
" Tak bisakah Gege muncul dengan benar, kau membuat Gracia terkejut" ucap xiao lie seraya memukuli pundak Chang an dengan brutal
Sementara Chang an hanya bisa mengaduh dan mohon ampun pada nonanya
Setelah amarahnya terlampiaskan, Xiao lie mengajak Gracia untuk melanjutkan makannya lagi
Tak lupa ia juga mengajak Joshua untuk ikut serta
" Tuan Joshua bolehkah aku bertanya sesuatu?"
" Tentu saja, apa yang ingin tuan Chang an tanyakan?"
" Kau tadikan mencari adikmu, tetapi kenapa malah mengorek ngorek tong sampah sih?" tanya Chang an sambil menggaruk jidatnya yang masih memerah
" Jangan mengada-ada Gege...." peringat xiao lie
Chang an sendiri sudah cemberut karena nonanya meragukan ucapannya
" Yang dikatakan tuan Chang an benar nona, adik saya sering ditindas oleh nona nona bangsawan
Bahkan seringkali mereka memasukkan adik saya ke dalam tong sampah
Jadi tak heran kalau tuan Chang an tadi melihat saya dan bawahan saya tengah mengorek ngorek tempat sampah" ucap Joshua seraya mengelus rambut panjang Gracia
Xiao lie membulatkan matanya karena terkejut, tak ia sangka level penindasan bangsawan disini lebih sadis
" Gracia, mulai sekarang jangan keluar sendirian lagi yah.... kalau ingin bermain kirim surat saja padaku
Jangan bergaul dengan mereka lagi....paham?"
Gracia menganggukkan kepalanya dan ia kembali menulis di kertas, karena tentu saja Xiao lie yang tak bisa bahasa isyarat
" Paham xiao lie, apa xiao lie tak sibuk? apa Gracia boleh main ke rumah xiao lie?" tulis Gracia pada kertasnya
" Aku tidak sibuk, tentu saja kau bisa bermain ke kediamanku asalkan diantar oleh kakakmu ya
Jangan pergi sendiri"
Gracia yang mendengar itu langsung tertawa tanpa suara dan bertepuk tangan, lalu ia menghadap kakaknya dan menggerakkan tangannya
" Tidak boleh Gracia, kakak akan mengantarmu ke rumah bibi seperti biasanya"
sontak saja Gracia langsung menggelengkan kepalanya panik mendengar jawaban dari kakaknya
" Hey tenang Gracia..... sebenarnya ada apa tuan, kenapa Gracia seperti ini?" tanya xiao lie seraya menenangkan Gracia yang mulai menangis dalam pelukannya
" Gracia selalu saja seperti ini jika saya hendak menitipkannya kepada paman dan bibi saya nona"
" Apakah di kediaman anda tak ada orang tuan?" tanya xiao lie heran
" Saya tak berani mempercayakan adik saya kepada orang asing nona, beberapa bulan yang lalu adik saya hampir saja kehilangan nyawanya karena keteledoran orang orang saya sendiri" jawab Joshua seraya menundukkan kepalanya sedih
Xiao lie cukup prihatin dengan kedua bersaudara di depannya, apalagi Gracia
" Bagaimana kalau Gracia tinggal di kediaman saya tuan, disana banyak orang orang saya dan saya jamin mereka dapat dipercaya"
__ADS_1
" Apa? benarkah nona? apakah boleh?" tanya Joshua tak percaya
Joshua tau betul bagaimana baiknya gadis yang berbicara di depannya ini
" Tentu saja boleh, tapi apa tuan percaya dengan saya?" tanya xiao lie
" Tentu saja saya percaya nona, kalau nona benar benar mengizinkan adik saya tinggal disana, saya tak akan khawatir lagi
Nona kan tau sendiri saya sangat jarang berada di rumah, apalagi untuk sekedar menemani adik saya"
" Tuan tak perlu khawatir lagi, tapi saya juga butuh bantuan tuan"
" Katakan nona, siapa tau saya bisa membantu" ucap Joshua dengan sedikit antusias
" Sejujurnya aku belum tau harus melangkah kemana tuan, tapi yang pasti aku butuh sesuatu yang besar untuk membantuku
Kira-kira apakah di westland saya bisa mendapatkannya?" tanya xiao lie seraya menerawang jauh keluar jendela kedai
Joshua sedikit merenung, tetapi sesaat kemudian senyum tipis terukir di bibirnya
" Paviliun air yinquan nona....."
" Paviliun air yinquan, saya pernah mendengar nama itu..... bukankah itu sebuah organisasi yang bekerja untuk mencari informasi?" saut Chang an
Xiao lie sendiri sedikit tertarik mendengar nama organisasi itu, sedikit banyak ia pernah mendengar tentangnya
Tapi tak ada yang tau kebenaran keberadaannya
" Emmmm kebanyakan orang memang menganggap nama itu adalah khayalan semata
Tapi banyak juga yang menganggap paviliun air yinquan adalah organisasi untuk mencari informasi
Xiao lie mengangguk dan tersenyum menatap Joshua
" Dengan kata lain, pencari informasi itu hanyalah sampulnya saja..... begitu tuan?"
" Saya akan mengatur waktu temu anda dengan orang paviliun air yinquan jika nona bersedia"
" Tentu saja....."
" Gracia..... kakak harus pergi lagi, apa kau benar benar mau ikut dengan nona xiao lie?" tanya Joshua pada adiknya
Dan dibalas anggukan antusias oleh gadis kecil itu
" Tuan bisa pergi, saya akan membawa Gracia bersama saya....."
" Baiklah, sekali lagi terimakasih nona
Nanti orang saya akan mengantarkan segala keperluan adik saya, kalau begitu saya pamit....."
Setelah kepergian Joshua, Chang an menatap nonanya intens
" apakah nona yakin dengan penawaran tuan Joshua tadi?"
" Tentu, kenapa? apa Gege ragu padanya?"
__ADS_1
" Bukan padanya, lebih tepatnya saya ragu tentang kebenaran paviliun itu
Saya pikir itu hanyalah rumor semata"
Xiao lie terkekeh kecil sebelum menjawab pertanyaan gegenya
" Gege tak akan ada asap jikalau tak ada apinya, lagipula mana ada rumor yang sampai beredar di seluruh benua
Mau bertaruh denganku Gege?" tanya xiao lie dengan nada jahilnya
" Tidak terimakasih...." saut Chang an cepat
Ia tak mempertaruhkan apapun apalagi dengan nonanya
Sudah cukup ia di poroti oleh teman teman laknatnya itu karena kalah bertaruh
Entah kenapa keberuntungannya sangat jelek sekali
" Gracia sudah selesai?" tanya xiao lie yang dibalas anggukan kepala olehnya
" Kalau begitu kita pulang, Gege kau bayar ini semua" ucap xiao lie kemudian tanpa banyak kata lagi keluar dari kedai meninggalkan Chang an yang kembali menggerutu karena nonanya
Padahal dirinya hanya makan sedikit, kenapa ia yang harus membayarnya?
Diperjalanan xiao lie menaiki kuda dengan Gracia yang duduk di depannya
Gadis cantik itu terlihat bahagia karena bisa menaiki kuda
Karena jarak pasar dan kediamannya tak terlalu jauh, beberapa menit berkuda saja mereka sudah sampai
Begitu tiba, Feng ran sudah menyambut xiao lie dengan wajah cemberutnya, tapi semua itu berubah begitu ia melihat nonanya membawa gadis kecil yang cantik
" Astaga nona.....anak siapa yang kau bawa?" teriak Feng ran histeris
Gracia yang mendengarnya langsung bersembunyi di balik tubuh xiao lie
" Astaga jiejie..... kenapa pikiranmu buruk sekali padaku hiks...." jawab Xiao lie seraya berpura-pura sedih
Feng ran yang melihatnya memutar bola matanya malas, semakin dewasa nonanya semakin menjadi-jadi
" Saya serius nona, kita baru saja menginjakkan kaki di sini dan sekarang anda sudah membawa anak gadis orang....
Nanti kalau kita mendapat masalah bagaimana"
" Jelaskan padanya Gege, aku mau menemani Gracia istirahat dulu, kasihan dia sepertinya kelelahan"
Feng ran yang melihat nonanya melarikan diri pun hendak protes, tapi terhenti karena Chang an yang menjelaskan tentang gadis kecil yang dibawa nonanya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Akhir akhir ini lagi suka drama China who rules the world, jadinya agak terdistrac sedikit...
Btw mampir juga di cerita aku yang ini guys, masih bergenre fantasi tapi versi modern
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰