![Love, Nayla Cassandra [LONACA]](https://asset.asean.biz.id/love--nayla-cassandra--lonaca-.webp)
Nayla menundukkan kepala sejenak,
Berkata dalam hati kecilnya;
"Lumayan juga yah gajinya!"
Kemudian sekilas terlintas
Dalam ingatannya, serta terngiang-ngiang dengan ucapan kemarin dari wanita bernama Dewi Kumala.
["Jangan sekali-kali kamu melamar di perusahaan EFER atau ONERACE yah? ..karena aku tidak ingin bangkrut terimbas kesialanmu"]
....
....
"Maaf, aku tidak bisa bekerja di dunia kantoran, mungkin aku seperti ibu, suka berkebun bunga, ehehehehe (gurau Nayla sambil cengengesan)"
"Oh! Masalah itu gampang, aku akan ajari kamu sampai tuntas" jawab Rio tanpa ragu
"Tapi aku ingin bekerja di duniaku saja"
Mendengar hal itu Rio sedikit kecewa,..
Suasana hening sejenak..
Nayla berniat akan pulang ke Malang, dia pun memberikan kata-kata seperti ucapan perpisahan, namun Rio tidak menyadarinya.
"Mmm, terima kasih yah Rio atas penawarannya. Kalau aku boleh jujur, sebenarnya kamu sudah banyak membantuku. Mulai dari aku kecil sampai kita bertemu lagi saat ini. Tanpa kamu, aku tidak akan bisa sekolah dimana pun. Dan Akan terus mendapatkan bullyan kasar dari teman-teman. Sebenarnya papa ingin sekali mengucapkan terima kasih kepadamu, tapi dia tidak tau bagaimana caranya, Jadi aku mewakili papa dan mama untuk itu. Aku juga tidak bisa membalas kebaikanmu, Semoga Tuhan bisa mewujudkan semua cita-citamu" Ucap Nayla diiringi senyum manisnya dengan nada yang sangat lembut.
("Kenapa gadis ini tiba-tiba bertingkah cute banget sih! Gemes jadinya" gumam Rio sambil garuk-garuk kecil rambutnya)
"Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih, karena aku melakukannya demi sebuah keinginan" ucap Rio.
"Tidak apa-apa, semua orang berkenan melakukan sesuatu itu memang karena sebuah keinginan"
Rio semakin terharu mendengarnya...
"Maaf juga, mungkin selama ini aku bertingkah seperti anak-anak yang jahil, srigala betina, terus jadi manusia yang tidak tau diri, sudah di kasih tumpangan, eh! malah minta tidur di kasur yang empuk dan makan harus yang enak.." ucap Nayla dengan meliuk-liukkan matanya.
"Nay! Kamu kesambet apa sih! Dari tadi minta maaf mulu. Harusnya aku yang minta maaf sudah memperlakukanmu seperti pelayan"
"Tidak apa-apa, saat ini aku memang pantas di perlakukan seperti pelayan"
"Huuuuffftt" suara tarik nafas Rio..
Saat keduanya diam sejenak..
Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki yang cepat, masuk kedalam kamar Rio langsung menuju area Balkon,
"Rioooooo....Rioooooo..Rioooo sayaaaang" teriak sang Bunda ialah Dewi Kumala.
("Hmmm, Manusia lebay sudah datang", gumam nayla)
"Anakku!..anakku!..anakku! sayaaaang...(meraba-raba wajah Rio diiringi dengan pelukan) kamu tidak apa-apa sayang, gimana kondisi kamu nak,.mama itu gelisah banget loh mendengar kamu sakit" Ucap Dewi Kumala..
"Loh mah! kog cepat banget sampainya?"
"Kenapa sayang? kamu kagak senang mama cepat pulang?"
"Bukan begitu ma, Rio kira mama dan papa besok sampainya?"
"Harusnya sih begitu! tapi saat mendengar kamu sakit, papa langsung bergegas minta pulang, alasannya pekerjaan pasti terbengkalai dan papa langsung menuju kantor"
"Oh, iyah! Rio pasti sudah membuat papa kecewa"
"Tidak sayang,...kamu beneran sudah sembuh?" Tanya dewi dengan senyuman sumringah..
__ADS_1
"Iyah, Rio sudah sembuh mah, Nayla yang merawatnya"
"Ooohh, syukurlah" jawab dewi kumala.
....
.....
"Eh sayang! mama bawa kabar bagus loh buat kamu?"
"Kabar apa mah?" Ucap Rio sangat penasaran begitu juga dengan Nayla yang ikut berada di tempat.
"..Ini (Dewi memperlihatkan foto seorang wanita di layar ponselnya kepada Rio) namanya Keyla. Cakep kaaan! Dia orang Indonesia asli yang sukses di Swiss. Keyla juga dari keluarga terpandang di Jakarta. Selama ini, Keyla yang banyak bantuin kakakmu selama eventnya berlangsung di kota Bern. So! Gea dan Mama berniat ingin menjodohkan kalian. Dan dia juga tau tentang kamu itu adalah seorang pembalap moto Gp!
kalian itu pasangan yang cantik dan tampan, sama-sama berprestasi!
Uuuh! Pasangan yang cocok bangeeet! (gaya centil Dewi) dan yang pasti dia itu bukan si 'gadis pembawa sial " Ucap Dewi sambil melirik sinis tajam ke arah Nayla..
sejenak gadis itu tertegun..
kemudian ia bangkit dari tempat duduk, menundukkan kepalanya lalu keluar dari kamar. Nayla merasa gadis si 'pembawa sial' itu adalah dirinya yang sering disebut-sebut Dewi kumala.
Saat hendak turun,
Nayla berkata-kata sendiri..
"Katanya enggak suka dengan wanita lokal,
ujung-ujungnya di jodohin dengan wanita lokal juga,
..haduuuuh dasar nenek-nenek pikun, suka lupa dengan apa yang dia ucapkan.
Sebenarnya si nenek itu bisa tidak sih! mengucapkan kata Terima Kasih, huuuh! ampun dah, hmmm. sudahlah, setidaknya aku sudah bisa tidur nyenyak malam ini, biarkan saja dia yang mengurus anak kesayangannya itu" ucap Nayla langsung masuk ke dalam kamar nya.
.....
.....
"Mah, stop please! Rio mau fokus dengan pekerjaan, urusan wanita Rio bisa cari sendiri mah! tidak perlu dijodoh-jodohin, ini zamam milenial mah! bukan Siti Nurbaya" ucap Rio mulai kesal.
"Iyaaaa tapi Rioo... "
"Mamaaaaaa ku sayang!! Kasih sedikit Rio ketenangan ma. Rio ini pikirannya lagi penat, banyak pekerjaan yang harus di pelajarin, sekarang mama istirahat duluuuuu, (Rio mengiring mamanya sampai kedepan pintu) mama pasti sangat lelah"
Ucap Rio yang pikirannya sedang galau. Karena Nayla menolak tawarannya bercampur aduk, dengan rasa cemburu pada Excel serta tumpukan pekerjaan.
....
Sesampai di pintu Rio.
..
"Dah mah! Rio mau istirahat dulu"
"Ta.." (ucap Dewi tak sempat bicara)
" trup", Rio langsung menutup pintu kamarnya..
....
(Tujuan Pria itu menjadikan Nayla sebagai Sekretaris pribadinya ialah Agar gadis itu bisa terus bersamanya meski dalam keadaan sibuk)
..
......
Di dalam kamar Nayla
__ADS_1
"Hmmmm, pesan tiketnya hari ini atau besok saja yah??" (Tanya Nayla dan terus melihat aplikasi layanan tarif ongkos Bus, pulang ke kota Malang di layar Ponsel).
Tapi aku kan belum pamitan dengan om Jef?,..Ah, Besok sajalah"..
Tiba-tiba saja ponsel Nayla berdering...
"Hah Memory Hospital??
Aduh! kog, aku deg..deg..degan begini yah..
ucap Nayla langsung menerima telpon..
◇◇◇◇◇◇◇◇
"Halo"
"Halo! selamat Sore"
" Benar dengan Nayla Cassandra"
"Iyah Benar sekali, dengan saya sendiri Nayla cassandra"
"Kami dari Memory Hospital, memanggil Nayla sebagai kandidat staff yang terpilih, besok pukul 8 wajib datang untuk interview akhir, sekaligus nego salary yah!"
"Maksudnya? saya ini be.be.neran di terima mbak"
( ucap Nayla begitu gugup dengan jantung berdebar-debar)
"Iyah tepat sekali,.."
"Terima kasih mbak"
"Iyah! Ditunggu"
"Trup" percakapan berakhir...
◇◇◇◇◇◇◇◇◇
.....
"Iyeeeeeeeeee" teriak Nayla kegirangan.
.....
gadis itu sempat bekerja di Rumah sakit terbesar di kota Malang atas rekomendasi dari alm.Abimayu. saat itu papa Nayla dalam kondisi karir bisnis yang berjaya. sehingga mudah menempatkan Nayla menjadi salah satu staff sesuai keinginannya yang terbilang unik, alm.Abimayu juga berencana akan membangunkan sebuah Rumah sakit untuk Anak semata wayangnya, tapi! apalah daya sumua sudah tinggal cerita.
.......
Hidup hanyalah sebuah rencana! namun Tuhanlah yang menentukan segalanya.
....
....
....
.
..
don't forget guys!
◇
like........vote.......comment.....star five ....follow author sarah mai..
T E R I M A K A S I H
__ADS_1