
Cheng lan menggaruk tengkuknya bingung melihat pertengkaran antara ibu dan anak itu
Kalau orang biasa mungkin itu tak masalah
Tapi mereka berdua adalah orang nomor satu di kekaisaran ini
Bagaimana bisa mereka bisa bertengkar layaknya preman di pasar
" Cheng lan ...... katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi, iblis apa yang merasuki putraku?
Kau harus cepat memanggil pendeta sebelum iblis itu mengamuk" cerca permaisuri Li mei
Xuan Yi menghela nafas mendengar imajinasi bundanya yang di luar nalar
" Ibundaku tersayang...... putramu ini tidak apa apa. Tadi aku hanya.....aku...."
Xuan Yi kembali tersenyum dengan wajah yang memerah mengingat perlakuan manis dari xiao lie
Sementara permaisuri Li mei sudah mundur dan bersembunyi di belakang Cheng lan saat melihat perubahan putranya
" Kau lihat itu Cheng lan ......kita harus bagaimana?"
Chen lan sendiri sebenarnya bingung, tapi tidak mungkin juga junjungannya kerasukan
Karena melihat Ibundanya yang bersembunyi di belakang Cheng kan sembari berbisik-bisik
Xuan Yi pun mendatarkan wajahnya lagi
" Kemari lah bunda, aku sama sekali tak kerasukan. Aku tadi hanya bertemu dengan gadis kecil yang sangat cantik
Jadi aku......" Xuan Yi kembali berhenti berbicara setelah mengungkapkan isi hatinya
Bayangan xiao lie selalu melintas di depan matanya membuat ia lagi lagi tersenyum
Permaisuri yang mendengar itu pun terkejut dan memandang Cheng lan
" Benarkah itu Cheng lan.....?"
" Tadi saat saya menjemput putra mahkota memang ada gadis cantik di sampingnya tapi itu hanya seorang gadis kecil yang mulia"
Permaisuri Li mei pun tertawa geli
Ternyata putranya itu tengah kasmaran dan parahnya dengan gadis kecil
Sudah pasti putranya harus berusaha keras untuk mendapatkannya
Permaisuri Li mei mendekati putranya
" Hey ...... sadar anak bodoh!" tegur permaisuri Li mei seraya menepuk pundak putranya dengan keras
Xuan Yi mendengus mendengar panggilan dari bundanya
Di dunia ini mungkin hanya bundanya seorang yang memanggil putranya sendiri dengan sebutan bodoh
" Siapa gadis kecil itu ?"
Xuan Yi tersenyum kecil sebelum menjawab pertanyaan bundanya
Entah kemana hilangnya kekesalan tadi
" Namanya xiao lie bunda, dia cantik sangat cantik dan begitu menggemaskan
Aku menginginkannya ibunda " ucap Xuan Yi dengan tatapan penuh permohonannya
__ADS_1
Permaisuri Li mei tersenyum, dari kecil putranya tak pernah meminta apapun kepadanya. Tak ia sangka permintaan pertama dari putranya datang karena seorang gadis kecil
" Dengarkan bunda sayang, ibunda dan ayahmu bisa saja mengikat gadis itu untukmu
Tapi apa kau mau dia berdiri di sampingmu karena paksaan semata?"
Xuan Yi menggelengkan kepalanya dan tertunduk lesu
" Kejarlah dia dengan kemampuan mu sendiri putraku....apa kau tau?
Dulu ayahmu juga mendekati bunda secara pribadi tanpa embel-embel putra mahkota yang melekat dalam dirinya
Bahkan ia rela membantu kakekmu bercocok tanam demi mendapatkan restu dari mereka
Dari sini seharusnya kau sudah paham kan?"
Xuan Yi mengangguk dan tersenyum kepada bundanya, Ia kemudian memeluk bundanya dengan erat
" Rasanya sungguh menyenangkan bunda, aku akan mendekatinya dengan caraku sendiri. Bunda pasti akan senang begitu melihatnya"
Mendengar nada antusias dari putranya membuat Li mei ikut penasaran
" Apa kau mengetahui tentang gadis itu Yi ?"
" Tidak bunda, tapi sepertinya dia bukan dari keluarga sembarangan
Walaupun dia menggunakan pakaian rakyat biasa tapi wajah dan tutur katanya tak bisa berbohong. Apalagi dia diikuti dua puluh pengawal pribadi dan pelayan
Sudah pasti dia bukan orang biasa"
Permaisuri Li mei terkejut mendengarnya
" kau benar, bangsawan kelas tinggi saja biasanya hanya dikawal empat sampai lima orang. Kalau pengawalnya saja begitu banyak
Sudah pasti dia bukan orang biasa"
" Berusahalah nak..... tapi waktumu terbatas, dua tahun lagi kau harus sudah mendapatkannya kalau tidak para pejabat akan memilihkan mu putri mahkota"
Xuan Yi terdiam sejenak, dalam hatinya sudah ketakutan mengingat gadis kecilnya masih di bawah umur
" Bunda xiao lie masih kecil, lalu aku harus bagaimana?" rengek Xuan Yi
Permaisuri Li Mei terdiam kaku saat mendengar rengekan putranya
" Ya lord...... sepertinya gadis kecil itu gadis ajaib sampai sampai bisa membuat putra esku mencair"batin Li mei
" Sudahlah itu bisa kita pikirkan nanti, yang terpenting dapatkan dulu orangnya
Kamu tau dia tinggal dimana?"
Xuan Yi menggeleng dan membuat permaisuri Li mei mendesah frustasi
Tapi itu tak berlangsung lama saat Cheng lan berbicara
" Nona kecil kemarin berada di hutan Phoenix yang mulia, dan melihat mereka yang tak membawa perbekalan apapun selain minuman itu berarti mereka tinggal tak jauh dari tempat itu "
" yah Cheng lan benar putraku, di sekitar hutan Phoenix ada empat desa
Mungkin gadismu tinggal di salah satu desa itu"
" Aku akan mencarinya besok ibunda"
" Baiklah..... semoga berhasil"
__ADS_1
Sepeninggal ibundanya Xuan Yi kembali kepada kegiatan awalnya yaitu melamunkan Xiao lie gadis kecilnya
Sementara Cheng lan geleng geleng kepala dan pergi meninggalkan junjungannya
Di tempat lain xiao lie yang sedang makan malam berulang kali tersedak
" Sial..... pasti ada yang sedang membicarakan ku" batin xiao lie
" Feng ran jie jie, bagaimana dengan penduduk desa Taji? apa mereka mau bekerja di sini?"
" Tentu saja mau nona, upah yang nona berikan tiga kali lipat lebih banyak dari upah buruh biasanya
Apa nona tak rugi.... ?"
" Tidak jie jie, aku memberikan mereka upah tinggi tentu saja dengan harapan kerja keras yang lebih dari mereka "
" Tapi saya membawa banyak orang nona "
" Berapa banyak.....?"
" Sekitar delapan puluh"
Feng yan, Meng yao dan Leah melotot kan matanya pada Feng ran saat mendengar jumlah orang yang ia bawa
" Kau gila? kenapa sebanyak itu?"
" Yah mau bagaimana lagi, mereka semua pengangguran dan mereka sampai berkelahi karena ingin mendapatkan tawaran pekerjaan ini"
" Tak apa jie jie, keuntungan kita bulan ini sangat berlebih jadi tak masalah kalau kita membantu mereka
Dan juga nanti awasi pekerjaan mereka jie jie, lalu pilih beberapa orang yang bisa bercocok tanam"
" Berapa orang yang nona butuhkan ?"
" Dua puluh lima saja dulu, lalu sebagian bawa ke kebun teh dan sebagian lagi minta salah satu pembuat kompor untuk mengajari mereka
Leah jie jie tolong bantu Feng ran jie jie ya....."
" Tentu nona, tapi tempat pembuatan kompor tidak cukup luas untuk menampung orang sebanyak itu nona " ucap Leah
" Aku tak menyuruhmu membawa mereka ke sana jie jie, bawa salah satu pembuat kompor untuk mengajari para warga desa
Biar mereka bekerja dari rumahnya masing-masing"
" Kami mengerti nona.....nona terlalu baik"
" Entahlah jie jie, aku hanya memanfaatkan apa yang aku punya dengan sebaik-baiknya
Meng yao jie jie, Besok kumpulkan para wanita aku akan mengajari mereka sesuatu"
" Pasti sesuatu itu akan menghasilkan uang, iya kan nona?" tanya Feng yan menggoda
" Tentu saja jie jie, besok kalian akan kembali terkejut lagi"
Xiao lie kemudian beranjak dari ruang makan dengan tawa gembira meninggalkan para jie jie nya yang menatapnya dengan senyuman
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1