
" Perkenalkan nama saya Seo Myung Hwa saya anak dari perdana menteri Seo. " Ucapnya dengan sopan.
" Ah, Jadi kamu ya gadis yang dirumorkan sebagai kecantikan nomor 1 di kerajaan ini , aku pikir gadis yang bernama Myung Hwa itu sungguh sangat cantik. Tapi menurut aku kau tidak secantik rumor itu, " Ucapnya sombong.
Mendengar itu Myung Hwa hanya menatapnya dingin dan kesal. Semua rumor itu tidak pernah dimulai dari kediaman perdana menteri, gadis ini sungguh bermulut tajam. Dia fikir dia siapa sampai berani berbicara seperti itu tentangnya, dia benci anak perempuan seperti ini yang mereka pikirkan hanya dua yaitu kekuasaan seseorang dan kecantikan fisiknya saja, itu sangat membuat Myung Hwa muak.
Memangnya kecantikan seorang wanita akan terus dimilikinya apa? Itu tidak benar, kecantikan seorang wanita akan memudar jika mereka telah menua.
Dia fikir perempuan itu baik, walaupun sebenarnya dia sudah menebaknya tadi. Tapi tetap saja dia berusaha untuk berfikir positif dan ternyata nona ini sungguh sangat sombong dan itu membuat nya geram orang seperti mereka ini yang tidak pernah menghargai rakyat kecil.
" A**ggashi saya memang tidak secantik rumor itu, mereka hanya membesar-besarkan rumor yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab saja. Tapi, saya pikir minimal saya lebih cantik dari anda aggashi. Dan sebaiknya anda menjaga tutur kata anda dengan baik, jangan sesekali anda menghina saya karena saya Akan membuat anda menyesal, kau hanya membuat aku mual saja. " Ucap Myung Hwa sambil tersenyum dingin.
" Jujur saja, jika kita berbicara fakta baik itu wajah ataupun kekuasaan. saya lebih unggul dimanapun anda melihatnya. " Bisikku padanya.
__ADS_1
" Benar bukan aggashi? " Tanyanya dengan polos.
Choi In Sook hanya mendelik kesal dia hanya membuang muka " Kamu fikir aku takut hah!!! Dengar kamu pasti akan berlutut kepada ku karena aku yakin aku yang akan terpilih menjadi pendamping seja cheoha, " ucapnya sambil tersenyum tersenyum culas.
" Oh benarkah? Aku tidak sabar menunggu saat itu. Kita lihat saja siapa yang akan terpilih aku atau kamu atau mungkin bukan diantara kita yang terpilih? Saya hanya menyarankan satu hal untuk anda!! Menjadi manusia itu jangan terlalu percaya diri, jika manusia itu jatuh mereka baru menyadari apa itu rasa sakit. Jadi In Sook-ah sebelum kau merasa sakit lebih baik buka matamu lebar-lebar dan sadari posisimu." ucapku sinis.
Saat suasana disini memanas muncul satu tandu yang tidak kalah megah dengan tandu mereka. Keluarlah seorang anak perempuan yang memiliki wajah cantik dan lembut, oh dia tau siapa gadis muda itu, dia adalah Yoon Min Hwa. Dia keluar dengan wajah dipenuhi senyuman, seperti tidak ada beban dipundaknya.
Dia akhirnya mendatangi mereka dan mulai memperkenalkan diri. " Annyeong-haseyo perkenalkan nama saya Yoon Min Hwa saya adalah puteri
dari menteri keuangan. Siapakah nona - nona ini???," ucapnya tersenyum sopan.
Melihat itu Myung Hwa senang setidaknya perempuan ini bukan perempuan yang menyebalkan.
__ADS_1
" Cih... Kau tak perlu tau siapa aku!!! " kata Choi In Sook sambil berlalu.
Sedangkan Seo Myung Hwa menjawab " Namaku Seo Myung Hwa, Mari kita ke sana mereka Sudah mulai berbaris. Jangan sampai kita terlambat." ucapnya dingin.
Para peserta sangat gugup dengan pemilihan ini. Tapi tidak bagi ke tiga gadis yang masih bersikap tenang dan percaya diri khususnya bagi Myung Hwa.
Tanpa sadar Myung hwa menatap pintu gerbang istana itu dengan dingin, yang gadis itu tidak tau takdir itu sudah terlukis bahkan sebelum dia menyadarinya.
Dayang istana mulai memerintahkan para gadis itu untuk berbaris sesuai jabatan ayah mereka. Myung Hwa berada dibarisan paling depan, disampingnya terdapat Choi In Sook, sedangkan dibelakang Myung Hwa terdapat Yoon Min Hwa.
Myung Hwa menatap gerbang istana itu dengan lelah, dia tidak ingin memasuki istana yang menurutnya tidak akan memiliki kedamaian. Tapi apa yang bisa dia katakan bahkan ayahnya sendiri pun tidak bisa tidak mematuhi pesanan sang raja. Dengan menghembuskan nafas untuk menenangkan pikirannya yang kacau, seandainya saja dia bisa membuat pilihan. Dia pasti tidak akan berfikir dua kali untuk memilih yang lain.
Mereka mulai memasuki istana dengan tenang dan tanpa sadar takdir pun berubah.
__ADS_1