
Malam harinya xiao lie jiejie dan gegenya menikmati makan malam bersama
Selain karena tak suka makan sendiri Xiao lie juga ingin mendekatkan jiejie dan Gegenya, siapa tau ada salah satu yang kepincut dan menjalin hubungan
Karena Xiao lie sendiri gerah karena tak ada satupun tangis bayi di bukitnya yang indah ini
Setelah selesai makan malam, xiao lie dan yang lainnya berkumpul di gazebo taman belakang kediaman xiao lie untuk bersantai
Taman belakang xiao lie yang luas dulu kini berubah menjadi Padang bunga mawar
Selain untuk keindahan kediamannya xiao lie juga memanfaatkannya untuk bisnisnya
Apapun yang ada di depan mata xiao lie selalu ia manfaatkan dengan sebaik-baiknya
Xiao lie menopang dagunya dan menatap keempat jiejie dan gegenya dengan intens
Mereka semua yang ditatap seperti itu oleh Xiao lie menjadi salah tingkah
" Ada apa nona, apa wajah kami bertambah menawan hingga nona sampai tak berkedip?" tanya Chang an seraya menyugar rambutnya kebelakang
Xiao lie dan yang lainnya bergidik jijik melihat tingkah alay dari Chang an
" diamlah kau membuatku jijik" teman Chu yan yang terkenal paling pendiam di antara mereka
Xiao dan yang lainnya pun tak mampu lagi menahan tawanya melihat Chang an yang langsung kicep karena ucapan dari Chu yan
Sementara Chang an menggerutu tak jelas tapi ia tak berani protes karena dari semua orang ia paling takut pada Chu yan
Lelaki dingin dan irit bicara, tetapi sekali bicara bisa melumpuhkan mental lawannya
" Sudah sudah aku capek, apa kalian semuanya tak memiliki kekasih?" tanya xiao lie dengan polosnya
Sementara yang ditanya sudah tersedak ludahnya sendiri dengan muka yang memerah
Hao Mei berdehem sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari nonanya
" Belum nona, kami masih ingin meniti karir" ucap Hao Mei yang diangguki oleh yang lainnya
Walaupun diantara mereka ada yang saling melirik dengan canggungnya
" Oh sayang sekali padahal aku benar benar ingin memiliki keponakan" ucap xiao lie dengan wajah tak berdosanya
" Hehehe, kami belum berpikir sampai ke arah sana nona jadi lebih baik kita hentikan pembicaraan yang agak mengerikan ini" ucap Hao Xiang
" Baiklah, aku ingin mendengar laporan kalian hari ini"
__ADS_1
Hao Mei pun membuka catatannya dan melaporkan apa yang ia dapatkan hari ini
" Saya menemukan hutan gersang di wilayah selatan Neverland, sekitar dua jam dari ibukota
Disekitar sana juga ada dua desa kosong"
" Kenapa kosong?" tanya xiao lie memotong penjelasan Hao Mei
" menurut beberapa warga yang pernah tinggal disana, mereka meninggalkan desa karena kurangnya mata pencaharian dan sumber air" jawab Hao Mei
" Lalu apa jiejie sudah membeli lahan itu!"
" Apa nona yakin akan membelinya, disana hampir tak ada sumber air?" tanya Hao Mei
" Yakin, jiejie urus surat pembelian lahan itu
Masalah sumber air aku sudah punya solusinya" ucap Xiao lie kemudian menatap Hao Xiang dengan senyum manisnya
Hao Xiang yang ditatap Xiao lie seperti itu pun hanya bisa menurunkan bahunya lemas dan tersenyum paksa
" Apa yang harus saya lakukan nona?" tanya Hao Xiang
" Hehehe..... Yang kutahu dua kilo dari hutan gersang itu ada desa Salamander, benarkah Gege?" tanya xiao lie yang dibalas anggukan Hao Xiang
" Desa Salamander cukup subur bahkan sering kebanjiran di setiap musim penghujan karena luapan air sungai, tugas jiejie adalah membuat aliran sungai"
" Saya bukan penyihir nona, bagaimana bisa saya mengalirkan sungai?" tanya Hao Xiang dengan wajah piasnya
Xiao lie menepuk keningnya melihat semua orang didepannya memperlihatkan wajah yang sama
" Maksudku pekerjakan buruh untuk menggali tanah sedalam mungkin menuju hutan gersang dan desa kosong lalu satukan galian buatan kita ke sungai yang ada di sebelah desa kosong itu
Setelah penggalian sungai selesai, alirkan sebagian air di sungai untuk mengaliri galian kita
Dan dengan begitu galian itu bisa menjadi sungai buatan dan mengaliri hutan dan desa itu Gege
Selain itu desa Salamander tak akan kebanjiran lagi di saat musim penghujan karena airnya sebagian mengalir ke tempat lain" ucap xiao lie panjang kali lebar
Semuanya melongo mendengar penjelasan dari xiao lie
" Nona kau sungguh ajaib, bahkan para menteri bodoh itu sampai sekarang belum bisa memecahkan masalah di desa Salamander" ucap Chang an dengan hebohnya
Xiao lie tersenyum puas dan kembali menatap Hao Xiang yang masih terbengong
Dia pun menepuk pelan pipi Hao Xiang sampai tersadar dari lamunannya
__ADS_1
" Jangan kebanyakan melamun Gege, nanti jangan lupa tanam bibit bibit pohon besar di hutan gersang itu agar populasinya tetap terjaga, pemukimannya cukup dibangun di desa kosong"
Hao Xiang hanya mengangguk kaku, walaupun sudah bekerja cukup lama dia masih takjub dengan pemikiran nonanya yang melebihi ekspektasi
" Bagaimana dengan kalian?" tanya xiao lie seraya menatap ketiga jiejie nya
" Semuanya sudah beres nona, tinggal menunggu kedatangan mereka saja" jawab Feng yan mewakili semuanya
Mereka memang secepat itu menyelesaikan semua tugas dari nonanya
Karena tentunya mereka tak melakukan semuanya sendirian, Gege dan Jiejie nya xiao lie memiliki bawahan dan orang kepercayaan sendiri sendiri
Mereka tinggal mengatur dan mengatakan apa yang harus di kerjakan dan menunggu hasil dari bawahannya
" Sebenarnya apa yang ingin anda lakukan nona? tanya Feng ran memberanikan diri bertanya
Xiao tersenyum kecil dan mengerti dengan kebingungan semua orang orangnya
" Aku ingin membuat pasukan ku sendiri, di Neverland aku memang berkuasa di bidang ekonomi tapi di bidang pemerintahan aku bukanlah apa-apa jiejie
Aku hanyalah orang rendahan di mata bangsawan, orang yang menganggap semakin tinggi kastanya semakin tinggi pula statusnya
Bahkan Xuan Yi pun sama sekali tak bisa membelaku saat mereka merendahkan status ku" ucap Xiao dengan nada lirih di akhir kalimatnya
Feng yan memeluk xiao lie dan mengelus rambutnya dengan lembut
" Jangan diingat lagi nona, kau sangat sempurna dan berharga. Kau pantas mendapatkan orang yang lebih baik dan bisa menjaga nona sepenuh hati
Kami semua akan selalu berada di samping nona" ucap Feng yan dengan air mata yang mulai membasahi pipinya
Para jiejie xiao lie memeluk xiao bergantian dan menenangkan gadis kecil itu
Sementara para gegenya saling pandang dengan tatapan mata yang menyiratkan kemarahan
Mereka kecewa dengan putra mahkota yang membuat nona kecil mereka sampai serapuh ini
Dalam hatinya mereka bersumpah akan selalu melindungi dan mewujudkan impian nona kecilnya
Nona kecil malang yang berusaha kuat untuk melindungi orang orang di sekelilingnya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰