
" Itu tempat apa?" tanya xiao lie begitu kereta kudanya akan memasuki hutan lindung
Pandangan matanya tak sengaja menatap hamparan sungai besar di pinggir hutan
Namun bukan itu yang ingin ia tanyakan tapi tempat di seberang sungai
" Tempat yang mana, itu hanya sungai besar lie" jawab Kevin yang ikut melihat arah pandangan xiao lie
" Aku tau itu sungai tapi tempat di seberang sungai itu yang kumaksud" ucap xiao lie dengan nada jengkelnya
Joshua dan William terdiam dan melirik gadis tuannya yang tengah menatap sungai dari balik jendela kereta kuda
Karena mereka tau tempat yang dimaksud, walaupun mereka tak bisa melihatnya
Tak berbeda jauh dengan Kevin yang terdiam dengan mata melotot, apa gadisnya bisa melihat tempat itu juga
" Apa yang kamu lihat lie.....?" tanya Kevin berusaha memastikan kecurigaannya
" Apa aku harus menjelaskannya?" tanya xiao lie entah pada siapa
Tapi karena tak ada yang merespon ucapannya maka dengan enggan ia menjelaskan
" Bangunan yang besar tapi sangat kuno, seperti kuil tempat ibadah dengan pagoda besar ditengahnya
Dan juga patung naga besar yang melingkari bangunan itu
Kamu tidak mungkin tidak bisa melihat bangunan sebesar itu kan?" tanya xiao lie
Tapi yang ditanya malah tersenyum lebar dengan menatapnya dengan tatapan berbinar seakan menemukan harta karun
" hey.... jangan menatapku seperti itu, kamu menakutiku"
" Mau kesana....?" tanya Kevin tanpa menjawab pertanyaan gadisnya tadi
Dalam hatinya berjingkrak kesenangan, karena ia merasa semakin berjodoh dengan gadis pujaannya
Xiao lie berpikir sejenak, sebenarnya ia penasaran dengan tempat itu tapi mengingat kedua saudaranya yang sedang dalam keadaan tak baik
Lebih baik ia menunda keinginannya terlebih dahulu
" Mungkin lain kali saja, aku harus secepatnya pulang....." tolak xiao lie
Kevin pun mengangguk mengerti dan mereka kembali meneruskan perjalanannya
Perjalanan pulang kali ini dipersingkat karena xiao lie ingin cepat cepat sampai kediamannya
Dan Kevin yang sudah bucin pada gadis itu pun hanya bisa pasrah menuruti semua keinginannya
Tak perduli dengan kedua bawahannya yang terus mendumel di kursi depan karena terus berjalan tanpa kenal waktu
__ADS_1
" Aku akan langsung pulang, ada beberapa hal yang harus kuurus" ucap Kevin begitu kereta kuda mereka sampai di depan gerbang kediaman
" Tentu, tapi bagaimana nanti kalau aku ingin menemuimu.....
Maksudku tentang bahan bahan yang kamu tunjukkan padaku waktu itu, kamu tak lupa kan?"
" Tentu..... tunggu beberapa hari dulu ya
Aku harus mengurus sesuatu, nanti aku akan menjemputmu" ucap Kevin seraya melakukan kebiasaannya akhir-akhir ini yaitu menepuk-nepuk puncak kepala gadisnya
Xiao lie yang diperlukan seperti itu tentu saja meleleh, untuk kali ini ia benar-benar mengekspresikan dirinya
Tak ada lagi kepura-puraan dan rencana licik dalam otaknya, karena kedekatannya ini murni mengalir bagaikan air tak seperti waktu bersama putra mahkota waktu itu
Sayang sekali putra mahkota saat ini sikapnya melenceng dari yang ia harapkan....
" Astaga nona.....nona sudah pulang? kenapa berdiri di sini? dimana tuan Kevin? apa nona pulang sendiri?
Astaga bagaimana sih pria itu, dasar tak bertanggungjawab
Nona kenapa mau di perlukan seperti ini, harusnya nona......"
" Stop jiejie.....aku tadi pulang bersamanya, ia harus langsung pulang karena urusan yang mendesak" saut xiao lie karena telinganya langsung pengang begitu disambut dengan ocehan manis dari jiejienya
" Nona tak lagi membelanya kan?" tanya Feng ran sangsi
" Tidak.....ayo masuk ke dalam, dimana Chang an Gege?" tanya xiao lie begitu tak melihat Gege nya
Apa jangan-jangan mereka berdua benar-benar bertengkar ?
" Hmmmm dia lagi marah padaku nona..."
Yap..... ternyata benar yang dikatakan kevin, astaga aku jadi merasa bersalah karena ku mereka berdua bertengkar
" Sekarang dia dimana?" tanya xiao lie
" Mengurung diri di ruang kerja nona..." jawab Feng ran
Mendengar itu xiao lie pun berbelok arah menuju paviliun samping tempat yang dijadikan ruang kerja untuknya dan gegenya
Sesampainya di sana, bukan pemandangan orang yang sibuk bekerja yang terlihat melainkan seonggok daging besar yang terlentang di atas meja dengan kepala yang menjulur ke bawah
Entah bagaimana mendeskripsikan posisinya itu
Dan tentunya tak perlu mempunyai otak pintar untuk menebak apa dan siapa seonggok daging itu....
" Astaga..... GEGE....." teriak Xiao lie membahana
sampai terdengar ke seluruh kediaman
__ADS_1
Feng ran yang berdiri di belakangnya pun terjungkal karena kaget
Tak terkecuali orang yang tengah tertidur di atas meja itu, dia terlonjak kaget dan jatuh berguling-guling di bawah meja dengan posisi yang mengagumkan
Xiao lie yang melihat gegenya terjatuh dari atas meja dengan kepala yang terlebih dahulu dan posisi tubuhnya yang aneh ingin sekali tertawa
Tapi hal itu tak terjadi karena melihat tumpukan tumpukan kertas yang remuk bahkan banyak yang robek akibat gerakan ekstra dari gegenya
Kalau saja itu kertas biasa ia tak akan menatapnya semiris ini, masalahnya ini kertas kertas persetujuan bisnisnya yang ada di westland
Mendapatkan hal itu sungguh menguras tenaga dan kantongnya tapi sekarang lihatlah.....
" Bangun Gege.....dan bereskan semua kekacauan yang gege buat sekarang..." ucap xiao lie seraya menekankan setiap kata-katanya
Chang an yang masih linglung karena terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya itu langsung menunduk dan memunguti kekacauan yang kata nonanya ia perbuat
"Padahal sedari kemarin ia tak melakukan apapun....." batin Chang an seraya memungut robekan robekan kertas yang ada di bawah
Dan tepat saat itu juga ia menegang dengan mata melotot begitu sadar apa yang tengah ia pegang
Kertas perjanjian bisnis dengan tuan Kevin dan beberapa pedagang lainnya..... astaga apa yang sudah kulakukan
" Nona ini..... maafkan saya nona" teriak Chang an histeris seraya bersujud di kaki xiao lie
" Apa yang kamu lakukan ge.... sudah hentikan, cepat bereskan ini
Aku akan mengurusnya nanti.....cepat bereskan, aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian berdua" ucap Xiao lie dengan nada seriusnya
Chang an pun mengangguk mengerti dan kembali memunguti kekacauan yang ia perbuat
Saat ini ia sudah percaya kalau dirinya memang sudah membuat kekacauan
Feng ran yang melihat kekasihnya kesusahan berniat membantu tapi langsung dihentikan oleh Chang an sendiri
" Sudah kubilang jangan mengerjakan apapun Feng ran, cukup duduk disana bersama nona
Aku bisa membereskan semuanya sendiri"
Feng ran tak bergeming ia ingin melanjutkan membantu walaupun dengan keterbatasannya
" Jiejie.....sini duduk bersamaku, aku lelah dan ingin tidur di pangkuan jiejie" ucap xiao lie
" Bilang saja nona ingin mengalihkan perhatianku" gumam Feng ran tapi tetap menuruti permintaan nonanya
*****
Jeng jeng jeng.....lama gak nyapa
Terimakasih sudah membaca dan dukung cerita ini
__ADS_1
Ditunggu update selanjutnya yah.,... jangan lupa klik tombol like dan votenya kawan
See you next time...