Istri dari Rio itu mengikuti si pelayan sampai ke meja makan.

__ADS_1


"Silahkan mba, saya akan panggil Den Robin buat sarapan!" Ucap Bunga santun dan penuh kelembutan.


Saat Bunga berbalik badan.


Spontan Nayla berkata;


"Kamu tidak takut hamil di tiduri oleh pria?"


Langkah Bunga terhenti.


"Kamu pikir, hamil tanpa suami itu enak!"


Bunga semakin berdiri terpaku.


"Aku tidak tau siapa kamu dan belum begitu mengenalmu, selama ini yang aku rasakan kamu itu gadis yang baik dan lembut juga sangat perhatian, tapi jika ada wanita yang sudah tau status pria yang ia dekati bahkan sampai tidur dengannya, entah itu suami orang ataupun kekasih orang, itu sama dengan wanita j*lang atau disebut "PELAKOR" ucap Nayla dengan geram dan tegas.


Mendengar ucapan pedih Nayla mata Bunga langsung berkaca-kaca serasa ia tidak terima disebut wanita jal*ng.


Gadis itu balik badan;


"Bunga tidak mengerti dengan mba katakan!"


Nayla dengan santai melahap selembar roti dan susunya.


lalu ia kembali bicara.


"Kamu bukan tidak mengerti! tapi kau pura-pura tidak mengerti!


Seorang wanita tengah malam masuk ke kamar pria yang bukan suaminya dengan pakaian yang tidak sepantasnya dan sangat menggoda...


Sudahlah Bunga, itu mungkin masalah pribadi kamu, jujur aku juga punya masalah hidup yang cukup melilit, namun untuk menjaga kehormatan itu sangat penting bagiku, aku baru mengerti menjalani hidup ini tidak semuanya di ukur dengan uang.


Aku hanya ingin katakan, kamu itu wanita cantik, muda dan berpendidikan, harusnya kau bisa mencari uang dengan cara yang lebih bermartabat, bukan dengan memuaskan birahi pria, pria yang tidak akan pernah menikahimu."


Bunga hanya menundukkan kepalanya...


"Sudahlah, aku pergi lebih dulu, bilang pada Robin aku sudah sarapan, jika ingin bertemu di luar saja."


Ucap Nayla beranjak dari duduknya dan meninggalkan Bunga begitu saja...


.....


.....


"tuuuuut!"


Tiba-tiba ponsel Nayla berbunyi, dengan semangat ia langsung mengangkat panggilan yang di tunggu-tunggu....


"Halo, Honey body sweety, aku sudah di depan untukmu!" jawab Rio


"hah๐Ÿค—๐Ÿ˜„ Yeaaaaay!" ucap Nayla kegirangan....


.....


.....


.....


Like & Vote....


....

__ADS_1


....


__ADS_2