
Setelah berjalan cukup jauh, xiao lie memilih mampir di salah satu kedai teh untuk beristirahat
" Nona kecil ingin diantar kemana?" tanya xiao lie kepada gadis kecil yang ia bawa
Belum sempat mendengar jawaban dari yang ditanya, xiao lie dibuat kesal dengan tingkah gegenya yang seenak jidatnya mencubit pipinya
Untung saja cadarnya tak terlepas
" Tanyakan nama dulu yang benar nona" ucap Chang an dengan penekanan karena terlalu gemas pada nonanya
Nonanya ini sangat pintar, ah tidak lebih tepatnya jenius
tapi terkadang otaknya bisa tiba-tiba ngelag disaat saat seperti ini
" apa mungkin otaknya sudah penuh ya?" batin Chang an
" Aku tau Gege, tapi tak usah mencubit pipiku
Sakit tau....." kesal xiao lie
Gadis yang ditanya pun tertawa kecil dan itu membuat xiao lie dan Chang an mengalihkan perhatiannya kepada gadis kecil itu
Sesaat kemudian gadis kecil itu membuat gerakan dengan tangannya....
" Terjemahkan nona....." ucap Chang an langsung angkat tangan
Xiao lie pun meringis tak enak, apalagi melihat wajah masam gadis cantik di depannya
" Aku tak bisa bahasa isyarat Gege"
" Hahaha...... akhirnya...., akhirnya ada juga yang nona tak bisa, saya pikir nona seperti jelmaan Dewi yang bis segalanya
Aku harus segera mengirim surat untuk yang lainnya prihal ini, nona pasti....."
" Aish..... hentikan Gege, Akku manusia biasa
Mana mungkin aku bisa segalanya" kesal xiao lie
" Baiklah baiklah maafkan saya nona cantik, lalu kita harus bagaimana sekarang
Tak mungkin kan kita membawanya ke kediaman, nanti keluarganya mencarinya nona"
" Benar juga, gadis kecil kami tak mengerti isyarat mu
Tapi kamu bisa mengerti apa yang kami bicarakan kan?" tanya xiao lie kepada gadis itu
Dan gadis kecil itupun mengangguk, tangannya kemudian memberikan isyarat untuk menulis yang langsung dimengerti oleh chang an dan Xiao lie
Setelah memberikan kertas dan pena, gadis kecil itu menuliskan namanya Gracia Weldon dan alamat rumahnya
" Gadis pintar, sekarang makan dulu makanan mu
Setelah itu kakak akan mengantarmu pulang"
Xiao lie, Chang an dan Gracia pun menikmati hidangan pesanan mereka dengan khidmat
__ADS_1
Tapi beberapa saat kemudian terjadi keributan di jalanan
Karena penasaran Chang an pun keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi
" Ajudan tuan Kevin...?" teriak Chang an begitu melihat orang yang ia kenali tengah menggeledah jalanan
Bahkan tong tempat pembuangan sampah pun ikut di geledah
Sementara yang dipanggil pun langsung menoleh, sedikit ragu untuk menghampiri orang yang baru ia kenal itu
Tetapi sayangnya ia tak bisa menyepelekannya...
" Ada apa tuan Chang memanggil saya?"
" Uwah .....kau tau namaku?" tanya Chang an dengan konyolnya, tak tau saja yang ia ajak bicara sedang dalam kondisi tak baik
" Maaf tuan, kalau tidak ada yang penting saya permisi dulu"
" eh tunggu dulu, aku ingin bertanya apa yang sedang kau lakukan? kenapa sampai heboh seperti ini?" tanya Chang an seraya melihat beberapa pengawal yang menggeledah semua tempat
" Saya mencari adik saya tuan"
" Seperti apa adikmu, siapa tau aku bisa membantu?"
Walaupun sedikit ragu dan tak percaya, Joshua si ajudan tuan Kevin itu mengeluarkan lukisan wajah adiknya
" Kau berhutang padaku tuan, saya dan nona saya tadi bertemu dengan adik anda
Dan sekarang ia ada di dalam sedang ma.....kan" ucap Chang an dengan nada lesu di akhir kalimatnya
Belum selesai ia bicara, ia sudah ditinggalkan lagi, lagi dan lagi
Entah kenapa nasibnya selalu siap seperti ini
Dengan lesu Chang an pun menggeret kakinya kembali ke dalam kedai
Dan begitu masuk ia disambut dengan adegan roman picisan, dimana kasih sayang keluarga yang begitu harmonis
Ia jadi membayangkan bagaimana dengan rumah tangganya nanti bersama Feng ran tercintanya itu
Aw..... pasti akan lebih harmonis, apalagi....
" Aduh......nona...!!!"
" Apa? mau marah?.....lagian ngapain Gege senyam-senyum tak jelas seperti itu, aku jadi ngeri melihatnya" ucap xiao lie dengan sewotnya
" Saya sedang membayangkan keromantisan saya dengan Feng ran nanti nona, dan nona dengan teganya menghancurkan angan angan saya"
" Keromantisan apaan? orang mengucapkan cinta saja tak berani..."
Chang melotot tak percaya dengan ucapan nonanya, saat akan menyahuti nya, ia keduluan dengan Joshua yang berbicara
" Terimakasih sudah menolong adik saya nona..." ucap Joshua seraya membungkukkan badannya
" Hey tak perlu seperti ini, lagipula adikmu sangat manis, aku senang bisa mengenalnya"
__ADS_1
Gracia tersenyum manis dan menggerakkan tangannya ke arah xiao lie, tapi sayangnya xiao lie hanya bisa tersenyum tak enak
" Adik saya mengucapkan terimakasih dan senang bisa berkenalan dengan nona"
" Tak masalah, lain kali jangan keluar sendirian yah
Diluaran sana sangat berbahaya, apalagi untuk gadis kecil sepertimu"
" Nona tak sadar diri ya? nona juga masih kecil
Sekedar mengingatkan saja, kalau nona lupa....." celetuk Chang an dari arah meja makan
Xiao lie melirik Chang an sinis
" Awas kau.....akan ku adukan pada jiejie nanti" jawab Xiao lie yang langsung membuat Chang an gelagapan
" hahaha.....tuan Chang an benar nona
Kalau tidak salah nona baru berumur tujuh belas tahun ya?" tanya Joshua yang dibalas anggukan kepala dari xiao lie
" Kalau begitu nona dan adik saya hanya berjarak satu tahun saja, adik saya berumur enam belas tahun sekarang
Hanya saja ia mengalami gangguan pertumbuhan dan tak bisa berbicara"
Xiao lie sedikit terkejut mendengar fakta itu, sangat disayangkan gadis secantik ini mengalami takdir yang begitu buruk
" Jadi karena ini Gracia diganggu nona nona bangsawan itu?"
Joshua hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah
" Saya tadinya juga ingin menghukum mereka yang telah mengganggu adik saya nona, tapi Gracia selalu saja memaafkan mereka
Gracia selalu ingin memiliki teman, tapi yah begitulah
Nona pasti tau sendiri mana ada orang yang bisa tulus berteman dengan orang yang kekurangan seperti adik saya..."
" Jangan seperti itu tuan, hati Gracia masih polos, putih dan bersih, itu sebuah anugerah terindah dari Tuhan
Dan sekarang bolehkah aku berteman denganmu Gracia? aku sendiri juga tak memiliki teman"
Gracia yang mendengar ucapan dari xiao lie berbinar senang, tetapi ia menatap kakaknya terlebih dahulu untuk meminta persetujuan
Begitu kakaknya mengangguk Gracia langsung menubruk tubuh Xiao lie dan memeluknya erat
" Tapi Gracia harus sabar yah, aku akan belajar bahasa isyarat terlebih dahulu agar kita bisa mengobrol
Xiao lie janji akan belajar dengan cepat
Apa tuan Joshua bisa merekomendasikan gue bahasa isyarat untukku?" tanya xiao lie kepada Joshua
" Disini tak ada guru seperti itu nona, tapi saya mempunyai buku untuk belajar bahasa isyarat
Nanti akan saya kirim ke kediaman anda"
" Tak bisakah kalian mengajakku berbicara juga?" tanya Chang an yang tiba-tiba saja menyelip diantara Joshua dan Xiao lie
__ADS_1
*****