Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 76


__ADS_3

Sore hari di tepi danau Xiao lie duduk termenung dengan bosannya


Ia tak terbiasa menunggu apalagi disuruh menunggu sendirian, itu sangatlah menyebalkan


Karena terlalu lama menunggu ia pun beranjak dan ingin segera pergi dari tempatnya


Tapi kemunculan tiga lelaki di depannya membuat ia terkejut bukan main, hampir saja ia terjengkang dan jatuh ke danau


Untung saja, salah satu lelaki di depannya ini membantunya dengan menarik pinggangnya hingga tubuh mereka berdua menempel


Karena tak ada jarak diantara mereka, xiao lie bisa merasakan debaran jantung dari lelaki di depannya


Dan tentu saja lelaki itu juga bisa mendengarkan detak jantungnya yang entah kenapa berdetak sangat cepat


Ehemm....


Deheman dari dua orang di belakang lelaki itu menyadarkanku dan tuan Kevin yang masih nyaman dengan posisi kami


Yah ......lelaki yang bersamaku sekarang adalah tuan Kevin beserta kedua pengikutnya


Padahal yang kutunggu adalah orang orang paviliun air yinquan itu, atau mungkin mereka....


" Terimakasih tuan......apa kalian ada urusan di sekitar sini?" tanya xiao lie berusaha memecahkan suasana canggung, yah walaupun dengan raut wajah yang masih salah tingkah


" Emmmm"


Xiao lie menatap lelaki di depannya dengan bingung, apa maksudnya emmm coba?


" Maksud tuan saya kami memang memiliki urusan disini nona" jelas Joshua


" Oh kalau begitu silahkan, tapi maaf saya juga ada urusan disini jadi saya tidak bisa pergi dari sini" jawab Xiao lie


Joshua tertawa kecil diikuti William juga, sedangkan tuan Kevin sendiri hanya mengulas senyum tipis


Tipis sekali hingga tak ada yang bisa menyadarinya


" Apa ada yang lucu?" tanya xiao lie sewot, pasalnya ia merasa tengah menjadi bahan tertawaan


Joshua menghentikan tawanya sejenak dan menatap tuannya untuk meminta izin


Izin untuk mengutarakan kedatangan mereka, sebenarnya ia sedikit heran


Tuan mudanya tak pernah mau menunjukkan dirinya sebagai pemilik paviliun air yinquan, tapi entah kenapa saat ini ia merasa tuannya sangat senang menunjukkan apa yang ia punya untuk nona xiao lie seorang


" Kami dari paviliun air yinquan nona, dan tuan Kevin adalah pendiri sekaligus pemiliknya" ucap Joshua begitu mendapatkan izin dari tuannya


Xiao terdiam sejenak, mencoba mencerna informasi yang baru saja ia terima


Ia sudah menduga kalau lelaki di depannya bukanlah lelaki biasa, tapi ia tak menyangka kalau ternyata dia adalah pemilik organisasi paling berpengaruh di seluruh benua

__ADS_1


Tapi disisi lain ia akane mendapatkan keuntungan, mungkin saja lelaki di depannya ini mau membantu segala urusannya


" Oh aku sungguh terkejut dan tak menyangka, maafkan kalau seandainya sikap saya selama ini terlalu lancang terhadap tuan muda" ucap xiao lie seraya membungkukkan badannya sedikit


Kevin yang melihat itu mengernyit tak senang, dengan cepat ia menahan bahu Xiao lie dan menatap tepat di matanya


Xiao lie sendiri menelan ludahnya gugup, bagaimanapun juga ia gadis normal, lama-lama bisa oleng dia kalau terus ditatap seperti ini....


" Bersikap seperti biasa saja" ucap Kevin yang langsung diangguki xiao lie dengan kaku


" Jadi apa yang kau mau...?" tanya Kevin tanpa basa-basi


Tapi tetap dengan suara yang agak lembut tak seperti biasanya


Bahkan Joshua dan William sampai memutar bola matanya malas melihat perubahan tuannya


" Emmm sejujurnya aku juga tak tau ingin melakukan apa tapi yang pasti aku ingin membalaskan kesakitan orangorangku"


" Membalas untuk mereka atau membalas atas kesakitan hatimu sendiri?" tanya Kevin sarkas


Xiao lie menatap Kevin dengan tatapan tak suka, ia bertanya-tanya dalam hatinya


Apa ada yang salah? kenapa dalam sekejap saja sikapnya berubah menjadi menyebalkan


Kevin sendiri mengutuk dirinya dalam hati, padahal ia tak bermaksud untuk berbicara sekasar itu


Dan entah kenapa hatinya diliputi amarah ketika membayangkan gadis di depannya ini pernah menjalin kasih dengan pria lain


" Maaf aku tak bermaksud seperti itu?"


Xiao lie hanya diam saja tak merespon ucapan kevin, ia sudah terlanjur kesal


Joshua dan William saling sikut, mereka berdua tengah berdebat tentang siapa yang akan membantu tuan mereka untuk membujuk nona xiao lie


Kenapa harus dibantu....?


Tentu saja harus, kalau tidak sampai gajah bertelur pun tuan mereka hanya akan menatap nona xiao lie tanpa berbicara sepatah katapun


Tapi sepertinya dugaan mereka salah.....


" Maafkan aku , aku tak terlalu pandai berkata-kata


Aku hanya tak suka kalau kamu masih memikirkan lelaki yang tak pantas untukmu itu


Kalau kau ingin menghancurkan Neverland, aku akan membantumu.....aku janji"


" Benarkah.....?" tanya xiao lie tak yakin


Kevin mengangguk antusias walaupun wajahnya masih tetap datar

__ADS_1


Tapi hal itu sudah membuat kedua lelaki di depannya bagaikan mendapatkan sengatan petir di siang bolong


Mereka berdua tak bisa berkata apa-apa lagi


Tuannya yang dulu amatlah sangat jarang berbicara kini dengan lancar tengah membujuk seorang gadis muda


" Baiklah aku percaya padamu...."ucap xiao lie sambil memberikan senyuman manisnya


" Ehemm...... kalau begitu kita bisa diskusikan sekarang, nona ingin pembalasan seperti apa


Dan dengan siapa nona ingin membalasnya?"


" Sebenarnya ini bukan masalah balas membalasku saja, tetapi aku juga ingin menyelamatkan rakyat Neverland


Kalian sering berkelana disana, tentu kalian tau bagaimana keadaan rakyatnya


Kalau tak ada bantuan dari keluarga xiao dan bangsawan yang baik hati mungkin tak akan ada lagi rakyat rendahan yang hidup nyaman"


" Sekuat apapun kamu berusaha membantu rakyat itu akan menjadi sia-sia kalau pemimpin disana dengan terang terangan menggerogoti usahamu" saut Kevin


" Kau benar tuan...... bahkan sekarang mereka meminta upeti setengah dari keuntungan usahaku ditambah lagi pajak wajib yang harus dibayar"


" Itu bukan meminta, itu merampok namanya nona


Apa nona menyetujui perintah mereka?" tanya William dengan nada berapi-api


" Mau tak mau aku harus mau tuan......"


" Panggil William saja nona..." saut William tak enak, bagaimana pun juga ia merasa kalau gadis di depannya ini akan menjadi nyonyanya suatu saat nanti


" Kalau begitu panggil saya xiao lie juga...." jawab Xiao lie


" Saya tak berani nona..... lanjutkan jawaban nona tadi maaf menyela ucapan nona"


" Aku harus menyetujuinya kak, kalau tidak pekerja ku yang menjadi taruhannya


Eh.....tak apa kan kupanggil kakak, aku juga memanggil kakak pada kak Joshua?" tanya xiao lie dengan sedikit tak enak


Mereka tak seakrab itu tapi ia sudah lancang memanggil kakak


William sedikit ragu dan melirik temannya untuk meminta pendapat


Dan ketika mendapat anggukan dari temannya, ia tersenyum


Rasanya pasti akan menyenangkan jika ada gadis yang memanggilnya kakak


Dari dulu ia ingin dipanggil kakak seperti temannya yang memiliki adik perempuan


*****

__ADS_1


__ADS_2